Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Dimulainya Duel


__ADS_3

“SIAPA YANG BERANI BERBUAT CURANG??”


Edward masuk ke dalam ruangan bersama dua orang ksatria pribadinya. Kedatangan Edward membuat Abigail yang awalnya ingin marah pada Scarlesia terpaksa menghentikan amukannya. Abigail langsung tertunduk diam, ia tampak tersurut karena Edward mulai menatap curiga padanya. Beda halnya dengan Scarlesia, dia sudah tahu bahwa Edward akan datang kemari untuk mengawasi jalannya ujian.


“Katakan, siapa yang berbuat curang?” tanya Edward sekali lagi.


“Izin menjawab Yang Mulia, di kolong meja Yang Mulia Abigail ditemukan selembar kertas contekan. Silahkan anda lihat sendiri,”


Marry menyodorkan selembar kertas tersebut pada Edward, mimik wajah Edward berubah geram.


“Abigail, berani-beraninya kau melakukan tindakan curang seperti ini. Sikapmu yang tidak jujur mengurangi kualifikasimu sebagai seorang kaisar. Aku kecewa padamu, sekarang kau akan didiskualifikasi dari ujian tulis ini,” ucap Edward berbalik pergi meninggalkan ruangan.


Scarlesia menyunggingkan senyumnya, dia menang telak tanpa harus melaksanakan ujiannya secara langsung.


“INI SEMUA GARA-GARA KAU! AKU JADI GAGAL PADA UJIAN PERTAMA! SIALAN! HARUSNYA KAU AKU BUNUH SAJA SEDARI AWAL!”


Abigail menghentakkan kakinya dan berlalu begitu saja dari hadapan Scarlesia, dia tidak berhenti menggerutu dan mengutuk Scarlesia. Setelah melakukan kesalahan fatal, dia masih berani menyalahkan Scarlesia lalu menuduh dirinya sebagai penyebab dari kegagalannya.


“Yang Mulia, seharusnya anda memberikan dia sebuah tamparan biar mulutnya bisa berhenti menyalahkan anda,” ujar Marry turut kesal.


“Tidak masalah karena saya sedang menyiapkan kejutan spesial untuknya ketika ujian ini berakhir. Bisakah saya meminta tolong kepada anda?”


“Apa itu Yang Mulia? Silahkan katakan saja kepada saya,”


“Tolong sebarkan rumor mengenai Abigail yang berbuat curang di ujian kali ini ke kalangan bangsawan dan rakyat biasa. Sudah seharusnya dia dibuat malu sebelum ujian berikutnya dilaksanakan,” pinta Scarlesia meminta tolong.


“Baik Yang Mulia, akan segera saya laksanakan,”


Hanya dalam rentang waktu beberapa jam saja, semua rumor itu sudah menyebar ke penjuru Kekaisaran Evariste. Keputusan Scarlesia sudah tepat karena menyuruh Marry untuk menyebarkan rumornya sebab Marry memiliki koneksi yang kuat dengan rakyat biasa serta para bangsawan. Marry selain dikenal dengan kecerdasannya, ia juga dikenal sebagai penyebar gosip yang handal. Marry adalah salah satu orang terpecaya Duchess Freya, dia disuruh untuk menurut untuk mendukung Scarlesia sebagai putri mahkota selanjutnya.


Kabar ini berakhir ke telinga Duchess Debora, dia menghempaskan semua barang-barang di kamarnya. Dia mengamuk begitu mendapat rumor buruk mengenai Abigail yang menggunakan cara kotor dalam ujian tulis pengetahuan kekaisaran.

__ADS_1


“AARRGHH!! KENAPA SEMUANYA MENJADI BERANTAKAN BEGINI?” teriak Duchess Debora.


“Semua mata-mata yang aku taruh di istana sudah dilenyapkan bahkan Dokter Efrem juga sudah bunuh diri. Sejak awal gadis itu memang menjadi penghalang bagiku mulai dari masalah Ratu Miranda hingga masalah sekarang, dia menghambatku dalam melancarkan rencanaku yang ingin menguasai Evariste. Aku menggunakan Pangeran Rashid dan putrinya yang bodoh itu sebagai perantara untukku mendapatkan tahta, tapi kenapa malah kacau begini jadinya? Tidak bisa! Gadis itu harus dilenyapkan sesegera mungkin!” gumamnya menggerutu.


Lalu Duchess Debora mengeluarkan sebuah pedang dengan aura mengerikan yang keluar dari pedang tersebut.


“Mungkin sudah saatnya menggunakan pedang terkutuk ini, aku akan meminjam tangan Abigail untuk membunuh wanita penghalang itu,”


Esoknya, Scarlesia bersiap-siap pergi ke arena duel karena hari ini adalah hari dilaksanakannya ujian berpedang. Dia akan berduel dengan Abigail di hadapan banyak orang, hampir seluruh bangsawan hadir di dalam arena duel untuk menyaksikan duel antara mereka berdua.


