
“Apa ini Ayah?”
Eldrick membuka kotak tersebut, di dalamnya ternyata ada sebuah busur cantik berwarna emas. Busur ini tampak tidak biasa seolah ada yang memikat diri Scarlesia, di tengah busur tersebut ada sebuah permata yang sama dengan warna matanya yang merah delima. Permata itu bercahaya saat Scarlesia melihatnya, anehnya cahaya itu hanya disadari oleh Scarlesia sendiri.
“Ini adalah peninggalan Larissa. Dulu dia menyuruhku menyimpannya, namanya busur suci dan Larissa mengatakan kalau busur ini hanya kau yang bisa memakainya. Aku tidak tahu darimana dia mendapatkannya, jadi terima lah karena aku yakin kalau ini akan berguna untukmu ketika berburu nanti,”
Penjelasan Eldrick tidak terlalu jelas karena Scarlesia sendiri tidak memiliki informasi mengenai busur suci ini. Dia baru pertama kali melihat busur yang sangat menarik seperti ini, namun di saat yang bersamaan ia juga merasakan bahwa busur ini memiliki kekuatan.
“Apa ini sama dengan busur pada umumnya?”
Eldrick menggelengkan kepalanya.
“Tidak, jika busur biasa membutuhkan anak panah maka busur ini tidak memerlukan anak panah. Kamu bisa langsung menarik tali busurnya, aku juga tidak percaya jika sebuah busur bisa bekerja tanpa anak panah karena aku sendiri belum pernah melihatnya secara langsung. Tapi, Ibumu mengatakannya dengan serius padaku jadi aku mempercayainya,”
Kemudian Scarlesia mengeluarkan busurnya dari dalam kotak tersebut, pada saat dia menyentuh busur itu sensasi luar biasa yang dia rasakan seketika. Sekujur badannya serasa disentrum oleh listrik, namun itu hanya berlangsung dalam beberapa detik saja.
“Eh? Apa yang barusan itu?” pikirnya tersadar.
“Sia, apa ada yang salah?” tanya Eldrick bingung melihat Scarlesia yang melamun.
“Tidak Ayah, aku hanya sedang berpikir kalau busur ini cantik sekali,” dalih Scarlesia.
Dia masih dipenuhi oleh kebingungan tentang busur ini, ia mempertanyakan bagaimana cara Ibunya mendapatkan busur suci ini tanpa bisa menggunakannya.
“Kenapa Ibu mengatakan kalau ini hanya aku saja yang bisa menggunakannya?” pikirnya lagi.
“Ada satu hal lagi yang perlu kau ketahui mengenai perburuan ini. Perburuan ini tidak hanya dihadiri oleh kekaisaran kita saja tapi juga dihadiri oleh Kekaisaran Thyme dan Kekaisaran Celosia. Yang perlu kau waspadai adalah Kekaisaran Thyme mengirim pangeran ketiga ke perburuan, menurut rumor pangeran ketiga ini menyukai wanita cantik. Dia akan menggunakan cara apapun untuk mendapatkan wanita tersebut jadi aku harap kau berhati-hati dengannya nanti,” jelas Eldrick berpesan pada Scarlesia.
“Baik Ayah, aku akan mengingat hal ini,”
Setelah itu Scarlesia pamit untuk segera kembali ke arena latihan lagi, saat dia akan menapaki anak tangga dia tidak sengaja bertemu dengan Nieva. Mukanya masam menatap Scarlesia, begitu juga Scarlesia yang berlalu tanpa menyapanya.
“Tunggu dulu, aku ingin berbicara denganmu,” kata Nieva menghentikan langkah Scarlesia.
Scarlesia berhenti, ia mundur sedikit ke belakang untuk mendengar apa yang ingin dibicarakan oleh Nieva padanya.
“Apa yang mau kau bicarakan?”
Nieva menarik napasnya sebelum berbicara dengan Scarlesia, dia berusaha tetap tenang meski hatinya sedang mengamuk saat ini.
__ADS_1
“Kenapa kau mematahkan kaki Ibuku?” tanya Nieva.
“Oh jadi itu hanya patah? Aku kira akan langsung diamputasi,”
Nieva menggigit bibir bawahnya, dia sendiri tahu bahwasanya dia tidak akan pernah menang melawan Scarlesia. Namun, rasa marahnya lebih besar dibanding rasa takutnya pada Scarlesia.
“Kenapa hanya seperti itu responmu? Apa kau tidak merasa bersalah sedikit pun setelah melukai Ibuku?”
“Untuk apa aku merasa bersalah? Kakinya kan tidak diamputasi jadi itu masih baik-baik saja. Tidak perlu terlalu marah padaku karena aku akan tetap melakukannya meski itu dilarang olehmu,”
Oke, ekspresi Scarlesia membuat Nieva semakin kesal, keningnya semakin mengerut, dan bibir bawahnya semakin dia perkuat gigitannya.
