
“Tidak boleh! Kita tidak boleh menambah beban Sia lagi. Percayakan pada Sia, dia pasti akan menang. Lagian kita tidak bisa keluar dari dinding perlindungan yang dibuat oleh Sia ini.” tegas Xeon.
Mereka kemudian mencoba meraba dinding perlindungan yang dibuat oleh Scarlesia, rupanya benar kalau mereka tidak akan bisa keluar tanpa izin dari Scarlesia itu sendiri. Perasaan cemas semakin menguasai diri, mereka merasa tidak berguna sebab tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu Scarlesia.
“SIA, BERJUANGLAH!” teriak Aldert.
“YANG MULIA, ANDA TIDAK BOLEH KALAH!”
“BERJUANGLAH SEDIKIT LAGI, YANG MULIA!”
“SEMANGAT YANG MULIA!”
Sorakan-sorakan dari mereka nyatanya tidak mampu membuat tubuh Scarlesia kembali pulih. Leroux masih menghantamnya tanpa ampun, dia diterjang menggunakan berbagai serangan berbeda. Hal tersebut terus berulang-ulang hingga 15 menit lamanya, kini waktu yang tersisa bagi Scarlesia hanyalah 10 menit saja.
“Matilah kau!”
Leroux memberikan serangan akhir pada Scarlesia, dia membuat tubuh Scarlesia terhempas ke atas permukaan tanah. Sayap Scarlesia sebelah telah patah, sekujur tubuhnya menderita luka parah, seolah tidak ada kesempatan bagi Scarlesia untuk menang.
“Aku tidak boleh kalah….”
Scarlesia memaksakan dirinya bangkit lagi, dia terduduk lemah seraya kedua tangannya bertumpu pada pedang yang tertancap ke permukaan tanah. Scarlesia menundukkan kepalanya, dia merasa malu sekaligus sakit karena tidak sanggup memenangkan peperangan ini lebih cepat. Dia menderita luka serius, rasanya tidak ada yang bisa dia lakukan untuk melawan Leroux.
“Aku tidak boleh kalah! Aku harus menyelamatkan alam semesta ini dari kehancuran. Aku tidak boleh begini! Aku harus merebut kemenangan dari Leroux. Aku tidak mau apabila aku mengulangi penderitaan yang sama berulang kali. Aku ingin mengakhirinya di sini sekarang juga, aku tidak mau lagi menderita, aku ingin bahagia. Aku tidak boleh kalah, aku harus menang bagaimana pun caranya.”
“AAARRRRRRGHHHHHHHH!!!!”
Scarlesia memekik begitu kencang, suara pekikannya berhasil memecah ke penjuru arena pertempuran. Tersirat sebuah rasa sakit di balik teriakannya, dia tidak menangis, namun dia mengeluarkan segala rasa derita yang ia terima selama lebih 2000 tahun ini. Scarlesia merasa marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa melancarkan satu serangan pun pada Leroux dalam beberapa menit ini.
__ADS_1
Melihat Scarlesia bereaksi seperti itu, akhirnya menimbulkan kegaduhan hebat di tengah-tengah kerumunan banyak orang. Rasa sakit Scarlesia mengalir ke hati mereka masing-masing, seakan Scarlesia kini tengah berbagi rasa sakitnya kepada seluruh orang di medan perang. Sejenak bayangan masa lalu Scarlesia melintas melewati pikiran mereka, gambaran derita Scarlesia terlihat jelas melalui kepala mereka satu persatu.
Carlen dan Aldert tidak kuasa menahan tangisnya, keduanya mengetahui apa saja yang dilalui Scarlesia selama ini dari cerita Xeon. Namun, hari ini mereka berdua melihat langsung bagaimana penampakan derita yang dilewati Scarlesia di dunia ini. Begitu pula para kekasihnya, sepupu Scarlesia, memori bayangan kenangan lalunya menyebar luas di seluruh alam semesta kala ini.
“Apa yang baru saja aku lihat itu adalah Sia? Bagaimana dia melalui semua itu sendirian?” tutur Carlen.
Aldert melangkah maju, dia memukul-mukul dinding pelindung sembari meneriaki nama sang adik.
“SIA! DENGARKAN AKU SIA! TIDAK PEDULI APA PUN YANG KAU ALAMI SELAMA INI, AKU AKAN TETAP MENJADI KAKAKMU. KARENA ITU, JANGAN SAMPAI TERTELAN OLEH RASA SAKIT YANG KAU LALUI. AKU MOHON BERHENTILAH BERTERIAK, INI MENYAKITIKU. HATIKU SANGAT SAKIT SIA….”
