
Kelar bertemu dengan Duchess Freya dan Marchioness Liana, Scarlesia pun pamit undur diri dan segera keluar dari ruangan kaisar. Dia sudah tahu apa yang akan terjadi, jadi sekarang waktunya bersiap-siap atas segala sesuatu yang akan terjadi.
“Ada hambatan baru lagi, jadi aku harus memutar otak untuk menghadapi segala hambatan itu,” gumam Scarlesia bertekad.
Ketika Scarlesia ingin kembali ke kamarnya, dia tidak sengaja melihat Jimmy yang sedang duduk sendirian memasang wajah murung. Karena ingin tahu apa yang terjadi pada Jimmy, Scarlesia mencoba untuk menghampirinya dan menanyakan apa gerangan yang terjadi pada dirinya.
“Jimmy,” panggil Scarlesia.
Sontak suara Scarlesia membuat Jimmy kaget, semua lamunannya ambyar seketika melihat Scarlesia sudah berada di sampingnya.
“Kakak, kenapa kakak bisa ada di sini?” tanya Jimmy.
“Seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau ada di sini?”
Jimmy menekuk ekspresi wajahnya, mukanya tertunduk murung kembali dan tidak menanggapi pertanyaan Scarlesia.
“Katakan saja, siapa tahu aku bisa membantumu,” bujuk Scarlesia.
“Sebenarnya aku sedang sedih, Ibu beberapa waktu ini kesehatannya semakin menurun. Biasanya Ibu menjawab ucapan selamat pagiku tapi hari ini entah kenapa Ibuku tidak bisa membuka matanya. Aku takut Ibu meninggalkanku,” ungkap Jimmy berlinang air mata.
Scarlesia menghela napasnya, ia mengelus puncak kepala Jimmy.
“Kenapa kau tidak mengatakan padaku sejak awal? Aku bisa menyembuhkan Ibumu kalau kau mau,” ujar Scarlesia.
Jimmy menegakkan kepalanya dengan kedua mata yang berbinar.
“Benarkah kakak bisa menyembuhkan Ibuku?”
Scarlesia menganggukkan kepalanya.
“Sekarang antarkan aku ke tempat Ibumu, aku akan melihat kondisinya terlebih dahulu,”
Jimmy menggenggam tangan Scarlesia lalu menariknya pergi ke tempat yang tidak jauh dari istana kaisar. Istana tempat Jimmy tinggal terkesan sederhana tapi mewah, membuat hati tenang saat berada di sana karena banyak jenis bunga yang tumbuh dengan terawat.
“Ibu, aku bawa Kakak Sia untuk menyem… IBUUUU!!!”
Seorang wanita terjatuh menelungkup di dekat ranjang tempat tidurnya, Jimmy panik sesaat melihat sang Ibu terjatuh. Scarlesia ikut membantu untuk mengangkatnya ke atas tempat tidur, kondisinya sangat buruk, saat ini Ibu Jimmy sedang melewati masa-masa sekarat. Scarlesia memeriksa denyut nadinya kian melemah, detak jantungnya juga ikut melemah, darah keluar dari mulut Ibunya.
__ADS_1
“Sepertinya ini bukan penyakit biasa, jika tebakanku benar maka ini adalah sejenis racun juga. Berbeda dengan racun yang memakan tubuh nenek, racun yang ada di tubuhnya Ibu Jimmy menyerangnya secara perlahan sehingga terkesan seperti sakit biasa,” pikir Scarlesia.
“Jimmy, bisakah kau membawakanku obat yang biasa diminum oleh Ibumu?” pinta Scarlesia.
Tanpa berlama-lama Jimmy segera mengambil obat Ibunya, Scarlesia memeriksanya namun itu hanyalah pil biasa.
“Apakah ada hal lain yang biasa diminum Ibumu untuk meredakan rasa sakitnya?” tanya Scarlesia.
“Ada, setiap pagi seorang pelayan membawakan Ibu segelas jamu. Kata dokter jamu itu bisa membuat sakit Ibu reda,”
“Jamu? Apakah gelas jamu itu masih ada di sini?”
“Masih, apakah perlu aku ambilkan?”
“Tolong ya,”
Scarlesia berpikir akan kemungkinan yang akan terjadi sekarang, semakin lama dia memikirkannya semakin banyak keanehan di kekaisaran ini. Tidak hanya di Roosevelt bahkan di Evariste dia dipaksa untuk terus bekerja memberantas masalah ini.
“Kakak, ini gelasnya,”
“Benar ternyata, jamu ini terbuat dari temulawak 1000 tahun. Memang kelihatannya tidak mencurigakan tapi apabila jamu ini dipadukan dengan obatnya maka akan membuat paru-parunya rusak. Jika lebih parah lagi maka akan berimbas pada rahimnya sehingga menyebabkan kemandulan,” batin Scarlesia.
