Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Hancurnya Dunia Bawah


__ADS_3

Kabar kepulangan Scarlesia telah tersebar luas di kalangan seluruh rakyat, termasuk kekaisaran lain pun sudah tahu kalau Scarlesia kembali dengan selamat. Karena kehilangan tersebut, kini keamanan Evariste ditingkatkan lebih ketat lagi oleh Edward. Ksatria penjaga bekerja lebih keras lagi dari sebelumnya, Scarlesia awalnya melarang Edward melakukan hal ini sebab dia kasihan pada ksatria yang mesti bekerja dua kali lipat lebih keras lagi. Akan tetapi, para ksatria tidak keberatan melakukannya, mereka senang bila diberi tugas yang bertujuan untuk melindungi Scarlesia.


Lalu semenjak insiden memalukan kemarin, Scarlesia tidak ingin bertemu pria-pria itu. Sejak malam tadi dia berusaha menghindari mereka, diajak bertemu pun Scarlesia menolaknya mentah-mentah. Rasa malu dan kesal bercampur aduk menjadi satu, tidak bisa dibayangkan seberapa besar malunya Scarlesia kemarin.


“Sepertinya mereka sedang tidak ada sekarang. Oke, aku aman,” gumam Scarlesia melihat situasi dari celah pintunya yang sedikit terbuka.


Setelah memastikan bahwa tidak ada pria-prianya di sekitar sana, Scarlesia bergegas berjalan keluar dari kamarnya karena dia ingin menemui Eldrick yang baru saja terbangun. Scarlesia masuk ke kamar Eldrick memasang mata waspada, dia sungguh tidak ingin bertemu mereka.


“Sia, apa ada yang mengejarmu?” tanya Eldrick keheranan melihat Scarlesia melangkah masuk ke kamarnya dengan langkah super hati-hati dan terlihat jelas dia sedang waspada untuk menghindari seseorang.


“Tidak Ayah, tidak ada yang mengejarku,” jawab Scarlesia beralasan.


“Ya sudah kalau begitu, kemari lah cepat!” panggil Eldrick mengisyaratkan dirinya untuk mendekat ke sang Ayah.


Tanpa berlama-lama, Scarlesia mendekat pada Eldrick. Dia duduk di kursi samping tempat tidurnya Eldrick, ia melihat Ayahnya kini sudah sembuh sepenuhnya.


“Apa kau baik-baik saja selama satu minggu menghilang? Kemana kau sebenarnya selama satu minggu itu?” tanya Eldrick.


Sebelum menjawab, Scarlesia memperhatikan tatapan mata Eldrick. Tersirat sebuah kekhawatiran besar dalam dirinya, tapi kekhawatiran itu perlahan memudar karena dirinya sudah berada tepat di samping sang Ayah.


“Aku dibawa ke dalam sebuah kastil oleh pria bernama Cyrill, tapi Ayah tenang saja aku tidak apa-apa. Ayah lihat? Aku kembali dengan selamat. Oleh sebab itu, Ayah tidak boleh lagi membahayakan diri Ayah sendiri karena mengkhawatirkan aku,” ujar Scarlesia menarik sudut bibirnya untuk tersenyum.


Eldrick meraih tangan Scarlesia, ia menggenggam kedua tangan putrinya dengan erat dan penuh perasaan hangat.


“Aku hanya khawatir kau akan hilang seperti Ibumu, aku tidak ingin hal itu terulang lagi. Sudah cukup Ibumu saja yang pergi, aku tidak mau terluka karena hal yang sama,” ucap Eldrick.


“Ayah, aku tidak akan pernah meninggalkan Ayah, aku adalah putri Ayah satu-satunya. Aku sudah berjanji akan melindungi Ayah dan kakak juga, aku tidak akan pergi dari Ayah. Walaupun sebentar lagi aku akan menjadi kaisar dan memimpin negeri ini, aku tetaplah putri kecil Ayah,”

__ADS_1


Suara lembut Scarlesia menembus masuk ke relung sanubarinya, Eldrick tertegun karena sekilas dia melihat bayangan istrinya di dalam diri Scarlesia.


“Begitu ya, putri kecilku sudah dewasa sekarang,” kata Eldrick tersenyum tipis.


“Tentu saja aku sudah dewasa, sebentar lagi aku akan menikah. Jadi, Ayah harus melihat anak-anakku yang lucu dan imut nanti, makanya Ayah jangan terlalu mengkhawatirkanku sampai menyakiti diri Ayah sendiri. Aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada Ayah, bisakah Ayah berjanji padaku?”


