Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Pertarungan Andreas dan Norbert


__ADS_3

“Ternyata kau masih bisa menahan seranganku ya Andreas tapi entah kenapa rasanya kau sedikit melemah dibanding dirimu yang dulu,” ujar pria yang menyerang Andreas tersebut.


“Norbert, kenapa kau bisa ada di sini?”


Rupa pria yang bernama Norbert itu terlihat mirip dengan Andreas, mulai dari rambutnya yang berwarna hitam hingga pupil matanya yang berwarna seperti pedang.


“Apa-apaan tatapan matamu itu? Apa kau tidak senang bertemu denganku?”


“Jangan kira aku bisa melupakan kejadian yang pernah terjadi dulu, walaupun kau adalah kakakku tapi aku tidak akan memaafkanmu atas semua yang kau lakukan padaku!”


“Ternyata dia adalah kakak kandung Andreas pantas saja wajah mereka mirip,” batin Scarlesia.


Andreas menatap Norbert dengan tatapan penuh kebencian dan amarah, mereka sejak tadi beradu pedang namun tidak satupun yang mengalah mundur. Akhirnya Andreas menambah kekuatan pada pedangnya dan membuat Norbert terpaksa mundur ke belakang.


“Ada apa ini Andreas? Kau benar-benar semakin lemah, apa mungkin itu karena kau tidak pernah lagi meminum darah manusia?”


“Darah manusia? Apa maksudnya?” pikir Scarlesia.


“Diam! Urus saja urusanmu sendiri!” ketus Andreas.


Norbert menoleh ke Scarlesia, ia tersenyum lalu perlahan mendekat ke Scarlesia.


“Oh lihat, siapa wanita cantik ini? Dia…”


Plakkk


Di saat Norbert hendak menyentuh pipi Scarlesia, Andreas menampik keras tangan Norbert agar tidak jadi menyentuh Scarlesia.


“Jauhkan tangan kotormu itu dari Sia!” tekan Andreas.


“Santai santai, aku tidak akan menyakitinya. Hanya saja bau darahnya manis sama seperti wanita yang kau cintai dulunya,” bisik Norbert menyunggingkan senyumnya.


“KURANG AJAR!”


Andreas menarik pedangnya dan menyerang Norbert, dia termakan oleh emosinya sendiri. Di taman pada malam itu, ternyata pertarungan hebat antara Andreas dan Norbert. Suara pedang mereka beradu di udara, sedangkan Scarlesia hanya mengamati pertarungan mereka berdua.

__ADS_1


“Aku tidak percaya ini, ternyata ada vampir lain yang masih hidup selain Andreas,” batin Scarlesia.


Pertarungan berlangsung cukup lama, Andreas terlihat sudah sangat lelah dan kewalahan sedangkan Norbert terlihat tidak kelelahan sama sekali. Pada ayunan pedang terakhir, Norbert berhasil menjatuhkan serta melukai Andreas.


“ANDREAS!!”


Scarlesia segera menghampiri Andreas yang pandangannya sudah kabur itu, Norbert tersenyum senang melihat sang adik berhasil dia jatuhkan.


“Kau sangat mengecewakanku Andreas, ternyata kekuatanmu tidak sekuat saat kau menghabisi seluruh klan vampir,” ucap Norbert.


“BERHENTI DI SANA! JANGAN MENDEKAT KEMARI!” larang Scarlesia dengan lantang pada Norbert.


“Apa kau mau melarang aku untuk menghabisi adikku yang tidak berguna itu? Sebaiknya kau simpan saja niat baikmu,”


Norbert mengangkat pedangnya, ia hendak melayangkan pedangnya pada Scarlesia dan Andreas. Akan tetapi, niatnya membunuhnya gagal karena Scarlesia membawa Andreas menghilang dari hadapannya dan kini mereka berdua berada di dalam dunia cermin.


Andreas sudah kehilangan kesadarannya sepenuhnya, perutnya terluka oleh ulah Norbert. Scarlesia segera menyembuhkan lukanya sebelum semakin parah, Shou yang melihat mereka segera menghampirinya.


“Nona, apa yang terjadi pada Andreas?” tanya Shou.


“Saya merasakan kekuatan dia lebih lemah dari vampir yang pernah saya temui. Apakah dia tidak pernah meminum darah manusia?”


Scarlesia tertegun sesaat, dia teringat bahwa Andreas memang tidak pernah meminum darah manusia.


“Tidak, apakah itu ada pengaruhnya? Dia mengatakan kalau vampir itu tidak meminum darah manusia, lalu apakah dia berbohong padaku? Tapi kenapa?”


