Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Kembalikan Tubuhku


__ADS_3

Suara ketukan palu menandakan bahwa keputusan hakim sudah bulat dan tidak bisa diubah lagi. Permaisuri yang tidak terima dengan keputusannya langsung mengamuk tak karuan,


“AKU TIDAK SALAH! YANG SALAH ADALAH WANITA MURAHAN ITU! LEPASKAN AKU! AKU TIDAK MAU MATI!”


Permaisuri terus berteriak meronta-ronta ingin dilepaskan, namun para ksatria menahannya dan membatasi geraknya sehingga permaisuri tidak bisa melakukan apapun yang dia mau. Di sisi lain ruang sidang, ada Vincent dan Giana yang menahan tangis begitu mengetahui Ibunya sudah melakukan banyak tindak kejahatan. Misteri dari kematian para selir kekaisaran juga terungkap, semua keluarga selir dibuat marah ketika mengetahui kebenaran di balik kematian anggota keluarga mereka.


“Akhirnya… Akhirnya aku bisa membalaskan kematian Ibunya Sia, tapi kenapa air mataku tidak bisa berhenti menetes?”


Scarlesia menangis tanpa dia sadari, kelegaan yang berasal dari relung hatinya membuat air matanya mengalir begitu saja. Carlen yang duduk di sampingnya, segera mendekap diri Scarlesia.


“Kamu sudah melakukannya dengan baik, dengan begini Ibu akan bahagia di sana. Tidak apa-apa karena mulai sekarang aku akan melindungimu, hiduplah lebih santai dan pikirkan apa yang membuatmu bahagia Sia. Aku, Aldert, dan juga Ayah senantiasa mendukungmu,” tutur Carlen membuat air mata Scarlesia keluar semakin deras.


Eldrick dan Aldert ikut memeluk dirinya, rasa hangat mengitari hatinya. Tidak ada hal yang paling bahagia ia rasakan selain hari ini, hari dimana ia berhasil menuntaskan satu pembalasan dendamnya.


“Dengan begini apa aku sudah hampir mendekati ending yang sempurna? Namun, bolehkah aku bersikap egois? Aku tidak ingin melepaskan tubuh ini. Kehangatan dan kebahagiaan yang tidak pernah aku rasakan, bisakah aku menahan jiwaku untuk tetap di sini?” batinnya.


Sementara itu kini, jauh di dalam sebuah kegelapan yang tempatnya tidak bisa digapai oleh manusia. Tempatnya yang besar selayaknya sebuah istana yang mana tidak ada pengcahayaan yang menyinari. Hanya sebuah kegelapan bahkan langitnya pun juga gelap karena tidak pernah sedikit pun cahaya matahari yang menyela masuk.


Di atas singgasana istana yang gelap ini, duduk seorang pria dengan aura kegelapan memenuhi tubuhnya. Fisiknya yang tampak bak pria pada umumnya dengan surainya yang hitam legam serta pupil matanya yang tajam seolah menyimpan banyak kejahatan dari dirinya.


“HORMAT KAMI KEPADA LEROUX SANG DEWA KEGELAPAN,”


Seluruh iblis hitam, para monster, serta siluman menunduk hormat kepadanya. Tidak ada yang lebih mereka hormati selain Leroux, dewa kegelapan yang selama ini mereka sembah.

__ADS_1


“Lagi-lagi rencana pembunuhan terhadap gadis itu gagal ya. Kenapa kalian begitu tidak berguna? Padahal dia hanya seorang gadis biasa yang kekuatannya belum bangkit sepenuhnya,” tekan Leroux membuat mereka semua gemetar.


“Maafkan kami, gadis itu memiliki kekuatan di luar pikiran kami Yang Mulia. Tolong berikan kami kesempatan satu kali lagi,” jawab Venos, sang raja iblis hitam.


“Kalian mengerti bukan? Jika seluruh kekuatannya bangkit, maka kalian akan mudah dibunuh olehnya. Gadis itu dari 2000 tahun yang lalu hingga sekarang masih saja menggangguku, tapi sebelum seluruh ingatannya kembali dan kekuatannya bangkit, kalian harus pastikan dia lenyap! Dengan begitu akan mudah untukku menguasai dunia bahkan seluruh alam semesta!”


“KAMI MENGERTI YANG MULIA!”


“Bagus! Sekarang mari kita mulai untuk menghancurkan manusia terlebih dahulu, maka itu akan mempermudah langkah selanjutnya. BUKA SELURUH GERBANG MONSTER YANG MENUJU DUNIA MANUSIA! KALIAN PARA MONSTER MENGAMUKLAH DAN HANCURKAN MANUSIA!” seru Leroux memberikan perintah baru kepada para bawahannya.


