
“Apakah ini sudah selesai?”
Mereka membuka kembali pendengarannya, suara itu sudah benar-benar menghilang. Di sela kepanikan mereka, Shou keluar dari dunia cermin dengan kondisi tubuh terhuyung-huyung dan hampir tidak sadarkan diri. Shou tidak mengatakan apa-apa, dia memberikan sebuah cermin kepada Xeon langsung.
“Cermin apa ini? Apa istana langit menghubungimu?”
Shou hanya mengangguk pelan, dia tidak punya tenaga lebih untuk berbicara banyak.
“Xeon, apa kau bisa mendengar suara kami?” tanya Agatha, dewi penyembuhan.
“Ya, saya bisa mendengarnya.”
“Kenapa kau tidak bisa dihubungi? Kami sudah tahu apa yang terjadi pada Sia, jadi segera bawa Sia kemari,” ucap Agatha.
“T-tapi Sia sudah….”
“DASAR BODOH! APA KAU SUNGGUH BERPIKIR SIA SUDAH MATI? COBA KAU LIHAT LAGI BENANG MERAH YANG KAU LILITKAN DI JANTUNGNYA SIA!” bentak Tavisha, sang dewi venus.
Xeon langsung memeriksanya, dia melihat cahaya kelap kelip cukup redup bersumber dari jantung Scarlesia. Melihat cahaya tersebut, ekspresi wajah Xeon sumringah seketika sekaligus merasakan lega di hatinya.
“Sia… Sia masih hidup! Sia masih bisa diselamatkan!” ujar Xeon riang.
Karena Xeon tiba-tiba berucap seperti itu, seisi ruang sontak kaget dan merasa luar biasa tenang serta lega. Mereka yang tadinya menangis sedih, kini berganti menangis haru, tidak ada kabar yang lebih baik daripada kabar Scarlesia bisa terselamatkan.
“Iya, dia memang masih hidup. Sepertinya jiwa Sia menolak untuk mati karena darah dewa kurang ajar itu. Sekarang cepat bawa Sia ke istana langit, aku akan menyembuhkannya di sini,” titah Agatha.
“Ke istana langit? Tapi Sia tidak punya izin masuk ke dalam istana langit. Bagaimana cara membawanya ke sana?” bingung Xeon.
Tavisha menghela napasnya.
“Xeon, Sia punya izin masuk ke istana langit. Coba kau lihat telapak tangan sebelah kanannya,” suruh Tavisha.
Tanpa berlama-lama, Xeon meraih tangan kanan Scarlesia lalu mengamati telapak tangannya dan ternyata benar di sana tergambar sebuah mahkota berwarna emas yang menjadi tanda pengenal Scarlesia agar dia mendapat izin masuk ke istana langit.
“Bagaimana Sia bisa mendapatkan izin ini?” gumam Xeon bertanya-tanya.
__ADS_1
“Itu bukan sesuatu yang penting untuk dipikirkan sekarang. Cepat bawa Sia kemari sebelum dia benar-benar mati,” pungkas Tavisha mengakhiri panggilan.
Xeon mengembalikan lagi cermin milik Shou, pandangan Shou kabur karena kesadarannya nyaris hilang sempurna. Saat Shou memaksakan dirinya berjalan, dia hampir saja terjatuh dan untung pada saat itu Xeon menopang tubuhnya agar tidak jatuh.
“Ada apa Shou? Apa kau sakit?” tanya Xeon cemas.
“Saya hampir mati,” lirih Shou.
“Mati? Kenapa?”
“S-sebenarnya k-kami para p-peri menghubungkan hidup kami dengan Yang Mulia. Jika Yang Mulia mati maka kami akan ikut mati.”
“Huh? Kenapa kalian melakukannya? Kalian tidak perlu bertindak sejauh ini! Kalau Sia tahu, dia pasti akan memarahi kalian,” ujar Xeon marah.
“Kami tahu itu, tapi kami tidak ingin kehilangan Yang Mulia lagi. Yang Mulia adalah orang yang sangat penting untuk kami, dulu beliau menyelamatkan hidup kami dari hutan kematian. Beliau adalah pemimpin sejati kami, jadi tolong bawa kembali Yang Mulia. Hidupkan kembali Yang Mulia, kami mohon….”
“Baiklah, sekarang lebih baik kau kembali lagi ke dunia cermin. Aku janji akan membawa Sia kembali,” kata Xeon meyakinkan Shou.
“Terima kasih….”
