Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Malam Penyiksaan


__ADS_3

“Aku kan sudah bilang padamu untuk mengaku pada Yang Mulia Duke! Mengakulah dan katakan kalau kau yang mencoba membunuh Nona Scarlesia dengan nasi goreng buatanmu!”


Debby malam ini memaksa masuk ke dalam kamar Frey, dia memaki-maki Frey, memarahinya, bahkan menamparnya hingga sudut bibirnya berdarah. Dia menyuruh Frey untuk mengakui hal yang sedari awal tidak pernah dilakukan olehnya. Frey terus-terusan menolaknya namun Debby tidak berhenti menyiksanya.


“Saya tidak akan pernah mengakui hal yang tidak pernah saya lakukan! Bukankah anda yang memaksa saya memasukkan potongan udang itu ke dalam nasi gorengnya? Tapi kenapa anda malah menyuruh saya menggantikan tempat anda dihukum?” kukuh Frey.


Kini kondisi Frey sudah tak karuan, rambutnya berantakan, dan pergelangan tangannya memar akibat terbentur ke sudut meja.


“Sialan! Kenapa kau jadi berani melawanku? Kau mau aku pecat?”


Lagi-lagi Debby mencoba mengancam Frey melalui pekerjaannya, tapi kali ini Frey tidak takut sama sekali karena dia yakin Scarlesia akan menolongnya.


“Pecat saja kalau berani! Kau jangan sombong hanya karena Yang Mulia Duchess berada di belakangmu!”


“Apa kau bilang? Berani-beraninya kau!”


Prok prok prok


Scarlesia datang menerobos masuk ke dalam kamar sambil bertepuk tangan. Debby yang tadinya hendak menampar Frey menghentikan aksinya karena melihat Scarlesia yang tiba-tiba datang.


“Bagus! Bagus sekali kau Debby! Baru saja aku tampar tadi pagi sekarang malah berulah lagi,” ujar Scarlesia yang masuk bersama Hana, Erin, Andreas, Kitty, serta beberapa ksatria di belakangnya.


“Nona, k-kenapa anda ada di sini?” tanya Debby yang beringsut ke belakang.


“Kenapa? Apa kau terkejut karena melihatku di sini? Seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau ada di kamarnya Frey?”


Debby tidak bisa menjawab pertanyaan Scarlesia, tangannya sudah gemetar karena takut. Hana menarik Frey agar berdiri lebih dekat dengan Scarlesia.


“Kenapa kau tidak bisa menjawabnya?”

__ADS_1


“I-itu karena saya ingin membawa perempuan itu ke Yang Mulia Duke untuk mengaku. Bukankah dia mencoba membunuh Nona? Saya hanya melakukan hal yang seharusnya,” jawab Debby.


“Kau tidak perlu melakukan itu karena aku sudah tahu siapa pelaku sebenarnya,”


Debby spontan menegakkan kepalanya dan kedua matanya pun membulat sempurna.


“A-apa maksud Nona? S-siapa pelakunya?”


Kemudian para ksatria menahan kedua tangan Debby.


“Debby, kau ditahan karena melakukan korupsi dana dapur, memotong gaji para koki, melakukan kekerasan pada koki lain dan mengancamnya, lalu kau ditahan karena percobaan pembunuhan,” terang Scarlesia.


“Saya tidak melakukannya! Nona, anda tidak bisa seperti ini kepada saya! Saya adalah orang kepercayaannya duchess jika beliau tahu anda tidak akan pernah dimaafkannya,”


Debby meronta-ronta minta dilepaskan tapi sayangnya hal semacam itu tidak membuat Scarlesia takut.


Para ksatria membawa Debby ke ruang bawah tanah dan Scarlesia bersama Kitty serta Andreas mengikuti mereka dari belakang, sedangkan Erin dan Hana disuruh untuk tetap bersama Frey. Sesampainya di ruang bawah tanah, Debby diikat di sebuah kursi lalu Scarlesia duduk berhadapan dengannya.


“Kau wanita gila! Lepaskan aku! Seharusnya kau berpikir kalau kau tidak akan pernah menang melawan Yang Mulia Duchess. Beliau akan menyelamatkanku dan membantuku untuk menghabisimu!”


Scarlesia terkekeh mendengar perkataan Debby.


