Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Hari Perayaan Kedewasaan


__ADS_3

“NONA SCARLESIA EGINHARDT MEMASUKI RUANGAN,”


Daun-daun pintu terbuka lebar, seluruh mata tertuju pada Scarlesia yang masuk ke dalam aula dengan didampingi oleh sang Ayah. Langkahnya ringan nan elegan, gaun emasnya yang menyapu lantai, senyum yang terukir di bibirnya, serta make up yang memberikan sinar kepadanya. Seolah kecantikan di dunia ini direbut oleh Scarlesia, tidak ada suara yang mengiringi langkahnya dikarenakan semua orang tenggelam dalam kekaguman mereka memandangi kecantikannya.


“Sungguh cantik sekali,”


“Nona Eginhardt menyita perhatian orang lain karena kecantikannya yang luar biasa,”


“Siapa pun nanti yang mendapatkannya maka dia akan menjadi laki-laki yang paling beruntung,”


“Dewi venus pasti berpihak kepada Nona Scarlesia, kecantikannya benar-benar jauh dari kata masuk akal,”


“Aku tidak bisa mengedipkan mataku, rasanya aku akan rugi jika mengedipkan mataku walau hanya sekejap,”


Scarlesia merasa tidak nyaman karena tatapan yang dia terima dari banyak orang bahkan Ayahnya yang berada di sampingnya juga bertingkah demikian. Walaupun ia sering mendapatkan tatapan yang serupa tapi kali ini sungguh berlebihan, dia tidak bisa melakukan apa-apa selain tersenyum dan melambaikan tangannya sebelah.


“Mau sampai kapan seperti ini? Aku harap aku bisa menyelesaikan pesta perayaan ini dengan cepat dan tenang tanpa ada masalah apa pun,” batin Scarlesia serasa ingin berteriak.


Sampai di depan para tamu undangan, Eldrick memberikan beberapa patah kata sebelum dimulainya pesta.


“Terima kasih saya ucapkan kepada para tamu undangan sekalian karena sudah menghadiri pesta perayaan kedewasaan putri saya satu-satunya. Sebenarnya perayaan ini dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya tapi karena satu dan dua hal jadi harus diundur hingga hari ini. Tahun ini putri saya, Scarlesia genap berusia 18 tahun dan seumur hidup saya merasa beruntung memiliki putri seperti dirinya. Selamat ulang tahun Scarlesia dan selamat menempuh hidup sebagai orang dewasa. Silahkan kalian nikmati perjamuan pesta hari ini,”


Pesta resmi dimulai begitu Eldrick selesai mengucapkan beberapa patah kata. Seluruh tamu undangan berebutan untuk menyerahkan hadiah kepada Scarlesia, mereka terlalu banyak untuk ditangani oleh Scarlesia. Beberapa bangsawan lain menyerbu Eldrick untuk membicarakan mengenai pertunangan Scarlesia.


“Yang Mulia Duke, Nona belum memiliki tunangan bukan? Bagaimana jika anak saya saja yang bertunangan dengan beliau?”


“Tidak! Anak saya lebih pantas untuk Nona Eginhardt,”


“Tapi dari yang saya dengar Nona pernah menolak surat lamaran pertunangan dari beberapa putra mahkota di kekaisaran lainnya,”


“Masalah tentang siapa yang akan bertunangan dengan Sia, saya serahkan keputusannya kepadanya sepenuhnya. Saya sebagai orangtua tidak mempunyai hak lebih untuk ikut campur di dalamnya,” jawab Eldrick yang sebenarnya di dalam hatinya sedang jengkel dan marah kepada mereka yang mencoba menjodohkan putrinya dengan putra mereka.


Begitu pula dengan Aldert dan Carlen juga banyak pria yang mengerumuni mereka berdua untuk menanyakan apakah Scarlesia sudah mempunyai calon tunangan atau kah belum.

__ADS_1


“Tuan Muda, apakah Nona Eginhardt sudah mempunyai calon tunangan? Umurnya sudah 18 tahun, bagaimana menurut anda berdua jika saya melamarnya?”


“Saya juga ingin melamar Nona Eginhardt. Siapa pun tidak akan bisa menahan rasa ingin memilikinya,”


“Bisakah anda berdua mendukung saya saja untuk menjadi adik ipar? Saya akan membahagiakan Nona Eginhardt asal beliau mau menjadi istri saya,”


“Kalian semua mundurlah karena saya yang akan melamar Nona Eginhardt,”


Aldert dan Carlen sangat kesal mendengar ocehan mereka yang ingin melamar Scarlesia.


“DIAMLAH! AKU TIDAK AKAN PERNAH MENYERAHKAN ADIKKU KEPADA KALIAN!” bentak Aldert emosi.