“Kau wanita iblis! Bagaimana bisa kaisar bisa menyukaimu dan ingin menjadikanmu sebagai permaisuri selanjutnya? Dinilai darimana pun aku lebih cocok untuk posisi itu, kau hanya anak dari wanita rendahan yang tidak jelas asal usulnya. Dia hanya beruntung karena berhasil menikah dengan seorang duke,” caci Nieva tidak bisa menahan diri lagi.
“Apa kau tidak punya bahan lain untuk menghinaku? Aku sudah bosan mendengar itu darimu,” tanggap Scarlesia santai.
“Hahaha hanya itu hinaan yang pantas untukmu,”
“Sudah?”
“Apa?”
“Sudah selesai menghinaku? Sekarang giliranku ya, aku ini sebenarnya tidak suka beradu mulut dengan orang lain. Kebetulan tadi aku baru mendapat busur baru dari Ayah jadi aku akan menjadikanmu objek percobaan pertamaku,”
Wushhh
BAAMMM
Sebuah anak panah keluar dari tembakan busurnya, melayang tepat di samping telinga Nieva. Sebuah ledakan besar tercipta oleh busurnya, Scarlesia terkejut sesaat melihat kerusakan lantai dua mansion yang hampir setengah lebur oleh ulahnya.
“Busur ini… padahal tadi aku tidak menariknya terlalu kuat tapi lihat kerusakan ini. Daya hancur busur suci lebih besar dari dugaanku,”
Nieva tidak kalah terkejutnya, ia menjatuhkan dirinya karena dirinya shock oleh ledakannya. Napasnya sesak dikarenakan detak jantungnya tidak beraturan, sekujur tubuhnya juga bergetar hebat. Dalam sekejap seluruh penghuni mansion keluar untuk apa yang tengah terjadi termasuk Eldrick, Carlen, dan juga Aldert.
“Apa yang terjadi?” tanya Eldrick buru-buru keluar dari ruang kerjanya.
“Ledakan apa itu?” tanya Carlen yang datang bersama Eldrick.
“Hehe,”
__ADS_1
Scarlesia tertawa kikuk melihat mereka semua yang berkumpul di sana, Eldrick langsung bisa membaca situasinya.
“Sia….” ucap Eldrick memanggil namanya sambil tersenyum.
“Ayah hehe aku tidak sengaja. Aku tidak tahu kalau daya hancur busur ini terlalu kuat padahal aku tidak menariknya dengan kuat,”
Eldrick menghela napasnya karena kelakuan anaknya yang satu ini.
“Baiklah, sekarang kau boleh pergi. Biar kerusakan ini aku yang urus, jangan lupa kamu harus belajar cara mengendalikan busur itu kalau tidak kamu akan menghancurkan seluruh kota karenanya,”
Scarlesia segera meninggalkan tempatnya, ia berlari menuruni anak tangga. Nieva masih tetap pada posisinya, ia membayangkan betapa mengerikannya kejadian yang baru saja terjadi.
“A-apa itu barusan? Jika dia membidikku dengan tepat aku yakin tubuhku akan hancur oleh benda aneh itu. Ibu benar, aku tidak bisa melawannya tanpa bantuan dari istana,”
Scarlesia kembali ke paviliun dengan berbagai pertanyaan di kepalanya, ini sungguh memberatkannya karena banyak kejanggalan yang dia rasakan di sini. Kenapa Larissa mengatakan bahwa hanya dia yang bisa menggunakan busur suci ini? Sebenarnya didapat darimana busur suci ini? Seluruh pertanyaan ini dia pikirkan hingga membuat otaknya berkecamuk.
“Sia, kau habis darimana?” tanya Louis diikuti Oliver, Andreas, dan Zenon.
“Mereka akhir-akhir ini sudah mulai akrab, syukurlah,” batinnya.
“Aku habis dari…”
“AAAAHH BUSUR SUCI!” sela Moon, beberapa waktu ini dia berdiam diri di dalam pedang milik Andreas tapi dia sepertinya agak terkejut dengan keberadaan busur suci.
“Hei Moon, kau tahu sesuatu mengenai busur ini?” tanya Scarlesia.
“Aku hanya tahu sedikit mengenai busur suci ini karena aku sudah hidup selama ratusan tahun. Setahuku para peri sangat melindungi busur suci ini tapi kenapa bisa ada di tanganmu sekarang?”
“Aku mendapatkannya dari Ayahku, ini adalah peninggalan Ibuku. Aku cukup terkejut karena daya hancurnya sangat kuat,”
“Kalau begitu kau harus belajar mengendalikannya,” anjur Moon.
“Iya, tapi dimana aku bisa berlatih dengan busur ini? Aku khawatir seluruh mansion akan hancur jika aku berlatih di sini,” keluh Scarlesia.
“Tenang saja, aku akan membantumu Sia,” tawar Oliver ingin membantu Scarlesia.
“Tapi bagaimana?”
“Aku akan membuat sihir pembatas, kamu bisa berlatih di dalam sihir pembatas tanpa harus takut menghancurkan mansion,” ujar Oliver.
__ADS_1
“Baiklah, mohon bantuannya ya,”