Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Sang Penguasa Lautan


__ADS_3

“Mustahil! Sia… Apa Sia meninggal?”


Plakk


“Mana mungkin Sia tewas begitu saja,”


Aldert menampar pipinya sendiri untuk menyadarkannya dari pikiran buruknya, ia mencoba memejamkan matanya kemudian menghirup napas dalam-dalam karena dia akan mencoba untuk mendeteksi aura kehidupan Scarlesia menggunakan sihir yang beberapa waktu lalu baru ia pelajari.


“Aku harus tenang, aku akan mencoba memeriksa aura kehidupan Sia terlebih dahulu,”


Beberapa saat kemudian, Aldert membuka matanya dalam keadaan napanya yang memburu keluar.


“Tidak mungkin! Aku benar-benar tidak merasakan aura kehidupan Sia sedikit pun. Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi,”


Aldert berlari keluar dari kamarnya dengan perasaan gelisah tak karuan, perasaannya terus berkata buruk mengenai keadaan adiknya yang bahkan tidak ada setitik pun aura kehidupan yang terdeteksi.


“KAKAK!! KAK!” panggil Aldert.


Carlen yang tengah berada di tempat latihan berpedangnya tersentak mendengar suara Aldert yang memanggilnya, dia pun menghentikan latihannya sejenak untuk mengetahui apa gerangan yang terjadi.


“Kenapa?”


“Sia… Kalungku pecah berkeping-keping, aku juga tidak bisa merasakan aura kehidupan Sia. Apa yang terjadi pada Sia? Bukankah ini adalah pertanda buruk?”


“Huh? Apa kau yakin soal itu?”


“Aku yakin! Aku yakin aku tidak bisa menemukan aura kehidupannya,”


Sedangkan pada saat yang bersamaan, Scarlesia masih berada di dalam lautan. Tubuhnya semakin lama semakin ditarik untuk masuk lebih dalam lagi, dia nyaris kehilangan napasnya.


“Tolong keluarkan aku dari sini, aku mohon…”


Di tengah kesadarannya yang hampir menghilang, datang seorang pria dengan cahaya terang di tubuhnya. Wajahnya yang tampan dan asing, tidak pernah sekali pun dijumpai oleh Scarlesia dimana pun itu. Pria itu berenang ke arahnya, tangan Scarlesia ditarik ke atas olehnya, lalu ia memeluk tubuh Scarlesia.


“Anakku, belum saatnya kamu mati sekarang. Aku akan membantumu keluar dari sini, buka matamu lalu mengamuklah sesuka hati. Dunia hampir berakhir dan kamu tidak boleh menemui akhirmu di sini,” ucap pria itu sembari tersenyum pada Scarlesia.

__ADS_1


“Siapa..?” tanya Scarlesia.


“Kamu tidak perlu tahu siapa aku karena kita akan segera bertemu. Nah sekarang keluarlah, kekuatanmu yang baru sudah aku lepaskan segelnya,”


Pria tersebut mendorong Scarlesia untuk segera keluar dari dalam laut yang dingin ini, tubuh Scarlesia sesaat bergejolak, kesadarannya sudah kembali sepenuhnya.


“Siapa dia? Aku tidak pernah bertemu dengannya tapi kenapa dia sepertinya sangat mengenaliku?” pikir Scarlesia.


Sementara itu, di atas laut para monster semakin menggila sehingga membuat Xeon serta para pria lainnya kewalahan ditambah dengan Scarlesia yang terseret ke dasar laut memberi kekhawatiran dan kegelisahan ekstra kepada mereka semua.


“SIAL! MONSTER LAUT INI TIDAK ADA HABISNYA!” umpat Zenon mengamuk.


“SIA! SIA MASIH BELUM KELUAR! XEON, TIDAK ADAKAH YANG BISA KAU LAKUKAN UNTUK INI?” teriak Elios.


“APA YANG TERJADI PADA SIA SEKARANG? AKU TIDAK BISA PERGI MENYELAMATKANNYA KARENA MONSTER LAUT INI TERUS MENGHALANGIKU!” timpal Louis.


Mereka semua dilanda kepanikan hebat, fokus mereka terpecah belah karena memikirkan nasib Scarlesia.


“KALIAN SEMUA TENANGLAH! FOKUS SAJA PADA MONSTER LAUT INI KARENA SIA BAIK-BAIK SAJA,” seru Xeon.


“Sia… Sudah aku duga kamu akan menaklukkan lautan ini,” batin Xeon.


Di sekitar Scarlesia seluruh makhluk laut menari-nari, rambut silvernya yang mengibar akibat hembusan angin memberikan kecantikan ekstra pada dirinya.


