Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Extra Chapter 6


__ADS_3

“Clodio, jujur pada Ibu. Kau bisa berbicara dengan hewan?” selidik Scarlesia.


“Sejujurnya aku bisa berbicara dengan hewan, hanya saja aku belum memberitahu Ibu dan Ayah soal ini,” ungkap Clodio dengan wajah bersalah.


Scarlesia menghela napasnya, ia melempar lirikan tajamnya kepada setiap putranya yang berada di meja makan.


“Kalian semua, apa ada yang kalian sembunyikan dari Ibu? Jawab dengan jujur,” tegas Scarlesia.


Kemudian satu persatu putranya menjawab bahwa mereka memiliki kemampuan lain selain kekuatan turunan dari sang Ayah di tubuh mereka. Pertama Luca, dia memiliki kekuatan dewi penyembuhan, Noah memiliki kekuatan dewa perang, Clodio memiliki kekuatan dewa hewan, Michael mempunyai kekuatan dewa langit, Hugo mendapat kekuatan dewa waktu, serta Enzo juga memiliki kekuatan dewa laut. Satu persatu kekuatan dewa dewi ada di diri mereka masing-masing, tentu saja Scarlesia bersama suaminya baru mengetahui hal ini.


Anak-anak mengetahui kalau Ibu mereka merupakan wanita yang sangat kuat dan dihormati oleh seluruh kekaisaran karena mampu memenangkan perang akhir. Namun, mereka baru mengetahui rupanya kekuatan sang Ibu berasal dari para dewa dan dewi, hal ini membuat mereka tambah mengagumi Ibunya. Selain memiliki paras yang cantik, ia juga memiliki kekuatan yang tidak terkalahkan di tubuhnya.


Setelah itu, Scarlesia segera memerintahkan Shou untuk menghubungi dewa pencipta demi meminta kejelasan perihal kekuatan anak-anaknya. Sebelumnya, tidak ada penjelasan dari dewa pencipta tentang hal ini. Dari sinilah Eberly memberi penjelasan bahwasanya dia memang memberikan kekuatan dewa dewi di jiwa anak-anaknya, sebab Eberly merasa hal itu perlu dilakukan karena Scarlesia belum tentu akan menetap selamanya di dunia ini. Scarlesia mengerti akan hal itu, kini dia memutuskan untuk mengajari anak-anaknya untuk mengontrol kekuatan itu.


“YANG MULIA, GAWAT! YANG MULIA PUTRI LUCIANA….”


Seorang pelayan berlarian ke rumah kaca dan melaporkan bahwa terjadi sesuatu yang buruk kepada putri kecilnya. Mereka langsung bergegas menuju ke tempat Luciana, di sana banyak para pelayan yang berkerumunan.


“Ada apa dengan Luciana?” tanya Xeon.


“I-itu Yang Mulia….”


Luciana terbang dengan sayap kecil di belakang punggungnya, dia juga tanpa sengaja mengeluarkan kekuatan benang merah seperti Xeon. Kekuatan benang merah tersebut belum bisa ia kontrol sehingga benang merah tersebut mencelakai para pelayan. Kepanikan hebat melanda mereka, Xeon segera menahan kekuatan Luciana dan menurunkannya ke bawah.


“Astaga Luciana, kau membuat Ibu khawatir saja,” cemas Scarlesia mengambil Luciana dari gendongan Xeon.


“Apa kalian baik-baik saja?” tanya Xeon kepada para pelayan.


“Sepertinya ada yang terluka di antara mereka. Luca, coba sekarang kau gunakan kekuatan penyembuhanmu. Biar Ibu lihat bagaimana cara kau menggunakan kekuatan itu,” titah Scarlesia.


“Baiklah Bu.”


Luca melaksanakan perintah dari Scarlesia, ia mengeluarkan kekuatan penyembuhannya untuk mengobati luka para pelayan. Scarlesia mengamati cara kerja Luca, menurutnya Luca sudah lumayan mahir menggunakan kekuatan penyembuhannya.


