
Setibanya di depan mansion, Scarlesia langsung berlari sekuat tenaga menuju kamar Eldrick. Di sana sudah ada dokter yang memeriksanya lalu ada Carlen dan Aldert juga.
“AYAAHHHH,” panggil Scarlesia menerobos masuk ke dalam kamar.
“Sia, kamu tidak boleh mendekat,” cegah Carlen memegang tangan adiknya.
“Tidak! Lepaskan aku!” ronta Scarlesia.
Scarlesia tampak histeris, dia takut bahwa mimpi yang dia alami selama dua hari belakangan ini akan berubah menjadi kenyataan. Rasa takutnya sudah menguasai dirinya melihat Ayahnya yang terbaring tidak berdaya di atas ranjangnya. Setelah sang dokter memeriksanya, dia mengatakan bahwa penyakit Eldrick tidak teridentifikasi karena belum pernah ada penyakit seperti ini sebelumnya.
“Tolong biarkan aku memeriksa penyakit Ayah,” mohon Scarlesia akhirnya Carlen menyerah dan melepaskannya.
Scarlesia segera mencoba mengecek denyut nadi Eldrick yang tidak teratur itu, suhu tubuhnya juga terbilang tidak normal. Lalu Scarlesia memeriksa kulitnya yang ternyata sudah mulai muncul ruam di kulit Eldrick.
“Xeon! Dengarkan aku, tolong berikan aku peralatan medis dari zaman modern. Aku mohon tolong aku sekali ini saja,” mohon Scarlesia panik.
“Baiklah sesuai permintaanmu aku akan memberikan beberapa peralatan medis,”
Tidak butuh waktu lama, muncul sejumlah peralatan medis di hadapan Scarlesia. Dia membutuhkan semua ini karena dia perlu memeriksa darah Eldrick agar dia bisa memastikan apa penyakit yang menyerang Ayahnya sebenarnya.
“Sia, benda apa itu? Darimana datangnya?” tanya Aldert.
“Kalian diam saja dulu. Aku akan menjelaskannya nanti, sekarang bisakah kalian keluar lebih dulu? Aku akan tetap di sini,”
Carlen dan Aldert sepertinya mengerti, mereka langsung pergi keluar dari kamarnya Eldrick dan tidak mau mengganggu Scarlesia. Alasan kenapa Scarlesia tampak lihai dalam menggunakan peralatan medis tersebut karena dulunya Scarlesia kuliah di jurusan kedokteran meski pada akhirnya dia tidak menjadi dokter sebab sang Ayah yang tidak senang dengan usahanya dan berakhirlah dia menjadi seorang model sekaligus agen rahasia.
Butuh beberapa waktu baginya untuk selesai memeriksa jenis penyakitnya, ia harus sabar sebentar meski Eldrick terlihat sangat kesakitan sekarang.
__ADS_1
“Tidak salah lagi ini adalah virus xynlo,” gumamnya. “Bagaimana bisa virus ini bisa menyerang Ayah? Setahuku ini adalah virus yang berasal dari darah griffin yang membusuk dan tidaklah menular. Aku hanya pernah membacanya di buku pengobatan tradisional dan aku tidak menyangka bahwa virus ini benar-benar ada,” lanjutnya berpikir serius.
Virus xynlo adalah virus yang berasal dari darah griffin yang sudah membusuk. Darah griffin mengandung kadar racun yang cukup tinggi apalagi jika darahnya dibiarkan lebih lama di udara terbuka maka racun yang ada di dalam darahnya akan semakin meningkat. Biasanya virus ini bisa menyerang manusia dengan gejala demam tinggi, ruam di kulit, batuk berdarah, dada dan tenggorokan terasa panas sehingga sulit untuk menelan makanan serta minuman. Jika tidak ditangani lebih cepat maka virus ini akan menyebabkan kematian.
Scarlesia segera keluar dari kamarnya untuk mencari beberapa bahan untuk penawarnya yaitu daun bening, akar teratai putih, serta kelopak bunga reyal merah. Sebelum Scarlesia pergi dari mansion, ia terlebih dahulu mengingatkan dua kakaknya ini untuk menjaga Ayahnya dan jangan membiarkan orang lain masuk ke dalam.
“Sia, kamu kenapa?” tanya Oliver yang melihat mimik wajah Scarlesia tampak tidak baik bergegas menuju paviliun dengan beberapa alat medis di tangannya.
“Bisakah kalian membantuku?”
Mereka berlima saling beradu pandang karena Scarlesia terlihat sedang tidak baik-baik saja.
“Ya? Tapi membantu apa?”
