Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Bersabarlah


__ADS_3

Seusai membaca suratnya, Scarlesia mempercepat langkahnya untuk menemui Xeon dan ingin memastikan apakah isi surat tersebut benar atau tidak. Xeon kini tengah sibuk berbincang bersama Eldrick di halaman belakang mansion. Scarlesia berlari sampai napasnya terengah-engah, Xeon dan Eldrick serentak melihat ke arahnya datang.


“Kenapa Sia? Apa ada sesuatu yang ingin aku kau bicarakan?” tanya Eldrick.


“Aku ingin berbicara dengan Xeon,”


“Apa yang ingin kau bicarakan?”


Scarlesia berdiri lebih dekat dengan Xeon, ia menatap dalam Xeon sembari memasang kedua mata yang berkaca-kaca.


“Apa… apakah Ibuku bahagia setelah menikah dengan Ayah?” tanyanya sambil menggigit bibir bawahnya.


“Huh? Tentu saja dia bahagia. Untuk apa… mungkinkah kau sudah mengetahuinya?” tebak Xeon.


Scarlesia mengangguk pelan, ia menyeka air matanya yang sudah keluar lebih dulu.


“Ibuku di dunia modern adalah Ibuku di dunia ini, bukankah begitu? Sebenarnya seberapa banyak lagi rahasia yang kau simpan dariku? Kenapa kau tidak pernah menceritakannya padaku sejak awal bahwa Ibuku berada di sini?”


“Aku minta maaf Sia, aku tidak punya pilihan lain selain merahasiakannya darimu. Aku dan para dewa dewi berusaha menciptakan dunia yang sempurna untukmu. Fisik dan kemampuan yang sempurna, keluarga yang mencintaimu, serta identitas tertinggi untukmu. Kau mungkin sudah tahu selama kau bereinkarnasi tidak ada akhir yang bahagia untukmu, hanya Ibumu satu-satunya jiwa orangtua yang mencintaimu tulus,” jelas Xeon.


“Hikss…”


“Xeon, apa maksudnya? Jiwa Larissa adalah jiwa Ibunya Sia ketika di dunia modern?” sela Eldrick.


“Ya, aku menyuruhnya masuk ke dalam dunia ini karena ingin menciptakan tubuh terbaik untuk menampung jiwa Sia. Jika kalian ingin mengetahuinya lebih lanjut, tunggu lah sampai dewa pencipta terbangun dari tidur panjangnya. Tapi, asal kamu tahu Sia Ibumu bersedia melakukan ini sendiri meski aku menyuruhnya namun bukan berarti aku memaksanya. Dia sangat menyayangimu, lebih dari dia menyayangi dirinya sendiri,” lanjut Xeon bertutur meyakinkan Scarlesia.


“Hmm aku tahu, bahkan Ibu menyediakan paviliun khusus untukku agar bisa membawa pria-pria itu tinggal bersamaku, taman bunga serta tumbuhan obat dan racun juga dipersiapkan oleh Ibuku. Apa kau juga memberitahunya soal ini?”


Xeon menganggukkan kepalanya.


“Itu benar, aku yang memberitahunya,”


Scarlesia memutar pandangannya menghadap Eldrick.


“Ayah, apa Ayah tulus mencintai Ibu?” tanya Scarlesia dengan nada suara bergetar.


“Tentu saja aku mencintainya. Aku tidak peduli mau dia dari dunia mana pun, aku mencintainya karena dia istriku. Istri yang aku cintai,”


Scarlesia memeluk Eldrick refleks.


“Terima kasih Ayah, terima kasih karena sudah mencintai Ibu. Di kehidupannya dulu Ibu tidak pernah bahagia sekali pun, Ibu selalu menderita karena ia tidak pernah dicintai oleh suaminya sendiri. Tapi sekarang aku bersyukur, ternyata di hidupnya yang kedua Ibu bertemu dengan Ayah, aku sungguh-sungguh bersyukur. Terima kasih, terima kasih Ayah,” lirih Scarlesia.

__ADS_1


“Aku akan melindungimu meski mempertaruhkan nyawaku sendiri, sama seperti yang Larissa lakukan. Jadi berbahagialah Sia, kamu punya banyak orang yang mencintaimu di sampingmu,” ungkap Eldrick.


“Ya Ayah….”


Beberapa saat kemudian, Xeon dan Scarlesia pamit undur diri pada Eldrick karena ada beberapa hal yang mesti mereka bicarakan bersama.


“Kapan dewa pencipta akan terbangun?” tanya Scarlesia tiba-tiba.


“Tidak ada diantara kami yang tahu kapan beliau akan terbangun. Mungkin banyak hal yang ingin kau tanyakan pada beliau, tapi bersabar lah karena aku rasa sebentar lagi beliau akan bangun. Sampai saat itu tolong tahan rasa penasaranmu karena tugasku adalah untuk mengawasi dan melindungimu, aku tidak punya hak untuk memberitahumu apa yang sebenarnya terjadi lebih jauh lagi,”


“Baiklah, sampai saat itu aku akan bersabar,”


Xeon menghela napasnya, untung saja Scarlesia tidak menanyakannya macam-macam karena ia sangat kerepotan jika Scarlesia tidak bisa mengontrol rasa penasarannya.


“Oh iya Xeon, ratu alam semesta siapa itu? Apakah itu aku? Berkali-kali aku mendengar panggilan itu untukku. Aku juga kerap kali samar-samar melihat seorang pria memanggil-manggil seorang wanita yang sekarat di tengah medan perang. Pria itu mirip denganmu, apakah itu kau Xeon? Lalu wanita yang sekarat itu adalah aku?”


