Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Hari Pertempuran


__ADS_3

“Akhirnya selesai!”


Sebotol racun yang warnanya seperti pedang selesai mereka buat, setelah melalui beberapa kali kegagalan akhirnya satu botol racun berhasil mereka racik.


“Apa racun ini benar-benar bisa mengalahkan monster-monster itu?”


“Tidak,” jawab Scarlesia singkat.


“EEHHHHH??!”


Mereka memekik ketika Scarlesia mengatakan ‘tidak’ kepada mereka, Scarlesia terkekeh melihat ekspresi mereka yang menurutnya sangat lucu itu.


“Tenang saja, racun ini akan berfungsi sempurna setelah aku masukkan kekuatanku ke dalamnya,” ucap Scarlesia.


Ketika Scarlesia berbicara seperti itu, mereka menghela napasnya sambil mengelus dadanya.


“Karena monster itu bagian dari kegelapan, jadi aku harus menambahkan kekuatanku di racunnya agar racun ini lebih efektif bekerja pada tubuh mereka. Kegelapan bisa dikalahkan oleh cahaya dan karena itulah aku membutuhkan kekuatanku demi membuat racunnya lebih cepat bekerja,” batin Scarlesia.


Tanpa berlama-lama langsung saja Scarlesia mengaliri racun tersebut dengan kekuatannya, satu botol racun akhirnya selesai. Mereka membutuhkan racun ini dalam jumlah yang sangat banyak, Scarlesia mempercayakan pembuatan racun ini kepada para pasukan bayangan.


Selepasnya, Scarlesia kembali lagi ke paviliun untuk segera bersiap-siap melatih para ksatria pemanah bersama Elios. Seperti biasa sebelum pergi ke lapangan memanah Scarlesia mengganti dulu pakaiannya dengan pakaian pria untuk memudahkannya bergerak.


“Nona, apa anda hari ini akan memulai latihan para ksatria memanah?” tanya Shou yang keluar tiba-tiba dari dunia cermin.


“Iya, apa mungkin yang aku minta kemarin sudah selesai?”


Shou mengangguk riang merespon pertanyaan Scarlesia.


“Sudah Nona, semuanya sesuai dengan yang anda inginkan dan kekuatan anda juga sudah menyatu di dalamnya,” ucap Shou.


“Oke, terima kasih atas kerja keras kalian. Aku akan pergi membagikannya kepada ksatria pemanah,”

__ADS_1


Scarlesia berjalan menuju lapangan memanah, di sana ternyata sudah ada Elios yang memandu latihan mereka.


“HEI KALIAN KEMARILAH!” panggil Scarlesia.


Mereka menghentikan latihan mereka lalu memenuhi panggilan Scarlesia, Elios juga terlihat senang dengan kedatangan Scarlesia.


“Aku ingin memberikan sesuatu kepada kalian,” kata Scarlesia


Dari dalam gelang yang dikenakan oleh Scarlesia, keluar banyak busur panah dari dalamnya. Busur-busur tersebut dibuat khusus oleh Shou bersama peri lainnya, para ksatria pemanah tercengang melihat busur yang berkeluaran dari gelangnya.


“Untuk apa semua busur ini Nona?” tanya Dion.


“Tentu saja ini semua untuk kalian. Untuk melawan para monster itu dibutuhkan kekuatan yang besar bahkan busur biasa itu tidak akan cukup untuk membunuh mereka. Makanya aku membuatkan busur ini agar kalian bisa menggunakannya di medan perang nanti,” terang Scarlesia.


“Tapi apa bedanya dengan busur biasanya Nona?” tanya Robert, ketua ksatria pemanah.


“Oke, akan aku tunjukkan pada kalian. Dion, coba sekarang kau mencoba menggunakan busur ini,” suruh Scarlesia.


“Sekarang kau arahkan anak panahmu ke pohon itu,”


Dion menarik tali busurnya dengan kencang lalu melepaskan anak panahnya. Saat anak panas itu tertancap di pohonnya, pohon tersebut hancur dan tumbang. Mereka semua ternganga melihat daya hancur busur itu, meski tidak sebesar daya hancur busur suci tapi ini sudah cukup untuk mereka bawa ke medan perang.


“Luar biasa! Daya hancur busurnya sangat kuat,”


Dion tercengang memandangi busurnya, kedua tangannya masih bergetar karena tidak percaya dengan apa yang barusan ia lakukan.


