Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Di Dalam Kotak Pandora


__ADS_3

“Siapa yang menangkap dua hewan ini? Kenapa di tubuh mereka ada racun?” tanya Scarlesia menatap tajam Abigail.


“Kenapa matamu seperti itu melihatku? Memang aku yang menangkapnya, lalu masalah?” ketus Abigail.


Scarlesia langsung berjalan ke arah Abigail, dari kedua matanya terpancar amarah luar biasa.


Plakkk


Sebuah tamparan keras dilayangkan oleh Scarlesia di pipi Abigail, emosinya memburu keluar dan tatapan matanya seakan menerkam Abigail saat itu juga.


“KENAPA KAU MALAH MENAMPARKU?” bentak Abigail.


“Kau memang pantas mendapatkannya. Hewan itu juga makhluk hidup dan mereka juga punya perasaan seperti kita. Kenapa kau memberikan racun di senjatamu untuk menangkap mereka? Apa kau tidak tahu bagaimana sakitnya mereka sekarang karena tersiksa oleh racun itu? Harusnya kau berpikir dan gunakan otakmu yang tidak seberapa itu dengan benar,” ujar Scarlesia bernada marah.


“Jadi menurutmu binatang itu lebih berharga dariku begitu?”


“Memang mereka lebih berharga dibanding wanita murahan sepertimu, mereka jauh lebih baik dibanding kau manusia yang tak berperasaan,” tekan Scarlesia kembali beralih pada kenari dan iguana tersebut.


Scarlesia menyembuhkan mereka menggunakan kekuatannya, racun-racun yang berada di tubuh mereka hilang seketika.


“Terima kasih Yang Mulia, terima kasih,”


“Yang Mulia, saya tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan anda. Tapi terima kasih sudah menyembuhkan kami,”


Burung kenari dan iguana tersebut berterima kasih pada Scarlesia, mereka berdua bersyukur karena bertemu dengan Scarlesia. Kini mereka berada di tangan Scarlesia, ia membawanya agak menjauh dari Abigail.


“Tolong Yang Mulia silahkan umumkan hasilnya sekarang,” pinta Scarlesia.


“Baiklah,”


Scarlesia tersenyum penuh kemenangan ke arah Abigail dan Duchess Debora yang kesal karena ulah Scarlesia. Rencana yang mereka siapkan secara matang dihancurkan dalam sekejap oleh Scarlesia. Kemudian Edward mengumumkan perihal pemenang ujian perburuan ini yang dimenangkan oleh Scarlesia kembali. Suara tepuk tangan dan sorak gembira untuk Scarlesia bergemuruh di camp perburuan.


Erin dan Hana segera menyusul Scarlesia, mereka menyeka noda darah di wajahnya lalu mengambangkan sebuah kain untuk menyelimuti pakaian Scarlesia yang kena percikan darah juga.


“Kakak! Kenapa aku tidak bisa menghubungi kakak tadi?” tanya Archie cemas.


“Ahh aku lupa, ini!” Scarlesia mengeluarkan earpiecenya yang sudah hancur lebur dari saku celananya. “Earpiece nya hancur karena tadi aku tersegel di dalam kotak pandora, maaf ya,” lanjut Scarlesia berucap.


“Kotak pandora? Sebenarnya apa yang terjadi padamu tadi? Bisakah kau ceritakan?” kata Zenon ingin tahu.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan menceritakannya,”


Kembali ke beberapa saat yang lalu ketika Scarlesia tersegel di dalam kotak pandora, ia awalnya bingung melihat pemandangan sekarang ada di sekitarnya yang tampak seperti sebuah istana. Dia terus berjalan mencari jalan keluar tapi tidak bisa ia temukan di mana pun itu, hingga ia tiba di depan sebuah ruang yang terlihat mencurigakan dan dari dalamnya terasa aura makhluk hidup. Akhirnya, Scarlesia memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan tersebut tanpa ada rasa ragu atau pun takut.


Ruang itu terkesan gelap tapi masih bisa dilihat jelas dengan mata telanjang, Scarlesia terus berjalan menyusuri ruang tersebut.


“Siapa yang berani masuk ke dalam istanaku?”


Sebuah suara yang besar menggelegar dan membuat Scarlesia terkaget, ia mencari arah suara tersebut berasal tapi tidak dia temukan dimana-mana.


“Kemana kau melihat? Aku di sebelah sini,” ucap suara itu memanggil Scarlesia untuk terus berjalan lurus ke depan.


“Ular?”


Seekor ular putih yang super besar tengah duduk di atas singgasana, Scarlesia terkesiap melihat ular putih itu.


