Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Kekesalan Xeon


__ADS_3

“Xeon, kenapa Xeon ada di sini sendirian? Apa Xeon sedang sedih?”


Scarlesia ikut menghenyakkan badannya di samping Xeon, wajah polosnya tersenyum ke arah Xeon sambil bertanya kepadanya. Xeon tersentak ketika suara Scarlesia memecah keheningan dan lamunannya, melihat Scarlesia langsung saja wajahnya berubah masam. Xeon beringsut agar menjauh dari Scarlesia, dia tidak ingin berdekatan dengan gadis kecil itu sedikit pun. Namun, Scarlesia juga turut beringsut begitu Xeon beringsut menjauh darinya.


Semakin Xeon bergerak menjauh, semakin Scarlesia mendekatinya sehingga Xeon berdecak kesal karena ulah gadis kecil di sampingnya.


“Ck, kenapa kau mendekatiku? Sana jauh-jauh dari aku,” ketus Xeon.


“Aku mau menemani Xeon di sini, apa kamu tidak kesepian sendirian?”


Lagi-lagi Scarlesia melontarkan pertanyaan yang membuat Xeon sebal, wajah polos dan tidak berdosanya membuat Xeon sedikit membencinya.


“Apa urusanmu? Jangan sok peduli denganku. Anak kecil sepertimu tidak akan mengerti apa yang dirasakan oleh orang dewasa. Mending kau pergi dari sini dan jangan pernah berbicara denganku lagi,” usir Xeon menatap sinis Scarlesia.


Scarlesia spontan berdiri, lengan bajunya ia singsing ke atas. Kedua pupil mata emasnya menatap Xeon berapi-api emosi. Mendadak saja tangan kecil Scarlesia melayang dan memukul kepala Xeon sebanyak dua kali.


“Aww kenapa kau malah memukulku? Dasar bocah!” marah Xeon.


“Seharusnya aku yang marah pada Xeon, tidak boleh berbicara kasar pada perempuan. Semarah-marahnya Xeon padaku harusnya kamu bisa lebih lembut, kenapa Xeon selalu menatap tidak suka padaku? Padahal aku tidak salah apa-apa,” oceh Scarlesia.


“Apa yang kau ketahui? Padahal kau hanya bocah kecil yang berusia 5 tahun. Beraninya kau memukulku! Aku sangat membencimu!”


Kata-kata benci tanpa sengaja terlontarkan kepada Scarlesia, bukannya sedih Scarlesiah malah memukulnya lagi dan lagi. Ekspresi kesal Scarlesia tidak tertahankan, dia tidak menyukai Xeon yang selalu membentaknya sejak tadi. Saat ini Scarlesia berdiri di hadapan Xeon sambil berkacak pinggang, sedangkan Xeon sibuk mengelus kepalanya yang sakit akibat pukulan Scarlesia.


“Kau! Lancang sekali kau bersikap kurang ajar padaku. Kau tidak tahu siapa aku? Aku lebih dulu tinggal di sini daripada kau! Jangan membuatku jengkel ya.”


“Biarlah!, aku tidak peduli. Wleee,” ledek Scarlesia menjulurkan lidahnya.


Tidak ada yang lebih mengesalkan dari Scarlesia bagi Xeon, giginya bergemelatuk serasa ingin memukul gadis kecil di hadapannya saat ini.


“Dasar! Aku tidak menyukai anak kecil seperti kau,” ungkap Xeon sembari mengerutkan keningnya.


“Kenapa Xeon tidak menyukaiku? Padahal aku tidak punya salah dengan Xeon. Atau jangan-jangan Xeon cemburu karena aku lebih dekat dengan dewa pencipta?” tebak Scarlesia.


“Bukan! Aku tidak pernah cemburu pada anak kecil sepertimu. Untuk apa aku cemburu? Tidak ada untungnya aku cemburu denganmu. Kau hanya anak kecil yang bisanya menangis kalau tidak diberi susu,” ejek Xeon.


“Iiihh Xeon nakal ya.” Scarlesia menjewer telinga Xeon, karena merasa sakit akhirnya Xeon menampik pelan tangan Scarlesia.

__ADS_1


“Jangan sentuh aku! Kau anak kecil atau bukan? Kenapa pukulan dan jeweranmu kuat sekali?” Xeon merungut jengkel, ia mengusap telinganya yang perih akibat jeweran Scarlesia.


Kemudian tiba-tiba saja Scarlesia meletakkan tangannya di atas kepala Xeon lalu dia mengelus puncak kepala Xeon secara lembut dan pelan. Raut wajahnya berubah seketika, Xeon terdiam selama beberapa detik sebab perlakuan Scarlesia mendadak berubah.


“Apa Xeon sedang sedih? Kata Yang Mulia merasa sedih itu wajar, yang tidak wajar adalah terlalu lama berlarut di dalamnya.”


Scarlesia berkata seperti itu seraya memasang wajah sendu, Xeon paling tidak suka apabila dinasehati apalagi oleh anak kecil seperti Scarlesia ini.


“Apa-apaan kau? Tidak usah sok menceramahiku,” ketus Xeon menyingkirkan tangan Scarlesia dari kepalanya.