Di saat Scarlesia sedang mengamati lebih lanjut lagi, tiba-tiba Victor masuk dan mendapati Scarlesia di sana.
“Yang Mulia, kenapa anda berada di sini?” tanya Victor.
“Ahh anda, tolong jangan panggil saya ‘Yang Mulia’ karena telinga saya masih terasa asing dengan panggilannya. Sebenarnya ada sesuatu yang perlu saya diskusikan dengan anda,” ucap Scarlesia.
“Dengan saya? Baiklah kalau begitu,”
Scarlesia dan Victor berbicara dengan jarak yang agak jauh dari Jimmy, mereka berbicara di balkon kamarnya.
“Sepertinya istri anda ada yang berniat mencelakainya. Apakah yang mengobatinya adalah Dokter Efrem?” tanya Scarlesia.
“Ya, tapi apa maksud dengan mencelakai?”
“Jamu yang biasa diminum oleh istri anda setiap paginya terbuat dari temulawak 1000 tahun. Kononnya temulawak ini bisa membuat tubuh seseorang menjadi lebih kuat, tapi beda halnya dengan kasus istri anda. Bila temulawak ini dicampur dengan obat yang diminum oleh istri anda itu akan merusak paru-parunya dan jika dibiarkan lebih lama lagi akan merambat ke rahimnya sehingga tidak menutup kemungkinan beliau akan mandul,” jelas Scarlesia.
__ADS_1
Victor tidak bisa berkata apa-apa, suaranya tersendat di tenggorokannya. Dia merasa bersalah juga atas apa yang dilalui oleh istrinya, rasanya dia ingin marah tapi tidak tahu harus marah kepada siapa.
“Apakah anda bisa menyembuhkan istri saya?” tanya Victor terlihat memohon.
“Ya, itulah mengapa saya kemari sekarang,”
Kemudian Scarlesia pergi ke ranjang tempat Ibunya Jimmy terbaring, Scarlesia langsung menggunakan kekuatan penyembuhannya untuk menyembuhkannya. Butuh waktu sekitar 5 menit untuk mengeluarkan racun serta memperbaiki paru-parunya. Seusainya, ia pun terbangun dari pingsannya dengan wajah yang berseri dan tampak segar. Tubuhnya tidak lagi gemetar dan pucat, bahkan kedua matanya sudah bisa ia buka secara sempurna.
“IBU!!”
“Agnes, kau sudah sadar? Bagaimana perasaanmu?”
Agnes adalah nama Ibunya Jimmy, mereka berdua tampak sangat bahagia melihat Agnes sudah siuman.
“Sayang, Jimmy, entah kenapa tubuhku merasa tidak sakit lagi. Siapa yang menyelamatkanku?” tanya Agnes.
“Kakak Sia! Kakak Sia yang menyembuhkan Ibu. Lihatlah! Kakak cantik ini punya kekuatan penyembuhan jadi Ibu bisa sembuh berkatnya,” jawab Jimmy sumringah memperkenalkan Scarlesia pada Agnes.
“Sia? Bukankah itu nama penyelamatmu ketika kau diculik?”
“Iya, kakak ini yang sudah menyelamatkanku,”
“Jimmy! Berhentilah berbicara tidak sopan pada Yang Mulia!” tegur Victor.
“Ehh Yang Mulia?”
Agnes kebingungan di saat Victor memanggil Scarlesia dengan ‘Yang Mulia’.
“Hmm beliau adalah putri mahkota Evariste. Anak dari kaisar ke 57 yang baru saja ditemukan oleh pihak kekaisaran,” jawab Victor.
“Saya belum resmi jadi putri mahkota, jadi….”
“TIDAK YANG MULIA! ANDA HARUS JADI PUTRI MAHKOTA! SAYA AKAN MEMBANTU ANDA SEMAKSIMAL MUNGKIN AGAR ANDA BISA MENJADI PUTRI MAHKOTA!” bantah Victor dengan tegas dan suara agak meninggi.
Agnes akhirnya mengerti situasinya di sini, Agnes tersenyum pada Scarlesia. Senyumnya terlihat cantik, rambutnya yang cokelat bergelombang sangat cocok untuk wajahnya yang cantiknya itu.
“Yang Mulia, jika suami saya berkata demikian maka anda memang harus menjadi putri mahkota. Terima kasih karena sudah menyelamatkan hidup saya, mungkin rasa terima kasih saya tidak cukup untuk membalas segala kebaikan anda tapi jika anda memerlukan bantuan saya katakan saja Yang Mulia. Kami keluarga Marchioness Zivana akan membantu anda semaksimalnya,”
__ADS_1