Deg!


Xeon kaget bukan main, ia spontan menarik pergelangan tangan Scarlesia.


“Apakah kau ingat sesuatu?”


“Jadi itu benar aku dan kau?”


“Mungkinkah itu sesuatu yang berat untuk kau katakan padaku? Kalau begitu jangan paksakan dirimu untuk memberitahukannya padaku. Aku paham sejauh ini kau orang yang seperti apa, aku paham ada beberapa hal yang tidak bisa diungkapkan,”


“Maaf Sia….” ujar Xeon, suaranya melemah.


“Tidak ada yang perlu aku maafkan, kau tidak salah. Kau sudah melakukan sesuatu yang benar,”


“SIAAAAA!!!”


Dari kejauhan, Zenon berlari menghampirinya dan di belakangnya ada Elios yang mengejarnya. Disusul oleh Andreas, Louis, dan Oliver berjalan santai, begitu sampai di dekat Scarlesia, Zenon langsung bersembunyi di belakang Scarlesia. Sedangkan Elios sepertinya sedang marah pada Zenon, itulah kenapa dia mengejar Zenon.


“Sia, menghindarlah dari naga bodoh ini! Dia seenaknya saja memakan puding yang sudah aku simpan sejak kemarin malam,” adu Elios.


“Aku tidak tahu itu milikmu jadi aku makan saja karena aku sedang lapar,” jawab Zenon.


“Padahal aku sengaja menyisakannya agar aku bisa memakannya berdua dengan Sia. Dasar kau naga bodoh!”


“Kalian berdua berhentilah bertengkar di sekitarku,” tegur Scarlesia tapi tidak dihiraukan oleh mereka berdua.

__ADS_1


“Aduh Sia, aku takut sekali. Tolong lindungi aku,” rengek Zenon memeluk erat Scarlesia dari belakang.


“AAAHH KAU MODUS! CEPAT LEPASKAN SIA!”


Mereka ribut karena hal sepele lagi dan lagi, Scarlesia mengelus dadanya meminta kesabaran lebih untuk menghadapi mereka.


“Sabar… aku harus sabar,”


Semakin lama dibiarkan semakin ribut mereka, Scarlesia mengepal kedua tangannya.


“Sudah aku duga aku tidak bisa bersabar lagi. DIAM!” sergah Scarlesia berteriak. “ADUH PUSING KEPALAKU LAMA-LAMA. AKU KE KAMAR DULU, KALAU KALIAN MAU BERTENGKAR TOLONG JAUH-JAUH DARIKU,” seru Scarlesia meninggalkan mereka di dalam keheningan.


“Kenapa kalian suka sekali bertengkar? Bagaimana jadinya nanti kalau kalian masuk ke haremku? Apa akan bertengkar setiap hari?” oceh Scarlesia seraya melangkah menuju kamarnya.


Mendengar kata ‘harem’ membuat mereka tertarik, mereka segera mengejar Scarlesia yang sudah semakin menjauh.


“Sia, apa yang kau katakan?”


“Coba ulangi lagi perkataanmu barusan,”


“Ayo Sia, cepat ulang lagi,”


“Kau mengatakan soal harem kan?”


“Aku juga mendengarkan Sia mengatakan harem,”


“Tidak! Aku tidak mengatakan soal harem! Kalian salah dengar!” elak Scarlesia kabur.


“Kami mendengarnya, JANGAN KABUR SIA!”


Xeon terkekeh melihat Scarlesia yang kesulitan menghadapi mereka.


“Ya sudah lah, yang penting Sia bahagia,” gumamnya tersenyum tipis.


Di istana langit


Dewa dan dewi tengah berkumpul untuk menyaksikan perkembangan Scarlesia sudah sejauh apa, mereka turut senang melihat Scarlesia telah menjadi lebih baik dari sebelumnya.


“Dasar Xeon! Mau sampai kapan dia akan membohongi dirinya sendiri? Sudah 2000 tahun tapi dia masih bersikeras mempertahankan perasaannya agar tidak diketahui oleh Sia,” gerutu Tavisha, sang dewi venus.


“Kau kan tahu sendiri anak itu selalu mementingkan kebahagiaan Sia dibanding kebahagiaannya sendiri. Sudah berapa kali dia mengorbankan masa hidupnya untuk menciptakan dunia yang sempurna untuk ditinggali Sia?” jawab Carolus, dewa perang.

__ADS_1


“Iya sih, tapi aku telah berhasil menyadarkan perasaan Sia terhadap 5 pengantin prianya, aku bersusah payah membuat jantungnya berdegup kencang serta wajahnya yang malu di hadapan pria-pria itu. Tapi kenapa rasanya susah sekali aku menyadarkan mereka berdua?” keluh Tavisha kembali.


“Jangan lupa, takdir Sia sebenarnya dikunci oleh dewa pencipta. Kita hanya perlu memantau sejauh mana dia berkembang, melindunginya dari kejauhan, yang memiliki izin untuk keluar masuk istana langit hanyalah Xeon seorang. Kita tidak bisa turun menemui Sia langsung karena kita tidak punya izin dari dewa pencipta. Fokus saja dulu terhadap bahaya dunia yang akan kita lalui, masalah perasaan Sia dan Xeon biarlah itu menjadi urusan belakangan,” pungkas Lydon, dewa waktu.


__ADS_2