“Kenapa Xeon suka sekali marah-marah? Tidak baik terlalu sering marah, nanti Xeon jadi cepat tua kata Tavisha.”


“AKU TIDAK AKAN TUA! AKU ADALAH DEWA! HIDUPKU ABADI. JADI BERHENTI MERASA KASIHAN PADAKU!” bentak Xeon meninggikan suaranya kepada Scarlesia.


“Tapi wajah Xeon sudah ada keriputnya,” tunjuk Scarlesia ke arah wajah Xeon.


“Huh? Serius? Di sebelah mana?”


Xeon panik sesaat Scarlesia memberitahu perihal keriput di wajahnya, dia bergegas merogoh sebuah cermin di saku celananya.


Ekspresi Xeon segera berubah, bisa-bisanya dia dipermainkan oleh seorang anak kecil berumur 5 tahun. Rasa kesalnya semakin bertambah, dia serius membenci Scarlesia karena menurutnya Scarlesia terlalu mau ikut campur di dalam perasaannya.


Xeon beranjak dari posisinya, dia berbalik hendak pergi ke ruangannya dan meninggalkan Scarlesia sendirian di sini.


“Xeon, tunggu!” cegat Scarlesia menarik jemarinya.


“Ada apa lagi?” tanya Xeon sinis.


“Tolong antarkan aku ke tempat Agatha dan Tavisha, aku tidak tahu arah jalan ke istana utama,” pinta Scarlesia dengan mimik memelas.


“Jangan sentuh aku! Pergi saja sendiri dan jangan meminta tolong padaku dengan wajah memelasmu itu!”


Xeon secara tidak sengaja menampik tangan Scarlesia terlalu kuat sehingga menyebabkan Scarlesia terjatuh dan berguling-guling ke bawah lalu masuk ke dalam danau.


“T-tolong Xeon….”


Scarlesia tidak bisa berenang, dia mencoba meminta tolong pada Xeon, namun Xeon mengabaikannya. Perlahan tubuhnya semakin terbenam dan tenggelam ke dasar danau, dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya lagi. Akibatnya, dia tidak sadarkan diri di dalam kesulitannya saat ini. Xeon menyadari kalau badan Scarlesia tidak lagi tampak di permukaan, dia memutar badannya untuk memastikan keberadaan Scarlesia.

__ADS_1


“Sialan! Apa dia tidak bisa berenang? Menyusahkanku saja!”


Kemudian Xeon mengeluarkan benang merah dari jemarinya, benang-benang merahnya mencapai tubuh Scarlesia lalu menariknya keluar ke atas. Xeon menggendong Scarlesia yang tidak lagi sadarkan diri, ia langsung bergegas menuju istana utama tempat para dewa dan dewi berada.


Setibanya di istana utama, Agatha dan Tavisha panik saat melihat Xeon membopong Scarlesia yang basah kuyup akibat tenggelam di danau. Mereka segera menyuruh Xeon untuk masuk membawa Scarlesia ke kamarnya supaya Agatha bisa memeriksa keadaannya.


“Kenapa bisa sampai seperti ini? Apa ini gara-gara kau?” selidik Tavisha.


“Haha ya begitulah, aku tidak sengaja mendorongnya ke danau. Aku pikir dia bisa berenang tapi ternyata dia tidak bisa berenang sama sekali,” jelas Xeon dengan wajah tak berdosa.


“Dasar kau! Dari mana kau mendapatkan pikiran kalau anak umur 5 tahun bisa berenang? Untung saja dia tidak apa-apa. Kalau terjadi apa-apa dengannya, siap-siap saja menerima omelan Yang Mulia,” oceh Tavisha.


“Iya iya aku salah,” balas Xeon.


“Sekarang kau pergi saja, besok kau harus balik lagi dan minta maaf pada Sia,” suruh Tavisha.


Xeon pun keluar dari kamar Scarlesia begitu disuruh oleh Tavisha, berulang kali Tavisha menghela napas karena kelakuan Xeon.


Keesokannya, sesuai perintah Tavisha, Xeon balik lagi untuk mengecek keadaan serta meminta maaf kepada Scarlesia. Xeon melihat Scarlesia tengah sibuk membaca buku dongeng di atas tempat tidurnya.


“Hei, apa kau sudah baik-baik saja sekarang?” tanya Xeon berwajah datar.


Scarlesia mendongakkan kepalanya ke sumber suara Xeon berasal, dia tidak pernah menyangka bahwa Xeon benar-benar mengunjunginya.


“Xeon! Kenapa kemari? Bukannya kamu tidak menyukaiku?” tanya Scarlesia balik.


“Aku juga terpaksa kemari, aku ingin meminta maaf karena sudah membuatmu tenggelam kemarin,” tutur Xeon mengalihkan pandangannya dari Scarlesia.


“Benarkah Xeon meminta maaf padaku?”


“Ya, tentu saja.”


“Kalau begitu aku mau Xeon melakukan sesuatu untukku.”


“Melakukan apa?”


“Xeon harus merawatku sampai aku sembuh,”

__ADS_1


__ADS_2