Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Memberitahu Dunia Selanjutnya


__ADS_3

“AAAKKHHHH!!”


Leroux menancapkan kukunya ke lengan kiri Scarlesia, ia meremasnya hingga darah Scarlesia bercucuran deras dari lengannya. Scarlesia menjerit kencang karena kuku Leroux yang tajam menusuk cukup dalam kulitnya.


“Hahaha teruslah menjerit, aku menyukainya. Aku menyukai wajah cantikmu yang kesakitan.”


Leroux tertawa senang menikmati Scarlesia yang kesakitan oleh ulahnya sendiri, bagi Leroux menyaksikan ekspresi kesakitan Scarlesia adalah kenikmatan tersendiri baginya.


“MENYINGKIRLAH DARI SIA!” sergah Xeon menerjang Leroux secara langsung.


Xeon bersama yang lain berhasil melepaskan diri dari Leroux, Scarlesia terdorong dari rengkuhan Leroux hingga nyaris saja tubuhnya terjatuh tapi buru-buru disambut oleh Andreas dan Louis. Mereka segera membalut luka Scarlesia menggunakan sapu tangan untuk menghentikan pendarahannya sementara waktu.


“Arhh shhh sakit sekali,” desis Scarlesia kesakitan.


“Tahan sebentar sakitnya, tampaknya lukanya cukup dalam,” ucap Zenon.


Sedangkan Xeon dan Eldrick tengah berhadapan dengn Leroux, mereka menghadang jalan Leroux agar tidak mendekati Scarlesia lagi.


“Bagaimana kalian bisa melepaskan diri dari kekuatanku?” tanya Leroux memberikan sorot mata tajam.


“Itu tidak penting! Sekarang kau jauhi putriku! Tidakkah kau bisa menahan diri sampai perang akhir dilaksanakan?” jawab Eldrick.


“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Oh iya Sia, aku akan mengirimkanmu kejutan yang lainnya. semoga kali ini kau menyukai kejutanku ya, sampai jumpa di medan perang.”


Leroux menghilang begitu saja dari hadapan mereka semua, kini aura gelap yang menyelimuti aula pesta ikut lenyap bersamaan dengan menghilangnya Leroux. Semua tamu undangan yang syok segera mendapat penanganan khusus dari pihak istana. Lalu Scarlesia juga ditangani lukanya oleh dokter istana, lukanya lumayan dalam namun masih bisa diatasi dengan obat herbal yang diresepkan oleh Scarlesia sendiri.

__ADS_1


“Yang Mulia, mohon penjelasan atas apa yang terjadi baru saja. Kami dari kekaisaran lain tidak mau terlibat dengan orang berbahaya seperti orang itu,” celetuk salah satu bangsawan perwakilan Kekaisaran Thyme.


“Tolong beri kami penjelasan mengenai masalah ini Yang Mulia, kami tidak ingin ada hal buruk yang terjadi.”


Scarlesia serasa dipojokkan oleh mereka, kekacauan di tengah jalannya pesta merupakan tanggung jawab pihak Kekaisaran Evariste. Scarlesia dengan wajahnya yang pucat berusaha untuk menjawab segala pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.


“Kalian! Apa kalian tidak bisa melihat keadaan Yang Mulia saat ini? Beliau juga terluka akibat orang asing tadi,” sela Marchioness Liana.


“Tidak apa-apa Marchioness, saya akan menjawab pertanyaan mereka. Bagaimana pun kekacauan yang terjadi barusan adalah tanggung jawab saya.”


Louis membantu Scarlesia untuk berdiri dari singgasananya, ia berjalan dengan langkah sempoyongan untuk berbicara lebih dekat dengan mereka.


“Saya sungguh minta maaf atas kekacauan yang terjadi di pesta malam ini, tidak hanya kepada perwakilan dari beberapa kekaisaran tapi juga kepada bangsawan Evariste yang hadir malam ini. Saya tahu, saya sudah mengacaukan pesta menyenangkan bagian hadirin semua. Untuk itu, apabila ada di antara hadirin sekalian yang menerima luka akibat masalah yang terjadi tadi, saya akan menanggung pengobatannya sampai selesai. Sekali lagi saya mohon maaf.”


Raut muka para tamu yang tadi menyalahkan Scarlesia segera berubah mendengar permintaan maaf yang tulus dari Scarlesia langsung. Mereka saling bertukar pandang dan memutuskan untuk tidak menyalahkan Scarlesia atas apa yang menimpa mereka.


“Kami hanya terkejut saja, kami tidak terluka parah seperti anda Yang Mulia.”


