
“Kenapa semua kandidat mendadak mengundurkan diri?”
Para bangsawan bertanya-tanya perihal alasan kandidat selir mengundurkan diri. Tentu saja ini adalah ulah mereka, pria-pria yang tidak mau Scarlesia dibagi pada orang lain. Sekarang susasana istana dipenuhi oleh kehebohan, Scarlesia hanya bisa tertawa di balik singgasana kaisar. Dia sangat menyukai hal ini, kini dia tidak perlu lagi memikirkan soal pemilihan selir.
“Kalau begitu karena para kandidat selir mengundurkan diri, sekarang istana selir hanya akan diisi oleh selir pilihannya Putri Mahkota, Tidak ada penolakan atau pendapat lain lagi, Putri Mahkota sudah memberikan pilihan terbaik untuk Evariste. Enam selir akan mengisi harem Putri Mahkota, mengenai pemilihan pangeran akan diserahkan sepenuhnya kepada Putri Mahkota,” seru Edward dari singgasananya.
Tidak ada pilihan lain lagi, para bangsawan akhirnya menuruti seruan Edward. Pemilihan selir berakhir dengan kemenangan Scarlesia, walaupun Xeon masih belum memberikan jawaban tentang apakah dia setuju masuk ke haremnya Scarlesia atau tidak. Kala ini Scarlesia memberikan ruang kebebasan untuk Xeon berpikir, ia tidak mau memaksanya agar mengikuti permintaannya.
“Aku mengerti, Xeon adalah dewa. Dia tidak bisa memutuskan seenaknya saja, aku akan menunggu sejenak perihal jawabannya. Namun, aku selalu merasa setiap saat bahwa aku dan Xeon terikat oleh benang takdir. Xeon dewa takdir, apa dia tidak merasakan hal yang sama denganku?” pikir Scarlesia.
Raut wajah Scarlesia begitu serius memikirkannya, Qirani jadi heran tentang jalan pikir Scarlesia terlihat selalu rumit. Qirani mendekati cucunya itu, ia menepuk pundak Scarlesia dari belakang dan membuat lamunannya buyar seketika.
“Nenek! Aduh aku kira tadi siapa,” ucap Scarlesia.
“Haha apa kau terkejut? Sekarang protes dari para bangsawan sudah tidak terdengar lagi. Maukah kau ikut denganku?” tanya Qirani.
“Ke mana? Apa nenek mau mengajakku minum teh bersama?”
“Tidak, aku akan mengajakmu ke gudang harta karun.”
Scarlesia tidak mengerti kemana sebenarnya tujuan Qirani membawanya, ia hanya mengekor pada Qirani. Mereka berdua ditemani oleh dua orang ksatria penjaga, dari arah jalannya Qirani sepertinya ingin mengajak Scarlesia ke istananya.
“Kakek ada di mana?” tanya Scarlesia, ia tidak melihat Feodor bersama Qirani.
“Kakekmu sedang mengajak para calon selirmu berbicara. Tampaknya ada hal serius yang ingin diberitahukannya,” jawab Qirani.
“Ahh begitu rupanya.”
Mereka tiba di istana Qirani, suasana di sini lebih tenang dan sunyi daripada suasana di dekat istana Scarlesia yang selalu heboh setiap saat. Qirani membawa Scarlesia ke sebuah ruang yang terlihat seperti gudang biasa dari luar. Qirani membuka kunci ruangan tersebut dan mereka masuk ke dalam ruangannya. Alangkah terkejutnya Scarlesia melihat ada banyak emas bertumpukan di ruang itu.
“Ini semua adalah emas?” Scarlesia ternganga, tidak menyangka emas begitu banyaknya tersimpan di ruang yang terlihat biasa dari luarnya.
__ADS_1
“Iya, ini semuanya emas. Bagaimana? Sangat banyak bukan?”
Emas berkilauan ada dimana-mana, Scarlesia tidak berhenti terperangah. Rasanya seperti dia berada di dunia mimpi. Scarlesia melangkah masuk lebih dalam lagi untuk mengamati secara langsung emas-emas itu.
“Tapi kenapa di sini banyak emas? Lalu kenapa nenek membawaku kemari?” bingung Scarlesia.
“Apa kau ingat dengan lukisan wanita berambut emas yang waktu itu kau lihat?”
Scarlesia mengangguk pelan.
