Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Kriteria Seorang Pemimpin


__ADS_3

“Aku tidak bisa tidur, kalau begitu aku akan pergi ke luar sebentar,” gumam Scarlesia beranjak pergi dari tempat tidurnya.


Suasana lorong di sekitar kamarnya sangat sepi, karena ini sudah lewat tengah malam jadi orang-orang sedang masuk ke dalam mode mimpi indah. Tidak masalah baginya karena ini akan mempermudahnya untuk pergi keluar mencari angin segar. Scarlesia pergi ke sebuah balkon yang cukup luas, di sana ada bangku yang panjang, serta banyak tanaman bunga yang menyegarkan. Di bangku tersebut duduk seorang pria tengah mendongak ke arah langit, pria itu adalah Louis.


“Louis!” panggil Scarlesia.


Louis  langsung menoleh karena mendengar suara Scarlesia, ia sumringah ketika melihat Scarlesia dan langsung menyuruh duduk di sampingnya.


“Apa kau tidak tidur?” tanya Scarlesia.


“Tidak, bagaimana denganmu sendiri? Sepertinya kau susah tidur juga ya,” jawab Louis.


“Ya, tapi apa yang sejak tadi kau lihat? Apakah kau melihat bulan yang sudah hancur itu?” terka Scarlesia menujuk ke arah bulan.


“Hmm, bulan itu hancur karena ulahku sendiri padahal cahayanya sangat menenangkan hati tapi karena aku tidak mampu menguasai perubahan serigalaku jadi terpaksa bulan tersebut dihancurkan,”


Scarlesia tersenyum tipis, dia memahami perasaan Louis dan mengerti bahwa Louis sebenarnya sangat menyukai bulan.


“Aku akan mengembalikan bulannya seperti semula,”


Tidak menunggu lama, Scarlesia memperbaiki bulannya menggunakan kekuatan dewa langit yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki benda langit yang rusak. Bulannya kembali bersinar seperti dulunya, sinar rembulan langsung memantul ke arah mereka berdua.


“Wahh bulannya kembali, tapi bagaimana jika nanti aku mengamuk lagi dan melukaimu seperti kala itu? Aku sangat takut saat membayangkannya,”


Scarlesia menghembuskan napasnya, ia menggenggam tangan Louis penuh keyakinan.


“Percayalah, jika hal itu terjadi aku akan menghentikanmu. Aku tidak akan membunuhmu, jangan khawatirkan hal semacam itu karena aku yakin kamu pasti bisa mengendalikan kekuatan besar yang ada di dalam dirimu itu,” ujar Scarlesia.


“Oke, aku akan percaya pada Sia,” tutur Louis mengambangkan senyumnya.


Sehabis mengatakan hal itu, ekspresi Louis kembali suram dan sendu. Mungkin ada hal lain lagi yang membuatnya seperti ini.

__ADS_1


“Louis, apa yang sedang kau pikirkan? Sepertinya suasana hatimu sedang rumit,” Scarlesia mencoba mencari tahu sendiri.


“Apakah begitu kelihatan? Padahal aku bersusah payah menyembunyikannya. Aku hanya berpikir bahwa kau sangat kuat, aku merasa diriku lebih lemah dibandingkan yang lainnya. Jadi, aku kadang merasa tidak diperlukan kehadiranku. Aku sangat sedih bila memikirkannya,”


“Aku sangat kuat bukan berarti aku tidak membutuhkanmu dan yang lainnya, melainkan aku sangat membutuhkan hadirmu di sisiku. Kamu tidak perlu merendahkan diri sendiri, aku mencintaimu sejak awal kita bertemu jauh sebelum hari ini. Kau yang selalu menungguku setiap saat tanpa mengeluh kapan aku akan datang, aku merasa kurang jika kau tak ada di sampingku. Kau adalah pelengkapku, kekasih hatiku, kau tidak lemah tapi kau kuat jadi jangan merendah lagi. Oke?”


Scarlesia menatap dalam mata Louis, kedua matanya tidak berbohong ketika mengatakan bahwa dia benar membutuhkan Louis di sisinya. Hati Louis merasa terpanggil dan rasa sedihnya menghilang sesaat Scarlesia berucap akan arti dirinya untuk kekasihnya.


“Sia, aku mencintaimu,”


“Aku juga mencintaimu,”


Louis mengecup bibir Scarlesia, lalu Scarlesia juga membalas kecupannya dengan hangat. Di bawah sinar rembulan perasaan cinta diantara keduanya terlihat nyata, sinar rembulan yang indah menemani mereka pada malam yang dingin ini.


Di keesokan harinya, kabar mengenai Qirani yang sembuh total menyebar ke seluruh penjuru kekaisaran. Masalah Qirani yang diracuni juga ikut tersebar luas, ini berita buruk yang tidak pernah disangka oleh siapapun itu.


