Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Luapan Perasaan Aaron


__ADS_3

“Langsung ke intinya saja. Xeon, mungkin kau merasakan ada yang aneh pada kekuatanmu kan? Kau mengeluarkan semacam benang merah dari tubuhmu, apa kau tahu kenapa kau bisa mengeluarkan benang merah itu?” tanya Lydon, dewa waktu.


Xeon memutar kembali ingatannya, dia mengingat tentang benang merah yang muncul secara tiba-tiba di tubuhnya. Dia tidak mengetahui sebenarnya benang merah itu apa dan bagaimana caranya bisa mendadak ada di dalam badannya. Xeon terdiam selama beberapa detik untuk memikirkan masalah tersebut.


“Sudah dua kali aku menggunakan benang merahnya tapi aku tidak tahu apa itu sebenarnya,” jawab Xeon.


“Untuk itulah kami memanggilmu kemari. Xeon, kekuatan itu hanya dimiliki oleh dewa takdir, yang artinya kau adalah dewa takdir selanjutnya,” ucap Fritz, dewa laut.


Xeon tercengang seketika Fritz mengatakan bahwa dia adalah dewa takdir selanjutnya. Dilanda kebingungan hebat karena pernyataan Fritz mendadak seperti ini.


“Dewa takdir? Aku adalah dewa takdir?”


Aaron memegangi ujung baju kakaknya, dia melihat Xeon penuh rasa heran. Bagi Aaron yang masih berusia 12 tahun kala itu kesulitan untuk memahami perkataan mereka.


“Ya, kau adalah dewa takdir yang dipilih oleh dewa pencipta langsung. Satu-satunya dewa yang berasal dari jiwa manusia,” ucap Agatha, dewi penyembuhan.


“Dewa pencipta? Di mana dewa pencipta sekarang?” tanya Xeon.


“Kau tidak bisa menemui beliau sebelum kau resmi menjadi dewa takdir, bagaimana? Apa kau setuju menetap di sini sebagai dewa dan menjalani beberapa pelatihan?” tanya Cyrill.


Xeon mengepalkan tangannya perlahan, ia mencoba membulatkan tekadnya serta niatnya mendorong diri Xeon untuk mengambil keputusan tersebut.


“Baiklah, saya akan menerimanya. Tapi bagaimana dengan adik saya?”

__ADS_1


“Tenang saja, Aaron bisa terus berada di sampingmu sebagai asistenmu karena setiap dewa mempunyai asistennya masing-masing,” jawab Cyrill.


Xeon menghela napas lega, dia bersyukur tidak dipisahkan dari Aaron, begitu pula dengan Aaron turut senang karena mereka bisa tinggal di istana langit mulai sekarang. Kemudian mereka bercerita mengenai banyak hal, Xeon juga baru mengetahui ternyata yang menyelamatkan dia dari penjara adalah salah satu bawahan mereka. Tidak henti-hentinya Xeon mengucap syukur di dalam hatinya, dia merasa beruntung telah mencapai tempat ini.


Tidak terasa waktu cepat berlalu, mereka sudah tinggal di istana langit selama lebih kurang 500 tahun. Xeon sekarang sudah resmi menjadi dewa takdir, sedangkan Aaron juga tumbuh menjadi pria tampan seperti kakaknya. Kini dia tidak lagi bergantung pada Xeon, dia bisa melakukan apapun sendirian tanpa bantuan dari Xeon.


Namun, perubahan Aaron mulai terlihat dari sini, dia menjadi lebih gampang marah pada Xeon bahkan dia tidak lagi menemui Xeon dalam beberapa waktu. Mereka biasanya selalu latihan bersama, tapi sekarang sudah tidak lagi. Berubahnya sikap Aaron ini membuat Xeon merasa ada yang salah dari dirinya. Adiknya yang manis dan selalu bergantung padanya dulu, kala ini telah berubah jauh.


Xeon sendiri tidak mengerti mengenai perubah Aaron ini, dia awalnya menganggap hal ini adalah hal biasa. Akan tetapi, semakin lama dibiarkan semakin menjadi-jadi bahkan Aaron sekarang sudah mulai berani melawan Xeon. Di saat Xeon menanyakan perihal alasannya berubah, Aaron akan membentak Xeon. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Xeon selain diam membiarkan Aaron memperlakukannya seperti itu.


