
Beberapa hari kemudian, acara pertunangan antara putra mahkota dengan Nieva pun akhirnya digelar. Scarlesia selaku keluarga dari Nieva diwajibkan untuk hadir di acara tersebut, meski dia tidak ingin menghadirinya tapi dia merasa akan terjadi hal menarik di aula istana hari ini. Scarlesia berencana untuk datang bersama salah satu enam pria yang ada di paviliunnya tapi tidak ada diantara mereka yang mau mengalah dan ingin ikut bersama Scarlesia semuanya. Akhirnya, terpaksa lah dia mengajak keenam pria tersebut.
Hari ini Scarlesia mengenakan gaun berwarna hijau tua dengan motif emas yang memberi kesan sempurna di gaunnya. Tidak lupa beberapa perhiasan beserta beberapa aksesoris mutiara emas menghiasi rambut silver panjangnya. Bibir tipis nan seksinya dipolesi dengan lipstick berwarna merah muda, hiasan di wajahnya termasuk simpel namun terkesan mewah. Tidak lupa pula dia menyemprotkan parfum beraroma vanilla yang baru saja dibuat kemarin. Aromanya yang manis namun tidak tajam membuat semua orang yang menciumnya menjadi terlena sesaat.
Sungguh penampilannya hari ini sangat bersinar, siapapun akan terpukau akan keanggunannya. Sebelum berangkat, Scarlesia terlebih dahulu mengecek penampilannya dari atas sampai bawah. Ia berputar-putar di depan cermin rias yang cukup besar di kamarnya sembari memperbaiki bila ada riasan yang kurang rapi.
“Sia, apa kamu sudah siap?” tanya Elios dari luar pintu kamarnya.
“Sudah,” sahutnya.
Hana dan Erin mengacungkan jempolnya pertanda bahwa penampilan Scarlesia sangat cantik menurut mereka. Hana dan Erin juga langsung membukakan membukakan pintu kamar, Scarlesia segera berangkat begitu semuanya sudah sempurna.
“Wahh Sia kau cantik sekali hari ini,” sanjung Louis.
“Apa kau buta? Biasanya dia juga cantik,” ketus Zenon.
“Benar benar kali ini aku setuju denganmu,” ucap Elios mengangguk setuju dengan perkataan Zenon.
Kini enam pria di hadapannya berpenampilan rapi dan terlihat lebih tampan dari biasanya. Mereka sama-sama mengulurkan tangannya pada Scarlesia, ia tertawa kecil melihat tingkah mereka yang manis. Sekarang saatnya mereka berangkat bersama menuju istana kekaisaran.
Di aula istana
Satu persatu bangsawan mulai berdatangan, suasana aula pun secara perlahan mulai ramai. Kali ini aula istana didekor dengan sangat mewah, emas dan permata berkilauan dimana saja. Sesaat kemudian, seorang wanita cantik dengan rambut panjang bergelombang memasuki aula. Kecantikannya membuat semua orang tersihir dan terlena seketika.
“Bukannya dia adalah Ratu Miranda dari Negara Lothea?”
__ADS_1
“Benar, dia sangat cantik sesuai dengan rumornya,”
“Aku dengar dia memiliki banyak suami di kastilnya,”
“Iya, wajar dia punya banyak suami karena wajahnya sangat cantik. Siapapun tidak akan menolak untuk menjadi suaminya,”
Miranda menyunggingkan senyumnya saat mendengar para tamu undangan membicarakan dirinya. Dia memang menyukai pujian-pujian atau sanjungan pada kecantikannya, itu tidak bisa dipungkiri lagi karena pada nyatanya dia memang sangat cantik.
“Pujilah aku sebanyak mungkin, tunjukkan kalau memang aku wanita paling cantik di dunia ini,” batinnya menyeringai.
Tidak berselang lama, Scarlesia akhirnya tiba di depan aula. Para ksatria penjaga terpukau melihat kecantikan Scarlesia hari ini, mereka membukakan daun pintu aula agar Scarlesia bisa segera masuk ke dalam.
“NONA SCARLESIA EGINHARDT MEMASUKI RUANGAN,”
Scarlesia memasuki ruangan dengan langkah yang tegas namun elegan, seluruh mata menyoroti kedatangannya. Ia berhasil merebut seluruh perhatian yang awalnya tertuju pada Miranda, kini perhatian tersebut terpusat pada dirinya. Enam pria yang mendampinginya tidak kalah mendapat sorotan juga dari para wanita bangsawan.
