
“Sepertinya aku tahu alasan kalian memanggilku kemari,” ucap Scarlesia menyeringai.
“Hahh jangan pikir karena kau berhasil memenangkan perang itu kami akan berterima padamu atau akan berbicara baik-baik denganmu,” sinis Marquess Zaphire yang selalu bersikap kurang ajar pada Scarlesia.
“Marquess Zaphire, lancang sekali kau berbicara tidak formal padaku. Apa kau lupa siapa Ayahku?” tekan Scarlesia.
“Aku tidak punya alasan untuk bersikap sopan padamu,”
Scarlesia tertawa mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Marquess Zaphire, ia tidak terlalu memasukkannya ke dalam hati karena bagi Scarlesia mereka hanyalah sekumpulan orang bodoh yang perlu ditumpas keberadaannya.
“Yang Mulia, anda mengundang saya hanya untuk dihina seperti ini? Aduh sakit sekali hatiku, apa yang harus aku lakukan?”
Scarlesia akting memelas sambil menyandarkan tubuhnya ke dada bidang milik Oliver.
“Beraninya kalian membuat Sia sakit hati! Akan aku habisi kalian sekarang juga,” gertak Zenon.
Begitu pula dengan Andreas, Oliver, Louis, dan Elios juga ikut menggertak mereka. Scarlesia menyunggingkan senyumnya, senyumnya terkesan menyeramkan ke arah kaisar yang sedang duduk di singgasananya. Kaisar gemetar melihat aura para pria yang mengelilingi Scarlesia, ia menghembuskan napas kasar seraya memijit pelipisnya.
“Sudah Marquess Zaphire! Anda jangan berperilaku memalukan seperti ini. Anda harus berbicara formal pada Nona Eginhardt,” tegur kaisar.
Marquess Zaphire terhening mendengar teguran dari kaisar, dia segera menundukkan kepalanya dan sedikit beringsut mundur ke belakang.
“Kau pasti sudah tahu bukan alasanku memanggilmu kemari? Aku ingin kau menggunakan kekuatan penyembuhanmu untuk menyembuhkan para bangsawan yang terluka parah,” ucap kaisar.
Mimik wajah Scarlesia mendadak datar, dia tidak percaya bahwa kaisar masih punya muka untuk meminta tolong padanya. Bukannya berterima kasih dan meminta maaf malah bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi diantara mereka sebelumnya.
“Apa anda berharap saya akan berkata ‘baiklah’ sekarang?” tanya Scarlesia dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
“Huh? Apa mungkin kau tidak mau melakukannya?”
“Hahaha lucu sekali kalian,” tawa Scarlesia. “Setelah semua yang terjadi beberapa hari sebelumnya kalian malah bersikap tidak pernah melakukan kesalahan. Tahukah kalian? Rakyat Kekaisaran Roosevelt yang terluka hingga meninggal sebab serangan monster, itu adalah tanggung jawab kalian. Jika sejak awal kalian tidak menghiraukan apa yang aku katakan maka kalian tidak akan terluka parah seperti ini,” lanjutnya menyalahkan segalanya kepada kaisar dan bangsawan yang ada di ruang singgasana.
Para bangsawan menatap tajam dirinya karena merasa tidak suka disalahkan oleh Scarlesia atas semua yang menimpa kekaisaran.
“Apa? Kalian tidak suka disalahkan? Ayo sini maju,” gertak Elios tidak suka cara mereka menatap Scarlesia.
“Nona apa anda membawa semua pria anda hanya untuk mengacau di sini? Kenapa tiba-tiba anda menyalahkan kaisar dan juga kami atas kejadian ini?” tanya salah seorang bangsawan yang bernama Count Marco.
“Ini hak saya mau membawa pria saya kemana pun. Lalu anda bertanya kenapa saya menyalahkan kalian? Saya sudah memberitahu kalian perihal akan terjadinya peperangan antara monster dan manusia. Kalian mengatakan saya membual dan tidak mempercayai apa yang saya katakan. Kemudian hari ini kaisar memanggil saya bukan untuk mengatakan terima kasih atau pun maaf tapi malah meminta saya menggunakan kekuatan saya untuk menyembuhkan kalian?” marah Scarlesia yang akhirnya tersulut.
Kemarahan Scarlesia akhirnya tercurahkan dalam beberapa kata, dia tidak bisa menahannya lagi karena kaisar dan para bangsawan tidak merasa bersalah sedikit pun atas semua ini.