Hingga suatu hari, Aaron tidak lagi bisa menahan perasaannya yang sesungguhnya. Dia pergi menemui Xeon di ruangan pribadinya disertai perasaan dongkol dan kesal.


“Kak, aku akan keluar dari istana langit,” kata Aaron.


“Apa maksudmu? Keluar dari istana langit? Aku tidak mengizinkannya,” tolak Xeon tegas.


Aaron menyeringai, ia mengeluarkan seruling yang disembunyikan sejak tadi di belakang punggungnya. Xeon kembali terkejut melihat seruling yang diperlihatkan oleh Aaron, pasalnya seruling tersebut adalah salah satu senjata suci dewa yang dijaga secara khusus. Entah bagaimana ceritanya Aaron mendapatkan seruling itu, karena tempat seruling disembunyikan berada di dalam pengawasan ketat.


“Darimana kau mendapatkan seruling itu?” tanya Xeon.


“Aku mencurinya, sebenarnya selama ini aku selalu iri pada kakak yang selalu disayangi oleh para dewa dan dewi bahkan kakak diizinkan bertemu dengan dewa pencipta. Sedangkan aku bagaimana? Aku selama ini selalu merasa asing. Seharusnya sejak awal posisi dewa takdir itu untukku dan bukannya untuk kakak!”


Xeon membeku mendengar ucapan yang dilontarkan Aaron padanya, dia tidak pernah terpikirkan sampai ke sana.

__ADS_1


“Jangan bercanda Aaron! Ini bohong kan?” Xeon berusaha menyanggahnya, tapi Aaron tidak menyangkalnya sama sekali.


“Aku tidak bercanda dan aku tidak bohong pada kakak. Pada nyatanya aku memang selalu merasa seperti itu, kakak selalu pergi melatih diri sendiri bersama dewa dan dewi lainnya sedangkan aku hanya dibiarkan sendiri tanpa boleh mengikuti pelatihan yang sama. Padahal aku lebih kuat dari kakak tapi kenapa kakak yang dipilih sebagai dewa takdir?”


Memang benar apa yang dikatakan oleh Aaron, selama dia tinggal di istana langit dia selalu merasa diperlakukan secara berbeda. Diam-diam Aaron selalu berharap bahwa ia berada di posisi kakaknya, mereka sering melakukan beberapa latihan dan selalu Aaron yang menang. Namun, mau bagaimana pun Xeon menjelaskannya pada Aaron, itu tidak akan berarti apa-apa karena mata Aaron sudah tertutupi oleh rasa iri dan dengki.


“Tidak seperti itu Aaron, tolong dengarkan penj….”


“PENJELASAN APA LAGI? Aku tidak butuh penjelasan apapun darimu. Aku akan keluar dari istanalangit, tidak peduli apa katamu sebab aku tidak ingin berada di dekatmu lagi,” tekan Aaron.


Mendengar perkataan adiknya, membuat hati Xeon sakit sesaat. Jantungnya serasa dirajam oleh ribuan paku, dadanya sesak dan suaranya tercekat. Adik yang selama ini dia lindungi dan dia jaga sepenuh hati malah berubah menjadi seperti sekarang ini.


Tidak mau lagi menunggu respon dari Xeon, Aaron akhirnya mencoba meniup serulingnya. Dalam sekejap mata tempat Aaron berpijak hancur karena suara seruling tersebut. Xeon berusaha menghentikannya tapi dia tidak mengindahkan perkataan Xeon.


“HENTIKAN AARON!” teriak Xeon.


Suara seruling Aaron mencapai telinga seluruh penghuni istana langit, para dewa dan dewi bergegas menghampiri sumber suara itu berasal. Melihat semuanya telah terkumpul di tempat Xeon, Aaron langsung menghentikan permainan serulingnya.


“Apa yang sebenarnya terjadi di sini Xeon?” tanya Leopold, dewa hewan.


Xeon tidak merespon pertanyaan Leopold, dia terpaku menatap Aaron dengan mata penuh tanda tanya. Dia tidak mengerjapkan matanya sedikit pun menghadap Aaron yang kini tengah berdiri sedikit lebih tinggi dari mereka.


“Seruling itu kenapa bisa ada pada Aaron?” tanya Aefar, dewa langit.

__ADS_1


“Akhirnya kalian berkumpul juga di sini, ya baguslah kalau begitu. Dengan begini aku bisa mengatakan pada kalian semua sekaligus,”


__ADS_2