“Bagus Luca, kau cukup pandai melakukannya. Lain kali Ibu akan mengajarkan kalian caranya mengontrol kekuatan itu, tapi jangan menggunakan kekuatan tersebut untuk menyakiti orang lain. Mengerti sampai di sini?”


“Kami mengerti, Bu,” sahut anak-anaknya serentak.


50 tahun berlalu semenjak kejadian itu, kini anak-anak Scarlesia semuanya sudah menikah dan masing-masing sudah menikah. Kekaisaran Evariste saat ini menjadi kekaisaran yang paling makmur dan maju di bidang teknologi. Rumah sakit Evariste menjadi rumah sakit yang paling terkenal, akademinya juga begitu. Di akademi tersedia banyak kelas untuk masing-masing bakat, seperti kelas berpedang, memanah, memasak, merias, sihir, bahkan ada kelas untuk mereka yang ingin menjadi dokter.


Satu persatu orang terdekat Scarlesia telah kembali kepada keabadian, Liz meninggal jauh sebelum ini, Victor meninggal tujuh tahun yang lalu, Lucas meninggal empat tahun yang lalu, dan terakhir Carlen baru meninggal tiga tahun lalu. Sedangkan Hana, dia menikah bersama salah seorang bangsawan Evariste dan sekarang dia sudah memiliki tiga orang cucu. Scarlesia juga mendapat kabar bahwasanya Archie, adiknya diangkat menjadi asisten dewa pencipta. Seluruh keluarganya yang dulunya mati menolak untuk bereinkarnasi, mereka hanya ingin tinggal di surga bersama.


Meski sudah 50 tahun berlalu, Scarlesia masih tetap awet muda, dia tidak merasakan tua sedikit pun. Begitu pula dengan para suaminya, mereka hidup abadi bersama di semesta ini, anak-anaknya juga mendapat keabadian tersebut.


“Yang Mulia, anda tidak menua sama sekali,” ucap Jimmy seraya membungkukkan badannya.


Scarlesia masih ingat betapa imutnya Jimmy saat dia kecil dulu, berlarian kesana kemari memanggilnya dengan sebutan kakak. Kini Jimmy tidak lagi muda, ia sudah menikah dan dikaruniai tiga orang anak.


“Ya, beginilah jika hidup abadi. Tidak akan pernah merasakan penuaan di tubuhnya,” jawab Scarlesia.


Jimmy sudah lama tidak tinggal di istana, dia singgah ke istana karena mendengar Scarlesia bersama para suaminya akan meninggalkan dunia ini dan pergi ke pusat semesta. Mereka berbincang beberapa saat sebelum akhirnya Jimmy berpamitan pergi kepada Scarlesia.


“Ibu, apa Ibu akan pergi ke Roosevelt sekarang?” tanya Luciana, gadis kecil itu sudah menjabat menjadi kaisar, menggantikan dirinya. Luciana sudah menikah bersama seorang pangeran dari Kekaisaran Thyme. Luciana menolak untuk mendirikan harem dan sekarang dia dikaruniai sepasang anak kembar yang sudah besar.

__ADS_1


“Iya, Ibu mau melihat paman kalian. Dia meminta untuk diantarkan pergi,” jawab Scarlesia.


“Apakah Ibu mau aku antarkan?” tawar Michael.


“Tidak usah, tolong katakan kepada Ayah kalian kalau Ibu pergi ke Roosevelt sebentar. Tadi Ibu mau meminta izin tapi ternyata mereka sedang sibuk,” pinta Scarlesia.


“Baik Bu.”


Setelah itu, Scarlesia langsung berangkat ke Roosevelt sendirian, dia pergi ke kediaman Duke Eginhardt. Semenjak Aldert menikah dengan Clara, mereka mempunyai dua orang anak laki-laki, dan kini anak-anak mereka sudah menikah semua. Aldert bukan lagi seorang duke, posisinya sudah digantikan oleh sang anak dikarenakan usia Aldert tidak lagi muda.


Setibanya di kediaman Duke Eginhardt, Scarlesia segera pergi menemui Aldert, sudah banyak yang berubah dari mansion Duke Eginhardt. Akan tetapi, paviliun tempatnya dulu menetap masih berdiri kokoh sebab Aldert merawatnya hingga sekarang.


