Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Perasaan Diantara Keduanya


__ADS_3

“Hei kau Abigail wanita murahan yang menjajal tubuhnya pada semua pria, berani sekali kau menggoda priaku,”


Abigail spontan menengok ke arah suara Scarlesia berasal, ia membulatkan kedua matany melihat kedatangan Scarlesia. Xeon terpaku mendengar Scarlesia mengatakan bahwa ia adalah prianya.


“Wanita murahan? Apa aku baru saja salah dengar? Kau mengatakan aku wanita murahan? Atas dasar apa pendatang sepertimu seenaknya menghinaku?” tantang Abigail menunjuk-nunjuk muka Scarlesia.


Scarlesia menyeringai, melihat Abigail yang sangat angkuh ini membuatnya ingin tertawa.


“Pendatang ya? Tapi walaupun pendatang, aku bisa menjadi ancaman besar untuk sampah sepertimu. Sebenarnya kau bukanlah lawanku tapi karena tampaknya asik melawanmu ya sudah, aku akan dengan senang hati melihatmu hancur dalam ujianmu,” tekan Scarlesia tak kalah angkuh.


Abigail tergagap karena tekanan Scarlesia serasa memaksa dirinya untuk mundur.


“K-k-kau! Kau bilang pria ini adalah priamu, tapi kenapa rasanya dia berbeda dibanding priamu yang lainnya? Jangan-jangan kau berbohong padaku,” tuding Abigail.


“Kau butuh bukti nyata?”


“Tentu saja aku butuh bukti nyata, lagian mana mungkin kau bis….”


Cup!


Scarlesia meraih tengkuk Xeon, lalu menarik wajahnya mendekat dan mengecup bibirnya. Xeon tidak bisa berkutik, jantungnya berdegup sangat kencang, tanpa sadar ia membalas kecupan bibir dari Scarlesia. Kedua tangannya melingkar di pinggal mungil milik Scarlesia kemudian menarik tubuhnya semakin dekat dengannya. Kedua mata Scarlesia membelalak, dia tidak menyangka bahwa Xeon akan merespon ciumannya.


“Sudah puas?”


Scarlesia melepaskan dirinya dari Xeon, Abigail masih membisu menekan amarahnya.


“Aku akan menghancurkan wajah cantikmu!” ancam Abigail.


Scarlesia melangkah maju, ia semakin dekat dengan posisi Abigail.


“Coba saja, aku tidak takut. Aku adalah keturunan langsung dari kaisar ke 57 yang merupakan anak dari kaisar bersama pangeran sebelumnya, sedangkan kau hanyalah gadis yang terlahir dari pangeran yang merupakan anak kaisar bersama selirnya. Menurutmu siapa yang lebih pantas untuk naik tahta? Aku atau kau? Kau sudah menjajal tubuhmu ke banyak pria, apa mungkin tujuanmu menjadi kaisar adalah untuk menikahi seluruh pria di Evariste? Kalau benar begitu, kau menjijikkan sekali,” sarkas Scarlesia tersenyum jahat.


“KURANG AJAR! SEJAK TADI KAU HANYA MENGHINAKU! HARUSNYA AKU HANCURKAN DULU MULUTMU YANG PINTAR BERBICARA ITU!” teriak Abigail.


Tangan Abigail bergerak hendak menampar Scarlesia, tapi buru-buru ditahan oleh Scarlesia sendiri.

__ADS_1


“Jangan pernah bermimpi untuk mengalahkanku! Kau akan membawa Evariste kemana? Sungguh memalukan!”


Scarlesia mencekal kuat pergelangan tangan Abigail lalu ia menyentakkan kuat tangannya tersebut hingga membuat Abigail tersungkur ke lantai.


“Aku tidak suka bersaing dengan wanita bodoh, murahan, dan tidak tahu diri sepertimu ini,”


Kata-kata Scarlesia menusuk menembus hatinya, dia terdiam menggeram kesal dalam hatinya. Scarlesia menarik tangan Xeon untuk segera pergi meninggalkan Abigail, rasanya puas setelah ia mengutarakan sarkasnya pada Abigail.


“Entah kenapa aku tidak suka melihat Xeon digoda oleh wanita lain, hampir saja aku marah besar karena ulah Abigail. Untungnya aku bisa menahannya,” batin Scarlesia.


Xeon menahan langkah Scarlesia yang terus menariknya pergi entah kemana.


“Tunggu Sia,” cegat Xeon.


“Ya? Kenapa?”


Muka Xeon tiba-tiba merona, Scarlesia tidak pernah melihat Xeon berekspresi seperti ini di hadapannya langsung.


“Kena….”


Scarlesia baru saja menyadari apa yang barusan dia lakukan dengan Xeon, ia juga ikutan merona sambil memalingkan wajahnya.


