Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Keluar dari Istana Kegelapan


__ADS_3

“BAGUS! HAHAHA! INGAT PENDERITAAN YANG SELAMA INI KAU DAPATKAN! TERUSLAH BERTERIAK! DENGAN BEGINI AKU LEBIH MUDAH UNTUK MEMBUNUHMU!”


Leroux tertawa jahat, dia merasa puas melihat Fyrensia terus berteriak. Kegelapan yang terselubung dari relung hati Fyrensia seakan meledak keluar, penderitaan di kehidupan lalunya perlahan menggerogoti seluruh jiwanya. Teriakannya terdengar teramat menyakitkan dan tidak berkesudahan, tak ada suara yang sanggup menggapai Fyrensia saat ini.


“Jiwamu yang sedang tidak stabil akan lebih mudah untukku melenyapkannya. Jika jiwamu lenyap maka para dewa dan dewi sialan itu tidak akan bisa melawanku lebih jauh lagi, akan aku hancurkan kau berkeping-keping sekarang juga,”


Kekuatan kegelapan milik Leroux menyebar ke seisi istana, tidak ada celah untuk cahaya yang terang. Leroux lalu memulai untuk mewujudkan keinginannya melenyapkan jiwa Fyrensia yang kini sedang berada di ambang kehancuran.


“Oke mari kita mulai,”


Pada saat Leroux ingin menyentuh leher Fyrensia, istana kegelapan berguncang hebat sehingga membuat mereka semua terombang ambing di dalam guncangan tersebut. Dua tangan yang hangat menyentuh telinga Fyrensia, suara-suara yang membuat Fyrensia kesakitan menghilang sesaat.


“Kamu tidak perlu mendengar suara itu lagi,”


Aliran waktu terhenti di dalam guncangannya, Leroux tampak menyadari kehadiran dari eksistensi yang tidak asing baginya namun saat ini dia tidak bisa berbuat karena gerak tubuhnya dikunci selama beberapa detik di dalam aliran waktu tersebut.


Kini Fyrensia mulai tenang, kegelapan yang merundungi istana perlahan sirna dan sekarang yang tersisa hanyalah cahaya yang berada di sekitar Fyrensia. Di rasanya agak tenang, Fyrensia menegakkan kepalanya untuk siapa yang tengah berada di depannya kini.


“Kenapa anda sangat terlambat?”


Fyrensia menangis ketika melihat di hadapannya ada pria tampan yang dulu pernah membantunya saat tenggelam lalu yang memberikannya penjelasan mengenai kekuatannya saat berada di alam mimpi. Pria yang tidak diketahui siapa dirinya serta siapa namanya itu, lagi-lagi datang membantu Fyrensia yang berada di ambang kematian.


“Maafkan aku karena terlambat tapi sekarang kamu akan baik-baik saja Sia. Jangan biarkan kegelapan itu merusak bahagia yang sedang kau nikmati di dunia ini, kamu bukan anak yang tidak berguna, kamu tidak pernah dibuang, dan kehadiranmu sangat penting bagi banyak orang. Jadi jangan percaya kepada bisikan yang mencoba menjerumuskanmu terlalu dalam. Kamu berhak bahagia, berhak untuk marah, tidak ada yang melarangmu untuk itu,” ujarnya memberikan ketenangan di hati Fyrensia.


“Apakah ingatanku bersama dengan pria-pria yang ada di sampingku adalah sebuah kenyataan?”


“Ya, mereka adalah pria yang ditakdirkan untukmu. Selama kau bereinkarnasi dan terus bereinkarnasi hanya mereka yang mencintaimu dalam ketulusan. Kamu bahagia bersama mereka bukan?”


Fyrensia menganggukkan kepalanya.


“Aku sangat bahagia bahkan di kehidupan ini aku mempunyai orangtua dan saudara yang menyayangiku. Apa itu buktinya dewa dan dewi memang menyayangiku? Apa mereka tidak membuangku? Apa mereka akan mengirimku ke akhirat karena jiwa Scarlesia yang asli telah kembali? Apa aku tidak bisa menikmati dunia ini sekali lagi? Aku mohon sekali lagi saja,” ucap Fyrensia memohon di sela air matanya.

__ADS_1


“Dewa dan dewi menyayangimu, mereka tidak pernah membuangmu. Hanya saja ada beberapa hal yang tidak bisa mereka ubah, tapi bukan berarti hidupmu sampai di sini saja. Kamu akan menemukan jawabannya setelah kau keluar dari sini, aku akan membantumu untuk keluar dan aku harap kau jangan terjebak lagi di lubang yang sama. Aku tidak bisa menahan dewa kegelapan lama-lama, nah sekarang pergilah! Pergilah dan kembali mengamuk seperti biasanya anakku,”


Pria itu melambaikan tangannya pada jiwa Fyrensia yang sudah lepas terbang menuju luar istana kegelapan ini. Fyrensia hanya membalasnya dengan senyuman dan derai air matanya yang tidak kunjung berhenti. Ketika ia membuka matanya kembali, dia sudah berada di hutan tempat sebelumnya dia gunakan untuk istirahat.


