
“SEMUANYA BERKUMPUL KARENA PERBURUAN AKAN SEGERA DIMULAI!”
Para peserta perburuan berkumpul karena kaisar akan segera memulai perburuan ini. Scarlesia memanggil para ksatria pemanah yang ikut dengannya, di sana dia melihat kaisar dan permaisuri lalu di belakang permaisuri ada Zaneta yang berjalan dengan tertatih-tatih karena kakinya yang patah belum sembuh.
“Apakah kau sudah menyiapkan semuanya?” bisik permaisuri pada Zaneta.
“Sudah Yang Mulia, saya yakin wanita itu tidak akan keluar dengan selamat dari hutan ini,” jawab Zaneta.
Tiba-tiba sekelebat perasaan buruk menyerang hati Scarlesia, dia merasa ada hal buruk yang akan menimpanya nanti di dalam hutan tersebut.
“Apa kalian sudah memastikan tidak ada yang janggal di dalam hutan?” tanya Scarlesia kepada empat prianya.
“Kami sudah memastikannya tapi tidak ada yang janggal di sana,” jawab Oliver.
Scarlesia kembali berpikir, ia merasa tidak tenang karena perburuan ini tidak sesederhana yang dia lihat.
“Sia, tampaknya ekspresimu tidak baik. Apa perlu kami ikut denganmu?” tanya Louis.
“Tidak, cukup do’akan saja aku kembali dengan kemenangan supaya aku bisa membatalkan pertunanganku dengan putra mahkota,” balas Scarlesia tidak ingin membuat mereka khawatir karenanya.
Di sisi kanan Scarlesia berdiri, perwakilan dari Kekaisaran Celosia yaitu Natasha Celosia, putri pertama dari Kaisar Celosia tengah memperhatikan Scarlesia sejak tadi.
“Jadi dia adalah Scarlesia Eginhardt? Sesuai rumornya dia memang sangat cantik. Tapi apa dia serius mengikuti perburuan ini? Seorang wanita cantik hanya tahu cara berias diri, aku yakin dia tidak akan bertahan lama di perburuan ini,” batinnya memandang remeh Scarlesia.
“Apakah kalian ada melihat Kitty?” tanya Scarlesia yang mencari keberadaan Kitty.
“Tidak, mungkin saja dia pergi bermain,” jawab Zenon.
“Oh mungkin saja begitu,”
Lalu kaisar memberikan sepatah dua patah kata untuk membuka acara perburuan ini, usai itu semua peserta mulai bersiap-siap. Eldrick memberikan sebuah kuda kepada Scarlesia untuk ditungganginya.
“Sia, hati-hati. Carlen dan Aldert juga berpartisipasi dalam perburuannya, nanti seandainya ada sesuatu yang buruk terjadi mereka yang akan menanganinya,” pesan Eldrick.
“Nona, berhati-hatilah. Kembalilah dengan selamat,” ujar Erin diangguki Hana.
__ADS_1
“SIAAA SEMANGAATT!!” teriak Louis, Zenon, Andreas, dan Oliver memberi semangat kepadanya.
“Oke, aku pergi dulu,”
Scarlesia menunggangi kudanya, keempat ksatria pemanah mengikutinya dari belakang. Sorak sorai dari orang-orang yang menyemangati Scarlesia masih terdengar hingga dia masuk ke dalam hutan, apalagi suara Zenon karena suaranya yang paling keras terdengar. Semakin dia masuk ke dalam hutan, firasatnya semakin memburuk akhirnya dia meminta para ksatria pemanah untuk berpencar agar mempermudah buruan mereka.
“Kita berpencar di sini saja, jika kalian bertemu dengan binatang yang dirasa tidak bisa kalian kalahkan kalian kabur saja. Aku tidak ingin kalian terluka keluar dari hutan ini, nanti kita bertemu lagi di titik semula,”
“BAIK NONA!”
Mereka semua memutar kudanya ke arah yang berbeda, semakin dia masuk ke dalam hutan rasanya semakin buruk. Kabut putih yang menyelimuti hutan tersebut entah kenapa ada aroma aneh di dalamnya. Tiba-tiba saja kuda yang ditunggangi Scarlesia menggila, dia mengamuk dan menghempaskan Scarlesia ke tanah.
“Apa yang terjadi? Kenapa kuda ini tiba-tiba mengamuk?”
Scarlesia segera berdiri dan menepuk pakaiannya yang kotor, penglihatannya menjadi tidak jelas karena kabut ini. Ketika dia mencoba menelusuri jalan di hutan ini lebih jauh lagi, kuda yang dia tunggangi tadi berlari ke arahnya. Mata kuda tersebut berubah menjadi merah, sepertinya sekarang dia ingin menyerang Scarlesia secara langsung.