“WAHAI PARA MAKHLUK LAUT! TUNDUKLAH KEPADAKU DAN TURUTILAH SEMUA PERINTAHKU SEBAGAI PENGUASA LAUTAN,” seru Scarlesia memasang ekspresi wajah tegas nan elegan.


“KAMI SEBAGAI MAKHLUK LAUT MEMPERSEMBAHKAN SELURUH HIDUP KAMI KEPADA SANG PENGUASA LAUTAN,” ucap seluruh makhluk laut itu menjawab seruan Scarlesia.


Suasana laut menjadi tenang seketika Scarlesia menyeru kepada seluruh makhluk laut, monster laut yang awalnya mengamuk mulai tenang mendengar seruan dari Scarlesia.


“Kalian para monster laut beraninya mengganggu kehidupan manusia, beraninya kalian menyakiti makhluk hidup lain, apa kalian tahu apa akibatnya jika kalian bersikap seperti ini? Katakan padaku siapa yang berada di balik kalian?”


Setelah Scarlesia mengajukan pertanyaan yang seperti itu, para monster laut kembali mengamuk, laut yang tenang kembali ke situasi semula.


“Sepertinya kalian tidak bisa diajak berbicara baik-baik ya, baiklah kalau begitu. Ini kalian yang memintanya jadi jangan salahkan aku memusnahkan kalian,” ujar Scarlesia.

__ADS_1


“SIA, APA YANG MAU KAMU LAKUKAN?” teriak Andreas bertanya.


“Hei kalian, cepat menjauh dari sini,” suruh Xeon.


“Kenapa? Kenapa harus menjauh? Apa yang mau dilakukan oleh Sia?” tanya Andreas.


“Jangan banyak tanya! Saat ini Sia sedang berada di batas emosinya,” tegas Xeon.


Mereka pun menurut dan berjalan mundur ke belakang untuk segera pergi ke tempat yang aman. Scarlesia merubah busur sucinya menjadi sebuah tongkat yang indah, ia mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi ke atas.


“WAHAI LAUT! JAWAB PANGGILANKU, TURUTI PERINTAHKU DAN LENYAPKAN SEGALA EKSISTENSI JAHAT DI LAUTAN. INI ADALAH BENTUK KEMURKAANKU KEPADA MEREKA YANG BERANI MENGUSIK KEHIDUPAN MAKHLUK HIDUP LAIN,” seru Scarlesia.


Seluruh penjuru kekaisaran bergetar, guncangan dahsyat dari kekuatan Scarlesia berdampak pada setiap sudut Kekaisaran Roosevelt. Hal ini tentu saja membuat heboh semua orang yang merasakannya.


Di istana kaisar


“CEPAT LINDUNGI YANG MULIA! JANGAN SAMPAI YANG MULIA TERLUKA KARENA RERUNTUHAN ISTANA!”


“SELAMATKAN DIRI KALIAN DAN CARI PERLINDUNGAN DI LUAR!”


Istana kekaisaran riuh akibat guncangan dahsyat ini, mereka berhamburan keluar dari istana untuk melindungi diri masing-masing. Begitu pula dengan pusat kota yang saat ini seluruh orang sibuk berlarian ke tempat yang luas dan lapang tanpa ada bangunan sekelilingnya.


“HEI LIHAT KE ARAH LAUT UTARA! AIR LAUT NAIK MENCAPAI LANGIT!”


Di sela kepanikan orang-orang, ada di antara mereka yang terhenti untuk melihat fenomena yang aneh menurut mereka. Air laut naik mencapai langit seolah mereka menganggap bahwa laut tengah marah saat ini, guncangan yang terjadi sekarang mereka berasumsi guncangannya berasal dari laut.


“Apa ini bentuk kemarahan dewa?”


Di sisi lain, Eldrick bersama Carlen, Aldert, serta beberapa ksatria tiba di tempat Xeon. Mereka menyusuli Scarlesia sesaat aura kehidupannya tadi menghilang sejenak, mereka semua mengkhawatirkan Scarlesia dan memutuskan untuk pergi ke laut utara.


“Apa yang sebenarnya terjadi di sini Xeon?” tanya Eldrick.


“Silakan kalian lihat sendiri,”


Mereka bertiga serentak menghadap ke arah laut, mereka kaget saat melihat Scarlesia yang sedang mengerahkan segala kekuatannya untuk membunuh monster laut yang tak terhitung jumlahnya. Air laut melambung tinggi ke langit, Scarlesia memusatkan kekuatannya ke tongkatnya. Kemudian ia mengayunkan tongkatnya dan membunuh semua monster laut tersebut dengan air laut yang di dalamnya terdapat ribuan panah dari busur sucinya. Alhasil seluruh monster lautnya lenyap dalam sekejap, tubuh mati mereka menghilang seperti ketika Scarlesia membunuh para penyihir hitam.

__ADS_1


“Akhirnya sele…sai…”


__ADS_2