Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Kekaisaran Celosia


__ADS_3

“Apakah Nona pergi sendirian saja ke Kekaisaran Celosia?” tanya Erin yang menata rambut Scarlesia.


“Sepertinya begitu karena Ayah dan kakakku sepertinya sangat sibuk jadi aku tidak bisa menganggu mereka. Nanti Xeon dan yang lainnya akan menyusul kok,”


Sebenarnya saat ini Xeon dan yang lain tengah sibuk berlatih, mereka tahu kalau Scarlesia akan pergi ke Kekaisaran Celosia tapi karena mereka sekarang ada di dunia cermin itu tidak menjadi masalah besar sebab akses menuju dunia cermin selalu dia bawa kemanapun. Jika ada masalah serius, mereka bisa langsung keluar dari dunia cermin.


“Sia, ajak aku bersamamu,” rengek Kitty sembari menggesek-gesekkan tubuhnya ke kaki Scarlesia.


“Kau mau pergi bersamaku? Baiklah,”


Butuh waktu sekiranya 2 hari untuk sampai di Kekaisaran Celosia jika menaiki kereta kuda, perjalanan yang cukup jauh membuat Scarlesia jenuh duduk di atas kereta kuda. Atas perintah dari Ayah serta kakaknya, kini Scarlesia harus dikawal oleh beberapa orang ksatria. Ia terus menghela napas lelah selama dalam perjalanan melihat para ksatria menjaganya agak berlebihan.


“Kalian harus awasi Sia dengan benar! Jangan biarkan dia terluka meski hanya tergores sedikit saja.”


Begitulah kata Ayahnya yang masih terngiang di kepalanya, ia kemudian melirik Kitty yang hanya tidur dan tidak berbicara dengannya. Dia terus seperti itu hingga tiba di Kekaisaran Celosia, di sana dia langsung disambut oleh Natasha karena acaranya esok hari jadi hari ini ia akan menginap di tempat yang sudah disediakan oleh Natasha untuknya.


Pada hari berikutnya, Scarlesia datang ke pesta perayaan ulang tahun Kekaisaran Celosia. Baru saja menginjakkan kakinya di aula pesta, ia sudah menyihir semua orang dengan kecantikannya.


“Siapa wanita itu?”


“Apa kau tidak tahu? Dia adalah Scarlesia Eginhardt yang dikenal sebagai dewi Kekaisaran Roosevelt,”


“Aku dengar dia adalah teman dari Yang Mulia Putri Natasha, saat mendengar dia diundang oleh Yang Mulia Putri banyak orang yang ingin melihatnya langsung,”


“Dia sudah dua kali menyelamatkan nyawa Yang Mulia Putri,”


“Jadi, itulah kenapa dia bisa ada di sini sekarang,”


Seluruh tamu sibuk membicarakan dirinya, tidak ada yang tidak terpesona oleh keindahannya yang dibalut dengan gaun berwarna keemasan. Senyum yang dia lontarkan sejak awal masuk aula semakin menambah pesona dirinya.


“Scarlesia Eginhardt memberi salam kepada Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Permaisuri Celosia,” ujar Scarlesia menyapa serta memberi salam kepada kaisar dan permaisuri Kekaisaran Celosia.


“Hahaha jadi Nona yang sudah menyelamatkan putriku? Aku benar-benar berterima kasih padamu,” ungkap Marshal, sang kaisar.

__ADS_1


“Itu bukan apa-apa Yang Mulia, saya hanya melakukan hal yang seharusnya,”


Lalu Scarlesia menyuruh ksatria yang berada di sampingnya membuka kotak hadiah yang sudah disiapkannya.


“Saya memberikan kristal bulan ini sebagai hadiah untuk anda, harap Yang Mulia menerima hadia pemberian saya ini,”


Sebuah kristal berwarna putih yang cantik bak bulan itu mencuri perhatian semua orang karena kristal bulan tersebut terkenal dengan harganya yang sangat mahal serta keberadaannya yang langka. Seketika seluruh aula heboh karenanya, ini adalah hadiah luar biasa yang pernah didapatkan oleh kaisar. Bahkan kaisar dan permaisuri dibuat terperangah oleh hadianya itu.


“Nona, apakah tidak apa-apa memberikan hadiah seberharga ini kepada kami? Padahal Nona tidak perlu serepot ini ditambah anda sudah menyelamatkan Natasha. Bagaimana kami bisa menerima hadiah ini?” tanya Adeline, sang permaisuri.


“Ini bukan apa-apa bagi saya Yang Mulia. Saya tidak bisa kemari dengan tangan kosong untuk itulah tolong terima hadiah dari saya ini Yang Mulia,” jawab Scarlesia.


