Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Penjemputan Scarlesia


__ADS_3

“Nah ratu, sekarang saatnya kita pergi ke pusat semesta.”


Scarlesia menatap nanar para malaikat yang tiba-tiba mengulurkan tangannya dan mengajak Scarlesia ke tempat yang bahkan namanya saja tidak pernah dia dengar. Lalu Scarlesia mengalihkan pandangannya ke arah Xeon seolah meminta jawaban terkait situasi yang tengah terjadi saat ini.


“Sebaiknya kalian perkenalkan diri kalian lebih dulu, Sia tampaknya bingung melihat kalian,” celetuk Louis.


Falco yang berdiri paling depan langsung tersadar, dia melupakan hal terpenting sebelum pergi mengajak Scarlesia.


“Maafkan saya, kami adalah malaikat yang diutus oleh dewa pencipta untuk menjemput anda karena waktunya sudah tiba,” tutur Falco.


“Waktu apa?” Scarlesia semakin kebingungan karena tidak ada penjelasan rinci yang mereka lontarkan kepada dirinya.


“Hari kebangkitan, kekuatan sejati yang terkunci di diri anda akan dibangkitkan di pusat semesta. Jika anda ingin memenangkan perang akhir, maka anda harus membangkitkan kekuatan sejati anda. Dewa pencipta akan menjelaskan lebih lanjut lagi tentang hal ini,” terang Falco.


Scarlesia ingat bahwa dua bagian jiwanya pernah menyebutkan perihal hari kebangkitan, kini di hadapannya para malaikat justru terang-terangan mengajaknya pergi. Scarlesia melirik Xeon sekali lagi dengan sorot mata tajam, dia benar-benar ingin meminta kejelasan di balik rasa bingung yang dideranya.


Xeon pun menghembuskan napas berat, terpaksa dia mesti menjelaskan sedikit kepada Scarlesia agar ia tidak dimarahi lagi olehnya.


“Sia, kekuatanmu yang sebenarnya masih terkunci lalu ingatan masa lalumu juga belum kembali sepenuhnya. Kita butuh itu semua untuk mengalahkan dewa kegelapan, setelah kau mendapatkan kekuatan serta ingatanmu maka aku yakin kau bisa lebih mudah mengalahkan dewa kegelapan tanpa harus mengkhawatirkan mengenai jumlah pihak musuh yang lebih banyak,” ucap Xeon.


“Kekuatan dan ingatan, dua hal yang selama ini membuatku penasaran. Tapi, bagaimana aku bisa meninggalkan pekerjaanku di sini? Ditambah sekarang mereka semua masih di masa pelatihan,” gumam Scarlesia berpikir.


“Pergilah Sia, kau tidak perlu memikirkan masalah yang ada di sini,” sela Carlen menepuk pelan pundak Scarlesia.


Kemudian Scarlesia memutar tubuhnya, kedua kakaknya baru saja tiba lalu disusul oleh kedatangan Lucas dan Victor. Mereka berkumpul semua di sini, bahkan para penyihir dan ksatria tampak meyakinkan Scarlesia untuk segera pergi.


“Kita hanya punya waktu satu bulan kurang, kau tidak boleh melewatkan hal ini apabila kau mau menyelamatkan dunia ini,” kata Oliver.


“Betul Sia, serahkan segala persiapan menjelang perang kepada kami,” timpal Andreas.

__ADS_1


“Pergilah! Keselamatan semesta ini bergantung pada dirimu. Kami hanya akan membantumu dari belakang,” sambung Elios.


“Jangan lupakan siapa kami, meski kami tidak lebih kuat dari dewa kegelapan itu tapi kami masih bisa membantumu untuk membereskan semua bawahannya,” ujar Zenon.


Mereka meyakinkan Scarlesia untuk tidak mengkhawatirkan semua masalah di kekaisaran. Tatapan penuh harap diarahkan kepada Scarlesia, mereka sungguh ingin meringankan beban pikiran Scarlesia.


“Yang Mulia, anda pergilah. Kami akan baik-baik saja di sini.”


“Tidak perlu khawatirkan kami Yang Mulia.”


“Meski kami tidak tahu situasi saat ini, tapi entah mengapa kami ingin anda pergi bersama mereka.”


“Jangan lupa Yang Mulia kalau kita harus memenangkan perang ini.”


Para ksatria dan penyihir ikut bersorak dan menyeru untuk Scarlesia menerima ajakan para malaikat. Scarlesia pun menghela napasnya, ia memantapkan hatinya sejenak sebelum dia melangkah lebih jauh lagi. Segala kekhawatiran dirinya perlahan berkurang akibat semua orang mendorongnya segera pergi.