“Kak, aku sudah di sini.” Scarlesia menyentuh punggung tangan Aldert yang sudah dipenuhi oleh keriput, Aldert tidak lagi segar dan sehat seperti dulu. Saat ini dia hanya berbaring di ranjang karena tubuhnya sudah sangat renta. Scarlesia teringat tiga tahun lalu dia juga mengantar kepergian Carlen, dia tidak bisa mencegah kematian akibat termakan usia.


“Sia, kau sudah datang rupanya.” Suara Aldert lemah, penglihatannya pun kabur.


“Iya kak, aku ada di samping kakak.” Scarlesia menggenggam erat tangan Aldert, hanya dingin yang ia rasakan di permukaan kulitnya.


“Kau masih saja cantik seperti dulu, tidak ada yang berubah sama sekali. Aku mengingat perjuangan kita dulu di saat Kak Carlen dan Ayah masih ada di sini, betapa ramainya mansion ketika kau berubah drastis. Rasanya baru kemarin aku melihatmu tumbuh,” lirih Aldert.


“Ya, aku juga merasa kalau itu baru terjadi kemarin. Aku bersyukur masih ada kakak dan Ayah yang menemaniku berjuang mati-matian demi alam semesta. Aku bahagia menjadi adik kakak, aku bangga memiliki keluarga seperti kalian, terima kasih karena berkat kalian aku bisa merasakan apa itu keluarga yang sebenarnya. Terima kasih, aku sungguh berterima kasih.” Tanpa terasa air mata Scarlesia mengalir berjatuhan mengenai tangan Aldert.


“Kami yang seharusnya berterima kasih kepadamu, kau adalah adikku yang paling berharga. Kau hadir memberikan cahaya untuk kami, terima kasih Sia berkatmu dunia bisa seperti sekarang. Tugasku di dunia sudah selesai, saatnya aku pergi menemui keluarga kita di surga.”


“Iya kak, sampaikan salamku kepada Ayah, Ibu, dan Kak Carlen. Katakan kepada mereka aku rindu, aku sangat merindukan mereka. Sampaikan juga permintaan maafku karena tidak bisa berkumpul bersama mereka di surga.”


“Ya, aku akan mengatakannya nanti.”


“Rasanya menyesakkan sekali melihat semua orang menua, sedangkan aku masih sama seperti dulu,” batin Scarlesia.


Saat ini dia sedang berjalan sendirian di jalanan kota Roosevelt, dia mengenang sejenak tempat yang menimbun banyak cerita serta kenangan pahit dan manis.


Brukkk


Scarlesia secara tidak sengaja menabrak seorang gadis muda hingga membuatnya terjatuh, gadis itu tampaknya berasal dari keluarga bangsawan terpandang. Scarlesia langsung membantu gadis tersebut untuk berdiri dan membereskan barang-barangnya yang ikut terjatuh.


“Maaf, aku tidak sengaja,” kata Scarlesia.


Gadis itu hanya diam menatap dalam Scarlesia, bulir-bulir air matanya berderai begitu saja seakan ada kerinduan yang disimpan olehnya untuk Scarlesia.


“Kau tidak apa-apa? Kenapa kau menangis? Apa ada yang sakit?” tanya Scarlesia mencoba menyadarkan gadis itu dari lamunannya.


“Yang Mulia…” lirihnya.


“Ya?”


“Yang Mulia!” Gadis itu menghambur ke pelukan Scarlesia, hal ini cukup terasa aneh bagi Scarlesia sendiri, pasalnya dia tidak mengenali gadis itu sama sekali.


“Kenapa?”


“Yang Mulia, ini saya! Ini saya Erin,” ucapnya membuat Scarlesia tersentak.


“Erin? Kau bereinkarnasi?”

__ADS_1


“Iya Yang Mulia, saya bereinkarnasi menjadi seorang anak dari bangsawan. Saya sangat senang berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Saya sungguh merindukan anda, maafkan saya baru mengingat anda sekarang,Yang Mulia.”


