
“Kenapa dia diikat? Bukannya dia adalah Scarlesia yang asli?” tanya Fyrensia bingung melihat Scarlesia yang terikat erat di atas kasur.
Fyrensia mengedarkan pandangannya, ia melihat kamar yang dulu dia dekor secantik mungkin dengan warna biru muda namun kini keindahan kamarnya telah luntur dan tidak ada lagi yang tersisa. Nuansa gelap nan mencekam, suasana seram penuh aura kelam, kamarnya benar-benar berubah sampai tidak bisa ia kenali.
“Sia, aku akan mengatakannya terus terang padamu. Pada awalnya aku tidak ingin mengatakannya tapi situasinya sudah separah ini. Tubuh Scarlesia adalah milikmu, kamu pemilik asli dari tubuh ini. Sejak awal kami mempersiapkan tubuh ini hanya untukmu, kami menunggu kedatanganmu yaitu jiwa dari dunia lain,” jelas Xeon.
“Jadi, tentang tugas dari jiwa bunuh diri yang kamu katakan itu semuanya adalah bohong?”
“Ya, itu semuanya bohong. Maafkan aku tidak bisa jujur padamu karena aku terpaksa melakukannya,” jawab Xeon.
“Ini sedikit mengejutkanku tapi aku bisa mengerti alasanmu menyembunyikannya dariku,” ucap Fyrensia memaklumi Xeon.
“Sia, jangan pernah berpikir lagi bahwa kau adalah Scarlesia yang palsu. Aku sudah berusaha menyiapkan segalanya yang terbaik sebelum kau datang ke dunia ini. Jadi, aku mohon padamu tolong buang jauh-jauh pikiran burukmu. Aku tidak ingin kamu menghilang lagi seperti yang kamu lakukan sekarang. Ingat, sekarang banyak orang yang mencintaimu dan kamu bukan lagi Fyrensia tapi kamu adalah Scarlesia. Hidupmu yang buruk di dunia modern tidak akan kamu alami lagi,” tekan Xeon dengan mata yang berkaca-kaca.
Fyrensia melirik mereka semua yang kini memandangnya setulus hati, Fyrensia semakin sadar bahwa dunia ini memang tercipta hanya untuk dirinya.
“Aku mengerti. Aku tidak akan lagi melakukan hal yang sembrono, aku masih punya kalian yang menyayangiku sepenuhnya. Aku juga sudah tahu sebenarnya aku memikul tanggung jawab dunia ini, aku memiliki kekuatan dewa dan dewi di dalam diriku,”
Mereka semua tersentak dengan apa yang baru saja diungkapkan oleh Fyrensia, Xeon tidak kalah kagetnya karena ia tidak pernah memberitahukan masalah ini secara langsung padanya. Mereka terdiam dan tenggelam di dalam pikirannya masing-masing, Fyrensia tahu apa yang berada di balik heningnya mereka.
“Aku mengerti kenapa kalian tampak terkejut, terutama kau Xeon. Kau pasti punya alasan kenapa kau tidak mau memberitahuku bukan? Beban dunia sedang berada di pundakku, aku adalah satu-satunya kunci kemenangan dunia ini. Dewa kegelapan mengincarku karena masalah ini kan?”
“Aku tidak bisa memberitahumu secara menyeluruh karena ini bukanlah tugasku. Aku hanya disuruh untuk mengawasimu tapi aku ingin kau bersabar sampai waktu yang telah ditentukan,”
Fyrensia mengangguk, ia tidak mau menuntut lebih lanjut penjelasan dari Xeon. Meskipun rasa penasaran mencekik dirinya, dia tetap berusaha bersabar hingga semua misteri mengenai dirinya terpecahkan.
“Aku akan menunggunya. Menunggu sampai waktu yang telah ditetapkan, aku akan bersabar karena aku paham kalau kau sendiri juga kesulitan bukan?”
__ADS_1
Xeon melengkungkan bibirnya dan membentuk senyum yang tipis, seluruh kekhawatiran di dalam dirinya lenyap seketika. Suara lembut Fyrensia yang memberikannya kata-kata penenang membuatnya berpikir bahwa dia harus lebih melindungi Fyrensia.
“Kalau begitu sekarang mari kita mulai memasukkan jiwamu ke tubuh milikmu,”
“TIDAK! TUBUH INI ADALAH MILIKKU! AKU TIDAK AKAN MENYERAHKANNYA KARENA SEJAK AWAL KAMU ADALAH SI PALSU DAN AKU YANG ASLI!”
