
“Maaf Nona Eginhardt, anda akan kami bawa ke istana dan anda akan ditahan sementara waktu karena anda terbukti melakukan percobaan pembunuhan kepada Yang Mulia Permaisuri,” ucap salah seorang petugas pengadilan.
“Oh ya? Apakah kalian punya bukti?”
“Kami menemukan sebotol racun di dalam lemari anda yang diduga ini adalah racun yang sama dengan racun yang hampir membunuh permaisuri,” jelas pria tersebut.
Kening Scarlesia berdenyit, dia tidak tahu menahu soal racun yang mereka maksud. Bahkan selama ini dia tidak pernah menggunakan botol berwarna coklat saat membuat racun atau meracik tanaman herbal karena selama ini dia pasti menggunakan botol berwarna bening.
“Sepertinya Nieva mencoba menjebakku sekarang,” pikir Scarlesia.
“Itu bukan milikku, aku tidak pernah mencoba meracuni permaisuri,” Scarlesia membela dirinya.
“Jangan banyak alasan Nona! Sekarang tolong ikut dengan kami ke istana menghadap kaisar,”
Kedua tangan Scarlesia diseret dan hendak dibawa pergi oleh mereka ke istana kekaisaran.
“JANGAN SENTUH AKU! AKU BISA JALAN SENDIRI!” bentak Scarlesia menampik tangan mereka yang menyentuhnya.
Saat Scarlesia keluar dari kamarnya, ia didatangi oleh Archie, Xeon, Andreas, Zenon, Oliver, Louis, dan Elios. Disusul oleh kedatangan Erin dan Hana lalu Eldrick, Carlen, dan Aldert.
“Mau kalian bawa kemana anakku?” hadang Eldrick.
“Maaf Yang Mulia Duke, kami harus membawa Nona ke istana segera karena beliau terbukti meracuni permaisuri dan menyebabkan permaisuri keguguran,”
Mereka terlihat ingin mengamuk tapi Scarlesia masih bisa tertawa di saat keadaan yang menegangkan seperti sekarang. Dia tidak takut sama sekali dibawa ke istana dan dituduh sebagai dalang percobaan pembunuhan Nieva. Scarlesia menanggapinya dengan enjoy dan santai, tidak ada yang perlu ia khawatirkan karena dia percaya bahwa dia bisa mengatasinya sesegera mungkin.
“Jangan lakukan apa-apa, aku baik-baik saja. Kalian jangan terlalu khawatir, tolong tonton jalannya sidangku di istana,” ujar Scarlesia berlalu pergi ke istana.
Mereka mengikuti Scarlesia hingga masuk ke istana, di sana sudah berkumpul seluruh bangsawan. Tatapan mereka kepada Scarlesia tidak bersahabat sama sekali, di singgasana kaisar sudah menunggunya. Scarlesia dikawal oleh beberapa orang ksatria serta penyihir kekaisaran tingkat atas karena mereka tahu betapa besarnya kekuatan Scarlesia.
“Dasar pembunuh!”
“Bagaimana bisa gadis secantik ini menjadi pembunuh? Aku dengar permaisuri masih terbaring lemah di atas ranjangnya karena racun yang ditelannya hampir mengancam nyawanya,”
__ADS_1
“Kasihan sekali permaisuri punya saudara tiri seperti dia, apa mungkin permaisuri juga diperlakukan tidak baik olehnya ketika tinggal di kediaman Duke Eginhardt?”
“Aku juga tidak tahu, tapi lebih kasihannya lagi permaisuri kehilangan janinnya, padahal permaisuri dan kaisar baru saja menikah tapi sudah diterpa ujian seperti ini,”
“Apa yang akan terjadi padanya? Kalau dia tidak dihukum mati, itu keterlaluan sih,”
Seluruh bangsawan berbicara buruk tentang Scarlesia, Zenon sangat kesal mendengarnya dan hampir saja melepaskan kekuatannya untuk menyerang mereka namun ia ditahan oleh Xeon.
“Jangan Zenon! Kau tidak boleh bertindak gegabah di sini. Percayakan semuanya kepada Sia karena sebentar lagi akan ada kejutan untuk mereka,” cegat Xeon.
“Kejutan? Apa maksudmu?”
“Mungkin kalian juga akan terkejut ketika mengetahuinya. Aku tidak bisa mengatakannya sekarang tapi yang pasti kalian jangan bertindak sembarangan karena sebuah rahasia besar akan terbongkar,”
Mereka tidak mengerti perihal apa yang dibicarakan oleh Xeon, saat ini mereka hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh Xeon dan memilih untuk diam meski rasanya tidak bisa berdiam diri melihat Scarlesia yang tengah dikawal banyak orang. Kaisar menatap Scarlesia dengan tatapan penuh kemenangan seakan dia mengatakan bahwa Scarlesia berhasil masuk ke dalam genggamannya. Scarlesia berbalik menatap kaisar dengan tatapan mata yang tajam dan tenang, ini membuat kaisar sedikit jengkel serta merasa terganggu karena Scarlesia seperti mengisyaratkan kalau dia tidak butuh bantuan apa pun dari kaisar.