Scarlesia mengusap punggung Erin, dia turut senang Erin telah bereinkarnasi ke dalam keluarga yang lebih baik. Erin menceritakan kepada Scarlesia tentang bagaimana kehidupannya saat ini, bahkan dia sudah memiliki seorang tunangan. Erin sempat hendak kembali menjadi pelayan pribadi Scarlesia, tapi ia menolak sebab sebentar lagi Scarlesia akan pergi ke pusat semesta. Erin mengerti, dia akhirnya mengurungkan niat untuk melayani Scarlesia kembali.


Beberapa hari kemudian, Scarlesia bersama suami-suaminya bersiap untuk segera berangkat ke pusat semesta. Tugas Scarlesia di dunia ini telah selesai, dia akan hidup di pusat semesta mulai saat ini.


“Sia, aku akan menyusulmu nanti,” ujar Kitty.


“Baiklah.”


“Yang Mulia, apakah saya juga boleh pergi ke pusat semesta nanti?” tanya Cici diangguki Bely, Lulu, dan Loki.


Cici, Lulu, dan Loki dihadiahi oleh dewa hewan semacam berkat, mereka juga hidup abadi bersama dirinya. Sedangkan Bely sedari dulu memang sudah mendapatkan berkat untuk hidup abadi.


“Boleh, kalian tinggal di sana bersamaku juga boleh,” jawab Scarlesia.


“Ibu, kami bagaimana? Apa kami boleh ke sana juga?” tanya Enzo.


“Kenapa kalian juga ikut? Ibu kalian akan bersama kami. Kalian tinggal saja di sini,” gurau Zenon.


“Ayah, tidak boleh begitu. Ibu juga milik kami,” ucap Hugo tak mau kalah.


“Ibu milik bersama, bukan hanya milik kalian para Ayah saja,” celetuk Clodio.


“Benar, Ibu melahirkan kami juga. Seharusnya Ibu mengizinkan kami ke sana,” sambung Noah.


Scarlesia terkekeh melihat interaksi lucu antara Ayah dan anak tersebut, dia mengerti bahwa anak dan suaminya begitu menyayanginya.


“Ibu, sering-seringlah kemari,” pesan Luca.


“Ya, itu pasti. Jika tugas kalian di dunia ini sudah selesai, maka datanglah ke pusat semesta, pintu selalu terbuka untuk menyambut kedatangan kalian.”


Selesai berbicara beberapa menit, Scarlesia pamit kepada semua anak dan juga cucunya, ia mengepakkan sayap emasnya ke angkasa lalu terbang bersama para suaminya. Senyum Scarlesia mengembang, tidak tahu seberapa besar rasa terima kasih yang harus ia curahkan kepada orang-orang yang membuatnya bahagia selama ini.


“Terima kasih untuk kalian, terima kasih karena sudah mencintaiku selama ini,” ungkap Scarlesia kepada para suaminya.


“Mencintaimu adalah suatu kewajiban dan keharusan bagi kami, terima kasih juga karena sudah bersedia dicintai oleh pria seperti kami.”


5000 tahun kemudian…


Telah banyak perubahan yang terjadi pada dunia ini, salah satunya adalah kekaisaran Evariste. Akibat dobrakan teknologi mereka, akhirnya seluruh dunia kini telah maju dan memiliki banyak teknologi canggih. Di balik suksesnya mereka, ada satu nama yang paling berjasa yakni Scarlesia Evariste, kaisar ke 59 Kekaisaran Evariste.


“Ibu, siapa mereka?” tanya seorang anak kecil menunjuk ke arah potret Scarlesia bersama para suaminya.


“Mereka adalah penyelamat alam semesta. Wanita cantik yang di tengah itu merupakan ratu alam semesta, pemimpin para makhluk hidup,” jawab si Ibu.


“Apa dia punya sayap emas?” tanya anak itu kembali.


“Katanya sih begitu, dari mana kau tahu kalau dia punya sayap emas?”


Anak kecil tersebut melihat ke arah jendela, di sana dia melihat Scarlesia terbang bersama para suami tercintanya sembari melambaikan tangannya kepada anak kecil itu.


“Karena aku melihatnya, sayap emas dan rambut emas yang sangat cantik.”

__ADS_1


__ADS_2