Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Keresahan Di Camp


__ADS_3

3 jam kemudian saat mendekati akhir dari ujian perburuan ini, Abigail sudah berada di camp dan mendapatkan hasil buruan yang luar biasa. Dia berhasil mendapatkan salah satu binatang langka yaitu burung kenari bersayap pelangi dan iguana berukuran besar. Dia terlihat bangga dan percaya diri bahwa ia akan memenangkan perburuan kali ini.


“Hahaha wanita itu tidak ada, aku yakin kalau dia berhasil dibunuh. Aku akan menjadi pemenang dan menjadikan seluruh pria tampan itu milikku. Tidak ada yang menghalangiku lagi! Sekarang akulah pemenangnya! Akulah yang akan menjadi kaisar hahaha,” gumam Abigail seraya tertawa lepas.


Erin dan Hana menggeram kesal melihat Abigail, mereka sejak tadi dipaksa menahan diri untuk tidak membuat masalah lebih besar diri.


“Rasanya ingin aku lempar wajah jelek wanita itu, aku kesal sekali karena dia membuat Yang Mulia kesusahan,” gerutu Erin mengepalkan tangannya.


“Aku juga kesal melihatnya, aku harap nasibnya akan baik-baik saja setelah mencoba melukai Yang Mulia karena tidak ada yang bisa lolos setelah membuat celaka Yang Mulia,” sambung Hana.


“Mari kita hampiri dia dan pukul wajahnya, aku tidak tahan lagi,” ucap Erin hendak beranjak pergi ke arah Abigail.


“Jangan!” larang Hana menahan Erin. “Biarkan Yang Mulia menanganinya. Pelayan seperti kita ini hanya akan membuat Yang Mulia berada dalam kesulitan jika berbuat seenaknya,” lanjut Hana berucap.


“Baiklah, aku akan bersabar. Aku akan bersabar demi Yang Mulia,”


Sementara itu, Archie masih mencoba untuk menghubungi Scarlesia tapi masih tidak ada respon dari Scarlesia. Mereka semakin resah karena waktu pengumuman hasil ujian perburuan makin dekat. Lucas dan Victor menghampiri mereka untuk memastikan apa gerangan yang tejadi pada Scarlesia yang masih belum kembali hingga sekarang.


“Apa yang terjadi? Kenapa Sia masih belum kembali?” tanya Lucas panik.


“Sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada Sia, sejak tadi kami berusaha untuk menghubunginya tapi tidak ada jawaban apa pun darinya,” jawab Carlen.


“Yang Mulia, tidak bisakah kami masuk ke hutan sekarang untuk memeriksanya?” tanya Aldert.


“Tidak, tidak ada yang boleh masuk ke hutan sebelum hasil perburuan ini diumumkan. Jika kalian tetap kukuh ingin pergi ke hutan, nanti Sia akan didiskualifikasi dari ujiannya. Apa kalian ingin hal ini terjadi?”


Pernyataan Lucas barusan membuat niat mereka terhalangi, mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu hasilnya diumumkan oleh kaisar.


“Tenang saja, aku yakin tidak akan terjadi apa-apa pada beliau,” ucap Victor menenangkan.


“Yeah saya juga berharap demikian,”


Ketika mereka sibuk menenangkan diri masing-masing dalam kegelisahan serta keresahan yang tak kunjung membaik, Edward serta Jessie juga tegang dan gelisah sama seperti mereka karena belum melihat tanda-tanda Scarlesia akan kembali.

__ADS_1


“Apa yang harus kita lakukan sekarang? Sia belum kembali sampai sekarang. Apa mungkin dia terjebak di dalam hutan?” terka Jessie.


“Tidak tahu, tapi kita harus tetap tenang. Kita tidak bisa memeriksa ke dalam hutan sebelum hasil ujian ini diumumkan. Kita percayakan saja pada Sia,” ujar Edward menggenggam tangan Jessie.


Seseorang tiba-tiba menghadap pada Edward, orang itu adalah salah satu orang yang bertanggung jawab dalam ujian perburuan kali ini.


“Yang Mulia, ini sudah waktunya kita mengumumkan pemenang ujian kali ini,” kata pria itu.


“Baiklah, mari kita umumkan segera,”


Edward beralih ke depan panggung pengumuman, ia masih berharap Scarlesia akan datang tapi tetap tidak ada tanda-tanda Scarlesia muncul dari dalam hutan. Edward menghela napasnya, sebagian pendukung Scarlesia juga ikut merasa gelisah. Mereka semua masih menunggu kedatangan Scarlesia, mata mereka masih tertuju ke arah hutan.


“YANG MULIA, CEPAT UMUMKAN HASILNYA!”


