Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Perombakan Dalam Mansion


__ADS_3

“Bagus. Sekarang wanita ini harus aku apakan ya?”


Scarlesia berjalan mendekati ranjang Zaneta, ia memelototkan matanya pada Scarlesia yang menghampirinya.


“Bagaimana keadaanmu Yang Mulia Duchess, apa rasanya enak berbaring di atas tempat tidur seperti ini? Biasanya kau selalu menghinaku tapi lihatlah sekarang kau hanya bisa membesarkan matamu saat melihatku. Hoho aku sangat puas,” tawa Scarlesia terkesan merendahkan Zaneta.


“Jangan bilang wanita ini yang meracuniku,” tebak Zaneta berbicara dalam hati.


“Benar. Aku yang meracunimu bahkan aku sudah diberi izin oleh Ayah untuk membunuhmu. Aduh kasihan sekali kau akan segera mati karena racun yang aku beri padamu itu hanya aku yang punya penawarnya. Ahh bagaimana ya? Sekarang tanggung jawab rumah tangga sudah sepenuhnya diserahkan padaku itu artinya kau tidak punya kuasa apapun di kediaman ini lagi,” kata Scarlesia menyunggingkan senyum liciknya.


Zaneta hanya memainkan matanya, dia tidak bisa berbicara apalagi bergerak. Saat ini rasanya dia ingin berteriak di depan Scarlesia, dia marah dan geram namun semuanya hanya bisa dia bicarakan dalam hati.


“Sepertinya kau marah padaku, ya aku sih tidak peduli. Nikmati saja hidupmu yang tersisa ini karena kalau membunuhmu langsung rasanya kurang puas jadi aku ingin menyiksamu sebelum kau benar-benar mati. Anggap saja aku mewakili dewa untuk menghukummu,” bisik Scarlesia mencoba menekan Zaneta.


Kemudian Scarlesia mencubit pinggang Zaneta, dia tertawa melihat Zaneta yang tidak bisa menunjukkan reaksinya.


“Hahaha maaf aku sengaja. Menyenangkan sekali melihatmu tersiksa seperti ini, apa aku harus melakukan hal yang sama pada Nieva? Sebaiknya jangan karena aku ingin melihat dia menangis saat kehilangan Ibunya nanti,”


Usai berhasil menekan Zaneta, Scarlesia pergi meninggalkan Zaneta sendirian di kamarnya. Rasa puasnya terasa double, sekarang dia punya kekuasaan lebih di kediaman ini dengan artian lain dia bisa berbuat sesukanya.


“Hana, Erin, kumpulkan semua pekerja di rumah ini di aula utama,” perintah Scarlesia pada Hana dan Erin.


“Baik Nona,”


Di aula utama


Seluruh pelayan, koki, hingga ksatria dikumpulkan oleh Scarlesia di aula utama. Mereka yang tidak tahu apa-apa tentu saja merasa bingung dengan keberadaan Scarlesia yang kini berdiri di hadapan mereka.


“Apakah ini sudah semua?” tanya Scarlesia pada Erin.

__ADS_1


“Sudah Nona,”


“Oke, sebagaimana yang kalian ketahui bahwasanya Yang Mulia Duchess tengah terbaring sakit oleh karena itu mulai hari ini aku yang akan bertanggung jawab dalam perihal rumah tangga dengan artian lain mulai hari ini aku adalah orang yang berhak mengatur kalian. Aku tidak suka orang yang tidak memiliki tanggung jawab dalam pekerjaannya, aku tidak suka pekerja yang suka menyiksa atau merendahkan pekerja lain, dan juga aku tidak suka pekerja bertingkah seperti atasan alias tidak punya sopan santun,” jelas Scarlesia.


Para pekerja saling pandang satu sama lain, mereka berpikir bahwa Scarlesia adalah sosok yang tegas.


“Jika semisalnya selama ini ada pekerja yang mendapatkan perlakuan tidak adil seperti disiksa, dilecehkan, atau diintimidasi oleh pekerja lainnya harap segera laporkan padaku maka aku akan menindaklanjutinya. Kalau tidak bisa mengatakannya secara langsung silahkan kalian kirim surat padaku lalu ceritakan semuanya di dalam surat tersebut. Apa kalian mengerti?”


“BAIK. MENGERTI NONA!” jawab mereka semua bersamaan.


