Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Akhir Kehidupan Pertama


__ADS_3

Dengan segala kekuatan yang tersisa, Scarlesia mengerahkan semua upaya untuk menyelamatkan mereka semua. Dalam keadaan masih batuk darah, ia memfokuskan kekuatannya agar mengalir pada tongkatnya. Selama beberapa saat Scarlesia berdiam diri, matanya terpejam, serta irama napas tak beraturan, dia mengeluarkan kekuatan yang sangat besar dari tongkatnya kemudian diarahkanlah kekuatan tersebut ke mereka yang kini tidak lagi bernyawa.


Dalam sekejap mata, kekuatan pemulihan jiwanya berhasil menyelamatkan nyawa mereka, namun Scarlesia tidak bisa menyelamatkan nyawanya sendiri. Jantungnya semakin sakit, darah yang mengalir dari mulutnya semakin lama semakin banyak. Scarlesia berusaha bertahan hingga akhirnya mereka yang disayanginya tersadar dari alam kematian. Mereka mendapati Scarlesia dalam keadaan lemah tidak berdaya tengah berdiri di antara mereka dengan badan yang sempoyongan.


“Syukurlah… ak uhukkk.”


Scarlesia terjatuh duduk menahan batuk darah yang begitu menyakitkan itu, Xeon baru saja sadar dan langsung menangkap merangkul tubuh Scarlesia. Wajah Xeon tampak sangat mengkhawatirkan Scarlesia, dia merasakan bahwa saat ini Scarlesia tidak memiliki waktu yang panjang lagi. Lalu Xeon membaringkan tubuh Scarlesia di pangkuannya supaya sakitnya tidak menyesakkan dirinya lagi.


“Sia, apa kau menggunakan seluruh kekuatan dan daya hidupmu untuk menyelamatkan kami?”


Scarlesia hanya tersenyum di sela kepedihan atas luka yang dia terima, lekas Agatha menghampiri Scarlesia untuk memeriksa keadaannya. Namun, Agatha hanya menggeleng pasrah sebab dia tidak memiliki cara lain untuk menyelamatkan Scarlesia.


“Kenapa kau harus melakukan ini semua untuk kami? Kau tidak perlu sejauh ini Sia, tidak perlu…” lirih Xeon.


“Aku menyayangi kalian, aku lebih baik tidak hidup daripada melihat kalian mati karena diriku….”


Banjir air mata sesaat Scarlesia mengatakan kalimat tersebut, mereka mengelilingi Scarlesia untuk terakhir kalinya. Xeon menggenggam erat tangan Scarlesia, dia tidak menginginkan hal ini terjadi padahal Scarlesia belum mengetahui bagaimana perasaannya yang sebenarnya.


“Bertahanlah Sia, aku akan mencari cara supaya kau bisa bertahan hidup. Aku mohon… aku mohon kau jangan menyerah begitu saja,” mohon Xeon teramat dalam.


“T-tidak, aku tidak p-punya banyak waktu lagi….”


Tiba-tiba saja gunung berapi berdentum keras dan mengakibatkan tanah bergetar, muntahan gunung berapi perlahan keluar sehingga suhu di sekitar terasa panas. Angin badai mendera tubuh mereka, rintik-rintik hujan perlahan membesar jatuh mengguyur daratan. Pohon-pohon melayu serta menggugurkan banyak daunnya, para hewan mengeluarkan suara berisik berisyarat kesedihan mereka. Lalu petir menyambar kemana-mana di angkasa, seolah alam semesta tengah menunjukkan kemarahan mereka.

__ADS_1


“Tidak! Kau tidak boleh meninggalkanku, aku belum melakukan apa-apa untuk dirimu.” Xeon tidak sanggup lagi menekan air matanya, pada akhirnya dia tetap menangisi gadis tercintanya itu.


“Xeon, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu.”


“Apa? Katakan saja.”


“Sebenarnya aku sudah lama menaruh rasa padamu, aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu, hatiku tercekik kala aku harus menahan rasa ini lebih lama lagi. Aku mengatakan padamu hari ini karena aku tidak ingin menyesal di akhir hidupku, aku mencintaimu Xeon dan aku bangga mengatakannya,” ungkap Scarlesia.


“Aku juga mencintaimu, aku teramat mencintaimu. Karena itulah, kau bertahanlah dan jangan tinggalkan aku Sia. Aku berjanji akan membuatmu bahagia, aku akan menikah denganmu seperti apa yang kau katakan dulunya. Aku mencintaimu….”


“Mari kita bertemu lagi lain waktu, mari jatuh cinta lagi, lalu memiliki anak yang lucu. Aku menunggumu datang, tolong cintai aku sampai kita bersatu kembali….”