“Sekarang bisakah anda menjelaskan tentang siapa pria tadi? Saya merasa keberadaannya sangat membahayakan nyawa banyak orang, siapa pun bisa merasakan aura kehadirannya di aula. Aura gelap dan mengancam jiwa, dapatkah kami mengetahui siapa dia sebenarnya Yang Mulia?”


Scarlesia membuang napasnya, dia berpikir bahwa sekaranglah saatnya ia memberitahu mereka semua. Suasana aula tidak seramai tadi sebab sebagian tamu undangan dibawa ke dalam ruang perawatan, namun suasananya kini sangat menegangkan dan mencekam. Xeon memperhatikan ekspresi Scarlesia, dia terlihat ingin memberitahukannya tapi masih ragu akan dirinya sendiri.


“Tidak apa-apa, beritahukan saja pada mereka,” ujar Xeon, ia memegang tangan Scarlesia yang terkepal kuat.


Scarlesia lalu merilekskan dirinya sejenak sebelum memberitahu perihal apa yang akan terjadi berikutnya pada dunia ini. Scarlesia mengangkat wajahnya dan menatap mereka yang memasang mimik ingin tahu.

__ADS_1


“Saya tidak tahu apa anda semua akan mempercayai apa yang akan aku bicarakan ini, tapi saya tidak berbohong sama sekali. Sebenarnya dalam waktu dekat ini dunia akan mengalami kehancuran.”


Deg!


Pernyataan Scarlesia sungguh bukan main-main, sekujur badan mendadak gemetar dan semakin menegang. Seluruh pandangan menatap tak menyangka, ingin rasa hati menyangkalnya namun mereka bisa mengetahui bahwasanya Scarlesia tengah berkata jujur kepada mereka.


“Kehancuran? Maksud anda apa Yang Mulia?”


“Alam semesta sedang tidak baik-baik saja, ada ancaman besar yang akan menghadang kita di depan sana. Musuh utama di baliknya adalah pria yang tadi datang mengacaukan pesta, anda semua merasakan bukan betapa besar bahaya yang dibawa olehnya? Kekuatannya bukan hanya itu saja bahkan saya bisa merasakan kekuatannya jauh lebih kuat dari yang terlihat di luarnya,” beber Scarlesia.


Nampaknya penjelasan Scarlesia lumayan mengejutkan mereka, tengkuk mereka merinding sesaat Scarlesia memancarkan energi kuat nan serius. Akan tetapi, mereka mengusahakan diri masing-masing dan menempatkan perasaan mereka dalam kondisi tenang.


“Saya tahu ini terlalu mengejutkan tapi memang begini adanya, saya tidak akan memaksakan anda untuk percaya. Namun, kehancuran semakin dekat dan semakin menghampiri kita, dunia tempat kita tinggal sedang terancam oleh kegelapan. Karena itulah saya meminta kepada anda semua untuk bersiap-siap menghadapi akhir dari dunia ini, tapi tenang saja sebab saya akan memenangkan perang akhir ini.”


Scarlesia meyakinkan mereka untuk tetap tenang dan tidak panik karena seruan darinya yang begitu mendadak.


“Anda jangan berpikir kalau anda sendirian Yang Mulia.”


“Betul. Kami juga rakyat Evariste, anda sudah banyak membantu kami semenjak anda tinggal di sini. Jadi, biarkan kami juga membantu anda.”


“Kami mempercayai anda Yang Mulia karena tidak mungkin anda berbohong kepada kami tentang masalah seserius ini.”


“Kami akan membantu dan mendukung anda Yang Mulia, silakan anda katakan kepada kami apa yang mesti kami lakukan selanjutnya.”


Ini berbeda saat ia berada di Roosevelt, Scarlesia terharu saat para bangsawan sangat mempercayainya. Untuk perang sekarang dia tidaklah sendiri, tidak sama ketika ia melawan monster-monster itu, tidak sama saat ia dipojokkan oleh bangsawan, dan tidak sama saat ia tidak dipercaya oleh kaisar. Kali ini berbeda, ia punya orang-orang baik berada di sisinya dan bersedia untuk membantunya.

__ADS_1


“Yang Mulia, kami sebagai perwakilan dari kekaisaran lain juga akan membantu karena ini terkait dengan dunia tempat kita tinggal. Apakah ada yang bisa kami bantu? Silakan katakan kepada kami Yang Mulia.”


“Baiklah. Bisakah anda semua menyampaikan pesanku kepada masing-masing kaisar atau putra mahkota untuk hadir di rapat untuk mendiskusikan mengenai masalah ini?”


__ADS_2