Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Duka


__ADS_3

Berita kematian ini menyebar sangat cepat hingga ke kekaisaran lain, Evariste tengah dilanda duka hebat. Tidak ada yang menduga hal ini akan menimpa Evariste, sungguh tak ada yang bisa menebaknya. Hujan tidak berhenti sejak kemarin, hati Scarlesia masih terluka parah dan kesedihannya tidak bisa ia hindari.


Banyak orang yang berdatangan ke pemakaman hari ini, Scarlesia hanya diam tidak bersuara menatap ke arah makam yang berjejer rapi bertuliskan nama serta foto dari orang-orang yang disayanginya. Pandangannya masih tetap kosong seperti tidak ada cahaya kehidupan di kedua mata indahnya.


Seluruh hewan di dunia ini juga sedang berduka, raja mereka telah pergi meninggalkan mereka selamanya. Bahana kesedihan mereka bergaung ke setiap penjuru dunia, Scarlesia masih tidak punya kekuatan untuk mengontrol emosi sedih mereka. Kini hanya tersisa Scarlesia yang akan menggantikan seluruh tugas Kitty memimpin mereka.


“Kasihan sekali Yang Mulia Putri Mahkota,” ucap salah seorang bangsawan memandang iba Scarlesia.


“Iya, kasihan sekali. Baru beberapa hari yang lalu beliau kehilangan adiknya dan sekarang beliau harus kehilangan lagi.”


“Semoga Yang Mulia bisa melewati dan menerima semua ini dengan lapang dada.”


Lucas dan Victor tidak sanggup menahan kesedihan mereka, mereka berdua terus menangis di hadapan makam kedua orang tua serta kakek dan neneknya. Mereka terluka parah akibat kebakaran kemarin yang masih tidak tahu apa penyebab sebenarnya. Namun, mereka memaksakan diri untuk ikut ke pemakaman bersama yang lain.


Sungguh pilu, sungguh perih, hati mereka teriris, emosi terkuras habis karena masalah yang tak kunjung selesai. Scarlesia mendongakkan kepalanya ke arah langit berawan gelap dan mengirim rintik hujan lebih banyak lagi untuk membasahi daratan.


“Apa prosesku menuju bahagia sesulit ini? Bisakah kalian memberiku jawaban? Wahai para dewa dan dewi,” batin Scarlesia.


Ucapan belasungkawa berdatangan setelah pemakaman selesai, di sini Eldrick serta Carlen dan Aldert mewakili Scarlesia, Lucas, dan Victor untuk menerima ucapan tersebut. Mereka masih terguncang hebat, mental mereka masih belum stabil. Agnes selaku menantu Edward dan Jessie juga membantu menerima ucapan itu. Agnes tidak terluka begitu parah, begitu pula dengan Jimmy hanya menerima luka kecil saja.


Kemarin tidak jauh dari tempat Erin dan Kitty, Hana juga ditemukan dalam keadaan mengenaskan dan untungnya nyawanya masih bisa diselamatkan. Sekarang Hana sedang menjalani perawatan, ada juga Bely si ular putih ditemukan tidak sadarkan diri di sekitar tubuh Hana. Bely bersama Cici sudah diobati, mereka sekarang sedang beristirahat di kamar Scarlesia.


“Yang Mulia….”


Dua orang pemuda berpakaian serba hitam menghampiri untuk menyapa Scarlesia. Wajah kedua pemuda itu tidak asing bagi Scarlesia sendiri.

__ADS_1


“Kalian….”


“Salam Yang Mulia, mungkin anda tidak mengingat wajah kami. Perkenalkan kami adalah adik dari Erin Yang Mulia,” ujar salah seorang dari mereka.


“Dulu Yang Mulia pernah menyelematkan kami ketika kami kelaparan, kami tidak akan pernah lupa kalau anda adalah penyelamat kami.”


“Aku tidak lupa, fakta bahwa Erin masih memiliki keluarga. Fakta bahwa dia berjuang demi adik-adiknya, aku tidak akan lupa itu. Tapi, aku dengan jahatnya membiarkan Erin mati lalu meninggalkan kedua adiknya. Apa yang sudah aku lakukan?” Scarlesia berbicara dalam hatinya, selama ini Erin bekerja demi menghidupi kedua adiknya yang kini telah tubuh dewasa dan gagah.


“Mana mungkin aku lupa, kalian berdua adalah adiknya Erin. Aku sungguh minta maaf karena tidak bisa melindungi Erin dengan baik. Tolong maafkan aku, aku tahu… aku….”


