
Tukk tukk tukk
Cici datang mengetuk jendela kamar Scarlesia menggunakan paruhnya, dia seperti sedang membawa berita baru untuk Scarlesia. Sekarang ini Scarlesia baru saja selesai mandi, handuknya masih terpasang di tubuhnya. Ketika melihat Cici, Scarlesia segera membukakan jendela untuknya.
“Lama tidak bertemu Cici. Apa kau membawa berita baru untukku?” tanya Scarlesia.
“Iya Nona, ini berita yang saaangaaattt luar biasa,” jawab Cici.
“Oh ya? Cepat ceritakan padaku sekarang,” desak Scarlesia tidak sabar.
“Saya tadi baru balik dari istana lalu aku mendengar permaisuri mandul akibat racun yang terminum olehnya,” lapor Cici.
Scarlesia tertawa puas, sejauh ini adalah berita paling spektakuler yang dia dapatkan.
“Mampus! Hahaha aku tahu sejak awal ini adalah rencananya tapi aku tidak mengira ternyata racun itu membuatnya menjadi mandul. Hmm sepertinya aku akan menabur garam di lukanya,” ucap Scarlesia.
“Apa yang akan anda lakukan Nona?” tanya Cici bingung.
“Tunggu saja di sini sebentar, masih ada yang perlu kau lakukan untukku,”
Scarlesia lalu mengambil secari kertas kecil, dia menuliskan beberapa kata di kertas tersebut tanpa Cici tahu apa yang sedang ditulisnya.
“Antarkan ini kepada permaisuri yang terhormat,” perintah Scarlesia mengikatkan sebuah kertas kecil ke kaki Cici.
“Kertas apa ini Nona?” tanya Cici ingin tahu.
“Ini adalah surat untuk menyemangati serta memberi selamat permaisuri yang sedang mandul dan akan memiliki akhir hidup yang bahagia,”
Cici mengantarkan pesan Scarlesia dengan super hati-hati, ia tiba di jendela kamar Nieva. Di sana Nieva sedang duduk termenung di tempat tidurnya. Kedatangan Cici sedikit membuatnya terperanjat kaget karena Cici mematuk-matuk kaca jendelanya. Begitu melihat Cici, Nieva langsung membukakan jendela untuknya.
“Ehh burung siapa ini?”
Cici memperlihatkan dengan jelas surat yang diikatkan oleh Scarlesia di kakinya, Nieva menyadari kalau burung tersebut khusus diutus untuk mengantarkan surat padanya. Nieva pun langsung mengambil suratnya, lalu Cici segera pergi setelah memastikan bahwa surat itu kini sudah berada di tangan Nieva.
__ADS_1
“Mari aku lihat surat dari siapa gerangan,”
Ketika Nieva membaca suratnya, dia merasa kemarahan yang teramat sangat. Tulisan rapi Scarlesia berisi pesan yang menusuk untuk dirinya sendiri.
“Halo permaisuri yang terhormat dan paling dicintai rakyat Kekaisaran Roosevelt. Ahh aku akan tetap memanggilmu seperti biasa tanpa embel-embel permaisuri atau Yang Mulia. Aku dengar kau mandul ya? Itu salah kau sendiri sih minum racun tapi tidak tahu dosisnya. Aduh aku tahu kalau racun itu adalah perbuatanmu sendiri. Kau berniat untuk memfitnahku agar dibenci oleh rakyat kekaisaran ini, kau menggunakan statusmu sebagai permaisuri agar mereka mempercayaimu. Kau terkejut bagaimana aku mengetahuinya? Itu tidak penting tapi aku ingin memberikan selamat karena kau telah termakan senjata sendiri. Hati-hati loh posisimu sebagai permaisuri sekarang sedang terancam, jangan kau pikir kaisar tetap menyayangimu setelah tahu bahwa kau mandul akibat perbuatanmu sendiri,”
“Kurang ajar! Aku sangat membenci wanita ini. Aku sudah kehilangan hal paling berharga di diriku, jadi aku tidak melepaskannya begitu saja. Aku harus memastikan dia mati di rencanaku kali ini,” gerutu Nieva meremuk kertasnya.
Kembali ke Paviliun Kirin, Scarlesia sedang menyibukkan dirinya dengan membaca buku di perpustakaan kediaman agar beban pikirannya tidak terlalu menganggu dirinya. Di saat dirinya tengah sibuk membalikkan halaman buku selanjutnya, Archie datang menghampirinya.
“Kakak, apakah kakak sibuk?” tanya Archie.
Scarlesia segera mengangkat kepalanya saat mendengar suara Archie.
