Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Wanita Bersurai Emas


__ADS_3

“Nenek, kenapa nenek memilih kakek sebagai pangeran?”


Rasa penasaran Scarlesia semakin menggebu-gebu, dia tertarik sekali tentang kisah cinta yang bertahan lama seperti kakek dan neneknya.


“Karena dialah yang paling tulus mencintaiku, selir yang lain masuk ke dalam harem hanya untuk memperkuat posisi keluarganya atau menambah popularitas mereka. Tapi dia berbeda, sorot matanya saat menatapku, dan bagaimana dia berbicara denganku, itu semua terlihat berbeda,” jawab Qirani.


“Enaknya punya pria yang mencintai kita sampai tua,” tutur Scarlesia.


“Kamu punya itu, pria yang mencintaimu dengan tulus,” ujar Qirani menyentuh punggung tangan Scarlesia.


“Maksud nenek….”


“Ya, semua pria yang ada di sisimu kini memiliki hati yang tulus untukmu. Mereka tidak akan pernah meninggalkanmu dalam kondisi apa pun dan bagaimana pun itu, kamu beruntung dicintai oleh mereka Sia,”


Scarlesia tersenyum tipis, dia mengerti maksud Qirani dan otaknya kembali mengungkit gambaran kehidupan lalunya. Membawa dirinya sejenak terbang ke masa dimana dia dicintai oleh pria-pria yang mencintainya setulus hati.


“Oh iya Sia, hari ini kau punya waktu luang bukan? Tidak ada pekerjaan yang mesti diselesaikan?” tanya Qirani.


“Tidak, memangnya kenapa nek?”


“Ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan padamu. Aku harus menyampaikannya sebelum kau naik tahta menjadi kaisar,”


Scarlesia tidak paham apa yang sedang Qirani coba katakan pada dia, tanpa menanyakan lebih lanjut lagi ia mengikuti kemana Qirani dan Feodor akan membawanya. Sebuah ruang bawah tanah tersembunyi di balik ruang membaca yang tidak pernah digunakan lagi. Scarlesia tetap berjalan di belakang nenek dan kakeknya sambil mengamati keadaan sekitarnya.


“Ruang apa ini? Aku pikir ruangannya hanya sepetak kecil saja,” pikir Scarlesia.

__ADS_1


Ruang bawah tanah tersebut tampak mewah dengan berbagai barang antik terpajang di sepanjang jalan. Di lorong yang panjang, di sisi kiri dan kanan terpampang potret kaisar-kaisar terdahulu. Semakin ia masuk lebih dalam lagi semakin bingung dirinya, ingin rasa hati bertanya tapi dia pikir lebih baik diam saja sembari mengamati. Tidak lama kemudian, mereka sampai di depan sebuah ruangan yang terkunci rapat. Qirani membuka kuncinya lalu mempersilakan Scarlesia masuk ke dalam ruangan tersebut.


“Nenek, sebenarnya kenapa mengajak aku kemari?” tanya Scarlesia.


“Kamu akan tahu begitu tiba di dalam,”


Scarlesia terpaku dan membisu ketika dia melihat sebuah lukisan di hadapannya, lukisan seorang wanita cantik bersurai emas dengan mahkota dan tongkat di tangannya yang juga berwarna emas. Wanita itu tersenyum anggun, dia berpikir bahwa itu adalah wanita yang paling cantik yang pernah ia lihat.


“Siapa wanita yang ada di dalam lukisan ini?” tanya Scarlesia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari lukisan tersebut.


“Ini yang ingin aku ceritakan padamu, cerita ini diturunkan dari generasi ke generasi tapi aku belum sempat menceritakannya pada Edward namun aku sudah memberitahu Anabela dulunya,” ucap Qirani.


“Sebenarnya jenis cerita apa yang akan diberitahukan oleh nenek?” pikir Scarlesia.


“Sekitar lebih dari 2000 tahun yang lalu, seorang wanita berambut emas turun dari langit. Dia banyak membantu manusia dalam menyelesaikan masalah, termasuk Evariste yang kala itu derajat wanita berada jauh di bawah laki-laki. Harga wanita tidak lebih rendah dari seorang budak pemuas hasrat pria, mereka hanya mainan yang dipakai di atas ranjang lalu dibuang jika tak berguna lagi. Perdagangan wanita ada dimana-mana, begitulah Evariste dulunya,”


“Di sela rasa putus asa semua wanita, seorang wanita cantik berambut emas menyelamatkan negeri ini. Rasa putus asa sirna begitu dia mendorong para wanita untuk melawan ketidakadilan, dia melindungi para wanita dari pria yang membahayakan hidup mereka. Semenjak itulah derajat wanita terangkat di Evariste, tapi masalah terjadi setelah itu,”


Raut wajah Qirani berubah menjadi sendu, Scarlesia tetap menyimak cerita yang disampaikan oleh Qirani padanya.