“Aku akan pergi ke istana langit sekarang, kalian jangan khawatir. Aku pastikan Sia bisa hidup lagi,” ujar Xeon mengangkat tubuh Scarlesia untuk dia gendong.
Ketika Xeon ingin berpamitan, kegaduhan terdengar di luar kamar Scarlesia dan itu seperti suara para ksatria berteriak. Mereka segera keluar untuk memeriksa perihal yang sedang terjadi saat ini di halaman istana.
“Ada apa? Kenapa kalian ribut?” tanya Qirani pada salah seorang ksatria penjaga.
“Itu Yang Mulia, tiba-tiba ada iblis hitam mengepung istana,” tunjuk ksatria tersebut ke arah langit.
Sudah banyak iblis hitam mengepung istana di atas udara, cuaca buruk tidak menjadi halangan bagi mereka melaksanakan perintah dari dewa kegelapan.
“Kenapa mereka bisa ada di sini? Apa yang mereka incar sekarang?” heran Zenon.
“Cih sudah aku menduga hal ini akan terjadi juga,” decak Xeon kesal.
Edward dari arah berlawanan juga datang bersama Lucas dan Victor, mereka mendengar kabar tentang Scarlesia dan bermaksud memastikan keadaannya tapi mereka malah dihadapkan oleh masalah ini.
__ADS_1
“Apa yang terjadi sebenarnya Ibu?” tanya Edward pada Qirani.
“Sia akan dibawa ke istana langit untuk menghidupkannya kembali.”
“Istana langit? Bukankah itu tempatnya para dewa dan dewi? Tapi kenapa….”
“Nanti aku akan menjelaskan kepada kalian, sekarang kita harus membukakan jalan untuk Xeon menuju istana langit,” potong Qirani menegaskan bahwa mereka harus membantu membukakan jalan untuk Xeon pergi.
Edward mengangguk, dia paham mengenai situasi terkini.
“DENGARKAN AKU PARA KSATRIA! MUNGKIN KALIAN SUDAH MENDENGAR TENTANG KONDISI PUTRI MAHKOTA. SEKARANG BUKAKAN JALAN UNTUK XEON KE ISTANA LANGIT! DIA AKAN MENGHIDUPKAN KEMBALI PUTRI MAHKOTA!” seru Edward memberikan perintah.
“Istana langit? Apa dia akan membawa Yang Mulia Putri Mahkota ke tempat para dewa dan dewi?”
“Entah, sepertinya begitu.”
Ksatria terlihat sangat bingung, mereka mempertanyakan banyak hal perihal istana langit tersebut.
“Aku tahu kalian memiliki banyak pertanyaan, tapi sekarang kalian harus melaksanakan perintah dari kaisar terlebih dahulu,” ucap Qirani.
“BAIKLAH YANG MULIA!”
Mereka maju bersamaan menghadapi para iblis hitam tersebut, pertarungan terjadi di bawah hujan badai. Kitty, Andreas dan yang lain juga turut bergabung di dalam pertarungan tersebut, kini jalan sudah tampak terbuka.
“Aku akan memberikan sihir perlindungan pada kalian berdua agar dilindungi dari hujan badai,” ujar Oliver menyentuh kepala Scarlesia dan memberikan sihir perlindungan kepada mereka berdua.
“Xeon, kami serahkan semuanya padamu,” ucap Louis.
“Tolong bawa kembali anakku dari kematian,” tambah Eldrick.
“Hidupkan kembali Sia, aku mohon….” mohon Andreas.
“CEPAT PERGILAH XEON! HATI-HATI DAN CEPATLAH KEMBALI!” teriak Zenon.
Xeon tidak mau menunggu lebih lama lagi, dia terbang menerjang badai dan petir di langit. Untung saja Oliver memasang sihir perlindungan jadi Scarlesia tidak akan basah saat digendong olehnya. Di saat mereka terbang cukup tinggi, mendadak tubuh Scarlesia mengeluarkan cahaya yang sangat terang. Cahaya tersebut jatuh dan mencapai tubuh orang-orang yang berada di dalam istana lalu cahayanya menyelimuti seluruh Evariste, Xeon tertegun sesaat melihat cahaya itu.
__ADS_1
“Cahaya perlindungan dewa pencipta? Jadi begitu ya, dewa pencipta melindungimu meskipun beliau sedang tertidur panjang. Di kehidupan kali ini kau sangat beruntung Sia, tenang saja aku pasti akan menemukan cara untuk mengembalikanmu dari kematian.”