“Busur ini aku buat dengan memasukkan sedikit kekuatanku sehingga busur ini memiliki daya hancur yang cukup tinggi. Dengan begini, aku tidak perlu terlalu khawatir lagi dengan ksatria pemanah dan mereka akan mengalahkan monster tersebut dengan mudah,” pikir Scarlesia.


Lalu para ksatria pemanah segera mengambil busur itu, sebelumnya Scarlesia mengajari mereka bagaimana caranya mengontrol kekuatan dari busur tersebut. Meskipun jumlah kekuatan yang ia masukkan ke dalam busurnya tidaklah besar, tetap saja membuat busurnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Selesai melatih ksatria pemanah, Scarlesia langsung kembali ke paviliun bersama Elios. Tubuhnya terasa sangat lelah karena seharian ini dia memiliki jadwal yang padat dan membuatnya tidak mempunyai waktu luang untuk bersantai.

__ADS_1


“Sepertinya kau sangat lelah Sia,” kata Elios.


“Iya, aku akan beristirahat lebih awal. Sampai jumpa besok Elios,”


“Oke, sampai jumpa,”


Di hari berikutnya lagi, Zenon pulang membawa sangat banyak tumbuhan herbal yang ia inginkan. Hari ini dia akan memulai pembuatan ramuan penambah stamina di tempat asosiasi para dokter Kekaisaran Roosevelt bersama Xeon serta Louis.


“Selamat datang di asosiasi dokter Nona. Kami menanti sekali kunjungan anda kemari,” sambut Pedro, ketua asosiasi dokter.


Scarlesia sudah menjelaskan situasinya sebelumnya melalui surat kepada Pedro. Selaku ketua asosiasi dokter sekaligus sebagai orang yang mengagumi kemampuan medis Scarlesia, ia setuju untuk membantu Scarlesia serta mengizinkannya untuk memakai ruang penelitian medis asosiasi dokter.


Scarlesia mulai meracik ramuannya, ia dibantu Xeon dan Louis serta para dokter lainnya karena dia akan membuat ramuannya dalam jumlah yang sangat besar. Setelah menyelesaikan beberapa, Scarlesia pamit pulang dan menyerahkan sisanya kepada para dokter. Dokter tersebut juga tidak keberatan untuk menolong Scarlesia, ia sungguh merasa terbantu kali ini.


Scarlesia melewati hari-hari yang super sibuk selama 1,5 bulan ini hingga tiba lah di hari yang dimaksud oleh Scarlesia. Tepatnya hari ini pertempuran akan terjadi, semua kekaisaran sudah berkumpul di tempat gerbang monster utama berada.


“Dengar! Hari ini kita akan berperang, jadi jika ada diantara kalian yang ingin mundur silahkan mundur dari sekarang sebelum terlambat. Aku tidak akan memarahi kalian atau pun memecat kalian, hanya saja perperangan kali ini terbilang sangat berbahaya. Tolong jika tidak kuat atau tidak yakin kalian mundur saja dari langsung,” seru Scarlesia di hadapan para ksatrianya.


Tidak ada satu pun diantara mereka yang mundur, wajah mereka semuanya penuh keyakinan. Scarlesia bisa melihat betapa inginnya mereka masuk ke dalam perperangan yang sangat sulit ini. Semua perjuangan dan latihan mereka selama 1,5 bulan ini, akan diperlihatkan hasilnya hari ini juga.


“Sepertinya kalian sudah yakin. Baiklah kalau begitu ayo kita pergi ke medan perang,”


Saat Scarlesia hendak berangkat ke medan perang, suasana kekaisaran masih sama seperti biasa padahal Scarlesia sudah menyerukan kepada mereka untuk segera evakuasi diri tapi mereka tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Scarlesia.


“KYYAAAAA!!!”


Pekikan seorang wanita terdengar tidak jauh dari tempat Scarlesia berada sekarang.


“Kalian pergilah lebih dulu, aku akan melihat apa yang sedang terjadi lebih dulu,” ujar Scarlesia kepada Ayah, saudaranya, serta para prianya.


Scarlesia terbang melaju dengan kecepatan tinggi, ternyata di sisi lain kota sudah hancur sebagian oleh monster-monster yang mengacau.

__ADS_1


“Dasar orang-orang ini! Padahal aku sudah menyuruh mereka untuk pergi ke tempat evakuasi tapi tidak ada satu orangpun yang mau mendengarkanku,”


__ADS_2