Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Ketakutan Akan Masa Depan


__ADS_3

“Apa kau melihatku sebagai seorang wanita?” tanya Scarlesia sekali lagi.


“Huh? Kau kan memang wanita, memangnya kau laki-laki?”


Scarlesia merungut sebal atas respon Xeon yang tidak peka terhadap perasaannya. Lalu Scarlesia memukul lengan Xeon beberapa kali.


“Dasar laki-laki tidak peka! Tidak punya perasaan!”


“Aduh jangan pukuli aku lagi, apa aku salah menjawab seperti itu?”


Scarlesia menahan pukulannya, dia menatap Xeon tajam dengan ekspresi cemberut.


“Kau pikir saja sendiri!”


Scarlesia berlalu pergi dari hadapan Xeon membawa kekesalannya, dia meninggalkan Xeon sendirian tanpa penjelasan yang jelas  Xeon hanya menatap nanar ke arah Scarlesia yang semakin hilang dari pandangannya.


“Kenapa dengan Sia? Apa barusan aku salah bicara?”


Setelah kejadian itu, Scarlesia berupaya bersikap biasa saja dan memutuskan untuk mengabaikan perasaannya kepada Xeon, sebab dia memiliki banyak kesibukan yang harus dia kerjakan salah satunya ialah menyelesaikan satu persatu masalah yang ada di dunia manusia. Scarlesia bersama Xeon turun ke tempat manusia berada, masalah yang menimpa alam semesta ini selalu berkaitan dengan dewa kegelapan.


Bahkan banyak tempat yang ditimpa kekeringan hebat atau cuaca ekstrim mendera di berbagai daerah terpencil. Semua masalah-masalah tersebut diselesaikan satu persatu oleh Scarlesia dan Xeon, tenaga mereka sungguh terkuras habis akibat masalah yang tidak pernah ada habisnya ini. Namun, berkat hal ini pula Scarlesia menjadi lebih dekat dengan manusia atau pun dengan para hewan. Dia memiliki banyak teman, terlebih di salah satu negeri yang baru saja ia selamatkan yaitu Evariste.


Scarlesia menyelamatkan para wanita di Evariste dari ketidakadilan yang mereka terima, mereka diperlakukan layaknya seperti boneka atau permainan pemuas hasrat laki-laki. Seakan-akan tidak ada tempat bagi wanita di negeri ini. Evariste dulunya tidak semakmur sekarang, daerah mereka sebagian gersang, kemiskinan mencapai titik tertinggi, banyak orang yang mati kelaparan, sedangkan para bangsawan hidup dengan sejahtera serta bergelimpangan harta. Mereka membeli perempuan dari harta tersebut, tidak habis-habisnya kasus perempuan yang mati karena disiksa oleh mereka.


Kedatangan Scarlesia inilah yang mengubah negeri ini, dia menyelamatkan para wanita dari masalah yang tidak kunjung mereka temukan jalan keluarnya. Scarlesia memutuskan untuk mengubah dari awal kepemimpinan negeri tersebut, dia memberikan para wanita kesempatan untuk menjadi pemimpin supaya terhindar dari hal buruk lagi.


“Wanita dan pria memiliki kedudukan yang sama, tidak ada masalah apabila wanita ingin memimpin karena kesempatan kepemimpinan selalu terbuka untuk wanita.”

__ADS_1


Itu adalah kata-kata yang disampaikan oleh Scarlesia untuk meyakinkan mereka. Meski ada beberapa pertentangan tapi pada akhirnya mereka menyetujuinya, bahkan Scarlesia memberi pelatihan untuk mereka semua biar ketika ada masalah baru atau ada penyerangan, mereka bisa menanganinya. Selepas masalah di Evariste selesai ditangani, Scarlesia kembali mengepakkan sayap emasnya menuju daerah lain yang membutuhkan bantuan.


Di sinilah dia berjumpa dengan Kitty, si harimau putih yang kala itu masih bayi. Dia dijumpai oleh Scarlesia di dalam hutan terlantar di tengah hujan badai. Scarlesia kasihan melihat Kitty yang kedinginan sehingga memutuskan untuk membawanya pulang ke pusat semesta.


“Hewan apa yang kau bawa itu?” tanya Xeon penasaran.


“Harimau putih, aku menemukannya di hutn terlantar sendirian. Jadi aku memutuskan untuk membawanya pulang bersamaku,” jawab Scarlesia seraya menghangatkan badan Kitty yang sedang kedinginan.