“Sekarang kalian boleh bubar. Silahkan lanjutkan kembali pekerjaan kalian,”


Setelah itu semua pekerja bubar, sedangkan Scarlesia berbalik ingin kembali ke paviliun.


“NONA TUNGGU!” cegat Allen dan Robert.


“Ahh kalian, ada apa?”


“Kamu tidak perlu berterima kasih padaku karena ini adalah bukti bahwa punya kemampuan lebih. Jadi aku harap kalian semakin rajin berlatih dan bisa melindungi kediaman ini serta membantu semua orang yang membutuhkan kekuatan kalian,”


“Baik Nona,”


“Lalu Allen apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Scarlesia mengalihkan pandangnya pada Allen yang tampak ragu untuk berbicara.


“Bolehkah saya meminta resep makanan yang anda kuasai Nona?” pinta Allen.


“Baiklah, aku memang sudah menyiapkan untukmu jadi besok aku akan menyuruh Hana mengirimkannya padamu,”


“Terima kasih Nona,”

__ADS_1


“Kalau sudah tidak ada lagi aku akan kembali ke paviliun sekarang. Ingat jika ada yang mengganggu kalian langsung adukan padaku,” pesan Scarlesia berlalu pergi.


Usai Scarlesia berbicara dengan para pekerja, banyak diantara mereka yang mengirimkan surat pada Scarlesia untuk melaporkan segala macam bentuk ketidakadilan yang mereka terima. Berbagai hal buruk mereka lalui seperti ada pelayan wanita yang sering dilecehkan oleh pelayan pria, ada yang sering dibully dan disiksa oleh pekerja lain, ada juga yang gajinya sering dirampas serta korupsi gaji yang dilakukan oleh kepala pelayan.


Di dalam surat juga dikatakan bahwa ternyata selama ini mereka sudah mengadukannya pada Zaneta tapi tidak ada tindakan selanjutnya dari Zaneta sendiri. Jadi, mereka sangat berharap Scarlesia akan membantu mereka untuk mendapatkan keadilan. Scarlesia mengerti dan ikut geram dengan tingkah para pekerja ini, hingga esok harinya Scarlesia mengumpulkan seluruh pekerja yang dilaporkan di lantai satu mansion agar semua pekerja lainnya bisa menyaksikannya langsung.


Para pekerja yang dilaporkan tubuhnya diikat dengan tali, mereka duduk di atas lantai sedangkan Scarlesia duduk bersilang kaki di atas kursi.


“Oh jadi kalian yang membuat ulah? Aku masih ingat kalian adalah orang yang pernah memperlakukan aku dengan buruk di masa lalu. Jadi tidak hanya padaku kalian juga melakukannya pada rekan kerja kalian sendiri,” ucap Scarlesia.


“Nona, tolong maafkan saya. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi,”


“Iya Nona, tolong ampuni saya,”


“Tolong maafkan saya sekali ini saja Nona,”


Mereka semua berlinang air mata sambil minta maaf pada Scarlesia, tapi Scarlesia tidak begitu peduli dengan maaf mereka.


“Baiklah, aku akan memaafkan kalian tapi dengan satu syarat,” kata Scarlesia.


“Apa syaratnya Nona? Saya akan melakukan apapun,”


“Syaratnya adalah kalian harus MA-TI! HUKUM MATI MEREKA SEMUA KARENA MEREKA TIDAK PANTAS MENERIMA KESEMPATAN KEDUA!” seru Scarlesia memberi perintah pada ksatria.


“JANGAN NONA! SAYA MOHON,”


“AMPUNI SAYA NONA,”


“NONA! TOLONG JANGAN HUKUM MATI SAYA!”

__ADS_1


Mereka semua diseret keluar dari lantai satu menuju ruang bawah tanah yang biasanya memang digunakan untuk menghukum mati para pekerja yang melewati batas. Selesai itu, Scarlesia juga mengganti seluruh pelayan yang dulunya melayani Zaneta dan Nieva dengan pelayan baru. Serta ia juga memecat beberapa pekerja yang suka lalai dalam pekerjaannya. Kini kediaman Duke Eginhardt kehilangan banyak pekerja akibat dari tindakan Scarlesia. Namun, ini adalah gerakan baru untuk menjaga kediaman ini tetap damai.


__ADS_2