“BENAR YANG MULIA! INI SUDAH WAKTUNYA PENGUMUMAN,”


Pendukung Abigail tidak sabaran, mereka mendesak Edward untuk segera mengumumkan hasilnya.


“Oke, aku akan mengumumkannya. PEMENANG DARI UJIAN PERBURUAN KALI INI ADALAH….”


Suara lantang Scarlesia terdengar dari dalam hutan, seluruh mata serentak melirik jalan masuk hutan. Scarlesia keluar dari hutan, sebelah tangannya menyeret seorang pria yang tidak bernyawa, sebelah lagi tangannya memegang pedang yang sudah berlumuran darah. Pakaian putih Scarlesia serta wajahnya terkena percikan darah.


“SIAAA!!!”


“KAKAK!!”


“YANG MULIA!!”


Mereka menyambut gembira kedatangan Scarlesia, segala keresahan dan gelisahan mendadak menghilang saat melihat Scarlesia baik-baik saja.


“Syukurlah Yang Mulia baik-baik saja, tapi apa itu?”


“Seorang pria? Apa yang terjadi?”

__ADS_1


“Apa mungkin Yang Mulia hampir dicelakakan oleh orang lain?”


“Entahlah, sebaiknya kita dengarkan penjelasan Yang Mulia Putri daripada kita menerka-nerka seperti ini,”


Abigail, Rashid, serta Duchess Debora sontak kaget melihat Scarlesia baik-baik saja bahkan tidak ada luka di tubuhnya. Yang lebih membuat mereka terkejut lagi, orang suruhan mereka terbunuh di tangan Scarlesia. Mereka kehilangan kata-kata sesaat, mata mereka membelalak tak percaya bahwa rencana mereka gagal total.


“Sia, apa yang terjadi?” tanya Edward memastikan.


Scarlesia melemparkan mayat pria tersebut ke tengah-tengah kerumunan, mayat itu tepat terlempar ke depan Abigail dan berhasil membuat Abigail tersentak kaget.


“KYAAAA!!” pekik Abigail gemetar melihat penampakan mayat di hadapannya.


“Yang Mulia, sepertinya ada seseorang yang mencoba membunuh saya dengan mengirim beberapa penyihir. Untungnya saya tidak mati ketika menghadapi mereka, saya berhasil membunuh mereka. Tolong cari keadilan untuk saya Yang Mulia,” pinta Scarlesia.


“Mereka? Tapi ini hanya ada satu pembunuh lalu mana hasil buruanmu?” tanya Edward.


“KALIAN KELUARLAH! BAWA MEREKA SEMUA KEMARI,” seru Scarlesia.


Dari hutan, keluar beberapa ekor macan kumbang, singa malam, serta beberapa ekor harimau membawa seekor ular putih raksasa yang sudah mati. Kemudian disusul dengan kedatangan griffin yang mengangkut beberapa pembunuh lainnya yang sudah mati di tangan Scarlesia.


Tidak ada yang menyangka dengan apa yang sedang mereka saksikan saat ini, mereka tidak percaya hewan-hewan buas tersebut terlihat seakan mengikuti perintah Scarlesia. Mereka terkesiap kecuali mereka yang sudah tahu bahwa bukan hal mustahil untuk Scarlesia melakukannya.


“Letakkan mayat pembunuh itu di sini lalu letakkan ular putih raksasa itu di sampingnya,” suruh Scarlesia dituruti oleh mereka.


Tidak hanya satu pembunuh saja, ada lebih dari empat orang mayat pembunuh yang digotong oleh para hewan tersebut. Edward menelan salivanya, ia tidak percaya melihat ular putih berukuran raksasa dalam hidupnya dikarenakan ular ini adalah spesies yang sangat langka ditemui di dunia ini.


“Ular putih raksasa? Dari mana beliau mendapatkannya?”


“Ular putih yang kecil saja harganya sangat mahal apalagi yang sebesar ini,”


“Kenari bersayap pelangi dan iguana yang ditangkap oleh Yang Mulia Putri Abigail sudah beberapa kali aku lihat tapi ular putih sebesar ini baru pertama kalinya aku nampak,”


“Iya karena keberadaannya hampir tidak bisa ditemui di dunia ini,”

__ADS_1


Scarlesia sontak menengok ke arah burung kenari serta iguana tangkapan Abigail, dia bisa mendengar suara lirih kesakitan dari dua hewan tersebut. Scarlesia segera menghampirinya dan melihat kondisinya yang belum sepenuhnya terbunuh.


“Siapa yang menangkap dua hewan ini? Kenapa di tubuh mereka ada racun?”


__ADS_2