“KAMI BERDUA KAKAKMU, TOLONG BANGKITLAH LAGI SIA. KAMI AKAN SELALU BERSAMAMU, KAMI TIDAK AKAN MENINGGALKANMU.” Carlen ikut menimpali.
Saat ini medan perang berubah menjadi deraian tangisan air mata, tidak ada yang tidak menangis. Mereka prihatin sekaligus merasa iba terhadap penderitaan Scarlesia selama lebih dari 2000 tahun. Jika mereka menjadi diri Scarlesia, mereka berpikir bahwa tidak akan ada yang sanggup mencapai titik hari ini.
“Yang Mulia, berhentilah berteriak. Kami mohon kepada anda.”
“Yang Mulia, tolong lihat kami di sini. Kami tidak akan meninggalkan anda.”
Ternyata seruan-seruan itu bekerja pada Scarlesia, dia berhenti berteriak. Selama beberapa saat Scarlesia terdiam, lalu getaran yang sangat dahsyat mengguncang area perang. Seakan-akan kini dunia sedang dilanda gempa luar biasa.
“Mengapa tiba-tiba ada guncangan? Apa yang sebenarnya terjadi?” Seluruh orang bertanya-tanya, kebingungan memasuki alam pikir mereka.
“Sudah aku duga jadinya akan begini,” ucap Xeon.
“Ada apa ini? Apa kau tidak bisa menjelaskan kepada kami?” tanya Victor.
“Alam sedang mengamuk, mereka tengah mengirim kekuatan mereka pada Sia.”
__ADS_1
Mendadak dari segala arah, berbagai macam cahaya melaju cepat mengarah pada Scarlesia. Laut mengeluarkan cahaya berwarna biru, tanah mengeluarkan cahaya berwarna cokelat, langit mengeluarkan cahaya berwarna putih, semua tumbuhan dan gunung di alam semesta mengeluarkan cahaya berwarna hijau. Perlahan satu persatu cahaya-cahaya itu memasuki tubuh Scarlesia, alam tengah mengirim kekuatan mereka untuk Scarlesia.
Luka-luka di badan Scarlesia lenyap seketika, ia berdiri kembali karena rasa sakit di tubuhnya sudah menghilang sepenuhnya. Perubahan besar terjadi pada Scarlesia, rambut emasnya yang terurai semakin panjang, gaunnya kini menjadi panjang hingga menutupi kaki jenjangnya, mahkota yang dia kenakan juga dibalut oleh indahnya permata, bahkan sayap Scarlesia menjadi semakin lebar dan indah.
Leroux tanpa sengaja merasakan perasaan merinding seketika menyaksikan perubahan Scarlesia. Begitu pula orang-orang yang menonton Scarlesia berubah secara langsung, getaran hebat yang terjadi tadi juga sudah berhenti total. Penampakan Scarlesia saat ini sungguh membuat terpesona dan terkesima, aura alam melimpah dari jiwanya.
“Aku tidak akan kalah.”
Gerakan Scarlesia terlalu cepat, lebih cepat dari sebelumnya. Dia bergerak bak cahaya melintasi Leroux, dalam sekejap dia memberikan hantaman pada kepala Leroux. Scarlesia terus melantas Leroux, dia melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Leroux sebelumnya kepadanya. Leroux tercampak ke setiap arah, hantaman, tebasan, pukulan, serbuan, terjangan, semuanya diarahkan padanya oleh Scarlesia.
Tidak ada kata ampun bagi Leroux, kekuatan tongkat emasnya juga semakin meningkat dibanding beberapa waktu lalu. Kekuatan alam benar-benar mengubah Scarlesia, kini Leroux sudah terpojok dan tidak dapat melawan lagi.
Slasshh! Jlebb!
“AARRRHHH!” Leroux menjerit kesakitan sesaat pedang Scarlesia melayang dan menebas dadanya.
Brukkk!
Baju besi yang melindungi dirinya hancur berkeping-keping akibat serangan membabi buta dari Scarlesia. Akhirnya Leroux berhasil tumbang, dia terbanting ke atas tanah, darah mengucur deras mengalir dari bekas luka tebasan tersebut.
Hening. Tidak ada suara yang terdengar, semua orang tercengang menyaksikan Scarlesia dengan mudahnya melancarkan serangan brutal pada Leroux.
“WOOAAHHH YANG MULIA!”
“BERHASIL! YANG MULIA BERHASIL MENGALAHKAN DEWA KEGELAPAN!”
“KITA SELAMAT! AKHIRNYA KITA SELAMAT!”
__ADS_1
Kemudian Scarlesia mendarat, dia mengganti tongkat emasnya menjadi busur suci, waktu yang tersisa hanyalah dua menit lagi dan sekarang dia harus menyegel lalu membunuh Leroux.