Kaisar dan permaisuri saling bertemu pandang, mereka tidak punya pilihan lain selain menerima hadiah pemberian dari Scarlesia tersebut. Hadiahnya yang begitu berharga dibawa dengan sangat hati-hati ke dalam oleh pelayan, mereka berdua juga tampak senang.


“Padahal kristal seperti ini ada banyak di dalam dunia cermin dan aku tidak tahu kalau ternyata benda semacam itu harganya begitu mahal,” batin Scarlesia.


Kemudian kaisar menyuruh Natasha untuk membawa Scarlesia masuk ke dalam perjamuan pesta,


menahannya untuk tidak berdansa dengan siapapun.


“Natasha, bisakah kau tidak menahan Nona Scarlesia untuk berdansa dengan pria lain? Karena aku juga ingin berdansa dengannya,” ujar Oscar, kakak laki-laki Natasha yang merupakan putra mahkota Kekaisaran Celosia.


“Huh? Aku tidak mau Sia lelah karena meladeni para pria untuk berdansa dengannya,” balas Natasha.


“Siapa?” tanya Scarlesia berbisik pada Natasha.


“Dia adalah Oscar, kakak laki-lakiku sekaligus putra mahkota,” jawab Natasha.


Oscar memiliki rupa yang tampan, ia melangkah ke hadapan Scarlesia lalu mengulurkan tangannya.


“Nona Scarlesia, bersediakah anda untuk berdansa dengan saya?” tanya Oscar.


“Suatu kehormatan bagi saya Yang Mulia Putra Mahkota,” Scarlesia memilih untuk menerima ajakan dansa dari Oscar.

__ADS_1


Natasha tampak kesal, ia mengerucutkan bibirnya karena Scarlesia menerima ajakan dansa dari kakaknya padahal dia sudah melarangnya sejak awal. Mereka berdua sekarang mendominasi aula pesta, gerakan dansa yang lembut serta indah membuat semua tamu terpana melihatnya. Kemampuan dansa Scarlesia juga sangat dipuji oleh banyak orang, tidak ada wanita yang lebih pandai berdansa dibanding Scarlesia.


“Nona, sesuai dengan rumor yang beredar anda memang sangat cantik. Bagaimana bisa ada seorang wanita yang cantik seperti anda?” goda Oscar memasang senyuman merayunya.


“Jangan menggoda saya Yang Mulia,” tegur Scarlesia.


“Bagaimana jika anda menjadi permaisuri saya?” bisik Oscar.


“Maaf Yang Mulia, saya tidak tertarik untuk menjadi per…”


Tiba-tiba Andreas keluar dari dunia cermin dan muncul di hadapan Scarlesia, ia langsung menarik Scarlesia menjauh dari Oscar. Kemunculan Andreas menciptakan kehebohan di ruang pesta, ia muncul secara mendadak dan tidak tahu entah darimana dia muncul.


“Beraninya menggoda Sia. Aku tidak akan membiarkanmu merebut Sia,” tekan Andreas marah.


“Siapa kau? Darimana kau muncul?” selidik Oscar.


“Maaf Yang Mulia, saya akan segera membawanya keluar,”


Scarlesia menarik tangan Andreas untuk segera keluar dari aula pesta, ia tidak percaya bahwa Andreas muncul secara tiba-tiba seperti ini dan akhirnya malah mencuri perhatian banyak orang. Scarlesia membawa Andreas ke taman belakang istana yang suasananya cukup sepi dan tidak ada orang yang lewat.


“Kenapa kau muncul mendadak seperti ini? Apa kau tidak sadar kalau di aula pesta ada banyak orang?” omel Scarlesia.


“Maaf Sia tapi aku tidak tahan mendengar pria itu menggodamu bahkan berniat ingin melamarmu,”


“Aku tidak akan tergoda oleh kata-kata manisnya apalagi menerima lamarannya. Tapi kemana yang lain? Kenapa hanya kau saja yang keluar?”


“Mereka masih latihan dan tidak mendengar apapun tentang kejadian barusan karena ruang tempat latihan sangat kedap suara. Aku tadi hanya pergi keluar sebentar dan tidak sengaja mendengar ucapan pria yang menggodamu itu,” jelas Andreas.


“Hufftt ya ampun,”


Saat mereka sedang berbicara berdua, tiba-tiba ada seseorang yang menyerang Andreas menggunakan pedang. Andreas langsung menahan serangan yang menuju pada dirinya tersebut dengan pedangnya juga.


“Ternyata kau masih bisa menahan seranganku ya Andreas tapi entah kenapa rasanya kau sedikit melemah dibanding dirimu yang dulu,”

__ADS_1


__ADS_2