“Hahaha kau sungguh lucu sekali. Apakah kau pikir wanita itu akan benar-benar menyelamatkanmu? Dia tidak akan pernah mau merugikan dirinya hanya demi seseorang sepertimu. Harusnya kau tahu tempatmu dimana,” ledek Scarlesia. “Dan juga satu hal lagi, kau bilang dia akan menghabisiku? Itu tidak akan pernah terjadi karena sebelum dia membunuhku aku yang akan membunuhnya dulu,” lanjutnya menekan Debby.


“Hahaha apa yang bisa dilakukan oleh wanita lemah dan selalu hidup diabaikan oleh keluargamu? Aku ragu kau punya kekuatan untuk itu,” hina Debby yang masih berani tertawa.


“Oh aku sangat ahli membunuh orang, apa kau pikir kejadian saat pembebasan budak itu hanya kebetulan saja? Aku sudah banyak membunuh orang bahkan untuk nyawa sekecil Zaneta aku bisa menghabisinya tanpa ragu-ragu,”


Tatapan Scarlesia tidak menunjukkan kalau dia hanya membual dan main-main, seketika Debby merasakan ketakutan yang luar biasa di dalam dirinya. Wanita yang berada di hadapannya kini bukanlah sekedar wanita biasa dan juga kedua matanya itu menunjukkan kalau dia adalah orang yang mengerikan dengan bakat membunuh di dalam dirinya.

__ADS_1


“Aku lupa! Aku lupa kalau wanita ini adalah keturunan langsung dengan Yang Mulia Duke bahkan aku pernah mendengar bahwa Ibunya dulu juga sepertinya. Bagaimana bisa aku melupakan fakta sepenting ini? Tidak! Aku tidak boleh mati di sini,” batin Debby.


Scarlesia tersenyum miring melihat Debby yang ketakutan setengah mati.


“Aduh bagaimana ini Kitty? Hatiku sakit sekali dihina oleh wanita ini,” rengek Scarlesia pada Kitty yang juga ikut marah pada Debby.


“Haruskah aku tebas kepalanya?” tanya Andreas geram.


“Tidak perlu, aku lebih senang menyiksanya,” larang Scarlesia.


“Nona, saya mohon maaf. Tolong jangan bunuh saya, saya janji saya akan menjadi orang kepercayaan Nona. Tolong ampuni nyawa saya sekali ini saja Nona,” mohon Debby dengan suara yang bergetar.


“Ahh bagaimana ya? Aku tidak butuh sampah seperti kau masalahnya. Sesuatu yang tidak dibutuhkan harus disingkirkan. Kebetulan sekali sekarang Kitty sangat lapar jadi kau aku jadikan sebagai makanan Kitty saja ya karena itu lebih berguna. Serang dia Kitty! Tapi jangan buat dia mati ya,” seru Scarlesia menyuruh Kitty menyerang Debby.


“T-tidak! J-jangan! Saya mohon jangan!”


Kitty berlari menyerang Debby, dia memainkan taring dan cakarnya. Debby berteriak-teriak meminta tolong sedangkan Scarlesia hanya menyaksikannya dari tempat duduknya. Scarlesia tersenyum penuh kemenangan, dia sungguh senang melihat orang yang berani menyakitinya menderita seperti ini.


“Sudah cukup Kitty! Sekarang kemarilah!” suruh Scarlesia.


Kitty pun menghentikan aksinya kemudian menghampiri Scarlesia. Dia melihat Debby tidak sadarkan diri serta terluka parah dan darahnya banyak keluar dari bagian tubuhnya yang terluka. Sungguh pemandangan yang sempurna bagi Scarlesia.


“Apa yang harus dilakukan pada wanita ini selanjunya Nona?” tanya salah seorang ksatria.


“Gantung tubuhnya di depan gerbang mansion! Biar semua orang bisa melihatnya jika berani macam-macam denganku maka akan berakhir seperti dia,” perintah Scarlesia yang langsung keluar dari ruang bawah tanah.


Scarlesia merasa puas setelah melakukan hal seperti ini pada Debby. Rasa geram dan kesalnya terbayarkan hari ini, dia berharap tidak akan ada orang yang berani macam-macam dengannya setelah ini.


“Ahh aku sangat penasaran bagaimana reaksi Zeneta dan Nieva setelah melihat keadaan Debby yang seperti sekarang. Aku harap reaksi mereka dapat menghiburku karena ini hanya sebagai awalan dan peringatan untuk mereka yang berani bermain-main denganku,”

__ADS_1


__ADS_2