“Aku menyebut ini sebagai kecantikan yang tidak masuk akal, seorang manusia tidak mungkin bisa memiliki kecantikan yang sempurna seperti itu,”
“Dewa menciptakannya dengan sempurna tanpa celah, tidak salah bila dia dikatakan memiliki kecantikan berupa dewi,”
“Pria-pria yang mendampinginya juga tidak kalah tampan. Lihatlah mereka memperlakukan Nona Eginhardt begitu lembut,”
“Apa mungkin rumor mengenai Nona Eginhardt mau mendirikan harem itu benar? Itu buktinya saat ini pria-pria tampan mengelilinginya,”
Miranda terdiam ketika melihat kecantika Scarlesia, dia sangat geram mendengar para tamu melupakan dirinya dan menyanjung Scarlesia secara terang-terangan di hadapannya. Miranda menatap Scarlesia penuh benci dan amarah, giginya bergemelatuk kesal melihat wanita yang lebih cantik darinya.
__ADS_1
“Bagaimana bisa wanita itu melebihi diriku? Dan juga siapa pria-pria tampan yang bersamanya? Kenapa aku merasakan kekuatan besar bergejolak di dalam diri para pria itu? Tidak! Aku harus membunuh wanita itu lalu merebut semua pria itu darinya,” pikir Miranda menggigit bibir bawahnya.
Miranda merasa begitu tertekan karena kehadiran Scarlesia, selama beberapa tahun dia hidup baru kali ini dia merasa dikalahkan oleh wanita lain. Scarlesia menyadari Miranda yang terganggu karena dirinya, ia tersenyum mengejek Miranda karena dia tahu bahwa Miranda adalah ratu penyihir hitam yang membantu permaisuri dengan menumbalkan anak-anak tak bersalah sebagai imbalannya.
“Huh? Apa dia baru saja baru meledekku? Haha wanita ini punya nyali begitu besar. Setelah dia membunuh para bawahanku lalu membawa kembali para tumbal yang sudah disiapkan, apa dia pikir dia bisa selamat dari kematian? Sungguh naif. Dia tidak tahu sekarang sedang berhadapan dengan siapa,” batin Miranda.
Karena sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi, Miranda memutuskan untuk mencoba mendekati Scarlesia dan mengajaknya berbicara.
“Halo Nona Eginhardt, ini pertama kalinya kita bertemu bukan? Perkenalkan saya Miranda, ratu dari Negara Lothea,” ucapnya mengulurkan tangannya untuk berjabat.
“Halo Yang Mulia Ratu. Senang bertemu dengan anda, saya Scarlesia Eginhardt putri dari Duke Eginhardt,” balas Scarlesia menerima jabatan tangan Miranda.
Mereka saling membuat senyum palsu, urat mereka juga saling bersitegang. Mereka seperti mengeluarkan sengatan listrik di antara pandangannya. Miranda mencoba memakai kekuatannya sedikit pada Scarlesia yang bertujuan untuk menyakitinya dari dalam, namun dia sontak terkejut karena kekuatannya tidak bereaksi sama sekali.
“Apa kau baru saja mencoba memakai kekuatanmu pada Sia?” tanya Oliver menepis tangan Miranda dari Scarlesia, dia menyadari bahwa Miranda sedang mencoba untuk menyakiti Scarlesia dengan sihir hitamnya.
“Haha apa yang sedang kau bicarakan? Tidak mungkin aku mencoba menyakiti Nona Eginhardt,” dalih Miranda.
“Kekuatan apa yang ada di dalam tubuhnya? Aku merasakan aliran kekuatan dewa dan dewi di dalam dirinya. Kenapa seorang manusia biasa bisa memiliki kekuatan yang sangat besar?” pikir Miranda kaget.
“Sudah Oliver, jangan marah. Mana mungkin Yang Mulia Ratu Miranda ingin menyakitiku. Sangat tidak mungkin kan Yang Mulia?” ujar Scarlesia menekan nada bicaranya.
Miranda tersentak dengan tekanan yang dikeluarkan oleh Scarlesia, pandangan yang mengintimidasinya membuatnya tidak bisa bersuara dalam beberapa saat.
“B-benar, t-tidak mungkin aku melakukan itu,” jawab Miranda gelagapan.
__ADS_1
“Tuh kan, Yang Mulia tidak menyakitiku. Maaf ya Yang Mulia para pria saya ini sangat sensitif dengan orang yang memiliki niat buruk pada saya,”