“Ingat apa yang sudah kita pelajari beberapa hari ini,” pesan Andreas.


“Baiklah, tenang saja. Aku pasti akan mengingatnya,” jawab Scarlesia.


“Huhh kau harusnya berterima kasih padaku karena aku sudah banyak berkorban beberapa hari ini untukmu,” ketus Moon, pedangnya Andreas.


“Moon, kau sepertinya banyak bicara ya akhir-akhir ini. Biasanya kau hanya diam saja tapi kenapa kau sekarang sering menyela kata-kataku?” balas Scarlesia.


“Aku sudah puas tidur beberapa belakangan ini jadi sekarang memutuskan untuk bangun dan menunda waktu tidurku,” dalih Moon.


“Tidak, aku tidak kesepian,” elak Moon tersipu malu.


Scarlesia memang senang menggoda Moon, walaupun dia selalu ketus menanggapi Scarlesia tapi dia tidak pernah mengatakan hal kasar pada Scarlesia. Moon adalah pedang yang kesepian, dia tidak punya teman bicara, oleh karena itulah ia ketus pada Scarlesia biar bisa berbicara panjang lebar dengannya.


“Ehemm Sia, kenapa akhir-akhir kau dan Xeon terlihat saling menghindari ya?” sela Elios bertanya-tanya.


Scarlesia menepuk keningnya, lagi-lagi dia teringat hari dimana dia mencium Xeon.


“Aku tidak menghindarinya kok, haha mungkin hanya perasaanmu saja,” kata Scarlesia beralasan.


“Benarkah? Ya, mungkin kau benar. Ini hanya perasaanku saja,”

__ADS_1


Scarlesia mengelus dadanya seraya bernapas lega, ia bersyukur kalau Elios tidak menanyainya lebih lanjut lagi. Di sela rasa leganya, lonceng pun berbunyi menandakan bahwa duelnya dengan Abigail akan segera dimulai.


“Sia, jangan lupa dengan latihan kita sebelumnya,” ingat Andreas sekali lagi.


“Baiklah, terima kasih Andreas karena kau sudah menjadi guru yang baik untukku seminggu ini,”


Cup!


Scarlesia mengecup bibir Andreas dan langsung bergegas masuk ke arena duel. Andreas tersenyum sembari menyentuh bibirnya yang baru saja dicium oleh Scarlesia. Dari belakang punggungnya, dia merasakan ada beberapa mata yang menatapnya tajam dan berapi-api.


“Haha sepertinya mereka akan ribut lagi,” batin Andreas.


Pedang killer moon tiba-tiba saja bergetar seketika Abigail memasuki arena, Andreas segera menahan getarannya Moon.


“Kenapa kau mendadak bergetar?” tanya Andreas.


“Sepertinya aku akan bertemu teman lama hari ini,” ucap Moon.


Ketika Scarlesia memasuki arena, semua orang bersorak menyemangatinya. Scarlesia yang mengenakan pakaian bak seorang memberikan daya tarik lebih pada dirinya.


“SEMANGAT YANG MULIA SCARLESIA!”


“KAMI MENDUKUNG ANDA YANG MULIA!”


“YANG MULIA, LIHAT KE SINI DONG. TOLONG TERSENYUMLAH KEPADA SAYA,”


“KYYAAAA YANG MULIA ANDA KEREN SEKALI,”


Di samping itu, Abigail tidak mendapatkan sorakan penyemangat dari siapa-siapa. Yang ada hanyalah suara cemoohan meminta Abigail untuk turun segera dari panggung arena duel. Rasa iri Abigail semakin lama semakin memuncak pada Scarlesia yang disukai oleh banyak orang di Evariste.


“KARENA PESERTA DUEL SUDAH MEMASUKI ARENA, MAKA DUEL RESMI AKAN DIMULAI! PERATURANNYA ADALAH JIKA PEDANG SALAH SATUNYA TERJATUH KE TANAH, MAKA DIALAH YANG KALAH. DUEL DIMULAI!!”

__ADS_1


Abigail yang tidak sabaran, ia memulai lebih dulu menyerang Scarlesia menggunakan pedangnya. Scarlesia berhasil menahan pedang Abigail, saat ini pedang mereka beradu untuk menentukan siapa yang lebih kuat di sini. Secara tidak sengaja, saat pedang mereka beradu sebuah aura hitam nan kelam keluar dari pedang Abigail. Tidak ada yang bisa melihat aura hitam itu kecuali Scarlesia dan para prianya.


“Ada yang tidak beres dari pedangnya Abigail, aura hitam pekat yang menyelimutinya seakan seperti sebuah kutukan,”


__ADS_2