“Sial! Tidak ada pilihan lain lagi. Aku akan melompat ke atas pohon lebih dulu,”
Scarlesia melompat ke atas pohon untuk menghindari kuda itu, dia tetap tidak bisa melihat keadaan sekitarnya karena kabutnya semakin tebal.
“Hah? Apa aku salah dengar? Kuda itu baru saja berbicara,” gumamnya terkejut.
Scarlesia mendapatkan kemampuan baru di dalam keadaan genting saat ini yaitu mampu mengerti bahasa binatang. Dia mendengar suara penderitaan kuda tersebut akhirnya tanpa berpikir panjang Scarlesia menembakkan busurnya untuk membunuh kudanya.
“T-terima k-kasih Nona…” lirihnya menutup matanya.
“Apa-apaan ini? Aku sungguh bisa mengerti bahasanya? Tidak! Ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkannya. Aku harus memutar otak untuk menghalau kabut ini,”
Scarlesia mencoba untuk menarik tali busurnya memakai kekuatan lebih besar, saat anak panahnya menerjang kabut-kabut tersebut perlahan menghilang.
“Oke, aku mengerti sekarang apa yang harus dilakukan,”
Kemudian dia turun ke bawah melanjutkan aksinya untuk menghalau kabutnya, dia mulai curiga kalau kabut inilah yang membuat kudanya berubah menjadi gila lalu menyerangnya.
“KYAAAAAAA!!!”
__ADS_1
Suara teriakan seorang wanita terdengar begitu nyaring, suara tersebut terdengar seperti seorang wanita yang berada dalam bahaya. Scarlesia pun menuju ke arah suara tersebut datang, dia melihat seorang wanita berambut hitam tengah melawan seekor beruang besar dalam kondisi kaki dan tangannya yang terkilir. Wanita itu ternyata adalah Natasha Celosia, perwakilan dari Kekaisaran Celosia. Scarlesia kembali menembakkan busurnya untuk membantu Natasha yang berada dalam kesulitan, dalam sekejap beruang itu tumbang oleh anak panahnya.
“Yang Mulia Putri Natasha, apa anda tidak apa-apa?” tanya Scarlesia menghampirinya.
“K-kamu…. Kaki dan tanganku terkilir gara-gara kuda ku tiba-tiba mengamuk,” jawab Natasha.
“Semua binatang di hutan ini tiba-tiba mengamuk, saya rasa ada sesuatu yang janggal dari kabut ini,”
Saat Scarlesia membantu Natasha untuk berdiri, mendadak segerombolan beruang berlari menuju ke arahnya.
“Apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku tidak bisa melawan mereka dalam kondisi yang seperti ini,” ucap Natasha panik.
“YANG MULIA! DIMANA ANDA?”
“AKU DI SINI!” sahut Natasha pada bawahannya yang sejak tadi mencarinya.
“Yang Mulia, pergilah dulu bersama bawahan anda. Saya di sini mau mengurus mereka, ingat anda harus segera keluar dari hutan ini,”
“Eh tapi bagaimana kau akan menghadapi mereka?”
“CEPAT SAJA! TIDAK PERLU MEMIKIRKAN SAYA,” bentak Scarlesia.
Natasha pun memilih untuk menurut, dia dipapah oleh bawahannya untuk keluar dari hutan ini.
“Mereka sangat banyak, apa yang harus aku lakukan sekarang?”
Suara-suara dari beruang itu menusuk masuk ke dalam pendengarannya, suara yang menunjukkan bahwa mereka kesakitan oleh ulah kabut yang mengambil kesadaran mereka.
“Aku harus lompat ke atas pohon,”
Ia melompat ke atas pohon kembali karena melawan mereka dari bawah ini sama saja dengan bunuh diri baginya. Scarlesia melepas tembakan busurnya beberapa kali hingga beruang terakhir berhasil dia jatuhkan.
“Nona Nona! Anda harus pergi dari sini segera karena ada sekelompok penyihir yang mengincar nyawa anda,” ujar seekor burung pipit yang terbang ke dekat Scarlesia.
“Penyihir? Bagaimana kau bisa tahu? Sekarang mereka ada dimana?” tanya Scarlesia mencoba mengedarkan pandangannya di dalam kabut yang sudah semakin memudar ini.
__ADS_1
“Kami diperintahkan oleh raja untuk melindungi Nona, sebaiknya anda pergi secepatnya karena mereka sudah semakin dekat,”