
Beberapa hari kemudian, tibalah saat dimana Scarlesia akan menghadiri pesta minum teh yang diadakan oleh Selena Javar. Selama beberapa hari ini dia sibuk akibat banyaknya pekerja yang berkurang di kediaman ini sehingga dia harus mencari pekerja baru.
Untuk hari ini, dia akan pergi ditemani oleh Louis karena hanya Louis saja yang bisa menemaninya. Andreas membantu Carlen untuk menyeleksi masuk beberapa ksatria, Oliver pergi dengan Aldert untuk meneliti sihir, Elios pergi pulang ke dunia bawah untuk mengunjungi orangtuanya yang merupakan raja dan ratu bangsa iblis putih, sedangkan Zenon pergi dari kemarin dan masih belum pulang hingga sekarang.
“Sia, apa aku tidak boleh ikut?” rengek Kitty.
“Tidak Kitty karena jika aku membawamu orang akan takut padaku. Tunggu saja aku di sini nanti aku akan memberimu banyak daging,” jawab Scarlesia.
“Baiklah Sia. Kali ini aku akan menurut,”
Khusus hari ini Scarlesia mengenakan gaun merah muda yang cukup simpel dengan aksesoris yang cukup sederhana. Apapun yang dia kenakan, kecantikannya tidak berkurang sedikit pun jadi tidak masalah apakah pakaiannya mewah atau tidak wajahnya yang cantik akan menutupi semua itu.
“Sia, apa kamu sudah siap?” tanya Louis mengintip Scarlesia ke kamarnya.
“Sudah. Ayo kita berangkat sekarang,”
Sesampainya mereka di kediaman Marquess Javar, seluruh gadis bangsawan sudah berkumpul di sana. Nuansa pesta minum teh saat ini seperti sebuah pesta kecil nan sederhana. Tentu saja kedatangan Scarlesia mencuri perhatian kembali ditambah dia membawa Louis bersamanya membuat gadis-gadis semakin tidak bisa melepas pandangannya. Namun, pandangan Louis tetap tertuju hanya pada Scarlesia seorang saja.
“Nona Eginhardt anda sudah datang rupanya,” sambut Selena dengan nada meremehkan.
“Halo Nona Javar tidak sopan sekali anda tidak memberi salam padaku,” sindir Scarlesia tajam.
Selena tersentak sesaat Scarlesia menyinggung masalah salam padanya, mau bagaimanapun kedudukan Scarlesia tetap lebih tinggi darinya itulah kenapa dia harus memberi salam pada Scarlesia.
“Salam kepada Nona Eginhardt,” ucap Selena memberi salam dengan tangan bergetar.
“Nah begitu kan bagus. Sepertinya sudah banyak yang datang,” kata Scarlesia.
Scarlesia disambut oleh tatapan tidak mengenakkan yang berasal dari para tamu undangan yang hadir saat ini. Dia tahu bahwa reputasinya saat ini tidak terlalu bagus semenjak kejadian di istana kekaisaran, ia mengerti kalau Selena mengundangnya saat ini hanya untuk mempermalukan dirinya.
“Sia, aku keluar dulu sebentar. Aku tidak suka tatapan para wanita itu padaku,” bisik Louis.
__ADS_1
“Oke, jangan pergi terlalu jauh,”
Saat ini mereka terpecah menjadi beberapa kelompok, ada kelompok bangsawan kelas bawah dan kelompok bangsawan kelas atas. Sedangkan saat ini Scarlesia tidak bergabung dalam kelompok manapun dan hanya mengamati apa saja yang sedang mereka bicarakan.
“Hai, bolehkah aku bergabung dengan kalian?” tanya Scarlesia pada tiga orang gadis yang mengasingkan diri dari bangsawan lain.
“T-tapi kami ini dari bangsawan kelas bawah jika Nona bergabung dengan kami maka nanti anda akan diejek oleh mereka,” jawab gadis bersurai coklat itu.
“Tidak masalah karena aku tidak menyukai mereka. Aku tidak peduli kalian dari bangsawan kelas rendah atau bukan yang jelas aku ingin bergabung dengan kalian,” kukuh Scarlesia.
“Baiklah, perkenalkan Nona saya Clara Demian anak dari Baron Demian,” ucap Clara si gadis bersurai coklat tadi.
“Saya Diana Rainart anak dari Viscount Rainart,” lanjut gadis berambut pirang pendek.
“Saya Yasmin Roland anak dari Viscount Roland,” lanjut gadis berambut nevy panjang.
“Mungkin kalian sudah kenal denganku tapi aku akan memperkenalkan diri sekali lagi. Aku adalah Scarlesia Eginhardt senang berkenalan dengan kalian,” ujar Scarlesia sambil tersenyum.
“Nona Selena Javar sepertinya kau perlu aku ajari satu hal. Bagiku tidak ada bedanya antara bangsawan kelas atas dan bangsawan kelas bawah. Mau saya berteman dengan siapapun itu bukan urusanmu karena bagiku mereka lebih baik dibanding bangsawan kelas atas sepertimu. Lalu Ayahku hampir bangkrut? Harta kami sangat banyak bahkan aku bingung mau menghabiskannya bagaimana,” tegas Scarlesia.