“Tentu saja itu berpengaruh Nona. Kekuatan vampir itu berasal dari darah manusia, jika seorang vampir tidak meminum darah manusia maka akan berefek pada kekuatannya atau bahkan akan membuatnya meninggal,” terang Shou semakin membuat Scarlesia terkejut.


“Meninggal? Aku tidak tahu dampaknya akan seburuk itu. Dia tidak mengatakan apa-apa padaku dan hanya menahan dirinya selama ini,”


Raut wajah Scarlesia berubah menjadi sendu, dia sedih dengan apa yang dilalui oleh Andreas sendirian. Lalu dia menggores telapak tangannya dan meneteskan darahnya masuk ke mulut Andreas. Ketika darahnya sudah pasti masuk tepat ke dalam mulut Andreas, mata Andreas perlahan terbuka.


“Andreas, kau sudah sadar?” tanya Scarlesia.


Andreas merasakan darah yang sudah tertelan di tenggorokannya, rasa yang sudah lama sekali tidak pernah dia rasakan.

__ADS_1


“Apa ini? Apa kau memasukkan darahmu ke mulutku?” tanya Andreas.


“Ya, dasar bodoh! Kau tidak mengatakan apa-apa tentang hal itu padaku. Bisa-bisanya kau berbohong dan mengatakan kalau vampir itu tidak minum darah manusia tapi ternyata vampir memerlukan darah manusia untuk bertahan hidup. Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya haa?” oceh Scarlesia dengan mata yang berkaca-kaca.


“Maaf Sia, aku tidak bermaksud membohongimu. Maaf,” ucap Andreas memeluk Scarlesia.


“Dasar Andreas bodoh! Aku khawatir sesuatu yang buruk terjadi padamu. Jangan ulangi lagi jika kau butuh darah manusia, katakan saja padaku karena aku akan memberikannya untukmu,” ujar Scarlesia.


“Hmm baiklah,”


Andreas kembali memutar memorinya, ia mengingat segala kenangan yang pernah terjadi pada dirinya.


“Sia, kapan kau akan ingat tentang diriku? Kapan kau akan mengingat tentang siapa aku dan kamu? Aku telah menunggumu selama 222 tahun dan aku masih dengan cinta yang sama untukmu. Aku sungguh mencintaimu dari dulu hingga hari ini,”


222 tahun yang lalu


Berkisah di negara kecil nan jauh, negara itu bernama Negara Aniseed. Di negara ini semua orang hidup dengan bahagia dan bergelimangan harta. Meski negaranya kecil, tapi sumber daya di sini melimpah ruah dan itulah kenapa negara ini terkenal akan kekayaannya.


Di tepian negara tersebut, hiduplah keluarga bangsawan vampir yaitu Keluarga Bardolf. Mereka dikenal sebagai keluarga yang memiliki kemampuan sempurna sebagai seorang sword master. Tidak ada yang berani macam-macam dengan mereka karena kekuatan yang mengerikan itu, setiap saat mereka memangsa manusia, tidak ada satu pun orang yang mampu menegurnya termasuk raja sendiri.


Namun, kekuatan mereka itu tidak turun sedikit pun pada anak bungsunya yang masih berumur 14 tahun yang bernama Andreas.


Plaakkk


Sofia, Ibu nya Andreas menampar pipi Andreas dengan sangat kuat, ia tampak sangat marah pada Andreas.


“BAGAIMANA BISA AKU MELAHIRKAN ANAK YANG TIDAK BERGUNA SEPERTIMU INI?” teriak Sofia emosi.


Andreas hanya diam menerima tamparan dari Ibunya tersebut, ia diam dengan tatapan kosong di matanya. Tubuhnya sudah terbiasa menahan segala siksaan, pukulan, atau tamparan dari orangtuanya.


“Maaf Ibu…” lirih Andreas tertunduk.


“MAAF? MAAF KAU BILANG? KAU SUDAH 14 TAHUN TAPI KAU MASIH TIDAK BISA MENGGUNAKAN PEDANG! LIHATLAH KAKAKMU NORBERT, DIA BAHKAN BISA MENGGUNAKAN PEDANG SAAT BERUMUR 6 TAHUN. AKU MALU PUNYA ANAK SEPERTIMU!” emosi Sofia.


Sofia menarik tangan Andreas keluar rumah, ia mendorong tubuh Andreas dan membuatnya terjatuh di atas tanah yang dingin.

__ADS_1


“MULAI SEKARANG JANGAN PERNAH INJAKKAN KAKIMU DI RUMAH INI LAGI! AKU TIDAK SUDI PUNYA ANAK TIDAK BERGUNA SEPERTIMU INI!”


__ADS_2