Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Ujian Keempat


__ADS_3

“Tentu saja, aku akan membantu kalian melakukannya asalkan aku diberi makan enak terus setiap hari,” kata Bely.


Scarlesia sumringah sesaat Bely mengatakan kalau dia akan membantunya,


“Sia, aku penasaran sejak kemarin. Apa kau bisa berbicara dengan hewan?” celetuk Edward.


“Ahh apakah saya belum memberitahu anda Yang Mulia? Saya memang bisa berbicara dan mengerti bahasa hewan,” jawab Scarlesia.


“Pantas saja, banyak hal yang belum aku tahu dari dirimu ternyata,”


Kemudian Scarlesia memberitahu Edward perihal Bely yang akan membantu mereka untuk membuat Duchess Debora mengaku sendirinya serta mengatakan kalau Bely ingin diberi makan enak terus setiap hari oleh Edward.


“Yang Mulia, tolong rahasiakan dulu tentang hal ini. Mari kita biarkan mereka bersenang-senang sampai selesainya ujian keempat nanti,” pinta Scarlesia.


“Baiklah,”


Setelah itu Scarlesia pamit undur diri, ia kembali ke kamarnya lagi untuk memikirkan hal lainnya. Kepalanya dipenuhi oleh berbagai masalah yang belum menemukan titik terangnya, berulang kali Scarlesia hanya bisa menghembuskan napas beratnya sembari merenungi persoalan yang tidak pernah ada habisnya.


“Ternyata kalian sudah di sini semuanya,” ucap Scarlesia melihat seluruh prianya sudah berkumpul di kamarnya bersama Archie juga.


“Apa sudah ada bocoran mengenai ujian keempat?” tanya Zenon.


“Belum ada, mungkin nanti akan diumumkan. Oh iya Oliver aku ingin memberikan kotak pandora ini padamu. Bukankah itu adalah alat sihir kuno?”


Scarlesia meraih kotak pandora yang ada di atas mejanya lalu ia lempar ke Oliver. Oliver mengamati kotak pandora tersebut apakah benar itu adalah alat sihir kuno atau bukan.

__ADS_1


“Ini memang alat sihir kuno yang sudah lama dicuri, ternyata ini perbuatan mereka ya. Aku akan mengembalikannya nanti ke menara sihir,” tutur Oliver.


“Sejak kemarin aku penasaran, kenapa penyihir hitam itu tidak lenyap ketika kau bunuh? Dulu ketika kita menghadapi penyihir hitam itu mereka akan lenyap saat kita membunuhnya,” kata Elios ingin tahu.


“Aku juga penasaran,” sambung Elios.


“Itu karena mereka belum sepenuhnya menjadi penyihir hitam, setengah tubuh dan kekuatan mereka masih sama seperti manusia biasa makanya dia tidak lenyap saat aku bunuh,” jelas Scarlesia.


“Ternyata begitu,”


Di saat mereka asik berbincang tentang berbagai hal, Hana yang tadi permisi keluar lalu masuk ke dalam kamar dengan tergesa-gesa.


“YANG MULIA! WANITA ITU SEDANG MENJALANI TARUHAN YANG ANDA AJUKAN PADANYA KEMARIN,”


“Haahh? Benarkah? Oke, bawa aku untuk melihatnya sekarang,”


“Wanita itu berani sekali menertawakanku, aku akan membuatnya kehilangan wajah cantiknya nanti. Dan juga aku harus mendapatkan pria-pria itu segera! Arrghhh sampai kapan aku harus seperti ini? Matahari juga sedang terik, bisa-bisa kulitku berubah menjadi gosong. Lelah sekali,” gumamnya menggerutu sekalian mengeluh.


“HEI KAU WANITA JELEK! LAKUKAN SAJA APA YANG HARUS KAU LAKUKAN SEKARANG! JANGAN MENGGERUTU TERUS SAMBIL MENGUTUK SIA!” teriak Zenon meledek Abigail.


“JANGAN COBA-COBA MENGUTUK SIA KALAU TIDAK INGIN KEPALAMU TERPISAH DARI BADANMU!” gertak Andreas.


Scarlesia semakin tertawa terbahak-bahak karena perkataan mereka membuat Abigail berhasil dibuat malu setengah mati. Air mata Abigail berlinang sebab ini adalah pertama kalinya ia dipermalukan lalu diejek jelek oleh pria lain. Ditambah dengan ancaman Andreas membuat hatinya semakin sakit dan hancur.


