
“Benar, aku mengirim penyihir untuk membunuhmu saat ujian perburuan berlangsung. Aku juga yang sudah mengirim obat-obatan beracun hingga gas beracun ke penduduk daerah utara. Keracunan di istana juga adalah ulahku, kemudian batu sihir biru untuk membuat laut mengamuk juga bagian dari rencanaku,” beber Duchess Debora.
Tanpa diminta untuk menjelaskan lebih lanjut, dia sudah menjelaskan semuanya sendiri. Duchess Debora berhasil menyulut api kemarahan semua orang. Mereka menggerutu marah bahkan ada yang nyaris melemparkan benda tajam padanya. Namun, Scarlesia mencegat dan menyuruh mereka agar tetap tenang.
“Kemudian apa lagi yang kau lakukan?”
“Aku menyogok Basil untuk memberikan contekan pada Abigail ketika ujian tulis, aku juga memberikan pada Abigail pedang terkutuk saat ujian berpedang. Aku bekerja sama dengan beberapa bangsawan untuk melakukan ini semua. Dokter Efrem hingga dokter lain di asosiasi semuanya berada di bawah perintahku,”
“Apa kau menggunakan Abigail sebagai ajang untuk kau menjadi kaisar?”
“Ya, aku berencana membuat Abigail si gadis bodoh itu untuk menjadi kaisar. Di saat dia sudah menjabat maka aku akan membunuhnya dan membunuh Pangeran Rashid lalu membunuh seluruh anggota kekaisaran lainnya agar mereka tidak menghambat rencanaku,”
Sungguh menguras emosi mendengar pengakuan Duchess Debora, semakin didengarkan semakin membuat kesal hati.
“KALIAN DENGAR ITU? ABIGAIL DAN YANG MULIA PANGERAN RASHID,” teriak Scarlesia pada Abigail dan Rashid yang dipaksa masuk ke dalam ruangan oleh dua orang ksatria yang menahan mereka.
Raut wajah mematung Abigail dan Rashid terlihat lucu dipandang, mereka dibodohi oleh Duchess Debora selama ini.
“Apa-apaan? Ternyata aku hanya dijadikan alat oleh wanita jahat itu? Aku dipermalukan olehnya. Gara-gara dia reputasiku semakin buruk bahkan sekarang tidak ada pria yang mau bermain denganku. Tidak! Sejak awal memang salah Sia! Jika dia tidak datang kemari mungkin sekarang aku lah yang menjadi putri mahkota,” gerutu Abigail sambil mengerutkan keningnya menatap Scarlesia.
“Singkirkan pandangan jelekmu itu, wajahmu sudah jelek nanti jadi makin jelek,” ledek Scarlesia.
“APA? KAU ORANG LUAR! SEHARUSNYA GELAR PUTRI MAHKOTA ITU MILIK ANAKKU ABIGAIL! MENTANG-MENTANG KAU ANAKNYA ANABELA LALU KAU SEENAKNYA MENJADI KAISAR DI SINI?” teriak Rashid terbakar emosi.
“KEMBALIKAN POSISI PUTRI MAHKOTA PADAKU!” Abigail ikut berteriak.
“Abigail anak anda? Hahaha jangan membuatku tertawa,” tawa Scarlesia.
“Apa maksudmu? Abigail memang anakku!” kukuh Rashid.
“Ahh baiklah, sekarang akan saya bongkar kebohongan anda di hadapan semua orang di sini. Perhatikan baik-baik Abigail, ini adalah kejutan besar untukmu,”
Seorang ksatria membawakan sebaskom air kolam suci, Scarlesia bersama ksatria tersebut melangkah mendekati Abigail.
“Anda tahu air apa ini kan?”
__ADS_1
Rashid berkeringat dingin melihat air kolam suci di baskom itu, tidak ada orang yang tahu apa yang sedang Scarlesia coba lakukan.
“Kenapa anda tampak takut? Saya hanya….”
“HENTIKAN! APA KAU MERAGUKAN ABIGAIL ANAK KANDUNGKU ATAU BUKAN? LANCANG!” cegat Rashid.
“Kalau begitu kita tinggal tes sekarang. Nah Abigail, teteskan darahmu ke air ini,” suruh Scarlesia.
“Maksudmu apa? Kau mengira aku bukan putri kandung Ayahku begitu? Huh baiklah aku akan membungkam mulutmu setelah ini,”
“JANGAN ABIGAIL!” larang Rashid.
“Tutup mulutnya! Jangan biarkan dia berbicara,” titah Scarlesia pada ksatria yang menahan tangan Rashid.
Abigail menggigit ujung jemari telunjuknya hingga berdarah, dia meneteskan darah tersebut ke dalam air kolam sucinya. Ditunggu beberapa saat tidak ada reaksi dari airnya, semua orang yang menyaksikan tertegun seketika.
“M-mengapa airnya tidak bereaksi? Tidak mungkin! Mustahil kan? Ini pasti tipu dayamu! Kau pasti sudah memanipulasi airnya,” tuding Abigail.
“Ya ampun, ini adalah kenyataannya. Aku tidak pernah menipumu, oke aku akan mencoba teteskan darahku ke atas air ini,”
Scarlesia melakukan hal yang sama dengan Abigail, tapi bedanya kini airnya bereaksi terhadap darah Scarlesia.