“Kenapa kau masuk ke dalam istanaku?” tanya ular itu.


“Eumm aku tidak sengaja masuk ke dalam ini, aku bahkan tidak tahu ternyata di dalam kotak pandora adalah sebuah istana mewah,” jawab Scarlesia.


“Sudah aku duga kau bukan manusia biasa, kau bisa mengerti bahasaku. Siapa kau sebenarnya?” selidik ular tersebut.


Ular itu tampak terkejut ketika Scarlesia menyebutkan ‘dewa hewan’.


“Apa kau kenal Shiro sang raja hewan?”


“Tentu saja aku kenal, dia tinggal bersamaku,”


“Begitu ya? Shiro adalah temanku. Beberapa waktu lalu dia pernah menceritakan padaku kalau dia sedang melayani seorang gadis yang memiliki kekuatan dewa hewan di dirinya. Shiro diperintah langsung oleh dewa hewan,” ujarnya.


“Yeah benar, itu adalah aku yang dimaksudnya,”


“Oke, apa kau mau keluar dari sini? Aku akan membantumu tapi kau juga harus membawaku bersamamu. Aku sudah lama tidak ke dunia luar, bisakah kau mengabulkan keinginanku?”


Scarlesia berpikir sejenak sebelum menjawab tawaran dari ular putih itu.


“Baiklah, tapi ada syarat lain yang harus kau penuhi,”


Scarlesia mengatakan bahwa ular putih itu harus berpura-pura mati untuk dijadikan sebagai hasil buruannya dan ularnya menyetujui syaratnya itu. Scarlesia juga mengetahui kalau nama ular putih itu adalah Bely. Mereka keluar bersama dari kotak pandoranya, setibanya di luar Scarlesia segera menghabisi para penyihir yang tadi menyegelnya ke dalam kotak pandora. Segelan dari penyihir tersebut sangat lemah sehingga Scarlesia mudah menghancurkan segelnya.

__ADS_1


Tidak beberapa lama kemudian, banyak binatang buas yang mendatangi Scarlesia dan mereka adalah bawahan Kitty yang ditugaskan untuk mengawasi Scarlesia. Mereka keluar bersama dari hutan, Bely pura-pura mati lalu digotong oleh hewan-hewan buas itu, lalu para griffin mengangkut mayat penyihir-penyihir itu.


“Nah begitu lah ceritanya,” ucap Scarlesia.


“Jadi ular putih itu masih hidup?” tunjuk Andreas ke arah ular putih yang sudah dikerumuni oleh banyak orang.


“AKU LUPA! AKU HARUS MEMBAWA ULAR PUTIH ITU BERSAMAKU,”


Scarlesia terperanjat dari tempat duduknya, ia menerobos masuk kerumunan dan membawa ular putih itu ke dekatnya.


“Apakah kau melupakanku barusan?” sinis Bely.


“Ya ampun maafkan aku Bely, aku hampir saja lupa. Hehe,”


“Huh dasar! Tapi kali ini kau dimaafkan,”


Di sela percakapan mereka, Edward datang menghampiri Scarlesia dengan senyum mengambang di bibirnya.


“Ternyata ular putih ini masih hidup? Apa kau mau menyerahkannya ke istana sebagai binatang peliharaan?” tanya Edward.


“Tidak Yang Mulia, ular ini tidak akan saya serahkan pada istana kecuali jika dia ingin menetap bersama saya ya saya tidak masalah,”


“Hmm begitu, padahal aku ingin memeliharanya. Apakah dia berkenan jika aku menjadi tuannya?”


Scarlesia menatap Bely, mereka berdua saling beradu pandang satu sama lain.


“Sepertinya pria ini orang baik, aku akan mencoba menetap di istana selama beberapa waktu,” tutur Bely.


“Yang Mulia, sepertinya dia bersedia. Akan tetapi, jika tubuhnya sebesar ini akan menyulitkan bagi anda,” kata Scarlesia. “Bisakah kau berubah menjadi kecil Bely?”


Bely berubah menjadi sangat kecil seperti sebuah gelang melilit di pergelangan tangan Edward.


“Dia bisa mengubah ukurannya? Sungguh luar biasa! Siapa namanya?”


“Bely. Namanya Bely Yang Mulia,” jawab Scarlesia.


“Bely ya? Baiklah aku akan menjaganya dengan baik,”


Lalu Edward pergi membawa Bely bersamanya, Scarlesia mengalihkan pandangannya pada Abigail.

__ADS_1


“Hei kau tidak lupa dengan taruhannya kan?”


__ADS_2