“Benar. Aku juga tidak akan merestui kalian menjadi adik iparku, adikku terlalu berharga untuk dijadikan istri pria seperti kalian,” timpal Carlen.


Di samping itu, Scarlesia sibuk menerima hadiah dari orang-orang untuk dirinya.


“Nona, selamat atas perayaan kedewasaan anda,” ucap Clara, Diana, dan Yasmin menyerahkan kado untuk Scarlesia.


Sekedar mengingatkan bahwa Clara adalah putri dari Baron Demian, Diana putri dari Viscount Rainart, sedangkan Yasmin putri dari Viscount Roland. Mereka bertiga adalah teman wanita Scarlesia yang dulu dia kenal dari pesta minum teh yang diadakan oleh Selena, putri dari Marquess Javar.


“Tidak Nona, seharusnya kami yang berterima kasih karena sudah mengundang bangsawan kelas bawah seperti kami ini,” ujar Yasmin.


“Betul Nona, ini adalah pesta bangsawan kalangan atas tapi anda tetap mengundang kami. Apakah anda tahu? Saya sungguh senang sekali saat menerima undangan dari anda,” sambung Diana.


“Saya juga begitu, berkat anda juga yang menjadi pelanggan tetap toko tanaman herbal Ayah saya, sekarang keadaan ekonomi keluarga saya sangat membaik karena banyak dokter yang berdatangan untuk membeli tanaman herbal yang anda rekomendasikan sendiri,” tambah Clara.


“Hmm apa yang kalian katakan? Aku mengundang kalian kemari karena aku menganggap kalian sebagai temanku dan tidak ada alasan khusus lainnya,” jawab Scarlesia.


“Nona, anda baik sekali,” kedua mata mereka berkaca-kaca mendengar perkataan Scarlesia.


“Hahaha ini bukan apa-apa,”


Di sela pembicaraan mereka, Natasha datang memberikan selamat kepada Scarlesia.

__ADS_1


“Sia, selamat atas perayaan kedewasaanmu,” ujar Natasha memeluk Scarlesia erat.


“Terima kasih, aku pikir Natasha tidak akan datang,”


“Tidak datang? Mana mungkin aku tidak datang di acara spesial milik temanku ini. Aku juga membawakanmu hadiah,”


Ksatria pribadi milik Natasha membawakan beberapa tumpuk kotak hadiah untuk Scarlesia. Semua orang tercengang karena saking banyaknya hadiah yang diberikan oleh Natasha, ia membawa 5 orang ksatrianya dan kelima ksatria tersebut membawa masing-masing lebih dari 6 kotak hadiah.


“A-apakah ini tidak terlalu berlebihan?” tanya Scarlesia tercengang.


“Tidak! Sejujurnya ada lebih banyak dari ini. Tapi nanti akan aku kirimkan selebihnya lagi kemari,”


“Kenapa banyak sekali?”


“Karena Kekaisaran Celosia sangat berterima kasih padamu. Jika tidak ada kamu mungkin Kekaisaran Celosia sudah hancur lebur. Tidak terhitung berapa kali kamu menyelamatkan kami, jadi hadiah sebanyak ini masih tergolong kurang,” jelas Natasha.


“Baiklah, kalau begitu aku menerima semua hadiahnya. Sampaikan terima kasihku kepada Kaisar dan Permaisuri Celosia,”


“Oke, nanti akan aku sampaikan. Tapi, siapa mereka?” tanya Natasha melirik Clara, Diana, dan Yasmin.


“Ahh hampir saja lupa. Perkenalkan, mereka adalah teman-teman saya. Ini Clara, Diana, dan ini Yasmin,” tutur Scarlesia memperkenalkan mereka bertiga kepada Natasha.


“Oh halo aku Natasha Celosia, senang berkenalan dengan kalian. Jika kalian temannya Sia berarti kalian adalah orang yang baik,”


Clara, Diana, dan Yasmin tampak sangat gugup berhadapan dengan Natasha.


“H-halo Yang Mulia Putri, s-saya memberi salam….”


“Tidak perlu. Kalian tidak perlu memberi salam kepadaku,” potong Natasha melarang mereka memberi salam.


Kegugupan mereka bertiga hanya bertahan sebentar, setelah itu mereka juga mulai akrab dengan Natasha. Mereka berempat sibuk menceritakan mengenai Scarlesia yang keren di medan perang, mereka bercerita menurut cerita yang mereka dengar dari orang-orang yang ikut bertempur bersama Scarlesia. Ia sangat malu mendengar mereka meninggi-ninggikan pujiannya pada dirinya.


Kemudian, di pertengahan obrolan mereka Lucas juga datang membawa Jimmy bersama dirinya.

__ADS_1


“Nona, selamat atas perayaan kedewasaanmu,” kata Lucas.


“Selamat kakak, aku sudah menyediakan hadiah untuk kakak,”


__ADS_2