Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Scarlesia Akan Menjadi Kaisar


__ADS_3

Setelah kaisar mengumumkan perihal kebenaran di balik masalahnya, para bangsawan yang tadinya menghardiknya Scarlesia tertunduk malu. Mereka tidak sanggup mengangkat wajahnya, Scarlesia merasa masalahnya sudah selesai sampai di sini saja. Dia beranjak pergi keluar dari ruang singgasana tanpa mempedulikan hukuman jenis apa yang diberikan kaisar kepada Nieva.


“Oh iya Yang Mulia, sepertinya mulai sekarang anda harus meningkatkan latihan para ksatria dan penyihir karena saya tidak mempunyai tanggung jawab khusus lagi kepada Kekaisaran Roosevelt. Carilah siapa pun yang mampu melindungi anda dan rakyat kekaisaran sebab selama ini yang melindungi kalian adalah saya bersama pria-pria saya. Jadi, saya harap anda mengerti Yang Mulia,” pesan Scarlesia menghilang begitu tiba di depan pintu.


Di kediaman Duke Eginhardt


Baru saja dia menginjakkan kakinya di halaman depan kediaman, seluruh penghuni mansion menyambutnya dengan cara yang tidak biasa. Kabar mengenai Scarlesia yang menjadi putri mahkota Kekaisaran Evariste telah tersebar luas di dalam kediaman.


“SELAMAT DATANG YANG MULIA,”


Mereka membukakan jalan untuk Scarlesia sembari membungkuk memberi hormat kepadanya.


“Ada apa ini? Kalian tidak perlu seperti ini. Tolong bersikaplah seperti biasa karena bagaimana pun aku masih tetap menjadi Nona kediaman Duke Eginhardt,” ujar Scarlesia.


“Hikss Nona… apa nanti anda akan meninggalkan kediaman ini?”


“Kami senang mendengar kabar mengenai anda yang menjadi putri mahkota Evariste tapi di sisi lain kami juga tidak rela,”


“Nona, jangan tinggalkan kami,”


Scarlesia menepuk keningnya, dia sendiri juga bingung bagaimana menghadapi mereka yang menangis dan merengek meminta agar tidak ditinggalkan.


“Sudahlah, kalian jangan menangis lagi. Aku tidak pergi kemana-mana, nanti aku akan sering mengunjungi kalian,” hibur Scarlesia.


Edward melihat Scarlesia dengan tatapan sendu, ia melihat bayang-bayang adik yang dirindukannya pada diri Scarlesia.


“Mereka berdua sangat mirip, Anabela ternyata melahirkan seorang dewi ke dunia ini,” batin Edward.


Sehabis itu, Eldrick mengajak Edward dan Lucas masuk ke dalam mansion, mereka berkumpul di ruang tamu. Di sana ada Eldrick, Carlen, Aldert, Scarlesia, Edward, dan juga Lucas.


“Saya sungguh tidak menyangka ternyata Larissa adalah Kaisar Evariste. Larissa tidak pernah menceritakan apa pun soal dirinya, dia hanya mengatakan kalau dia berasal dari rakyat biasa. Pantas saja Larisssa banyak tahu mengenai etiket bangsawan,” ujar Eldrick.

__ADS_1


Edward mengedarkan pandangannya, di ruang tamu tersebut terpampang potret pernikahan Eldrick bersama Larissa, potret saat mereka foto bersama ketika Scarlesia masih kecil, lalu ada potret khusus Larissa saja.


“Ternyata anda sangat mencintai adik saya ya duke. Tapi, saya mendengar anda menikah lagi setelah adik saya meninggal,” ucap Edward menatap sinis Eldrick.


“Yang Mulia, tolong jangan salah paham. Ayah sangat mencintai Ibu, Ayah menikah lagi itu karena paksaan kaisar. Bahkan setelah menikah lagi pun Ayah tidak pernah menyentuhnya, Ayah tidak punya kekuatan untuk melawan titah kaisar. Pada saat itu saya juga sakit-sakitan, jadi tolong jangan salahkan Ayah saya,” bela Scarlesia.


Edward terdiam melihat Scarlesia yang sangat membela Eldrick, ia tidak ingin ada perselisihan antara Edward dan Eldrick.


“Ternyata begitu, baiklah saya tidak akan menyalahkan anda duke. Sepertinya saya mengerti mengapa Anabela memilih anda sebagai suaminya,”


“Maaf Yang Mulia, bagaimana ceritanya Ibu sampai kabur dari Evariste?” sela Carlen bertanya.


Edward menaruh cangkir tehnya sebelum ia menjawab pertanyaan dari Carlen.