Abigail terduduk lemas di ubin, matanya melotot tidak percaya. Ruangan kembali heboh bahkan Edward sendiri tidak tahu mengenai kebenarannya.
“DENGAR SEMUANYA! ABIGAIL ITU BUKANLAH ANAK KANDUNG DARI PANGERAN RASHID. ANAK KANDUNG PANGERAN RASHID ITU LAKI-LAKI TAPI SUDAH MATI DIBUNUH OLEHNYA BAHKAN ISTRINYA JUGA IKUT DIBUNUH,” seru Scarlesia memberitahu.
“Tapi Yang Mulia kenapa dulu saat pemeriksaan kepastian keturunan di air kolam suci, airnya bereaksi dan kenapa sekarang tidak?” tanya salah satu bangsawan.
“Oke, aku akan menjelaskannya. Darah yang diteteskan ke dalam kolam suci tersebut adalah darah dari anak kandungnya sendiri, itulah kenapa air kolam sucinya bereaksi,” jelas Scarlesia.
“BOHONG! JANGAN PERCAYA WANITA INI! DIA PEMBOHONG!” teriak Rashid, kepalanya langsung ditekan ke lantai oleh ksatria karena tidak bisa diam.
“Anak siapa Abigail sebenarnya? Kenapa dia bisa bersama Pangeran Rashid?”
“Pangeran Rashid haus akan kekuasaan, kita tahu bahwa keturunan perempuan dari kaisar akan menjadi kaisar selanjutnya. Pangeran Rashid menginginkan hal itu akhirnya anak laki-lakinya dan istrinya dia bunuh lalu dia mengambil Abigail yang masih bayi,” terang Scarlesia. “BAWA MEREKA MASUK KE DALAM!”
__ADS_1
Daun-daun pintu terbuka sesaat, sepasang suami istri berpakaian lusuh masuk ke dalam istana.
“MEREKA ADALAH ORANGTUA KANDUNGNYA ABIGAIL! DULU ABIGAIL DIJUAL OLEH MEREKA PADA PANGERAN RASHID. ABIGAIL BUKAN KETURUNAN KAISAR ATAUPUN KETURUNAN BANGSAWAN. ORANGTUANYA HANYA PEDAGANG KECIL YANG BERASAL DARI RAKYAT BIASA,”
Abigail shock sesaat mengetahui kenyataan yang sudah terkubur selama kurang lebih 19 tahun lamanya. Dia tidak bisa menerima begitu saja masalah ini, seluruh mata tertuju pada Abigail sambil berbisik-bisik heboh membicarakan dirinya. Kehidupan mewah yang dia rasakan selama ini sebagai seorang tuan putri lenyap seketika. Identitas sebenarnya terbongkar tepat di hadapan semua orang.
“Lihat raut wajah lucunya itu, Cici sungguh membawakan berita menarik kemarin. Awalnya aku juga terkejut mendengarnya tapi ini adalah senjata paling tajam untuk ditikamkan pada Abigail,” batin Scarlesia menyungginkan senyumnya.
“APA? ABIGAIL BUKAN ANAK KANDUNGMU RASHID?”
Qirani baru datang bersama Feodor, niat mereka ingin menyaksikan bagaimana Scarlesia menyelesaikan semua masalah di istana tapi malah mendapatkan fakta yang membuatnya shock. Qirani bergegas menyusul Rashid, dia memukul kepala Rashi menggunakan tinjunya.
“Kau… BERANI-BERANINYA KAU MEMBOHONGIKU! ANAK SIALAN! PANGERAN APANYA HAHH? KAU HANYALAH SAMPAH YANG DARI DULU SELALU MEMBUATKU NAIK DARAH! MEMALUKAN!” marah Qirani.
“I-ibu… saya….”
“DIAM! MULAI SEKARANG KAU BUKANLAH ANAKKU!”
“Hahh? Jadi maksud Ibu saya sekarang….”
“KAU BUKAN LAGI PANGERAN! AKU TIDAK SUDI MEMPUNYAI ANAK KURANG AJAR SEPERTIMU INI,”
“Tidak Ibu! Saya mohon maaf, ampuni saya,” mohon Rashid.
“Tutup mulutmu! Jangan meminta maaf lagi padaku. Itu menjijikkan!”
Sedangkan saat ini Abigail masih belum bangkit dari lantai, dia tidak bisa menerima fakta mengenai dirinya.
“Ini pasti mimpi! Ini tidak mungkin! Aku bukan seorang putri melainkan rakyat jelata? Tidak! aku tidak bisa menerimanya,” gumam Abigail kukuh menolak kenyataan.
“Abigail anakku, kami di sini menjemputmu pulang,”
Kedua orangtuanya mendekatinya, mencoba memeluknya tapi ditampik oleh Abigail.
“JANGAN SENTUH AKU! AKU TIDAK AKAN PERNAH MENERIMA INI! SAMPAI KAPAN PUN AKU ADALAH TUAN PUTRI!”
__ADS_1
Abigail bangkit lalu berlari seraya menangis histeris meninggalkan ruangan, Scarlesia tertawa puas sebab berhasil menghancurkan Abigail.
“Hahaha, rasakan! Selamat datang di neraka yang sesungguhnya Abigail,”