“Sia….” Panggil Xeon.


Scarlesia segera memperbaiki mimik wajahnya lalu memutar kepalanya untuk menghadap Xeon.


“Y-ya? Ada apa?”


“I-itu… aku ingin bertanya, apa perkataanmu sebelumnya serius?”


Suara Xeon teramat pelan sehingga tidak menggapai dengan jelas ke pendengaran Scarlesia.


“Apa? Bisakah kau mengulangi perkataanmu? Aku tidak bisa mendengarnya,”


“Tidak jadi, lupakan saja,”

__ADS_1


Xeon melangkah cepat meninggalkan Scarlesia di belakangnya, dia malu dan semakin tersipu malu. Untung saja Scarlesia tidak mendengarkan apa yang baru saja dia katakan, rasanya sungguh membuatnya ingin menghilang saja dari bumi ini.


“Huh? Kenapa dengannya? Apa benar dia marah karena aku menciumnya? Aku tidak mengerti sama sekali,” gumam Scarlesia juga segera beranjak pergi menuju kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar, Scarlesia segera membaringkan tubuhnya dan bersiap untuk tidur. Rasa kantuk sudah menguasai diri, berkisar beberapa detik saja Scarlesia sudah terlelap masuk ke alam mimpinya.


“Jangan tinggalkan aku! Kau bilang kau mencintaiku. Aku mohon bertahanlah, aku akan melakukan apa pun demi membuatmu tetap hidup,”


Samar-samar bayangan seorang laki-laki masuk ke dalam mimpinya, ia tidak bisa melihat dengan jelas wajah laki-laki tersebut. Di hadapannya seorang wanita bersurai emas tengah tergeletak menunggu ajalnya, keadaan sekitar mereka hancur berantakan, bumi sudah luluh lantak, tak ada lagi yang tersisa selain mereka berdua kala itu.


“Maafkan aku….” wanita itu melirih meminta maaf, pria yang memangku dirinya tidak mampu menahan isak tangisnya.


“Kenapa kau meminta maaf? Kau tidak salah apa-apa. Jangan meminta maaf seolah kau akan pergi meninggalkanku. Bumi sudah terselamatkan, sekarang kita akan membangun kembali bumi yang hancur ini jadi tolong tetaplah hidup. Aku masih membutuhkanmu,”


“Tidak. Aku sungguh minta maaf….”


Wanita cantik itu menghembuskan napas terakhirnya, kedua matanya tertutup untuk selamanya. Isak tangis pria tersebut semakin terpecah, jiwanya terguncang hebat melihat wanita yang paling dia cintai meninggalkannya untuk selamanya.


“Tidak…. buka matamu, aku mohon… SIAAAAAAA!!!”


“ARRRGHHHH!!”


Scarlesia terbangun dari tidurnya dengan keadaan napas yang tersengal-sengal, keringatnya bercucuran membasahi piyama tidurnya. Scarlesia segera mengatur irama napasnya, dia merilekskan tubuhnya yang tegang akibat mimpi tersebut.


“Mimpi apa itu? Apakah itu penglihatan masa depanku? Jadi, apakah bumi benar-benar akan segera berakhir? Lalu pria itu… tidak salah lagi, dia adalah Xeon. Kenapa mimpinya terlihat rumit sekali? Dunia sungguh akan berakhir? Tidak tidak! Aku tidak boleh berpikir macam-macam. Aku harus mencegahnya sebelum terjadi, tapi… rambut emas? Rambutku silver, ahh sudahlah yang jelas aku harus fokus dulu dengan ujian yang akan aku hadapi beberapa hari lagi,” gumam Scarlesia.


Suara pekikan Scarlesia barusan sontak membuat kaget Erin dan Hana yang sedang berada di luar, mereka bergegas masuk ke dalam kamar untuk mengecek kondisi Scarlesia.


“YANG MULIA! APA YANG TERJADI?” teriak Erin histeris.


“Ahh kalian rupanya. Tidak ada yang terjadi, aku hanya terkejut karena bermimpi buruk,” dalih Scarlesia.


“Astaga Yang Mulia, anda membuat kami jantungan,” ucap Hana mengelus dadanya.


“Hahaha maaf maaf, aku juga tidak bermaksud mengagetkan kalian berdua,”

__ADS_1


“Kalau begitu sekarang anda harus mandi Yang Mulia dan segera bersiap untuk belajar bersama Yang Mulia Pangeran Victor. Anda akan melaksanakan ujian tulis pengetahuan kekaisaran, jadi anda diminta untuk belajar bersama beliau,” tutur Erin menarik Scarlesia untuk beralih dari tempat tidurnya.


“Oke oke, kalian tidak perlu menarikku karena aku bisa berjalan sendiri,”


__ADS_2