“Baiklah, aku akan pergi bersama kalian,” ujar Scarlesia menerima uluran tangan dari Falco.


“Ehh apakah aku akan pergi begini saja? Aku tidak membawa baju ganti.” Scarlesia baru sadar kalau saat ini dia tidak membawa apapun di tangannya, hanya ada pakaian yang terbalut di tubuhnya.


“Tidak perlu karena segala kebutuhan anda telah tersedia di sana, anda hanya perlu membawa badan saja ke sana,” jawab Falco.


Scarlesia menganggukkan kepalanya, lalu dia melihat pergelangan tangannya dan dia nyaris saja lupa tentang gelang dunia cermin masih terpasang. Kemudian dia mengeluarkan busur sucinya, dia melepaskan gelang tersebut dan melemparkannya kepada Andreas.


“Andreas, aku titip dunia cermin padamu. Aku tidak bisa membawa mereka bersamaku sebab mereka harus bersama kalian dan membantu persiapan perang,” kata Scarlesia.


“Baiklah, aku akan menjaga baik-baik gelangnya. Jangan khawatirkan apapun, pergilah tanpa beban pikiran apapun,” balas Andreas.


Bibir Scarlesia membentuk lengkungan senyum sembari mengacungkan jempolnya ke arah Andreas.

__ADS_1


“Oh iya, apa kau tidak ikut bersamaku Xeon? Dewa pencipta baru saja bangun, apa kau tidak mau bertemu beliau?” tanya Scarlesia.


“Aku tidak pergi bersamamu, aku akan di sini membantu persiapan perang ini. Nanti aku akan temui dewa pencipta langsung setelah perang resmi berakhir,” jawab Xeon.


“Ahh baiklah, aku serahkan semuanya kepada kalian.”


Scarlesia mengedarkan pandangannya, dia melihat ke arah Aldert yang sedari tadi tidak mengatakan apapun kepada dirinya. Aldert hanya memandang ke arah lain dan tidak menatap Scarlesia sedikit pun. Scarlesia berjalan beberapa langkah ke depan, dia tahu apa penyebab kakaknya bertingkah seperti itu.


“Kak Aldert!” panggil Scarlesia sambil merentangkan kedua tangannya.


Aldert merasa terpanggil, ia segera menghambur masuk ke pelukan sang adik. Scarlesia mengusap pelan punggung kakaknya, Aldert bertingkah seperti ini karena dia merasa sedih mesti berpisah sebentar dari adiknya.


“Jaga dirimu baik-baik di sana,” pesan Aldert, suaranya begitu dalam dan penuh kesedihan.


“Aku hanya pergi sebentar, aku akan kembali lagi nanti. Tidak perlu sedih karena aku akan baik-baik saja. Aku serahkan sisanya kepada kakak ya,” ujar Scarlesia.


“Iya, pokoknya kita harus memenangkan peperangan ini. Semoga dewa pencipta bisa memberimu jawaban atas segala pertanyaanmu selama ini. Aku akan membantu mengurus pelatihan dan persiapan perang ini. Jangan pikirkan kami di sini, pikirkan bagaimana caranya kau bisa mendapatkan kekuatan dan ingatanmu sepenuhnya. Kau mengerti kan?” tegas Aldert.


“Iya kak, aku paham.”


Mereka saling melepaskan pelukan, kini giliran Carlen mendekapnya dan mengucapkan hal yang sama juga dengan Aldert. Mereka terlalu menyayangi Scarlesia, baik dulu mau pun sekarang tidak banyak yang berubah dari mereka.


Setelah itu, Scarlesia kembali ke posisi sebelumnya. Sayap putihnya ia kembangkan, sayapnya serupa dengan sayap para malaikat yang kini bersama dirinya.


“Aku pergi dulu, jaga diri kalian baik-baik.” Scarlesia berpamitan sembari melambai-lambaikan tangannya.


Scarlesia mulai mengepakkan sayapnya bersama para malaikat tersebut, ia mengamati semua orang yang dia tinggal. Mereka berlinang air mata karena ditinggal oleh Scarlesia selama beberapa waktu, Scarlesia merasa lebih tenang karena Xeon bersama mereka, jadi selama dia tidak ada maka Xeon akan membantu mereka untuk


perang ini.

__ADS_1


“Dewa pencipta ya? Aku penasaran dengan rupa beliau seperti apa.”


__ADS_2