Scarlesia kemudian pergi ke taman tanaman herbalnya dan mengambilkan satu tangkai bunga reyal merah.
“Tolong carikan aku bunga ini yang banyak karena aku bunga ini sangat penting. Tolong ya,” mohon Scarlesia dengan wajah memelas.
Scarlesia pun menganggukkan kepalanya. Karena melihat Scarlesia yang sampai memohon kepada mereka seperti itu, akhirnya mereka memutuskan untuk membantunya tanpa bertanya lebih jauh lagi. Lalu Scarlesia kembali ke kamarnya dan memerintahkan Erin serta Hana untuk memetik daun bening dengan akar teratai putih. Untung saja pada saat itu juga semua tanaman herbal yang dia beli di toko milik Baron Demian tiba tepat waktu sehingga stok bahan penawar virusnya semakin banyak.
Setelah itu Scarlesia membuka sebuah ruang kosong yang belum terpakai di paviliunnya untuk membuat obat untuk ayahnya. Kali ini dia akan bekerja lebih keras karena meracik semua bahan-bahan ini sangat susah untuk menjadikannya sebuah obat penawar virus.
“Sia, adakah yang bisa aku bantu?” tanya Kitty yang sedih melihat Scarlesia berjuang sendirian.
“Kitty, bisakah kau menyelidiki daerah barat? Jika ada sesuatu yang mencurigakan tolong segera beritahukan kepadaku,” pinta Scarlesia memberinya tugas.
“Baik Sia. Aku akan segera menyelidikinya,”
__ADS_1
Kitty langsung pergi begitu dia mendapat perintah, kini hanya tinggal Scarlesia sendiri di dalam ruang yang lumayan luas ini. Ia tengah fokus dengan berbagai peralatan medisnya karena akan lebih mudah baginya untuk meracik bahan-bahannya menggunakan peralatan medis di zaman modern dibanding dengan zaman ini.
“Nona, apakah ada hal lain yang anda butuhkan?” tanya Erin dan Hana masuk membawa daun bening dan akar teratai putih yang baru saja mereka petik.
“Tidak ada. Kalian letakkan saja itu semua di sini aku akan segera meraciknya setelah percobaan pertama ini berhasil,” jawab Scarlesia yang masih terfokus.
“Baiklah Nona, kalau begitu kami permisi dulu jika ada yang anda perlukan segera panggil kami,”
Scarlesia menghela napas kasar berulang kali, meski terasa sulit dia masih terus berusaha untuk meracik semua bahan-bahannya. 3 jam kemudian setelah berulang kali gagal akhirnya dia bisa meraciknya dengan benar sekarang. Tiga botol obat cair berhasil dia dapatkan, ia segera menuju ke mansion untuk memberikan obatnya pada Eldrick.
“Bagaimana keadaan Ayah?” tanya Scarlesia begitu masuk ke dalam kamar.
“Ayah sejak tadi mengerang panas di bagian dadanya,” jawab Carlen diangguki Aldert.
“Baiklah, aku sudah membuat obatnya. Sekarang tidak perlu khawatir lagi,”
Scarlesia meminta Carlen dan Aldert menjauh dari tempat tidur Eldrick dan bertukar posisi dengannya karena dia ingin meminumkan obat tersebut pada Ayahnya. Scarlesia mengangkat sedikit tubuh Eldrick untuk memudahkannya menyuapi obatnya, setelah obatnya berhasil masuk akhirnya secara perlahan Eldrick mulai tenang dan tidak mengerang lagi.
“Hufft selesai, akhirnya obatnya bereaksi lebih cepat dari dugaanku. Dengan begini berarti Ayah sudah selamat,” batinnya menghela napas lega.
“Apa sekarang Ayah akan baik-baik saja?” tanya Aldert.
Scarlesia meresponnya dengan mengangguk, raut khawatir mereka berkurang seketika tahu bahwa Eldrick akan segera membaik.
“Sebenarnya apa yang sedang terjadi di daerah barat? Tolong katakan padaku secara rinci,” ucap Scarlesia serius.
Carlen menghembuskan napasnya, dia tahu bahwa adiknya akan menanyakan hal ini kepadanya.
__ADS_1
“Selama beberapa hari ini daerah barat terserang penyakit serius, banyak orang yang terbaring sakit secara tiba-tiba. Awalnya ini terjadi hanya pada satu orang tapi tiba-tiba penyakitnya merambat luas. Tidak ada satupun dokter yang bisa mengetahui penyakit apa ini sebenarnya lalu para dokter membuat kesimpulan bahwa penyakit ini adalah penyakit menular,” jelas Carlen.
“Tapi penyakit ini sebenarnya tidak menular loh,”