Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Malam Penobatan


__ADS_3

“Aku tidak apa-apa sungguh. Loh? Kalian tidak bersama Louis?”


Scarlesia memperhatikan satu persatu diantara mereka tapi tidak ditemukan keberadaan Louis.


“Sejak tadi malam Louis tidak keluar dari kamarnya, aku sudah mencoba mengetuk pintu kamarnya tapi tidak ada jawaban dari dia,” jawab Elios.


Raut muka Scarlesia seketika berubah menjadi cemas, dia takut terjadi apa-apa pada Louis. Tanpa berlama-lama lagi dia segera menuju ke kamar Louis untuk memastikan keadaan Louis. Persis seperti yang dikatakan oleh Elios, dia tidak menyahut panggilan Scarlesia dari luar. Sudah berapa kali dia mencoba memanggil namanya tapi percuma saja, akhirnya Scarlesia menyuruh Oliver membuka pintunya.


“LOUIS! KENAPA KAU TIDAK MENJ… huh? Siapa?”


Scarlesia tercengang karena seorang pria bertubuh tinggi dan kekar turun dari tempat tidurnya Louis. Dia tidak mengenal siapa gerangan pria yang ada di hadapannya kini, tapi merasakan dari auranya seperti tidak asing untuknya.


“Sia, kenapa kau masuk ke kamarku?”


Suaranya terdengar berat dan cool, rambut jingganya ia sapu ke belakang hingga memperlihatkan kening mulusnya. Pupil mata cokelat cerahnya menatap Scarlesia sambil mengerjap beberapa kali.


“Rambut jingga? Kau Louis?” tanya Scarlesia yang baru menyadari bahwa pria bertelanjang dada di depannya adalah Louis.


“HAAAAHH? LOUIS????” kaget Xeon dan yang lain.


“K-kau bilang pria ini adalah Louis? Tapi darimana pun kita melihatnya dia bukan Louis,” bantah Zenon.


“Tapi dia memang Louis, apa kalian tidak melihat rambut jingga dan mata cokelat cerahnya?”


Zenon memperhatikan lagi, Louis memang tinggi tapi tidak lebih tinggi dari Zenon atau mereka yang lain dan sekarang tinggi mereka sama. Lalu Louis memiliki wajah yang imut dan badan yang tidak terlalu besar, namun di depan mata mereka kini Louis mempunyai wajah tampan dan badan yang kekar.


“Sepertinya dia memang Louis,” ucap Xeon.


“Apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia bisa berubah?” tanya Oliver keheranan.


“Sepertinya karena gelang itu,” tunjuk Andreas ke gelang yang melingkar di pergelangan tangan Louis.


Kemudian Louis mendekati Scarlesia, Louis menjadi lebih tinggi sehingga Scarlesia harus mendongak untuk melihat wajahnya Louis. Dia merasakan perubahan sangat besar di kekuatan Louis, auranya pun ikut berubah menjadi lebih kuat, seketika perubahannya membuat Scarlesia gugup berada dekat dengannya.


“K-kenapa?” gagap Scarlesia merona sebab Louis terus menatapnya.


Louis menyeringai, dia membelai rambut panjang Scarlesia lalu mencium beberapa helai ujung rambutnya.

__ADS_1


“Sia, apa kau menyukai perubahanku?”


Louis mengangkat Scarlesia, ia menggendongnya dan membawa Scarlesia ke atas tempat tidurnya.


“APA YANG MAU KAU LAKUKAN SIALAN?!”


“KEMARI KAU! APA KAU TIDAK BISA MELIHAT KAMI DI SINI?”


“AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU MELAKUKANNYA!”


Zenon dan Elios serentak menarik Louis yang hendak mencoba mencium Scarlesia yang berada di posisi berbaring di bawah tubuhnya.


“Apa yang mau dilakukannya barusan? Apa-apaan itu? Kembalikan Louisku yang imut, Louis dewasa sangat meresahkan,” gumam Scarlesia menutup wajahnya yang merah padam dengan kedua tangannya.


Perubahan Louis sangat tiba-tiba, Scarlesia masih belum terbiasa melihat Louis yang tampan dan perkasa. Di dalam bayangannya Louis yang imut dan suaranya yang lembut saat memanggil namanya masih terngiang. Hatinya resah melihat Louis yang sekarang karena dia terkesan lebih agresif daripada biasanya. Sudah dua hari ini dia mencoba untuk terbiasa dengan perubahan Louis, walaupun agak susah tapi dia rasa perlahan-lahan pasti akan terbiasa.


“Hufftt.”


Scarlesia menghela napasnya, Milden yang sedang meriasnya untuk acara penobatan keheranan melihat Scarlesia terus menghembuskan napas kasar.


“Yang Mulia, maaf jika saya lancang. Apa ada hal lain yang sedang anda pikirkan?” tanya Milden membuyarkan lamunan Scarlesia.


“Anda jangan terlalu banyak berpikir Yang Mulia, hari ini adalah hari penobatan anda sebagai putri mahkota. Jadi tahanlah sebentar beban pikiran anda sampai acaranya selesai,” ujar Milden.