Scarlesia menghembuskan napas terakhirnya, kepergiannya diiringi oleh amukan alam semesta yang tidak berhenti. Xeon memeluk erat tubuh Scarlesia, sementara itu mereka yang lain hanya bisa menangis menyaksikan Scarlesia meregang nyawa tanpa bisa melakukan apa-apa.


Xeon menangis histris, teriakannya sangat keras dan menyakitkan, dia kehilangan gadis yang dia cintai dan yang selama ini ia lindungi sepenuh hati. Masa depan memang berubah tapi dengan mengorbankan nyawa Scarlesia sendiri.


“Berhentilah menangis, sekarang bawa Sia ke istana langit. Dia tidak bisa pulang ke pusat semesta karena pusat semesta dihancurkan oleh Leroux.”


Suara dewa pencipta tiba-tiba terdengar masuk ke pendengaran mereka, Xeon menegakkan kepalanya dan dia membopong tubuh Scarlesia menuju istana langit diikuti oleh dewa dan dewi di belakangnya. Terlihat di sana Eberly telah terbangun dari tidurnya, dia menyuruh Xeon bergegas mengantarkan Scarlesia ke kamarnya.


“Sia tidak bisa diselamatkan lagi karena Leroux menaruh kutukan di dalam jiwanya. Akan tetapi, kita bisa membuatnya bereinkarnasi dengan syarat jiwanya harus dipecah menjadi tiga bagian. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, namun ini adalah cara paling ampuh sebab bencana dunia masih terus berlanjut selagi Leroux belum mati. Karena itulah, kalian masih bisa bertemu dengan Sia meski dia tidak akan memiliki ingatan tentang kehidupan pertamanya,” papar Eberly.


Mereka menghela napas lega, meski Scarlesia tidak bisa dihidupkan kembali namun mereka masih bisa bertemu Scarlesia dalam kehidupan selanjutnya.

__ADS_1


“Namun, ada hal lain yang perlu kalian ketahui, yaitu kutukan yang ditaruh oleh Leroux ini kemungkinan akan mempengaruhi kehidupan Sia. Kemungkinan besarnya Sia tidak akan pernah bahagia selama hidupnya. Tolong awasi dia selalu, tugas ini aku serahkan padamu Xeon, kau adalah dewa takdir. Aku akan membantumu mengendalikan takdir Sia tapi cara ini tidak akan berjalan mulus, kita akan menyatukan kembali jiwanya di saat dia mendapatkan kehidupan terbaik,” lanjut Eberly menjelaskan.


“Lakukan saja seperti itu Yang Mulia, saya akan melakukan apa pun demi membuat Sia hidup kembali,” ujar Xeon.


“Meski dengan melihatnya bersama pria lain?”


Deg!


“Apa maksud anda Yang Mulia?” bingung Xeon.


“Sia membutuhkan banyak cinta untuk membangkitkan kekuatannya serta menyatukan kembali ketiga jiwanya yang terpecah. Oleh sebab itu, aku menyediakan lima pengantin pria untuknya yang akan bertemu Sia di setiap kehidupan berbeda,” jawab Eberly.


Walaupun hatinya berat untuk mengiyakan penjelasan Eberly, Xeon meneguhkan hatinya untuk menyetujui hal tersebut.


“Tidak apa-apa Yang Mulia, saya akan mengorbankan segalanya untuk Sia walau mesti mengorbankan perasaan saya sendiri,” tutur Xeon memasang ekspresi sendu.


“Baiklah, kalau begitu aku akan membagi jiwa Sia dalam tiga jiwa yang berbeda yakni si putih, si netral, dan si hitam.”


“Bisakah anda menjelaskan tentang ketiga jiwa itu Yang Mulia?” tanya Aefar.


“Si putih yaitu jiwa suci yang belum tersentuh oleh kutukan kegelapan, si hitam yaitu jiwa yang sepenuhnya sudah terkontaminasi oleh kutukan kegelapan, dan si netral, jiwa yang terkena sedikit kutukan kegelapan tapi jiwa inilah yang paling kuat. Maka dari itu, aku akan membuat si netral bereinkarnasi dan mengurung dua jiwa lainnya,” terang Eberly.


Mereka semua mengangguk paham, Eberly memulai pemecahan jiwa Scarlesia menjadi tiga bagian.

__ADS_1


“Sia, mungkin hidupmu akan berat ke depannya, tapi aku sebagai dewa pencipta tidak akan membiarkanmu menderita terlalu lama. Aku akan bersamamu meski aku harus tertidur setiap saat aku membantu Xeon membuatmu bereinkarnasi. Hiduplah dengan bebas, kau akan temukan kebahagiaanmu di depan sana.”


__ADS_2