Scarlesia mengacungkan jari kelingkingnya pada Eldrick agar Eldrick mau berjanji pada dirinya.


“Ya, aku janji,” balas Eldrick mengaitkan jari kelingkingnya pada kelingking Scarlesia.


Selepasnya, Scarlesia pamit untuk pergi keluar pada Eldrick dan menyuruh Ayahnya untuk beristirahat lebih lama lagi tanpa memikirkan pekerjaan atau hal-hal yang merumitkan dirinya.


“Larissa, anak kita sudah semakin dewasa. Sejujurnya aku tidak ingin dia tumbuh dewasa secepat ini, aku ingin dia bermain-main lebih lama lagi. Tetapi, itu tidak bisa dia lakukan karena beban dunia seluruhnya dia tanggung di pundaknya. Larissa, tolong lindungi anak-anak kita supaya dapat meraih kebahagiaan yang mereka inginkan,” batin Eldrick.


Scarlesia tidak mampir kemana-mana dulu, sekarang dia langsung menuju ke kamarnya dan berniat untuk membaca beberapa buku yang baru dia bawa dari perpustakaan. Pada saat Scarlesia tengah membalikkan halaman bukunya, tiba-tiba Cici masuk lewat dari jendelanya yang terbuka.


“Cici, tumben sekali kau masuk tanpa memberi tanda,” ujar Scarlesia kaget melihat Cici ada di depannya kini.


Scarlesia menutup bukunya sebelum menanyakan lebih lanjut pada Cici.


“Apa? Katakan saja sekarang.”


“Anda harus pergi ke dunia bawah saat ini juga Yang Mulia! Bangsa iblis putih berada dalam bahaya!”


Sementara itu pada waktu yang bersamaan, Xeon tengah berkumpul dengan Andreas dan mereka yang lainnya. Mereka sedang memikirkan Scarlesia yang menghindari mereka sejak insiden memalukan kemarin.


“Apa Sia marah pada kita karena masalah kemarin?” tanya Zenon.

__ADS_1


“Kakakku malu, dia bukannya sengaja menghindari kalian. Hanya saja dia terlalu malu mengingat insiden kemarin,” celetuk Archie.


“Benarkah? Jadi dia tidak marah pada kami?” tanya Zenon memastikan.


“Tidak, aku tahu sifat kakak yang tidak pernah kalian ketahui. Kakakku walaupun dia tegas, tapi dia juga punya sifat pemalu. Lagi pula kenapa kalian malah menyaksikan tubuh kakak yang bertelanjang? Ya itu salah kalian sendiri,” kata Archie.


“Tapi dia….”


“ELIOS!”


Suara lantang Scarlesia mengejutkan mereka, Scarlesia berlari cepat menuju tempat mereka berkumpul.


“Elios, kita harus segera pergi ke dunia bawah,” ujar Scarlesia.


“Mengapa? Memangnya ada perlu apa kita harus….”


“Keluargamu dan klanmu berada dalam bahaya! Kita harus menolong mereka segera!” potong Scarlesia.


“Apa kau yakin itu Sia? Aku bertemu mereka kemarin….”


“ELIOS! Kita harus cepat sebab aku memiliki firasat buruk tentang hal ini.”


Seusai Scarlesia mengatakan hal itu, mereka segera berangkat bersama menuju dunia bawah. Firasat Scarlesia kian memburuk selama dalam perjalanan menuju dunia bawah, tidak tahu apa yang sedang menimpa dunia bawah saat ini. Perasaannya benar-benar berada dalam keadaan setengah kacau.


Setibanya mereka di gerbang dunia bawah, aroma darah menyeruak masuk ke dalam penciuman mereka. Elios langsung berlari masuk untuk memastikan apa yang tengah terjadi pada klan iblis putih. Alangkah terkejutnya mereka melihat kondisi istana yang telah hancur lebur, tubuh iblis-iblis putih berserak di atas permukaan tanah.


“Apa yang terjadi sebenarnya di sini?” tanya Scarlesia tercengang, dia tidak mampu mengerjapkan matanya sebab saking terkejutnya dia.

__ADS_1


Scarlesia mencoba memeriksa denyut nadi iblis putih yang tergeletak di atas tanah tersebut, dan benar denyut nadinya tidak lagi terasa. Scarlesia tidak mampu berkata-kata, begitu pula dengan mereka yang lainnya ikut terdiam dan tak berani membuka suara.


“Mereka mati….”


__ADS_2