“Ahh tidak, apa ada yang kau inginkan sekarang?” tanya Scarlesia balik menutup bukunya.
“Itu… Apakah kakak marah kepada Xeon? Tolong jangan marah padanya kak, aku masuk ke dunia ini karena keinginan aku sendiri. Xeon sudah melarangku tapi aku yang keras kepala, jadi aku harap kakak tidak memarahinya,” tutur Archie.
“Aku tidak marah padanya. Awalnya sih aku marah tapi aku sadar ternyata yang keras kepala memang adikku. Tenang saja, amarahku padanya sudah menghilang,” ujar Scarlesia.
“Sungguh? Kalau begitu kakak juga tidak marah padaku?”
Scarlesia memukul pelan kepala Archie dan membuatnya sedikit kesakitan.
“Aduh, kenapa kakak memukulku?” bingung Archie.
“Itu hukuman untukmu yang nekat masuk ke dunia ini, aku tidak tahu ke depannya akan seperti apa tapi aku akan melindungimu seperti biasanya,” kata Scarlesia menghela napasnya.
“Tidak perlu! Kakak tidak perlu melindungiku. Aku sekarang tidak sakit-sakitan lagi ditambah aku punya kekuatan besar di tubuhku. Aku yang akan melindungi kakak mulai sekarang,” bangga Archie.
Scarlesia mengacak-acak rambut Archie, dia tidak sadar ternyata adiknya sudah tumbuh menjadi dewasa perlahan.
“Baiklah. Tolong lindungi saya ya tuan prajurit atau lebih tepatnya tuan pahlawan,”
__ADS_1
“Oke serahkan semuanya kepada saya,”
Mereka tertawa bersama, tidak ada yang lebih dirindukan Archie selain moment tertawa bersama Scarlesia.
“Menurut kakak dunia ini keren bukan? Karena ada banyak sihir dan kekuatan unik di dalam lalu ada juga makhluk seperti naga, iblis, vampir, manusia serigala, penyihir agung, bahkan juga ada dewa. Dunia seperti ini aku sering membacanya di novel dan komik, di anime juga ada, di game pun ada. Aku hanya merasa sedang bermimpi karena ini sangat nyata bagiku,”
Scarlesia jadi ingat kalau dulu Archie sering berkhayal ingin masuk ke dalam dunia fantasi, adiknya selalu bercerita jika ada sihir di dunia mungkin dia tidak akan sakit-sakitan dan akan menjadi lebih kuat. Khayalannya itu kini berhasil menjadi nyata, dia terlempar masuk ke dalam dunia fantasi yang selalu ia khayalkan.
“Apa kau senang berada di sini?”
Archie mengangguk semangat.
“Aku senang karena kakak juga punya pria-pria yang baik di sisi kakak bahkan Yang Mulia Duke dan saudara laki-lakinya kakak juga memperlakukan aku dengan baik,”
“Syukurlah kalau kau senang. Kalau ada yang kau inginkan jangan lupa beritahu aku segera,” ucap Scarlesia.
“Iya kakak. Aku pasti akan memberitahu kakak,” balas Archie.
“ADIK IPAR! ADIK IPAR! ADA DI MANA KAU SEKARANG?”
Tidak salah lagi itu adalah suara Oliver yang sedang memanggil dan mencari Archie.
“Itu suara Kak Oliver! Aku akan pergi sekarang. Sampai bertemu nanti kak,”
Archie bergegas keluar dari perpustakaan, Scarlesia turut senang melihat adiknya yang bisa berlari dan sangat ceria.
“Adik ipar? Hmm sepertinya mereka tengah mendekatkan diri pada Archie. Semenjak mereka tahu Archie adalah adikku, mereka memperlakukannya dengan sangat baik,” gumam Scarlesia melanjutkan kembali aktivitasnya.
Seusai puas membaca beberapa buku, Scarlesia memutuskan untuk kembali lagi ke kamarnya dengan membawa beberapa buku untuk ia baca nanti malam. Saat Scarlesia tiba di kamarnya, ia dikejutkan oleh beberapa orang ksatria lalu beberapa orang petugas pengadilan menggeledah kamarnya.
“ADA APA INI? SIAPA YANG MENGIZINKAN KALIAN MASUK KE KAMAR ORANG LAIN TANPA PERMISI?” teriak Scarlesia marah melihat semua barang-barangnya berserakan di atas lantai.
“Maaf Nona Eginhardt, anda akan kami bawa ke istana dan anda akan ditahan sementara waktu karena anda terbukti melakukan percobaan pembunuhan kepada Yang Mulia Permaisuri,”
__ADS_1