“Ini semua adalah harta yang diperuntukkan pada wanita itu, aku akan menyerahkan kunci ruang ini padamu mulai sekarang. Semua emas itu dikumpulkan oleh kami para kaisar terdahulu sebagai hadiah bila wanita itu kembali lagi ke Evariste,” jelas Qirani.
“Kenapa memberikannya emas? Bukannya dia akan menolak emas ini nantinya?”
“Mungkin yang kau katakan itu benar, namun Evariste adalah miliknya. Menyisakan emas untuk keperluannya nanti bukanlah hal aneh. Apabila Evariste mengalami kehancuran nanti, dia dapat menggunakan emas ini untuk membangun kembali Evariste dari kehancuran. Kau paham?”
“Oke, aku paham nek. Jadi aku harus memberikan ini semua pada wanita itu nanti jika aku bertemu dengannya? Mengapa nenek terlihat yakin kalau aku akan bertemu dia?”
“Kau akan mengerti nanti. Oh iya, ada satu lagi yang mau aku berikan padamu.”
“Kotak apa ini?”
“Coba kau buka saja dulu.”
Scarlesia membuka kotaknya, ternyata di dalam kotak itu terdapat sebuah permata berwarna merah delima sama seperti matanya.
“Permata? Mengapa nenek memberikan permata ini untukku?” heran Scarlesia.
“Permata ini sepertinya akan berguna untukmu. Kau simpan baik-baik ya,” kata Qirani.
“Baiklah, aku akan menyimpannya baik-baik.”
__ADS_1
“Sebenarnya permata itu adalah milikmu 2000 tahun lalu yang tidak sengaja terlepas dari senjatamu. Ya, semuanya akan kembali lagi padamu,” batin Qirani.
Selepas itu, mereka keluar bersama dari gudang harta itu dan seperti yang dikatakan oleh Qirani tadi, dia menitipkan kunci gudang hartanya pada Scarlesia. Lalu Scarlesia langsung pergi menuju kamarnya dengan menenteng kotak berisi permata tadi.
Pada saat yang bersamaan, Feodor mengajak para calon selirnya Scarlesia untuk berbicara serius di taman istana. Mereka berkumpul di sana tanpa ada pengawasan dari para ksatria penjaga atau pun pelayan sebab Feodor melarang mereka untuk berada di sekitarnya. Masih belum tahu apa alasan sebenarnya Feodor mengajak mereka bertemu seperti ini.
“Yang Mulia, kenap….”
“Xeon, ini aku Falco,” ujar Feodor tiba-tiba.
“Falco?”
Xeon tertegun beberapa detik.
“Siapa itu Falco? Bukannya anda adalah Feodor kakeknya Sia?” tanya Zenon.
“Falco adalah nama malaikat kepercayaannya dewa pencipta. Kenapa anda bisa ada di sini? Bisakah anda menjelaskannya terlebih dahulu?” selidik Xeon.
“Haha benar, mungkin ini mengejutkan bagi kalian. Perkenalkan, aku Falco yaitu salah satu dari tujuh malaikat kepercayaan dewa pencipta. Aku hanya meminjam tubuh ini sebentar untuk berbicara dengan kalian,” ucap Falco.
“Kenapa anda tidak berbicara pada kami menggunakan wujud asli anda?” tanya Oliver.
“Karena aku tidak bisa melakukannya, nanti bagaimana jika Sia melihat kedatanganku? Aku belum bisa bertemu dengannya makanya aku meminjam tubuh ini sebentar,” jawab Falco.
“Oke, jadi apa yang mau anda bicarakan?” tanya Xeon.
“Kau tahu bukan kalau kami para malaikat tidak bisa masuk ke dalam istana langit? Itulah kenapa aku menemuimu langsung di sini. Aku akan berbicara tentang hari kebangkitan Sia, kemungkinan besar hari kebangkitan Sia bertepatan dengan perang akhir dilaksanakan.”
“Bertepatan? Bagaimana anda bisa mengetahuinya?”
“Sebab aku diberitahu oleh dewa takdir beberapa kali saat itu, aku kemari memperingatkan kalian bahwa kalian harus bersiap-siap segera. Perang akhir akan sangat menyulitkan karena dewa kegelapan akan langsung turun tangan di sana. Aku sebenarnya ingin memberitahu langsung para dewa dan dewi tapi aku tidak bisa masuk ke istana langit ditambah aku disibukkan oleh perbaikan pusat semesta,” terang Falco.
__ADS_1
“Pusat semesta? Apa lagi itu?” bingung Louis dan yang lain.
“Pusat semesta adalah tempat Sia akan dibangkitkan nanti.”