Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Waktu Perang Dimajukan


__ADS_3

“Kotak ini berisi permen cokelat, aku memberikan permen kesukaanku pada kakak supaya kakak tidak sakit lagi.”


Scarlesia tertawa kecil lalu ia mengelus kepala Jimmy, permen cokelat pemberian Jimmy ia terima dengan senang hati. Tidak menyangka ternyata anak sekecil Jimmy juga bisa mengkhawatirkan dirinya, Scarlesia semakin merasa bersalah pada orang-orang yang dia buat khawatir. Kemudian Scarlesia mengajaknya duduk di atas sofa dan memerintahkan pelayan untuk membawakan cemilan serta minuman untuk menemani mereka mengobrol.


“Terima kasih ya Jimmy, tapi aku sekarang sudah baik-baik saja. Tidak perlu khawatirkan tentang aku lagi,” ucap Scarlesia.


Jimmy menekuk kepalanya, dia menunduk dengan ekspresi muram tergambar jelas di mukanya. Scarlesia terdiam sejenak, ia tidak tahu apa yang sedang dirasakan oleh Jimmy sesungguhnya kala ini.


Scarlesia pun akhirnya memilih untuk menanyakannya, “Ada apa Jimmy?”


“Kakak bohong, aku sering melihat kakak sedang sedih sendirian. Semenjak Archie pergi, kakak tidak pernah merasa baik-baik saja bukan? Jangan membohongiku dan mengatakan bahwa tidak ada yang terjadi. Aku selalu sedih jika kakak sedih,” ungkap Jimmy.


Scarlesia memasang mimik kaget, Jimmy terlalu peka terhadap perasaannya sendiri bahkan dia mengamati Scarlesia sejak lama.


“Kadang ada kalanya kita sebagai manusia harus bersikap kuat di depan orang lain, aku adalah kaisar pemimpin negeri ini. Aku tidak boleh menunjukkan bahwa aku lemah di hadapan rakyat, itulah mengapa aku memilih untuk berpura-pura. Meski hati terasa sakit, fisik tersiksa, aku harus tetap berdiri kuat. Apa kau paham Jimmy?”


Jimmy tercengang menatap Scarlesia, dia mencerna satu persatu maksud dari perkataan yang dilontarkan Scarlesia.


“Jadi, di hidup ini ada kalanya kita harus berpura-pura?” tanya Jimmy.


“Benar sekali, ada masanya kita mesti berpura-pura. Meskipun aku sakit tapi aku harus menahannya, aku tidak ingin orang lain ikut sedih apabila mereka mengatahui aku tengah bersedih. Kau saat ini masih kecil nanti bila kau menjadi pria dewasa kau akan mengerti dengan yang aku katakan padamu hari ini,” tutur Scarlesia.

__ADS_1


“Aku sudah dewasa! Sekarang aku juga mulai belajar sihir. Aku mendengar pembicaraan Ayah bersama paman katanya dunia ini akan mengalami kekacauan hebat, karena itulah aku belajar sihir agar aku bisa membantu untuk melindungi orang lain lalu melindungi kakak dan Ibu.” Jimmy sangat membanggakan dirinya, Scarlesia langsung memeluk Jimmy.


“Terima kasih Jimmy, kau memang anak yang baik,” puji Scarlesia.


Seusainya, Jimmy pamit undur diri dan keluar dari ruang kerjanya, saatnya Scarlesia melanjutkan kembali semua pekerjaan yang masih tersisa. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, tiba-tiba saja langit sudah menuju sore hari. Scarlesia beranjak sebentar dari tempat duduknya untuk menikmati sejenak langit jingga sore di tepi jendela ruang kerja.


“Aku menyukai senja, diriku damai sesaat menatap langit berwarna jingga itu. Seakan diriku tersedot masuk ke dalam rasa bahagia luar biasa, aku bersyukur atas hidup ini, bersyukur tentang segala hal yang terjadi di duniaku. Meski tak seindah senja, setidaknya aku masih bisa mengubahnya menjadi secantik senja. Masih ada waktu yang panjang untukku menciptakan kebahagiaan bagi diriku tercinta.”


Scarlesia bergumam memandang langit senja, ketentraman menghampiri hati kecilnya, senyum manis merekah di bibir merah mudanya, kecantikan Scarlesia melebihi langit senja yang tengah berlangsung. Keindahan diri Scarlesia disaksikan oleh makhluk hidup yang berada di sekitar dirinya saat ini, mereka mengagumi pemimpin mereka, mengagumi sang ratu.