“Apa yang terjadi setelahnya nek?” tanya Scarlesia.


“Dunia berada di ambang kehancuran, sebuah perang besar terjadi dan melibatkan seluruh alam semesta. Tidak dijelaskan secara detail perang apa itu sebenarnya, tapi yang jelas wanita yang berada di dalam lukisan ini punya peran penting di sana. Ketika manusia tidak bisa lagi melawan, wanita itu masih berdiri tegak di atas langit menjunjung kemenangan untuk umat manusia. Di saat dunia sudah terselamatkan wanita itu tiba-tiba menghilang dan tidak pernah muncul kembali,”


“Siapa sebenarnya dia? Apa dia tidak punya nama?”

__ADS_1


“Tidak, sampai sekarang tidak ada yang tahu identitas dia sebenarnya tapi banyak yang beranggapan bahwa dia adalah dewi pelindung. Cerita ini diturunkan ke setiap kaisar yang menjabat untuk menitipkan pesan agar menjaga Evariste tetap makmur, jika wanita itu kembali maka dia akan ke Evariste sebab Evariste adalah rumah untuknya pulang,”


Tanpa sadar bulir-bulir air mata bercucuran deras membasahi kedua pipi Scarlesia, ada rasa sedih yang menyesakkan dirinya saat melihat lukisan tersebut. Hatinya serasa dilubangi oleh rasa sedih itu, dia merasakan sakit tanpa alasan pasti.


“Aku ingat, wanita bersurai emas panjang adalah wanita yang selalu datang ke mimpiku setiap waktu. Aku tidak tahu siapa dia, tapi kenapa? Kenapa air mataku tidak berhenti mengalir? Siapa sebenarnya dia? Hatiku sakit saat melihat lukisan ini,” batin Scarlesia seraya menyentuh dadanya.


“Sia, kenapa kau menangis? Apa ada yang sakit?” tanya Feodor cemas.


Scarlesia menggelengkan kepalanya, ia menyeka air matanya tapi mau bagaimana pun ia seka tetap saja matanya basah kembali oleh air mata.


“Aku hanya sedih melihat lukisan ini, wanita yang berada di dalam lukisannya tampak berwajah sendu. Meskipun dia tersenyum, namun ada ribuan rasa sakit yang tersembunyi di balik senyumnya. Semasa hidupnya dulu apakah dia pernah bahagia? Apakah dia menikmati setiap masalah yang ia selesaikan? Sekarang dia ada dimana? Apa dia baik-baik saja?” kata Scarlesia menangis sesenggukan.


“Yakinlah Sia, dia pasti punya masa hidup dimana dia berbahagia. Baik aku atau pun kaisar-kaisar terdahulu meyakini satu hal bahwa wanita bersurai emas itu akan kembali ke Evariste. Rumah untuknya pulang, maukah kau menjaganya?” tutur Qirani mengusap air mata Scarlesia.


Scarlesia mengangguk pelan.


“Ya, aku akan menjaganya hingga wanita itu kembali pulang,”


Seusainya, Scarlesia keluar dari ruang bawah tanah tersebut dan segera kembali ke kamarnya. Saat dia berjalan menuju kamarnya, ia berpapasan dengan Xeon dan yang lain. Mereka terkejut melihat mata merah dan sembab milik Scarlesia, mereka langsung mencecar Scarlesia dengan berbagai pertanyaan.


“Sia, kenapa kau menangis?” tanya Andreas


“Apa ada yang membuatmu sedih?” sambung Elios ikut bertanya.


“Seseorang mengganggumu ya? Ahh mana mungkin. Kalau ada yang mengganggumu mungkin sudah mati dia sekarang,” ujar Zenon membuat Scarlesia tertawa.

__ADS_1


“Jawab! Ada apa?” desak Oliver.


“Aku tidak apa-apa sungguh. Loh? Kalian tidak bersama Louis?”


__ADS_2