“Kenapa tidak kau titipkan saja pada manusia? Kenapa kau harus bawa kemari?”


“Dia menggemaskan, aku tidak tega meninggalkannya di tangan manusia. Lagian harimau kecil ini akan menjadi raja hewan,” ucap Scarlesia.


“Raja hewan? Dari mana kau bisa mengetahuinya? Dia masih sangat kecil.”


“Aku melihatnya, dia akan tumbuh menjadi harimau yang sangat kuat. Kekuatan luar biasa tengah bersembunyi di dalam dirinya. Iya kan Shiro? Kau akan membantuku nanti menyelamatkan dunia.”


“Ya, aku memberinya nama Shiro.”


“Terserah kau saja,” pasrah Xeon menggeleng-geleng melihat tingkah Scarlesia.


Kitty yang saat itu bernama Shiro, tumbuh menjadi harimau yang begitu kuat di bawah didikan Scarlesia secara langsung. Dia sangat menyayangi Scarlesia layaknya ia menyayangi keluarganya, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Scarlesia, harimau putih yang dipelihara olehnya rupanya memang menjadi raja hewan atas perintah langsung dari Leopold, sang dewa hewan.


“Sia, ada apa? Kenapa wajahmu pucat? Apa kau baru saja bermimpi buruk?”


Scarlesia tidak sengaja tertidur di ruang bacanya, tepat pada saat Xeon masuk untuk membangunkannya, Scarlesia mendadak terjaga dalam keadaan sesak napas serta keringat mengucur membasahi tubuhnya. Kepalanya pusing, ia memegangi pelipisnya kemudian memijitnya pelan.


“Xeon, baru saja aku bermimpi buruk. Ahh tidak, itu bukan mimpi tapi masa depan, aku baru saja melihat masa depan yang buruk,” kata Scarlesia.

__ADS_1


“Masa depan seperti apa yang kau lihat?” Xeon ikut merasa cemas kala Scarlesia mengatakan dia melihat masa depan yang buruk.


“Semesta hancur karena dewa kegelapan.”


Deg!


Apabila Scarlesia melihat masa depan yang seperti itu, maka yakinlah masa depannya memang nyata akan terjadi karena Scarlesia diwarisi kekuatan penglihatan masa depan dari dewa pencipta.


“Kehancuran alam semesta? Kalau begitu, sekarang kita harus pergi dan mengatakan masalah ini kepada dewa dan dewi. Jangan biarkan hal ini berlarut-larut hingga masa depan buruk tersebut sungguh akan terjadi.”


Segera saja mereka berdua menuju ke istana langit untuk melaporkan tentang penglihatan masa depan yang baru saja didapatkan oleh Scarlesia. Ia menceritakan apa saja yang dia lihat di mimpi tersebut, Scarlesia mengatakan kalau di sana seluruh alam semesta hancur lebur serta seluruh makhluk hidup mati dan rata dengan tanah. Ketakutan menyela masuk ke dalam hati Scarlesia, ketakutan akan masa depan yang ada di depan matanya. Dia takut tidak bisa menyelamatkan alam semesta ini dari kehancuran, dia takut akan gagal menepati janjinya untuk melindungi alam semesta.


Sepanjang penjelasan, Scarlesia tidak berhenti gemetar takut, dia frustasi sesaat menimang-nimang dampak buruk yang akan terjadi. Xeon langsung menggenggam tangan Scarlesia, dia tidak ingin Scarlesia stres karena membebankan perihal ini pada dirinya sendiri.


“Tenanglah Sia, aku akan selalu berada di sampingmu. Tidak peduli hujan dan badai aku akan mendorong dari belakang dan melindungimu bila diterjang masalah,” tutur Xeon sambil mengecup punggung tangan Scarlesia.


Perlakuan Xeon yang seperti ini membuat Scarlesia salah tingkah, dia lekas menarik tangannya dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya. Namun, hal itu menyebabkan rasa takutnya berkurang, perasaan Scarlesia lebih tenang berkat Xeon.


“Tidak perlu takutkan apa pun Sia, kami juga ada di sini untuk membantumu,” ujar Fritz.


“Benar, jangan khawatirkan hal yang tidak penting. Sekarang kita fokus dulu untuk menyusun strategi ke depannya,” timpal Leopold.


“Kami akan membantu semaksimal mungkin. Kami harap kau tidak stres sendiri karena masalah ini,” tambah Carolus.


“Jangan berpikir kau sendirian Sia. Kau paham?” ucap Aefar.


“Iya, saya paham.”

__ADS_1


__ADS_2