Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Penyegelan Miranda


__ADS_3

“SIAAAAA!!!”


Punggungnya terasa sangat sakit sesaat terhempas ke permukaan dinding, namun rasa sakitnya menghilang dalam sekejap. Scarlesia berdiri kembali lalu menarik napasnya dalam-dalam, kekhawatiran semua prianya juga ikut mereda begitu tahu bahwa Scarlesia baik-baik saja meski terpental cukup kuat.


“Bukan apa-apa. Ini tidak sakit sama sekali,” ucap Scarlesia.


“Aku lupa gadis ini memiliki kekuatan penyembuhan. Luka fisik tidak ada apa-apanya baginya,” batin Miranda.


Miranda kembali mencoba menyerang Scarlesia, tapi serangannya dihentikan oleh Xeon. Bertubi-tubi ia mengulangi lagi serangan yang sama, tidak ada hasilnya sama sekali. Saat ini dia berada di dalam kondisi terkepung, ia dikepung oleh enam pria yang memiliki niat membunuh yang kuat padanya.


“Kita harus menyegel makhluk jahat ini!” seru Xeon.


“Menyegel? Baiklah. Kalian bisa memakai sihir penyegelan bukan?” tanya Oliver.


Andreas, Zenon, Louis, dan Elios menganggukkan kepalanya.


“Bagus. Ayo sekarang kita segel dia!”


Mereka merapalkan sebuah mantra sihir, mantra tersebut merupakan mantra dari sihir penyegelan. Scarlesia hanya diam memperhatikan sambil berdo’a agar ini segera selesai dengan cepat. Setelah mantra selesai dirapalkan, muncul rantai-rantai yang langsung menggulung tubuh Miranda.


“AAARRGHHH! LEPASKAN AKU!” pekik Miranda kesakitan.


Ketika penyegelannya hampir selesai, kekuatan Miranda tiba-tiba menjadi lebih kuat lagi. Rantai segelannya terputus begitu saja, wujudnya semakin mengerikan dengan rambutnya yang semakin tebal dan panjang, kukunya juga semakin panjang, lingkaran matanya yang hitam, tubuhnya yang semakin besar, ini persis seperti seekor monster.


Tekanan yang dikeluarkannya sangatlah besar sehingga membuat tubuh semua orang yang berada di ruangan tersebut tidak bisa bergerak dan membatu di tempat.


“Tidak salah lagi, cairan yang ada di dalam botol yang dia minum tadi ternyata adalah darah dewa kegelapan. Kenapa aku baru sadar sekarang?” ujar Xeon yang berusaha melepaskan dirinya dari tekanan Miranda.


“Darah dewa kegelapan? Apa itu yang membuatnya sekuat ini?” tanya Louis.


“Ya, dia mendapat kekuatan dari darah yang diminumnya,”


“Gawat! Tekanannya semakin besar. Tubuhku semakin susah untuk digerakkan,” ucap Zenon.


Sementara itu kini Miranda semakin kehilangan kendali dirinya sendiri, dia menghancurkan sendiri kastilnya dengan sihirnya. Anak-anak yang ada di dalam kurungan ikut merasakan efek tekanannya, mereka menangis karena tidak bisa bergerak. Scarlesia yang berdiri di depan kurungan mereka menghibur untuk menghentikan tangisan mereka.


“KYAAAAA!!!”


Scarlesia memekik saat Miranda mencekik lehernya, ia mengangkat tubuh Scarlesia tinggi-tinggi.

__ADS_1


“KARENA ADA WANITA SEPERTIMU INI AKU GAGAL MENJADI WANITA YANG PALING CANTIK! SEHARUSNYA KAU MATI SAJA!”


Cengkraman tangannya semakin menguat di leher Scarlesia, kukunya yang tajam membuat lehernya terluka dan mengeluarkan banyak darah.


“Bagaimana ini? Jika terus seperti ini aku akan mati di tangannya,” pikir Scarlesia masih berusaha untuk lepas dari cekikan Miranda.


“Apa yang harus kita lakukan sekarang? Jika dibiarkan lebih lama lagi Sia akan mati karenanya,” panik Louis.


Scarlesia hampir kehabisan napas, ia memejamkan matanya. “Aku harus bisa melawan tekanan ini jika tidak maka semua orang di dalam ini akan mati.”


Scarlesia terus melawan sampai akhirnya badannya bisa digerakkan sedikit, ia masih terus melawan dan terus melawan.


“Aku butuh sesuatu seperti pedang! Aku tidak bisa menggunakan busur seperti saat ini,” batinnya.