Scarlesia membungkuk meminta maaf kepada mereka berdua, namun mereka menahan Scarlesia agar tidak membungkuk di hadapan mereka. Para bangsawan yang hadir semakin menatap sedih Scarlesia terlihat begitu merasa bersalah.


“Tolong jangan membungkuk kepada kami Yang Mulia, anda tidak boleh melakukan ini pada rakyat biasa seperti kami.”


“Kami tidak menyalahkan anda atas kematian kakak, jangan terlalu merasa bersalah Yang Mulia. Kami berdua kemari hanya ingin membawa kakak untuk pulang dan dikuburkan di Roosevelt.”


“Aku gagal melindungi Erin, aku merasa bersalah. Tolong maafkan aku,” ucap Scarlesia dengan kedua mata yang masih terlihat kosong.


“Tidak apa-apa Yang Mulia, kakak meninggal bukan karena anda. Kakak pernah mengatakan kepada kami kalau dia akan mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi anda. Sekarang kakak sudah membuktikan kata-katanya, kami tidak keberatan sama sekali sebab itu adalah keputusan yang tidak akan disesalinya.”


“Anda sudah berjuang sejauh ini Yang Mulia, kakak juga bahagia berada di sisi anda selama ini. Dia selalu mengirimkan surat pada kami yang berisi pernyataan kalau dia tidak akan menikah karena dia ingin berada di dekat Yang Mulia selamanya.”


“Untuk itu, jangan terlalu larut di dalam rasa bersalah anda Yang Mulia. Kami berterima kasih, setidaknya selama kakak kami hidup dia bahagia bersama anda.”


Kedua adik Erin tersenyum di sela sembabnya mata mereka karena menangis terlalu lama. Mereka berdua berusaha untuk tetap tegar meskipun hati mereka sesungguhnya sangat lemah.

__ADS_1


“Siapa nama kalian?” tanya Scarlesia.


“Saya Gael dan ini adik saya Fayre,” jawab Gael.


“Apa kalian sudah punya pekerjaan tetap?”


“Kami sekarang sedang berlatih untuk menjadi ksatria Yang Mulia, kami ingin mengikuti ujian ksatria kekaisaran,” ujar Gael.


“Baguslah. Kalau begitu kalian bekerja di Evariste saja, di sini sedang kekurangan ksatria. Datang kemari setelah Evariste membaik,” kata Scarlesia.


“T-tapi Yang Mulia….”


“Jangan menolak, aku hanya ingin keluarga Erin hidup bahagia setelah dia tidak ada. Untuk latihan ksatria, nanti kalian bisa berlatih di sini bersama salah satu selirku. Tolong jangan tolak penawaranku,” tutur Scarlesia.


Gael dan Fraye saling bertukar pandang, mereka tidak bisa menolak tawaran yang diberikan Scarlesia pada mereka.


“Baiklah Yang Mulia,” jawab mereka serentak.


Sehabis itu, Gael dan Fraye membawa jenazah Erin pulang ke Roosevelt karena mereka ingin menguburkannya di dekat makam kedua orang tua mereka. Oliver membantu mereka dengan membuatkan portal agar mereka bisa sampai di Roosevelt lebih cepat dan terjamin keselamatannya.


Scarlesia mendadak merasa pusing, langkahnya sempoyongan dan nyaris tumbang ke samping. Untungnya Carlen siap siaga di sisi kanan, ia langsung menopang tubuh Scarlesia agar tidak terjatuh.


“Apa kau pusing?” tanya Carlen diangguki oleh Scarlesia.


Carlen segera memanggil dua orang pelayan wanita dan memerintahkan mereka untuk membawa Scarlesia beristirahat ke kamarnya. Perasaan kacau Scarlesia menuntunnya masuk ke dalam keterpurukan sesaat, semua orang berdo’a agar Scarlesia bisa kembali pulih seperti sedia kala. Alam semesta akan turut sedih apabila Scarlesia ditimpa kesedihan mendalam, mereka akan mewakili kehancuran Scarlesia itu sendiri.

__ADS_1


Scarlesia sang gadis cantik yang kekuatannya dan perasaannya menyatu dengan alam. Akankah ia dapat bertahan hingga akhir? Akankah dirinya bisa bangkit kembali? Kehancuran semesta semakin dekat, hanya dia satu-satunya harapan bagi umat manusia.


__ADS_2