“SINGKIRKAN TATAPAN IRIMU ITU! JANGAN PERNAH BERPIKIR UNTUK MEMILIKI KAMI KARENA KAMI HANYA UNTUK SIA! TOLONG KALAU MAU BERMIMPI KETIKA MALAM HARI SAJA,” Elios ikut meneriaki Abigail.

__ADS_1


Abigail sudah tidak tahan lagi, dia berlari sekencangnya sambil memanggil sang Ayah. Bak anak kecil yang menangis, Abigail sangat menghibur Scarlesia hari ini. Bahkan Scarlesia masih tertawa bila membayangkan apa yang terjadi tadi siang pada Abigail, sedang berendam di bathtub pun ia masih sempat terkekeh.


“Yang Mulia, mau sampai kapan anda akan tertawa? Ini sudah malam,” ujar Erin.


“Sepertinya anda sangat senang mempermalukan orang lain ya Yang Mulia,” tambah Hana.


“Karena aku membenci wanita yang seperti Abigail, jadi dengan mempermalukannya begini membuat hatiku puas dan senang,” ungkap Scarlesia.


“Ya kami juga tahu, tapi ini sudah berapa jam berlalu? Bahkan tadi saat makan malam anda juga tidak sengaja terkekeh dan akhirnya anda tersedak, lalu tadi ketika membaca buku juga anda tanpa sadar melempar bukunya dan mengenai kepala Yang Mulia Duke. Sebentar lagi anda akan tidur jadi berhentilah membayangi kejadian lucu tadi siang,” oceh Erin.


“Hmm baiklah, aku akan berhenti,”


Esok harinya, Scarlesia dan Abigail dipanggil ke ruang kaisar untuk mengumumkan ujian keempatnya. Di sana sudah ada Lucas, Victor, Eldrick, Carlen, serta Aldert yang sengaja dipanggil juga oleh Edward.


“Untuk ujian keempat ini akan lebih berbeda karena kalian akan turun ke lapangan secara langsung dan turun untuk mengurus masalah yang terjadi di dalam masyarakat. Kalian berdua akan diberi masing-masing satu daerah yang memiliki masalah cukup serius, kalian harus menyelesaikan masalah yang terjadi di sana. Aku akan mengumumkan daerah mana saja yang mesti kalian urus, yang pertama Abigail akan mengurus daerah bagian selatan yaitu Desa Acaule sedangkan Scarlesia akan mengurus daerah bagian utara yaitu Desa Macra,”


“AY… MAKSUD SAYA YANG MULIA! KENAPA ANDA MEMBERIKAN SIA DAERAH YANG PALING SULIT UNTUK DITANGANI?” protes Lucas.


“BETUL! KENAPA ANDA MEMBERIKAN DAERAH YANG BAHKAN TIDAK BISA KITA TANGANI SELAMA BEBERAPA TAHUN INI? HARUSNYA ANDA MEMBERIKAN DAERAH YANG TIDAK SESULIT ITU UNTUK DITANGANI!” Victor juga ikut protes.


“Astaga kalian berdua ini, aku adalah kaisar! Jadi aku berhak menentukan daerah mana yang pantas untuk mereka urus! Ini adalah ujian! Tidak ada yang boleh protes. Apakah Scarlesia memprotes pembagian daerah ini?” tanya Edward memastikannya.


“Tidak Yang Mulia! Saya akan menangani masalah apa pun yang terjadi di daerah tersebut,” tegas Scarlesia, dari matanya terpancar rasa percaya diri yang tinggi.


Karena Scarlesia menyetujuinya, jadi Lucas dan Victor tidak bisa protes lebih lanjut lagi. Sedangkan Abigail yang berdiri di sisi kiri Scarlesia sangat puas dan senang mendapatkan daerah yang tidak memiliki banyak masalah.

__ADS_1


“Rasakan! Kau tidak tahu seberapa mengerikannya kondisi daerah itu dan yang bermasalah tidak hanya Desa Macra tapi hampir seluruh desa di sana memiliki masalah yang serupa. Kau tidak akan bisa lari kemana-mana karena ini akan menjadi kuburanmu sendiri,” batin Abigail.


“Yang Mulia, kami mengerti anda berdua mengkhawatirkan Sia tapi tolong percayalah dengannya. Seperti apa pun masalah yang ada di daerah itu pasti akan mudah dipecahkan olehnya karena tidak ada hal yang mustahil bagi Sia jika dia ingin serta niat untuk melakukannya sebab anak saya disayangi oleh dewa dan dewi, jadi kita hanya perlu mengawasinya,” pungkas Eldrick.


__ADS_2