
“Haha akhirnya kalian datang juga,” ujar Cyrill.
Melihat kondisi Scarlesia yang begitu mengkhawatirkan, mereka cemas dan segera menghampiri Scarlesia untuk mengecek keadaannya secara langsung. Scarlesia nyaris kehilangan kesadarannya tapi masih bisa dia tahan untuk sejenak. Andreas duduk di samping Scarlesia, dia menenangkan Scarlesia yang tidak berhenti mengerang sakit.
“Tidak apa-apa, kami sudah di sini sekarang. Jangan takut lagi, jangan sakit lagi ya,” ucap Andreas.
“Cyrill! Sudah berapa kali aku katakan padamu untuk menyerah? Kau tidak akan pernah mendapatkan Sia bagaimana pun itu usahamu,” kata Xeon memberi sorotan mata yang tajam pada Cyrill.
“Ya terserah, tapi yang jelas aku tidak akan menyerah. Aku pergi dulu, kapan-kapan akan aku kunjungi lagi Sia,” pamitnya menghilang.
Rasanya Xeon ingin mengejar Cyrill lalu membunuhnya langsung tapi kondisi Scarlesia lebih penting untuknya sekarang. Mereka segera melarikan Scarlesia ke kamarnya dan memberitahu Edward tentang situasi yang menimpa Scarlesia. Pada malam itu juga Xeon mencoba berbicara pada Dizon tentang Cyrill.
“Yang Mulia, saya harap anda mengerti bahwa Cyrill bukanlah orang yang baik,” tutur Xeon.
“Setelah mendengar penjelasanmu aku mengerti bahwa Cyrill bukan orang yang baik dan akan menjadi ancaman besar bila dibiarkan,” balas Dizon mengangguk.
“Mungkin setelah ini dia tidak akan kembali lagi ke Kekaisaran Thyme. Perketat keamanan di Kekaisaran Thyme dan jangan pernah biarkan dia masuk Yang Mulia, pria yang bernama Cyrill adalah ancaman besar baik itu bagi Kekaisaran Thyme maupun bagi dunia sendiri,” pungkas Xeon.
Sehabis itu Xeon kembali melihat keadaan Scarlesia, setelah Cyrill pergi dia baru bisa menenangkan dirinya. Kini dia tertidur pulas dan tidak merasakan sakit luar biasa lagi, Xeon mengecup kening Scarlesia lalu meninggalkannya sendirian di kamarnya. Kemudian Xeon pergi menghampiri para pria lainnya yang ingin tahu tentang siapa Cyrill sebenarnya secara detail termasuk Eldrick bersama Aldert dan Carlen yang juga ingin tahu masalah tersebut.
“Katakan Xeon, kenapa pria bernama Cyrill itu terlihat sangat menginginkan Sia?” tanya Aldert.
“Aku akan menceritakan pada kalian kenapa Cyrill mengincar Sia,”
Xeon duduk diantara mereka, pandangannya sendu karena sejujurnya dia tidak ingin mengingat masa lalu tentang Cyrill dan Sia. Namun, mau tidak mau dia harus menceritakannya agar tidak terjadi kesalahpahaman lebih lanjut tentang Cyrill.
__ADS_1
“Dulunya Cyrill adalah asisten terpercaya dewa pencipta, dia bekerja sangat keras dibanding asisten lainnya. Sampai akhirnya dewa pencipta menciptakan Sia, dia mulai menaruh hati pada Sia. Tapi, karena dewa pencipta memilihku sebagai dewa penjaganya Sia dan itu membuat Cyrill kecewa. Sebab, sejak awal Cyrill berharap dewa pencipta akan memilihnya untuk menjaga Sia namun harapnya terlampau jauh untuk itu karena dia hanyalah seorang asisten dan tidak lebih,”
“Apa karena ini dia sampai berkhianat?” tanya Andreas.
“Ya, dia berkhianat saat Sia sudah tumbuh dewasa, wajah Sia yang terlalu cantik membuat rasa ingin memilikinya menggebu-gebu. Sudah berapa kali dia mencoba mengungkapkan perasaannya pada Sia tapi selalu berujung penolakan. Obsesinya pada Sia semakin besar dari waktu ke waktu, sampai pada akhirnya hal itu terjadi….”
Xeon menghentikan penjelasannya, kedua tangannya mengepal erat dan gemetar, lagi-lagi amarah terpancar di kedua matanya.
“Apa yang terjadi?” tanya Carlen menunggu Xeon menjelaskan lebih lanjut.
“Waktu itu Sia belum terlalu kuat, kekuatan dewi yang dia miliki hanyalah kekuatan penyembuhan saja dan belum memiliki kekuatan tempur. Cyrill melakukan… dia melakukan….”
