Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Kelahiran Scarlesia


__ADS_3

“Sekarang berbaringlah di atas altar ini Sia, kita akan segera memulai kebangkitanmu,” titah Eberly.


Scarlesia langsung membaringkan tubuhnya di atas altar begitu Eberly menitahkan kepadanya. Di atas altar yang dingin, Scarlesia memeluk tongkatnya sembari menghadap ke langit-langit ruangan. Berharap di dalam hati semuanya akan berjalan sesuai dengan yang diharapkannya, berharap segalanya akan berakhir secepat mungkin tanpa menyisakan penderitaan.


Para dewa dan dewi berdiri mengelilingi Scarlesia, kini Scarlesia berada di tengah-tengah mereka semua. Ada perasaan tegang yang terselip di diri Scarlesia, dia akan segera mengetahui rahasia di balik kelahirannya serta rahasia masa lalu yang terkunci selama beberapa waktu ini.


“Rileks Sia, jangan terlalu tegang. Pusatkan pikiranmu pada satu titik, lalu pejamkan matamu perlahan. Kau akan masuk ke alam bawah sadarmu,” ujar Eberly.


Scarlesia melakukan sesuai instruksi yang diberikan oleh Eberly, ia menarik napas pelan lalu membuangnya. Setelah itu ia mencoba memfokuskan pikirannya pada satu titik, sepasang matanya mulai terpejam. Hanya beberapa saat akhirnya ia masuk ke alam bawah sadarnya, masuk ke memori masa lalunya.


Ini berawal dari 4000 tahun lalu, Leroux sang dewa kegelapan menyatakan pengkhianatannya kepada Eberly. Leroux diciptakan dari kegelapan, awalnya dia diciptakan untuk mengatur segala kegelapan di alam semesta. Namun, harap Eberly terlalu tinggi dan sejak awal Leroux sudah mengincar tahta Eberly sebagai pencipta kehidupan. Leroux dibutakan oleh kekuasaan, ia tamak ingin menjadikan alam semesta ini berada di dalam genggamannya.


Semenjak pengkhianatannya itu, satu persatu masalah mulai berdatangan di alam semesta ini. Para dewa dan dewi tidak mampu mengatur semua kekacauan yang terjadi. Hingga pada suatu hari, istana langit dihebohkan oleh penglihatan masa depan dari Eberly, sang dewa pencipta. Para dewa dan dewi dikumpulkan di satu tempat di istana langit, Eberly tampak begitu serius berdiri di hadapan mereka semua.


“Aku baru saja mendapatkan penglihatan masa depan bahwa alam semesta ini akan hancur di tangan Leroux,” ungkap Eberly tiba-tiba.


Hal ini menyebabkan keributan di istana langit, mereka tahu kalau penglihatan masa depan Eberly tidak akan pernah melenceng. Dengan kata lain, Leroux memiliki kekuatan di atas dewa pencipta itu sendiri.


“Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya Yang Mulia?” tanya Carolus, sang dewa perang.


“Kita harus menciptakan satu jiwa yang diisi oleh kekuatan kita semua. Jiwa yang akan membawa kemenangan bagi makhluk hidup, kita akan menyerahkan kepadanya permasalahan yang terjadi di alam semesta ini. Jadi, harap persiapkan diri kalian dari sekarang sebab kita akan menciptakan hal yang paling mustahil untuk dilakukan,” jawab Eberly.

__ADS_1


Mulailah dari sana mereka bekerja untuk menciptakan jiwa yang paling mustahil untuk mereka ciptakan. Banyak kegagalan yang mereka dapatkan dari pekerjaan kali ini, tidak ada satu pun jiwa yang sanggup menampung kekuatan mereka sekaligus. Hingga 1800 tahun pengerjaan, usaha mereka membuahkan hasil. Mereka berhasil menciptakan satu jiwa yang sangat kuat dan sanggup menampung kekuatan mereka.


Jiwa tersebut diberi sebuah wadah seorang bayi kecil perempuan yang mungil dan cantik sekali. Suara tangis dari bayi kecil itu memekak ke seluruh penjuru istana langit, mereka beramai-ramai menenangkan bayi kecil tersebut.


“Woahhh dia cantik sekali, aku baru pertama kalinya menggendong bayi,” ucap Agatha.