“BAIK YANG MULIA!”


“Aku akan menghancurkan manusia! Manusia itu hanya makhluk lemah, para dewa dan dewi tidak bisa turun ke dunia manusia secara langsung kecuali untuk dewa takdir sialan itu. Dewa pencipta memperlakukannya secara berbeda karena dia adalah pengawas untuk jiwa gadis bernama Sia. Uhh mengingat penghinaan yang aku dapatkan 2000 tahun lalu, aku semakin bertekad untuk membunuhnya. Bukan membunuh secara langsung tapi aku akan menghancurkan jiwanya sama seperti yang aku lakukan sebelumnya,” batin Leroux tersenyum licik.


Malam harinya di Paviliun Kirin


Scarlesia terlelap sejak kembali dari tempat persidangan, hatinya yang lega membawanya masuk ke alam tidur lebih cepat. Saat ini tidurnya sangat gelisah dan tidak tenang, sepertinya dia mengalami mimpi buruk lagi. Di dalam mimpinya dia bertemu dengan pemilik asli tubuhnya, seorang gadis persis menyerupainya berdiri di hadapannya.


“Tubuh itu milikku! Cepat kau kembalikan lagi padaku!” pintanya memasang ekspesi dingin.


“Aku tahu tubuh ini milikmu tapi sekarang aku yang sedang berada di dalamnya berarti ini milikku! Aku lah pemilik tubuhmu kini dan aku memperbaiki hidupmu dengan usahaku sendiri. Dengan kata lain, kau tidak akan bisa mengambil alihnya kembali,” tolak Scarlesia dengan tegas.


“DASAR PENCURI! SEMUA ITU PUNYAKU! MULAI DARI AYAH, KAKAK, DAN PRIA-PRIA YANG BERSAMAMU! MEREKA ADALAH MILIKKU!” bentaknya.

__ADS_1


“Pria-pria yang bersamaku adalah milikmu? Hei sepertinya mental kau benar-benar terganggu. Semua pria itu aku yang menemukannya lebih dulu, jadi mereka milikku! Aku menyingkirkan Zaneta hingga permaisuri dengan kekuatanku sendiri, dan kau? Apa yang bisa kau lakukan untuk hidupmu?”


“KURANG AJAR! KAU JIWA DARI DUNIA LAIN TAPI BERANINYA KAU MEREBUT TEMPATKU!”


“Kau sudah mati jadi nikmati saja hidupmu di akhirat, kenapa kau repot-repot datang kemari lalu mengklaim kembali hidup yang sudah aku bangun dari awal? Kalau kau mau protes, ya sudah protes saja kepada dewa yang mengirimku. Kenapa kau mencariku lalu marah-marah padaku?” balas Scarlesia.


“Kau hanya Scarlesia palsu tapi dengan beraninya kau menganggap tubuh itu adalah milikmu,”


“Hahh? Aku tidak peduli. Kau sudah mati dan kau tidak melakukan apapun untuk membuat hidupmu bahagia. Kau hanya berdiam diri di kamarmu dan membiarkan saudari tirimu merebut tunanganmu sendiri, kau bodoh ya?” ledek Scarlesia.


“BODOH? BODOH KAU BILANG? DASAR PENCURI! PEREBUT! AKU HANYA MEMINTAMU UNTUK MENGEMBALIKAN SEMUA YANG MENJADI MILIKKU!”


Dia terus beteriak, membentak untuk meminta kembali tubuhnya kepada Scarlesia, tapi dia tidak mendapatkannya meskipun sudah menghina dan meneriakinya sebagai pencuri dan perebut.


“Aku bukan pencuri! Aku juga bukan perebut! Dewa memberikan tubuhmu padaku. Jadi ini milikku dan aku tidak akan memberikannya padamu!”


“KAU MEMBUATKU SANGAT MARAH! KALAU KAU TIDAK MAU MENGEMBALIKANNYA MAKA AKU AKAN MEMAKSAMU UNTUK MEMBERIKANNYA PADAKU!”


Scarlesia beringsut mundur ke belakang, ia melihat ada yang salah dengan jiwa pemilik tubuh yang asli. Dia bisa merasakan hawa berbahaya dari jiwa tersebut, Scarlesia tidak punya pilihan lain selain berlari menjauh dari jiwa yang marah tersebut.


“KEMBALIKAN TUBUHKU! KEMBALIKAN SEMUANYA PADAKU!!”


“ARRRGHHHH”

__ADS_1


__ADS_2