“Sia, akhirnya aku menemukanmu. Aku sudah mencarimu kemana-mana ternyata kau ada di sini,”


Kitty sudah berada tepat di depan pandangannya kini, Kitty yang beberapa hari ini mencari keberadaannya akhirnya menemukan Fyrensia.


“Kitty, apa kau tahu siapa aku? Aku bukan Scarlesia, aku….”


“Aku tahu tapi kau juga perlu tahu hanya satu Sia yang aku layani di dunia ini yaitu kamu. Aku tidak mengenal Sia selain dirimu, seperti apapun penampilanmu aku tetap mengenalimu,” ucap Kitty.


Fyrensia tak kuasa menahan air matanya, ia lekas memeluk Kitty dengan erat.


“Terima kasih Kitty, terima kasih,”


Suara derap kaki beberapa orang mendekat ke arah mereka berdua, Fyrensia masih belum menyadari suara tersebut.


“Sia, apa itu kau?”


“Kalian…”


Ternyata Xeon bersama pria lainnya berhasil menemukan dirinya, mereka semua kecuali Xeon tercengang melihat wujud Fyrensia.


“Rambut pirang dan mata biru, ini adalah wujud Sia yang aku temui pertama kalinya,” batin mereka serentak.


“Sia, apa kami membuatmu menunggu terlalu lama?” tanya Andreas mendekati Fyrensia.


“Apa kalian tahu siapa aku? Aku bukan Scarlesia,”


“Kami tahu. Tapi kau adalah Sia kan?” balas Louis.

__ADS_1


“Hikss… Aku… Aku adalah Sia,” tangis Fyrensia kembali terpecah.


“Sekarang ayo kita pulang. Kami menjemputmu agar kau bisa kembali lagi,” Andreas mengulurkan tangannya pada Fyrensia, dia langsung menerima uluran tangan Andreas.


“Baiklah,”


Mereka pulang bersama membawa Fyrensia kembali ke kediaman, Xeon juga sudah menghubungi Eldrick dan mengatakan bahwa Fyrensia sudah ditemukan. Sesampainya di kediaman, Eldrick, Carlen, dan Aldert sudah menunggu kedatangannya.


“Mana Sia?” tanya Eldrick.


Fyrensia yang bersembunyi di belakang Xeon, keluar menampakkan dirinya. Eldrick langsung mendekap tubuhnya tanpa mengatakan dan bertanya apapun padanya terlebuh dahulu.


“Dasar putriku, kenapa kau malah menghilang begitu saja tanpa mengatakan apapun pada Ayahmu ini? Apa kau tidak tahu betapa khawatirnya aku?”


“Ayah.. Aku boleh memanggilmu Ayah? Tapi aku bukan…”


“Kamu adalah anakku. Mau seperti apapun wujudmu kau tetap anakku, jadi kau boleh memanggilku ‘Ayah’,” ujar Eldrick.


“Hmm iya Ayah,”


Kemudian mereka segera membawa Fyrensia ke Paviliun Kirin, di sana Erin dan Hana tengah menunggu kehadirannya.


“Mana Nona? Aku tidak bisa melihatnya,” ucap Erin melihat kiri dan ke kanan tapi dia tidak bisa menemukan keberadaan Fyrensia. Begitu pula dengan Hana yang juga tidak bisa menemukan Fyrensia dimana pun.


“Kalian tidak bisa melihatnya karena kalian hanya manusia biasa,” jawab Xeon.


“Jadi, yang bisa melihatku hanya manusia yang memiliki kekuatan saja?” tanya Fyrensia ke Xeon.


“Iya, manusia seperti Erin dan Hana tidak bisa melihat jiwamu yang kini ada di hadapan mereka,”


Lalu mereka masuk ke kamar Fyrensia, di atas tempat tidur ada Scarlesia yang sudah diikat menggunakan sihir.

__ADS_1


“LEPASKAN AKU SEKARANG JUGA! AKU ADALAH SCARLESIA YANG ASLI! BERANINYA KALIAN MEMPERLAKUKAN AKU SEPERTI INI,” teriaknya meronta dilepaskan.


“Kenapa dia diikat? Bukannya dia adalah Scarlesia yang asli?”


__ADS_2