Kemudian, busur yang dipegangnya berubah menjadi sebuah pedang berwarna emas. Scarlesia cukup kaget karena ternyata busur suci itu bisa berubah bentuk menjadi seperti yang dia inginkan. Lalu Scarlesia memaksa tangannya bergerak dan mengayunkan pedangnya hingga membuat tangan Miranda putus. Seluruh tekanan yang menyelimuti kastil sudah menghilang sepenuhnya, kini semua orang bisa bergerak dengan lebih bebas.


“AAARRGHHH TANGANKU! TANGANKU! BERANINYA KAU MEMOTONG TANGANKU YANG BERHARGA!”


“SEKARANG SAATNYA! AYO CEPAT KITA SEGEL KEMBALI!” seru Xeon.


Mereka kembali mencoba menyegel Miranda tepat pada saat kekuatannya melemah, Miranda tidak menerima kekalahannya dan terus menjerit di dalam gulungan rantainya.


“AKU TIDAK MENERIMA KEKALAHAN INI! YANG HARUSNYA MATI ADALAH WANITA ITU LALU KENAPA AKU YANG MESTI MENDERITA SEPERTI INI?”


“Darimana kalian berasal?” tanya Scarlesia.


“Kami dari Kekaisaran Evariste,”


“Kekaisaran Evariste? Pas sekali Pangeran Lucas Evariste sedang berada di Kekaisaran Roosevelt. Aku akan meminta tolong pada Yang Mulia Pangeran agar membawa kalian pulang,”


“Benarkah?”


Scarlesia menganggukkan kepalanya.


“Terima kasih kak. Terima kasih,”


Selesai itu, mereka semua kembali lagi ke Kekaisaran Evariste, Zenon menggunakan wujud naganya untuk membawa anak-anak itu. Ternyata semua orang masih ada di istana menunggu Scarlesia datang, begitu mereka menginjakkan kaki di istana seluruh orang menyambut kedatangannya.


“Sia, apa kau baik-baik saja? Tidak ada yang terluka kan?” tanya Eldrick khawatir.

__ADS_1


“Aku baik-baik saja Ayah,”


“Fyuhh syukurlah,”


“Semua orang mencemaskanmu loh makanya kami masih ada di sini,” ucap Carlen.


Saat Scarlesia melihat lebih dalam lagi ke istana yang sudah hancur berantakan tersebut, ternyata memang benar kalau banyak orang yang mencemaskan dirinya.


“Tapi kenapa?” tanya Sia bingung.


“Karena kamu sudah menyelamatkan mereka dari kematian,” jawab Carlen.


Natasha yang setengah mati khawatir langsung menghambur ke pelukannya.


“Sia, aku senang kau berhasil kembali dengan selamat. Ini kali kedua kau menyelamatkanku, aku benar-benar berterima kasih. Untuk itu, lain kali aku akan mengundangmu ke Kekaisaran Celosia,” kata Natasha.


“Baiklah. Aku menunggu hari itu,”


“Ano… Nona Scarlesia,” sela Lucas memanggil Scarlesia.


“Yang Mulia… Salam kepada Yang Mulia Pa….”


“Tidak perlu, kamu tidak perlu memberi salam padaku,” potong Lucas menghentikan Scarlesia yang hendak memberi salam padanya. “Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena sudah menyelamatkanku. Aku ingin membalas kebaikanmu jadi kau boleh meminta apa saja yang kau mau maka aku akan mengabulkannya,” lanjut Lucas.


“Benarkah anda akan mengabulkan apapun yang saya inginkan?”


“Iya, selagi permintaannya tidak sulit,”


“Kalau begitu bisakah anda membawa anak-anak ini kembali ke Kekaisaran Evariste? Mereka mengatakan kalau mereka berasal dari Kekaisaran Evariste,”


Lucas kemudian melihat anak-anak yang bersembunyi sejak tadi di balik tubuh Scarlesia, lalu ada satu anak laki-laki berambut coklat yang tampak tidak asing baginya.


“Loh? Jimmy!”


“PAMAANNN!!” seru anak yang bernama Jimmy tersebut berlari ke arah Lucas.


Lucas memeluknya begitu erat, sepertinya Lucas memang benar-benar kenal dengan anak tersebut.


“Anda kenal dengan anak ini Yang Mulia?” tanya Scarlesia penasaran.

__ADS_1


“Ya, dia adalah anak dari kakakku yang menghilang selama beberapa hari. Ternyata dia diculik oleh wanita penyihir itu tapi syukurlah Nona menyelamatkannya. Aku benar-benar berhutang banyak padamu, aku akan membawa semua anak-anak ini kembali ke Kekaisaran Evariste karena setelah aku lihat ternyata mereka adalah anak-anak dari bangsawan yang melapor bahwa anaknya telah menghilang selama beberapa hari ini,” jelas Lucas.


“Kalau begitu saya bisa tenang sekarang,”


__ADS_2