“Hmm oke, oh iya aku dengar sekarang kau semakin terkenal di kalangan orang banyak. Tidak hanya kalangan bangsawan tapi juga di kalangan rakyat biasa. Aku lihat skill make upmu juga semakin bagus,” puji Scarlesia.


“Ini berkat anda Yang Mulia, waktu itu anda memberi saya kotak make up dan di sana juga berisi catatan tentang make up. Saya hanya mengikutinya lalu belajar dari sana, saya tidak tahu dari mana anda mendapatkan ilmu make up yang unik seperti itu,” balas Milden.


“Ilmu make upku tidak akan kau temukan dimana pun di dunia ini,” ujar Scarlesia sembari tersenyum melihat pantulan dirinya dari cermin.


“Yeah, saya rasa juga begitu Yang Mulia,”


Berselang beberapa menit kemudian, Milden selesai mendadani Scarlesia. Hari ini Scarlesia terlihat sangat cantik dengan balutan gaun berwarna dusty pink bercorak emas, rambut di samping kanannya sedikit dikepang dan menampakkan telinganya dihiasi anting mutiara, serta make upnya terkesan natural tapi menonjolkan kecantikan luar biasa miliknya. Belahan dada gaunnya sedikit rendah, lekuk tubuhnya juga lumayan jelas terlihat.


Di sisi lain istana, tepatnya di aula pesta sudah ramai orang berdatangan dari berbagai daerah serta dari berbagai kekaisaran. Mereka datang memenuhi undangan untuk acara penobatan Scarlesia sebagai putri mahkota.


“Hei anda dengar itu? katanya putri mahkota Evariste sangat cantik,”

__ADS_1


“Tidak hanya cantik bahkan orang-orang mengatakan beliau kuat dan cerdas, rakyat Evariste juga sangat menyukai beliau,”


“Saya penasaran karena saya belum pernah melihatnya secara langsung, itulah kenapa saya bersikeras untuk ikut ke acara ini,”


Para tamu undangan sibuk membicarakan Scarlesia, reputasi baik miliknya telah sampai ke telinga banyak orang.


“YANG MULIA PUTRI SCARLESIA EVARISTE MEMASUKI RUANGAN,”


Daun-daun pintu masuk aula pesta terbuka lebar, Scarlesia berjalan dengan langkah yang ringan dan elegan memasuki aula. Scarlesia adalah bintang utama malam ini, jadi tidak heran mengapa perhatian teralihkan padanya sejak awal masuk aula. Kecantikan yang bersinar merebut fokus banyak orang, tidak ada mata yang tidak tertuju padanya.


“Oke, harus sabar dan tahan setidaknya sampai acara ini selesai. Setelah itu bebas mau melakukan apa saja,” batin Scarlesia.


Langsung ke acara intinya, penobatannya dimulai begitu Scarlesia sudah berada di depan singgasana. Penobatan ini dilakukan dalam jangka waktu yang tidak lama, cukup mengatakan beberapa kalimat saja serta peletakan mahkota untuk putri mahkota di kepala Scarlesia. Mulai detik ini Scarlesia resmi menjadi putri mahkota, suara tepuk tangan dari para tamu meramaikan aula pesta. Selesainya, Edward mempersilakan tamu undangan untuk menikmati pesta yang telah disiapkan.


“Sia… ahh maksud saya Yang Mulia,” panggil Natasha.


“Panggil aku seperti biasa saja, aku tidak terbiasa kalau kau memanggilku ‘Yang Mulia’,” bisik Scarlesia.


“Tidak bisa, saya tidak bisa melakukannya. Bagaimana pun posisi anda lebih tinggi dari saya,” bisik Natasha balik.


“Bagaimana kalau begini? Kau memanggil namaku seperti biasa ketika kita berdua saja,”


“Kalau begitu oke,”


“Deal?”


“Deal!”


Mereka berjabat karena berhasil mencapai kesepakatan berdua, di sela obrolan mereka putra mahkota Kekaisaran Thyme yang dulunya pernah melamar Scarlesia tapi berujung ditolak menghampiri dirinya.


“Sungguh cantik sekali anda Yang Mulia,” sanjung Dizon, putra mahkota Kekaisaran Thyme. Penampilannya mirip dengan Raphael, bersurai kuning tapi pupil matanya saja yang berbeda. Jika Raphael berpupil hitam, sedangkan Dizon berpupil ungu.


“Halo Yang Mulia, ini pertama kali kita berjumpa secara langsung ya,” sapa Scarlesia menyambut penuh hangat.


“Iya ini pertama kalinya. Oh ya saya membawa satu orang lagi, dia adalah sekretaris pribadi saya yang baru-baru ini saya pekerjakan. Perkenalkan namanya Cyrill,”


Seorang pria berwajah imut muncul dari belakang Dizon, rambut biru gelapnya serta warna matanya bak zamrud sangat mendukung wajahnya yang imut. Dia tersenyum pada Scarlesia, namun sebaliknya Scarlesia merasakan ada yang aneh dari aura pria tersebut. Dada Scarlesia terasa terbakar sesaat melihatnya, semakin lama jantungnya semakin sakit.

__ADS_1


“Siapa pria ini? Kenapa kedatangannya seperti menyiksaku?”


__ADS_2