“Haha sudah sepantasnya anda gagal menjadi permaisuri. Bagaimana bisa anda tidak bisa membedakan antara bangsawan kelas bawah dan atas? Atau jangan-jangan ini karena Ibu anda berasal dari rakyat biasa itulah kenapa anda bersikap seperti ini?”
Scarlesia memutar bola mata malas, semua orang yang menghinanya pasti mengikutsertakan Ibunya di dalam hinaan mereka. Dia sudah terlalu bosan mendengar hinaan yang sama setiap saat.
“Sepertinya orang-orang suka sekali menghina Ibuku lalu juga aku tidak mau tuh menjadi permaisuri. Meskipun kaisar bersikeras menjadikanku sebagai menantunya tapi aku menolak daripada kau yang ingin menjadi permaisuri tapi tidak dipandang sedikitpun oleh kaisar bahkan sampai sekarang pun kau masih tidak punya tunangan. Ada apa ini? Kau tidak laku tampaknya, nah sekarang coba lihat aku. Setelah memutuskan pertunangan dengan putra mahkota para pria banyak yang mengantri di belakangku karena apa? Karena aku cantik,” sombong Scarlesia.
“Tapi dari yang saya dengar Putri Giana menginginkan pria yang tadi datang bersama anda. Dia ingin menjadikannya sebagai suaminya, seharusnya anda bisa merelakan satu pria untuk Putri Giana kan?”
“Aku baru dengar masalah ini, apa Giana sungguh menginginkan Louis?” pikirnya.
“Aku tidak mau tuh,” kata Scarlesia tersenyum lebar.
__ADS_1
“Apa? Kau tidak mau menyerahkannya? Bukannya kau tahu sendiri Putri Giana seperti apa orangnya? Dia akan merebut apapun yang dia inginkan,” ungkap Selena
“Kalau begitu aku akan membunuhnya karena aku tidak akan memberikan 5 pria tampanku pada wanita lain apalagi pada Putri Giana,”
Semua tamu spontan kaget dengan pernyataan Scarlesia yang akan membunuh Giana karena dia tidak ingin memberikan Louis padanya. Bisikan-bisikan jelek tentang dirinya mulai beredar di dalam ruangan tersebut.
“Kau serakah sekali jadi wanita, padahal sebelumnya kau bukan siapa-siapa selain seorang anak yang diabaikan oleh Duke Eginhardt. Kemudian kau tiba-tiba berubah dan wajahmu tiba-tiba cantik padahal aku tahu kau dulu tidak secantik ini. Apa jangan-jangan kau menggunakan sihir untuk mempercantik dirimu? Atau mungkinkah kau dirimu yang sekarang ini adalah palsu?” duga Selena tidak mau kalah dan menertawakan Scarlesia.
“Sayang sekali semua tebakanmu salah karena aku ini cantik secara alami. Jika memang ada sihir untuk mempercantik diri seharusnya sudah banyak orang yang menggunakan termasuk kau sendiri. Ahh kasihan sekali kau Nona Javar pasti tidak ada ya pria yang mau meminangmu karena seleramu terlalu tinggi,”
“KAU! BERANINYA MENGHINAKU!” teriak Selena emosi.
“Seharusnya aku yang mengatakan itu padamu, kau mengundangku kemari hanya untuk mempermalukanku? Oke, akan aku tunjukkan sesuatu padamu,”
Scarlesia naik ke atas meja yang berisi banyak makanan dan minuman, ia menendang semua makanan dan minuman tersebut hingga berserakan di atas lantai lalu berhamburan kemana-mana. Ia kemudian turun dan menggebrak semua meja-meja yang di sana.
“KYAAAAA!” pekikan gadis-gadis bangsawan terdengar begitu nyaring di dalam ruangan pesta.
Braaakkk
“Aduh bagaimana ini? Pestanya jadi kacau karena aku,” ujar Scarlesia pura-pura merasa bersalah.
“Hei kau wanita gila! Berhenti!”
Selena hendak memukul Scarlesia karena ulahnya sudah sangat keterlaluan tapi Scarlesia menendangnya lebih dulu dan membuatnya terpental jauh. Scarlesia mendekati Selena yang kesakitan karena tendangannya yang cukup kuat.
“Ahh aku sengaja menendangmu biar kau sadar dimana posisimu saat ini. Kau mau menghinaku? Maka aku akan membuatmu terhina 100 kali lipat, kau mengerti itu?” tekan Scarlesia meremas dagu Selena.
Selena gemetar karena takut melihat aura intimidasi Scarlesia.
“B-baik,”
__ADS_1
“Nah bagus! Kirimkan semua biaya ganti rugi dan biaya berobatmu ke kediaman Eginhardt. Aku akan membayarnya sekalian ingin menghabiskan harta Ayahku yang tak terhingga itu,”