“Yang Mulia, anda telah gagal sebagai kaisar. Apa anda sungguh berniat melindungi kekaisaran ini? Apa anda tidak merasa bersalah melihat rakyat anda sendiri setelah para monster mengacaukan mereka? Apa di pikiran anda tidak terbesit untuk meminta maaf kepada saya dan kepada seluruh rakyat kekaisaran? Jika anda menghimbau rakyat untuk mewaspadai gelombang monster kemarin maka tidak akan ada korban di dalamnya. Tapi, karena saya yang mengatakannya mereka tidak mempercayai saya,” lanjut Scarlesia.
“Yang kau katakan….”
“JANGAN DENGARKAN PERKATAAN WANITA INI YANG MULIA! UNTUK APA MEMPEDULIKAN RAKYAT JELATA SEPERTI MEREKA? YANG TERPENTING ITU ADALAH BANGSAWAN KARENA MEREKA ADALAH ORANG YANG PALING BERDEDIKASI TERHADAP KEKAISARAN!” sergah Marquess Zaphire memotong perkataan kaisar.
Scarlesia mengepalkan kuat kedua tangannya karena geram dengan perkataan yang dilontarkan Marquess Zaphire kepada kaisar.
“Potong!”
“Apa? Apa yang akan dipotong oleh wanita ini?” bingung Marquess Zaphire.
“POTONG LIDAHNYA DAN POTONG KEDUA TANGAN SERTA KAKINYA!” teriak Scarlesia.
__ADS_1
Andreas yang mengerti bahwa perintah ini adalah untuknya, ia langsung melesat maju menghantam Marquess Zaphire.
“AARRRGHHH TANGANKU!” jerit Marquess Zaphire karena kedua tangannya putus dipotong oleh Andreas menggunakan pedangnya.
Darah Marquess Zaphire memercik kemana-mana, kedua tangan dan kakinya sudah ditebas habis oleh Andreas atas perintah Scarlesia. Tidak ada yang bisa menghentikannya karena tidak satu orang pun yang bisa menghadapi Scarlesia dan pria-prianya termasuk kaisar sendiri.
“Bagaimana bangsawan terhormat? Kau baru saja mengatakan bahwa rakyat jelata itu tidak penting? Yang terpenting adalah bangsawan? Sepertinya kau terlalu lama dibiarkan hidup enak sebagai bangsawan kalangan atas. Bagaimana jika aku melemparmu masuk ke kalangan rakyat biasa?” ujar Scarlesia memandang rendah Marquess Zaphire yang menelungkup di lantai.
“K-k-kau iblis! Monster! B-bagaimana b-bisa kau melakukan ini terhadap sesama bangsawan?” ucap Marquess Zaphire yang masih berusaha mempertahankan kesadarannya.
“Ternyata kau masih bisa berbicara? Hmm sudah saatnya lidahmu ini aku buat hilang,”
Andreas pun kemudian memotong lidah Marquess Zaphire, membuatnya semakin menggeliat kesakitan di lantai yang kumuh. Seisi ruangan muntah karena merasa jijik dengan bau darah serta potongan tubuh yang berserakan di sekitar singgasana kaisar.
“Aku akan mengembalikan seluruh anggota tubuhmu,”
Scarlesia menggunakan kekuatannya untuk mengembalikan anggota tubuhnya Marquess Zaphire. Orang-orang mengira dia akan berhenti namun ternyata bukan begitu maksudnya, Scarlesia menyuruh Andreas melakukan hal yang sama lagi dan Scarlesia memakai kekuatannya untuk mengembalikan anggota tubuhnya. Dipotong, disembuhkan lagi kemudian dipotong lagi dan disembuhkan lagi, hal itu dilakukan lebih dari 10 kali.
Marquess Zaphire tidak kuasa menahannya lagi, dia berlari keluar dari ruang singgasana dengan ekspresinya yang sudah menggila. Scarlesia terkekeh karena puas membuat Marquess Zaphire menerima hukuman dari dirinya. Tidak ada satu pun yang berkutik melihat kekejaman yang baru saja dilakukan oleh Scarlesia.
“Nahh sekarang giliran siapa lagi?”
Seluruh bangsawan di ruang singgasana bersujud memohon ampun kepada Scarlesia.
“MAAFKAN KAMI NONA! AMPUNI NYAWA KAMI,” ujar mereka serentak.
“Memaafkan kalian? Hmm kalau gitu begini saja. Aku akan mengampuni nyawa kalian jika kalian menyumbangkan sebagian besar harta kalian untuk membangun kembali pemukiman rakyat biasa di kekaisaran ini. Bagaimana pun masalah ini kalian yang ciptakan sendiri jadi tanggung sendiri resikonya, jika kalian kabur maka ingatlah aku akan menemukan kalian di mana pun kalian bersembunyi,” kata Scarlesia mencoba membuat kesepakatan.
__ADS_1
“Baik! Kami akan menyumbangkan sebagian harta kami,”