“Hei kita belum menentukan namanya,” celetuk Tavisha.


“Aku sudah menyiapkan nama untuknya,” sela Eberly mengambil bayi kecil itu dari gendongan Agatha.


“Siapa namanya Yang Mulia?”


Scarlesia yang saat itu berwujud seorang bayi kecil tertawa ketika Eberly memberinya nama yang begitu indah.


“Sepertinya dia menyukai namanya, baiklah aku akan memanggilmu Sia dari sekarang,” tutur Agatha menggendong Scarlesia kembali.


“Sekarang gantian, biar aku yang menggendongnya,” rebut Tavisha.


Para dewa hanya sebatas menyaksikan dua dewi ini berebutan menggendong Scarlesia, siapa sangka akan hadir seorang gadis kecil di antara mereka. Pada saat itu, Xeon tidak begitu tertarik pada keberadaan Scarlesia. Dia kehilangan semangat serta senyumannya semenjak pengkhianatan yang dilakukan oleh Aaron, sang adik.


Mereka mengurus Scarlesia bersama-sama layaknya seperti Ibu dan Ayah, tidak terasa kini Scarlesia telah memasuki usia 5 tahun. Scarlesia sudah bisa berjalan, berlari, dan berbicara seperti balita pada umumnya. Scarlesia tumbuh menjadi balita yang menggemaskan, dia sosok anak kecil yang menjadi pelita di kala rasa cemas berkecamuk di hati seluruh dewa dan dewi.

__ADS_1


“Sia, jangan lari-lari! Nanti kamu terjatuh kalau terus berlari seperti itu,” seru Tavisha mengejar Scarlesia yang berlari ke sana kemari, sungguh Scarlesia tengah berada di masa-masa aktif.


“Hehehe kejar aku! Kejar aku!”


Scarlesia berlari kencang mengelilingi istana langit, Tavisha akhirnya kehilangan jejak Scarlesia sebab ia tidak mampu mengejarnya lebih jauh lagi. Rambut emas panjang Scarlesia melonjak-lonjak seiring langkah cepat kaki mungilnya. Scarlesia berhenti sejenak kemudian dia memutar badan untuk melihat apakah Tavisha masih berada di belakangnya. Namun, yang dia temukan hanyalah kekosongan, tidak ada siapa pun di sekitarnya bahkan dia tidak tahu ada di mana dirinya tengah berada.


“Di mana aku? Sepertinya aku tersesat,” gumam Scarlesia.


Dia memelankan langkahnya sembari mengedarkan pandangannya, dia melihat ke sisi kiri dan kanan jalan, namun yang dia temukan hanyalah rerumputan yang ditumbuhi oleh berbagai bunga. Scarlesia terus berjalan mengikuti arah matahari terbit, tapi dia tidak kunjung mendapatkan jalan keluarnya.


“Aku tidak menemukan jalan keluarnya, apa tidak ada yang mencariku?”


Scarlesia membelokkan langkahnya ke sebuah danau tersembunyi di halaman lain istana langit yang tidak pernah dikunjungi oleh siapa pun. Scarlesia terkesiap melihat danau yang sangat indah, dia baru mengetahui bahwa di istana ini ada danau tersembunyi.


“Wahh danaunya indah sekali.”


Kedua matanya berbinar memandang danau itu, bunga teratai yang tumbuh menghiasi danaunya juga begitu cantik. Di saat Scarlesia hendak menjatuhkan badannya untuk duduk, ia tidak sengaja menoleh ke samping kanan. Scarlesia secara tidak sengaja menemukan Xeon berdiam diri di tepi danau sendirian, raut muka sedih bisa terbaca dengan jelas dari wajah tampannya.


Senyum Scarlesia merekah kala dia mendapati Xeon di sana, meski dia tidak pernah berbicara langsung dengan Xeon tapi dia mengetahui nama Xeon dari Leopold. Lalu Scarlesia melangkah menghampiri Xeon yang berada tidak jauh darinya. Tampaknya Xeon sendiri tidak menyadari kehadiran Scarlesia di dekatnya.


“Xeon, kenapa Xeon ada di sini sendirian? Apa Xeon sedang sedih?”

__ADS_1


__ADS_2