“Sepertinya kau sangat santai ya Nona Eginhardt,” ucap kaisar.
Scarlesia menyunggingkan senyumnya, dia mencoba untuk tersenyum senatural mungkin.
Mendadak ruang singgasana kembali ramai dan heboh karena pengakuan tidak bersalah langsung dari mulut Scarlesia. Kaisar tampak geram dan gusar, ekspresinya tidak dapat dibohongi lagi.
“Tidak salah katanya? Sudah jelas dia meracuni permaisuri,”
“Sepertinya dia sudah gila,”
Scarlesia spontan memutar kepalanya ke arah bangsawan yang sejak tadi tidak berhenti membicarakan hal buruk tentang dirinya.
“Apa kalian mau aku potong lidah dan aku colok mata kalian itu?” gertak Scarlesia menekan mereka.
Mereka bergidik ngeri dan takut karena ancaman Scarlesia, mereka beringsut mundur sedikit ke belakang agar lebih leluasa membicarakan Scarlesia.
“Tidak salah kau bilang? SUDAH JELAS KALAU BOTOL RACUN ITU DITEMUKAN DI LEMARI KAMARMU. MAU MENGELAK BAGAIMANA LAGI KAU?” teriak kaisar.
__ADS_1
“Pfftt hahaha,” kekeh Scarlesia. Orang-orang semakin bingung karena tingkah Scarlesia yang sangat random.
“Apa yang kau tertawakan?” tanya kaisar heran.
“Kalian itu sangat lucu tahu tidak? Kalian terus mengatakan aku pembunuh lah, ini lah, itu lah tapi kalian pernah berpikir tidak kalau kalian sedang diperalat oleh permaisuri? Tidak heran sih kenapa rakyat kekaisaran ini bodoh karena kaisarnya pun juga sama bodohnya. Ahh kalian sungguh menghiburku hahaha,” kekeh Scarlesia sekali lagi.
“LANCANG! BERANINYA KAU BERBICARA BURUK TENTANG KAMI DAN KAISAR,” sahut salah seorang bangsawan.
“Kalau begitu buktikan kalau kalian memang tidak bodoh, menilai kasus ini saja kalian tidak becus. Mending copot saja status bangsawan kalian itu karena sangat memalukan,” sarkas Scarlesia.
“A-APA? KAU….”
“CUKUP!” kaisar menghentikan mereka agar tidak melanjutkan perdebatan tidak bergunanya.
Kaisar turun dari singgasananya, ia mendekati Scarlesia lalu berbisik di telinganya.
“Aku akan membantumu keluar dari kasus ini asalkan kau mau menjadi selirku,” bisik kaisar.
“Anda tidak waras ya Yang Mulia? Cih mana mungkin saya mau menjadi selir. Harga saya lebih dari selir,” decak Scarlesia menolak.
“Kalau begitu bagaimana dengan permaisuri? Aku akan memberikan posisi permaisuri untukmu,”
“Seharusnya anda berikan saja mahkota kaisar anda kepada saya Yang Mulia, saya ingin menjadi kaisar dan bukan permaisuri apalagi selir,”
“KURANG AJAR! BERANINYA KAU BERKATA INGIN MENJADI KAISAR!” teriak kaisar marah.
“Kalau kekaisaran ini diperintah oleh anda, yang ada akan semakin banyak populasi orang bodoh di dunia ini. Penyakit kebodohan ini tidak akan bisa disembuhkan walau dengan kekuatan penyembuhan milik saya. Jika memang anda merasa pantas menjadi kaisar, tolong sekarang geledah kamar permaisuri biar lebih jelas siapa yang salah di dalam kasus ini,” kata Scarlesia tajam.
“JATUHI HUKUMAN MATI KEPADA GADIS TIDAK TAHU DIRI INI ATAS TUDUHAN PERCOBAAN PEMBUNUHAN TERHADAP PERMAISURI DAN UPAYA PEMBERONTAKAN!” titah kaisar memberi perintah kepada para bawahannya untuk segera menangkap Scarlesia.
“HENTIKAN!”
Beberapa orang yang tidak asing wajahnya muncul dari pintu masuk ruang singgasana dan menghentikan titah dari kaisar, semua orang tertegun seketika melihat siapa yang datang.
__ADS_1
“A-anda? Kenapa anda kemari? Ini adalah urusan Kekaisaran Roosevelt. Orang luar seperti anda tidak berhak ikut campur,” ujar kaisar.
“Kurang ajar sekali kalian. DENGARKAN! AKU KEMARI INGIN MENJEMPUT PUTRI MAHKOTA KEKAISARAN EVARISTE YAITU SCARLESIA EGINHARDT! Aahh haruskah sekarang aku menyebutnya ‘Scarlesia Evariste’?”