“Yang Mulia! Saya ingin melapor bahwa Dokter Efrem melakukan bunuh diri saat diinterogasi,” lapor salah seorang ksatria penjaga pada Scarlesia.


Scarlesia dipandu oleh ksatria tersebut ke ruang sel tahanan, di sana sudah ada Eldrick dan dua kakaknya serta ada Lucas dan Victor disusul juga oleh kedatangan Edward.


“Sepertinya dia sedang menyembunyikan pelaku yang sebenarnya,” ucap Victor.


“Sia, bisakah kau melihat jenis racun apa yang dia gunakan?” tanya Aldert.


“Baiklah, aku akan mencoba memeriksanya,”


Scarlesia maju untuk memeriksa tubuh Efrem yang sudah sangat dingin, ia mengeceknya dengan seksama agar tidak ada yang terlewatkan.


“Tidak salah lagi, ini adalah racun kelelawar berbisa. Racun ini akan membunuh organ dalam si korbannya, racun yang menyerang dari dalam hingga membuat hancur seluruh organ dalam tubuhnya,” terang Scarlesia.


“Ya sudah. Tinggalkan saja dulu masalah ini, serahkan pada penyelidik kekaisaran. Sekarang kita keluar dulu,” ajak Edward.

__ADS_1


“Baik Yang Mulia,”


Selesai keluar dari sel tahanan, Edward menyuruh Scarlesia untuk datang ke ruangannya karena ada beberapa hal yang ingin dia bicarakan bersama Duke Freya dan Marquess Liana.


“Salam Yang Mulia, perkenalkan saya Duke Freya,”


“Salam Yang Mulia, saya adalah Marquess Liana,”


Melihat dua orang wanita yang menjadi pemimpin keluarga bangsawan tentunya masih terlalu asing bagi Scarlesia yang biasanya hidup di Roosevelt yang meninggikan posisi seorang pria.


“Tidak perlu terlalu sopan, anda berdua duduk saja. Saya masih belum terbisa dengan panggilan seperti itu,” ujar Scarlesia tersenyum kikuk.


Edward dan Scarlesia bergabung dengan mereka berdua, Scarlesia terasa sedikit canggung dihadapkan pada dua orang wanita dewasa dan berkarisma seperti Duke Freya dan Marquess Liana.


“Sia, sebenarnya begini, proses pengangkatanmu menjadi putri mahkota sepertinya tidak bisa berjalan dengan lancar karena masih ada keturunan anak perempuan lain yang berada di Evariste. Jadi, para bangsawan menganjurkan untuk diadakannya sebuah ujian guna menentukan siapa yang lebih pantas mengemban posisi tersebut. Bisakah kau menerimanya?” terang Edward.


“Saya sudah menduga bahwa hal ini akan terjadi, meskipun saya adalah keturunan langsung dari kaisar ke 57 tapi tetap saja saya adalah orang luar yang masih awam mengenai Evariste. Saya akan menyanggupinya bila memang harus diadakan sebuah ujian, saya juga berharap hal itu akan mengubah pandangan para bangsawan yang menolak saya,” ujar Scarlesia.


Duke Freya dan Marquess Liana terkesima melihat ketenangan Scarlesia dalam menerima keputusan yang ditetapkan oleh para bangsawan dalam rapat semalam.


“Maaf Yang Mulia, kalau boleh saya tahu sebenarnya apa motivasi anda untuk menjadi kaisar?” sela Marquess Liana.


“Saya butuh posisi yang tinggi untuk melindungi rakyat, saya tidak ingin kejadian ketika gelombang monster terjadi kembali. Saya yang hanya seorang putri duke tidak bisa berbuat banyak ketika kaisar sendiri tidak mempercayai kata-kata saya. Jika saya menjadi kaisar maka saat bahaya datang, orang-orang akan mempercayai saya dan menuruti perintah saya. Jujur, saya menjadi kaisar bukan untuk diri saya tapi untuk melindungi orang lain,”


Sekali lagi mereka takjub dengan jawaban yang diberikan oleh Scarlesia pada mereka, tanpa ada yang dilebih-lebihkan serta kedua mata yang sangat jujur.


“Gadis ini harus menjadi kaisar! Dia sangat ramah dan tidak sombong setelah tahu identitas Ibunya yang sebenarnya. Dia bahkan sudah memprediksi bahwa akan ada pertentangan yang terjadi akibat membawa dirinya masuk menjadi putri mahkota di Evariste. Lalu dia menjadi kaisar untuk melindungi seluruh rakyat. Dia memenuhi kriteria seorang pemimpin! Tidak bisa! Aku harus membantunya naik ke posisi tersebut bagaimana pun itu caranya,” batin Duke Freya.


 


*Spoiler sedikit, sebentar lagi kalian bakal ketemu jlang yang lebih menyebalkan lagi. Siapkan hati dan siapkan pikiran, semoga gak kebawa ke hati ya hehe

__ADS_1


__ADS_2