Lagi-lagi kalimat Xeon terhenti, rasanya dia tidak sanggup melanjutkannya lebih jauh lagi.
“Melakukan apa?”
Deg!
Bukan main terkejutnya mereka mendengar kalimat lanjutan dari Xeon, sesuatu yang disimpannya selama lebih dari 2000 tahun lamanya. Lidah mereka berat untuk bersuara, hanya bisa tercengang dan diam seketika.
“Karena jiwa Sia telah rusak, akhirnya dewa pencipta membuat ulang jiwanya Sia. Ingatan buruk mengenai pemerkosaan yang dilakukan oleh Cyrill dihapuskan dari memorinya. Semenjak saat itu Cyrill menyatakan bahwa tidak akan menjadi asisten dewa pencipta lagi karena dia akan bergabung bersama dewa kegelapan. Rasa obsesi menutup matanya dan tidak mampu membedakan mana yang salah dan mana yang benar,”
“Lalu kenapa Sia kesakitan saat berada di dekat Cyrill? Bukannya dewa pencipta sudah membuang ingatan buruk itu?” tanya Eldrick yang saat ini mencemaskan Scarlesia.
“Itu karena respon alami dari kutukan yang telah ditanamkan oleh Cyrill di jiwanya Sia. Kutukan akan aktif bila Cyrill berada dekat dengan Sia, dia senang melihat Sia merintih kesakitan karena ulahnya. Sebab itulah dia memasang kutukan tersebut, kutukannya akan berhenti bereaksi saat Cyrill menyentuh tubuhnya,” jawab Xeon.
__ADS_1
“Jadi, Cyrill menggunakan kutukan ini untuk membuat Sia berada di dalam jangkauannya? Karena reaksi kutukannya akan berhenti bila Cyrill menyentuhnya, dia memanfaatkan situasi ini begitu?” ujar Louis diangguki Xeon.
“Tapi kenapa kutukannya tidak dihilangkan? Bukannya dewa dan dewi seperti kalian bisa melakukannya?” tanya Elios.
“Kutukannya bercampur dengan kutukan kegelapan, kami tidak bisa begitu saja menghilangkan kutukannya karena itu akan merusak jiwa Sia kembali. Sebenarnya Cyrill sudah disegel jauh sebelum dewa kegelapan tersegel, tapi segelnya rusak bersamaan segel dewa kegelapan yang juga rusak beberapa waktu lalu. Itulah kenapa dia bisa keluar,” jawab Xeon.
“Sekarang bagaimana caranya melepas kutukan itu? Bila dibiarkan lama-lama itu akan membuat Sia menderita lebih lama,” ucap Aldert.
“Sesungguhnya yang bisa melepas kutukannya hanya dewa pencipta,”
“Tadi kau bilang kalian tidak bisa melakukannya karena akan merusak jiwanya Sia? Lalu kenapa sekarang kau katakan kalau dewa pencipta bisa melakukannya?” sanggah Zenon.
“Dewa pencipta sering tertidur semenjak Sia diciptakan, sebab beliau bilang penciptaan jiwa Sia membutuhkan sangat banyak kekuatan. Karena itu, beliau terbangun untuk menyegel Cyrill saja dan selesai menyegel Cyrill dewa pencipta kembali tertidur dan bangun kembali setelah perang usai. Jadi tidak sempat beliau menghilangkan kutukannya ditambah Sia tidak hanya memiliki satu kutukan saja,”
“Huh? Kutukan apa lagi?” bingung mereka.
“Aku belum bisa memberitahu kutukan yang satunya pada kalian, hanya itu saja yang bisa aku jelaskan. Intinya Cyrill itu sangat berbahaya,” ujar Xeon.
“Tunggu! Ada satu hal lagi yang mengganjal. Apa benar pria itu bisa mengcopy kekuatan orang lain?” tanya Elios.
"Itu adalah kekuatannya, dia mempunyai kemampuan mengcopy kekuatan orang lain. Kalian ingat saat melawan monster waktu itu? Beberapa monsternya memiliki kekuatan yang sama dengan kalian, itu adalah perbuatannya sendiri. Meski begitu, dia tidak bisa mengcopy kekuatan dewa,” terang Xeon.
“Pantas saja aku merasa kekuatannya mirip dengan kekuatanku,” tutur Elios.
“Tapi anehnya kekuatannya tidak sehebat kekuatanku,” sambung Zenon.
__ADS_1
“Iya, kekuatan yang dicopy oleh Cyrill lebih lemah dibanding kekuatan aslinya. Makanya kalian masih bisa menanganinya,”
“Oke, kami sudah paham sekarang mengenai masalah pria bernama Cyrill ini. Sekarang kita harus meningkatkan keamanan untuk menjaga Sia. Tapi bagaimana caranya?”