Senandung merdu keluar sesaat dari mulut Scarlesia, dia menyanyikan sepenggal lirik lagu kesukaannya. Sudah lama sejak terakhir kali dia bernyanyi, lagunya mengalun indah dan melodi lagunya dibawa terbang oleh hembusan angin sejuk. Tumbuhan mendayun-dayun mendengarkan alangkah merdunya suara Scarlesia serta ratusan kupu- kupu, capung, dan beberapa hewan terbang lainnya menari-nari di angkasa. Sungguh kebahagiaan tiada tara ketika melihat sang ratu berbahagia atas hidupnya sendiri.


“Yang Mulia, suara anda indah sekali.” Cici datang bersama Lulu, si burung kenari. Mereka terbang lalu masuk melalui jendela yang ternganga lebar.


“Ada apa kalian kemari? Apa ada hal yang mau kalian bicarakan?” tanya Scarlesia.


“Benar Yang Mulia, tapi tunggu sebentar karena Loki dan Bely juga akan datang. Sepertinya mereka membawakan berita yang sama dengan kami,” jawab Lulu.


Mereka menunggu bersama kedatangan Bely dan Loki si iguana sembari bercerita hal lain di atas sofa. Tidak lama menunggu, Bely dan Loki akhirnya tiba lewat jendela, mereka sumringah ketika melihat Scarlesia.


“Halo Bely, Loki, tampaknya kalian membawa berita baru ya,” ujar Scarlesia.

__ADS_1


“Ya, kami membawa berita untukmu. Berita yang sangat penting,” ucap Bely.


“Sekarang sudah berkumpul semua, katakan padaku sebenarnya berita apa yang kalian bawa. Laporkan sedetail dan serinci mungkin.”


Mereka saling bertukar pandang dan saling menganggukkan kepalanya.


“Yang Mulia, saya baru saja memata-matai pasukan iblis hitam. Saya mendengar pembicaraan mereka kalau mereka akan memajukan waktu perang. Yang mana akan dimajukan satu bulan dari waktu yang telah ditentukan yaitu satu bulan dari sekarang,” lapor Loki.


Scarlesia tertegun begitu mendengar laporan dari Loki, dia tahu bahwa perang akhir akan meledak dua bulan lagi, namun detik ini dia mendapat kabar bahwa para kaum kegelapan memajukan satu bulan lebih cepat.


“Dan juga hewan buas yang sejak awal merupakan musuh raja ikut bergabung di dalam peperangan itu. Mereka berhasil mengumpulkan hampir seribu hewan yang akan berpartisipasi di pertempuran,” sambung Cici.


“Lalu hewan-hewan itu sudah diberikan darah dewa kegelapan untuk memperkuat tubuh mereka masing-masing,” imbuh Lulu.


“Yang lebih mengejutkan lagi, dewa kegelapan membangkitkan siluman-siluman kuat yang sudah lama mati, kemudian beberapa monster berwujud seperti naga tapi itu bukan naga asli juga turut dibangkitkan. Lalu raja monster yang mati di pertempuran sebelumnya juga sudah bangkit, saat ini dewa kegelapan berhasil mengumpulkan pasukan hampir mencapai 500.000,” lanjut Bely.


Sekali lagi Scarlesia tidak bisa membuka mulut untuk berucap, rasa tegang menghampiri dirinya perlahan. Dia tidak menyangka kalau dewa kegalapan akan mengumpulkan pasukan sebanyak itu, bahkan dia tidak berhasil mengumpulkan lebih 200.000 orang. Scarlesia menggigit jarinya untuk memutar otak bagaimana caranya dia akan mendapat bala bantuan tambahan.


“Manusia yang tersisa untuk dibawa perang bahkan tidak sampai sebanyak itu, apa yang harus aku lakukan sekarang?” gumam Scarlesia bertanya-tanya.


“Jumlahnya tidaklah sedikit, kira-kira apa yang akan anda lakukan selanjutnya Yang Mulia? Ditambah mereka telah meminum darah dewa kegelapan, yang artinya mereka bertambah kuat dan lebih kuat dibanding manusia,” ujar Cici.

__ADS_1


“Aku akan mendiskusikan masalah ini bersama yang lain, kalian pantau terus pergerakan mereka. Ingat jangan sampai kalian ketahuan dan tertangkap oleh mereka,” titah Scarlesia.


“Baik Yang Mulia.”


__ADS_2