Scarlesia menolak memberikan tubuhnya kepada Fyrensia, teriakannya yang kencang bisa terdengar ke seluruh penjuru kediaman Duke Eginhardt. Zenon yang sudah tidak tahan mendengarnya berteriak, maju dengan niat untuk membunuhnya.
“KAU INI BERHENTILAH MENGKLAIM TUBUHNYA SIA DASAR KAU SI PALSU SIALAN!” bentak Zenon emosi dan mengangkat tangannya untuk bersiap memukul tubuh Scarlesia.
“Tunggu Zenon!” cegat Xeon.
“Kenapa kau menghentikanku? Aku ingin melenyapkan wanita ini segera,”
“Apa kau lupa kalau Sia akan memakai tubuh itu nanti?”
“Lalu siapa sebenarnya yang ada di dalam tubuh Scarlesia ini sekarang?” tanya Fyrensia.
“Yang berada di dalam tubuh ini adalah kloningan jiwamu. Dewa kegelapan menyiapkan kloning jiwamu untuk menipumu agar kau mau meninggalkan tubuhmu bahkan dia memasukkan sebagian ingatanmu ke dalam kloningan ini, aku perlu memberitahumu kalau jiwamu akan melemah ketika keluar dari tubuhmu. Ini adalah taktik dewa kegelapan agar dia semakin mudah untuk melenyapkanmu,” terang Xeon diangguki Fyrensia.
“Baiklah, sekarang tolong masukkan lagi aku ke tubuhku,”
Xeon menaruh tangannya di atas tubuh Scarlesia, jiwa kloningnya keluar dari tubuh Scarlesia. Bentuk jiwanya benar-benar menjijikkan, dia tidak berhenti berteriak bahwa tubuh itu adalah miliknya.
“KEMBALIKAN TUBUHKU! DASAR KAU GADIS LICIK! KAU PENCURI DAN PEREBUT TUBUHKU!” teriaknya memaki-maki Fyrensia.
“Hei Xeon, serahkan dia padaku. Aku ingin menyelesaikan pukulanku yang tadi,” pinta Zenon.
__ADS_1
“Oke, kau urus saja dia,”
Xeon melemparkannya kepada Zenon dan ia langsung menangkapnya.
“Hahaha dapat kau! Aku akan mencabik-cabikmu yang sudah berani masuk ke dalam tubuhnya Sia,” tawa Zenon terdengar jahat.
“TIDAAKKKKK!!!”
Zenon memukulnya dan meremasnya hingga hancur lebur tak berbentuk. Zenon sangat puas karena berhasil melampiaskan amarah yang sudah ia pendam sejak tadi. Semua orang menggeleng-geleng melihat kelakuan Zenon yang memang terkenal tidak bisa mengendalikan emosinya.
“Sia, aku akan memasukkanmu ke dalam tubuhmu kembali jadi sekarang pejamkan matamu,”
Fyrensia menurut dengan apa yang diperintahkan Zenon padanya, ia memejamkan matanya dan Xeon pun memasukkan jiwanya kembali ke dalam tubuh Scarlesia. Di saat dia membuka matanya, ia sudah berada di dalam tubuh Scarlesia dan menjadi Scarlesia kembali seperti sedia kala.
“Aku sudah kembali,” ucapnya tersenyum.
“Si…”
“NONA!!!”
Erin dan Hana menghambur ke atas tempat tidur Scarlesia, mereka menangis sesenggukan menceritakan kepada Scarlesia apa saja hal buruk yang terjadi di sini selama ia tidak ada.
“Maafkan aku karena sudah meninggalkan kalian begitu saja. Pasti lelah ya? Aku akan menyembuhkan luka-luka yang kalian dapatkan selama bertahan ketika aku tidak ada di sini,”
Scarlesia mengeluarkan kekuatannya untuk menyembuhkan luka-luka Erin dan Hana yang mereka terima dari perlakuan buruk kloningan jiwa Scarlesia sebelumnya. Kembalinya Scarlesia membuat suasana terpecah haru, Eldrick, Carlen, dan Aldert mendekap Scarlesia lebih lama. Begitu pula dengan Andreas dan pria lainnya yang menangis haru melihat Scarlesia sudah kembali seperti biasa. Masing-masing mereka memperkuat tekadnya untuk lebih melindungi Scarlesia, rasa sakit yang sebelumnya ia dapatkan dari dewa kegelapan menghilang seketika.
“Ya, tidak masalah karena aku punya mereka bersamaku. Aku tidak akan merasakan kesepian lagi, tidak akan merasakan sakit lagi, duniaku di masa lalu biarkan semua menjadi jejak yang akan aku kenang. Aku bersyukur karena sudah bertahan sejauh ini,”
__ADS_1