“Kejadian ini ketika Anabela baru menginjak umur 17 tahun, waktu itu secara tidak sengaja dia tenggelam di danau dekat istana dan tidak sadarkan diri selama beberapa hari. Namun, ketika dia terbangun entah kenapa ada yang berbeda darinya. Seolah ia berubah menjadi orang lain, dia menolak mengerjakan tugas utama seorang kaisar, menolak untuk mendirikan harem, dan masih banyak lagi. Pada suatu hari, Anabela tiba-tiba menghilang dan meninggalkan sepucuk surat yang mengatakan bahwa dirinya ingin mencari pria yang tulus mencintainya. Sejak saat itu dia tidak pernah kembali lagi,” jelas Edward menceritakan kisah sang adik yang menghilang.


“Setelah itu kekaisaran dilanda kepanikan hebat karena menghilangnya kaisar, kami menutupinya dan memberikan posisi kaisar kepada saya sementara waktu sampai Anabela ditemukan. Telah dicari kemana-mana tapi tidak ada jejak pelarian darinya sedikit pun. Sudah lebih dari 20 tahun semenjak kejadian itu, Lucas secara tidak sengaja melihat Scarlesia dan datang melaporkan kepada saya kalau dia menemukan gadis yang sangat mirip dengan Anabela,” lanjut Edward menjelaskan.


“Tapi Larissa sudah….”


“Kami tahu duke, adik saya sudah meninggal kan? Dia meninggal karena dibunuh oleh permaisuri sebelumnya. Anda tidak perlu merasa bersalah karena saya lega ternyata adik saya menikah dengan laki-laki yang tepat bahkan melahirkan 3 orang anak yang sangat pintar,” tutur Edward.


Scarlesia mengetahui kilas balik Ibu nya yang selama ini tidak pernah terungkap, bahkan Eldrick pun juga merasa kalau dia masih belum terlalu mengenal istrinya. Rasanya sedikit aneh karena identitas sang Ibu bukan hanya sebatas bangsawan biasa tapi seorang kaisar di kekaisaran paling makmur dan berjaya.


“Sekarang langsung ke intinya saja, Scarlesia kami akan membawamu ke Evariste dan menyerahkan mahkota kaisar kepadamu. Apa kamu bersedia mengemban tugas sebagai kaisar? Karena hanya kamu satu-satunya wanita yang merupakan keturunan kaisar. Kekaisaran Evariste harus kembali pada sejarah mulanya, harus kembali pada pemerintahan kaisar wanita,” ujar Edward.


Scarlesia sedikit tegang, selama ini dia memang menginginkan posisi sebagai kaisar tapi ia tidak menyangka kesempatan ini akan datang terlalu cepat.


“Jika aku ingin melindungi lebih banyak orang, maka aku harus menjadi kaisar. Aku tidak ingin kejadian sebelumnya terulang kembali,” pikir Scarlesia.


Eldrick sadar putrinya terlihat tegang karena pemberitahuan mengenai identitas sang Ibu berimbas kepada dirinya. Eldrick menggenggam tangan Scarlesia lalu mengangguk sambil tersenyum pada putrinya.

__ADS_1


“Baiklah, saya bersedia Yang Mulia,”


Selepas itu, Scarlesia keluar dari ruang tamu karena Eldrick ingin berbicara empat mata bersama Edward.


“Hahh tegang sekali,” gumam Scarlesia menghela napas lega.


Aldert dan Carlen mendekati Scarlesia dan menepuk pundaknya hingga membuat Scarlesia terperanjat kaget.


“Astaga kakak! Membuatku terkejut saja,”


“Ya ampun adik kami yang paling cantik, imut, dan lucu sebentar lagi akan menjadi kaisar. Tidak bisakah kau tinggal di sini saja bersama kami?” ucap Aldert.


Mereka berdua memeluk gemas Scarlesia, pelukan mereka membuat Scarlesia menjadi sesak.


“Aduh kak, kenapa kalian tidak ikut aku saja? Keluarga kita diperlakukan tidak baik oleh kaisar jadi untuk apa tinggal di sini? Membuat emosi saja,” gerutu Scarlesia kesal.


Carlen mencubit pipi Scarlesia.


“Pintar sekali kamu berbicara, apa kamu pikir gampang pindah dari sini ke Evariste? Ditambah keluarga Duke Eginhardt sudah mengabdi pada Kekaisaran Roosevelt sejak dulu. Tidak semudah itu untuk pindah, kamu mengerti?”


“Ahh iya iya jangan cubit lagi pipiku yang ada nanti makin melar,”


“Tidak apa-apa dong, nanti kamu malah makin imut,” goda Aldert.


“Haaa?? Tidak! Itu tidak baik-baik saja,” Scarlesia memukul-mukul Aldert.


“Ampun ampun, jangan pukuli aku lagi. Aku hanya bercanda,”


“Sepertinya Sia sangat bahagia memiliki keluarga seperti kalian,” celetuk Lucas berbicara pada Carlen.


“Saya pikir juga begitu,”

__ADS_1


__ADS_2