Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Dunia Bawah


__ADS_3

“Iblis ini datang padaku, dia mengatakan kalau dia akan membantuku untuk membunuh Scarlesia. Jadi aku menyetujuinya untuk mengikat kontrak dengannya. Sejak awal aku tidak punya niat untuk mengkhianati kekaisaran,” jelas Giana jujur.


“Membunuh Scarlesia? APA KAU TIDAK TAHU SEBERAPA BESARNYA PERANAN SCARLESIA UNTUK MELINDUNGI KEKAISARAN INI? BAGAIMANA KAU BISA MEMILIKI NIAT SEBURUK ITU?” bentak Vincent emosi.


“K-kak… Aku…”


“CUKUP! JEBLOSKAN PUTRI GIANA KE DALAM PENJARA! DIA AKAN DITAHAN DENGAN TUDUHAN PERCOBAAN PEMBUNUHAN!” perintah Vincent pada ksatria penjaga.


Dua orang ksatria penjaga langsung bergerak cepat begitu mendengar perintah dari Vincent, Giana meronta tidak mau ditahan dimasukkan ke dalam sel tahanan. Dia memohon-mohon kepada Vincent untuk memaafkannya tapi Vincent tidak menanggapi rengekannya yang minta maaf. Scarlesia tersenyum jahat memandang Giana yang dibawa pergi meninggalkan aula pesta.


“Satu lagi hama tersingkirkan,” batin Scarlesia puas.


“Nah sekarang harus aku apakan iblis hitam yang satu ini?”


“L-lepaskan a-aku…. Sialan!” umpat Naria minta di Scarlesia melepaskan cengkramannya.


“Aku tidak mau. Kau hampir mencelakai semua orang di sini lalu kau memintaku untuk mencelakaimu? Kalau aku lepaskan, pasti kau berusaha mencari gara-gara lagi kan? Sebaiknya kau aku tahan sementara,”


Scarlesia menekan kekuatan Naria, tubuh Naria secara perlahan berubah menjadi sangat kecil yang berukuran sebesar telapak tangan.


“SIA! APA KAU BAIK-BAIK SAJA?” teriak Zenon bergegas masuk ke dalam aula pesta bersama Xeon, Andreas, Louis, serta Oliver di belakangnya.


“Jangan berteriak. Aku baik-baik saja,”


Scarlesia memperlihatkan kepada mereka Naria yang sudah dia ubah menjadi kecil.


“Aaaa wanita kurang ajar! Beraninya kau menjatuhkan harga diriku!” gerutu Naria menggeliat.


“Mau kau apakan dia sekarang?” tanya Louis.


“Elios, apa yang harus aku lakukan dengannya? Bukannya dia sudah mengkhianati bangsa iblis putih?” tanya Scarlesia kepada Elios.


“Aku akan mengantarkannya kembali ke dunia bawah. Gara-gara dia Ayahku jadi kesusahan,” jawab Elios.


“TIDAKK! AKU TIDAK MAU KE DUNIA BAWAH!” berontak Naria menolak.


“Kalau begitu aku juga ikut ke dunia bawah,” ucap Scarlesia.


“APA? KAU TIDAK BOL….”


“Oke, ayo kita pergi kebetulan Ayah dan Ibuku ingin bertemu denganmu,” Elios memotong kalimat Zenon.


“Hei bukannya iblis putih tidak membolehkan manusia untuk masuk ke kawasan mereka?” bisik Zenon bertanya.


“Tidak apa-apa karena hanya Sia manusia yang diizinkan masuk ke kawasan bangsa iblis putih,” jawab Elios.

__ADS_1


Selepas pesta, Scarlesia langsung pergi bersama Elios ke dunia bawah untuk mengantarkan Naria. Kali ini Scarlesia pergi berdua dengan Elios dan tidak mengajak yang lainnya karena Scarlesia menyuruh mereka untuk memantau apakah akan ada bahaya yang menerjang atau tidak.


Dunia bawah adalah tempat yang asri dan sejuk karena di sana banyak tumbuh tanaman yang beragam. Scarlesia bahkan tidak pernah membayangkan ternyata tempat asal Elios adalah tempat yang sangat unik seperti ini. Yang lebih tidak dia bayangkan lagi, para bangsa iblis putih menyambutnya  dengan ramah dan terbuka.


Kerajaan iblis putih tempat dimana Ayah dan Ibu Elios tinggal karena mereka merupakan raja dan ratu yang memimpi dunia iblis putih ini. Nuansa istananya sangat tenang dan nyaman, kedatangan Scarlesia adalah suatu kebahagiaan bagi mereka. Hedwig, raja iblis putih serta Vivian, ratu iblis putih menyambutnya dengan senyuman hangat.


“Nona Scarlesia, selamat datang di kerajaan kami,” sambut Hedwig.


“Salam kepada Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu,” ucap Scarlesia memberi salam.


“Sia… Bolehkah aku memanggilmu Sia?” tanya Vivian melihat Scarlesia dengan mata berkaca-kaca, hal ini agak membingungkan baginya.


“Ya? Tentu saja boleh Yang Mulia,” jawab Scarlesia.


“Benarkah? Kalau begitu bolehkah aku memelukmu?”


Scarlesia mengangguk, Vivian mendekap dirinya begitu erat seperti sebuah pelukan penuh kerinduan.


“Syukurlah dewa dan dewi menyayangimu. Mereka menghadirkanmu kembali ke dunia ini, aku sangat bahagia saat Elios memberitahuku. Terima kasih Sia, terima kasih,” ujar Vivian menitihkan air mata.


“Yang Mulia? Apa yang sedang anda bicarakan?”


Elios menarik sang Ibu untuk dia ajak bicara, mereka berdiri agak jauh Scarlesia.


“Ibu, jangan berbicara seperti itu pada Sia. Dia tidak mengingat masa lalunya,” bisik Elios.


“Iya, aku tahu. Tapi jangan membuat Sia bingung,”


“Baiklah kalau begitu. Aku juga tidak mau menyusahkan menantuku,”


Usai berbicara, mereka kembali ke dekat Scarlesia dan Hedwig. Vivian sumringah karena adanya Scarlesia hari ini di sini, begitu pula dengan Hedwig yang juga turut senang karena kedatangannya.


“Apa yang membawa kalian berdua kemari?” tanya Hedwig.


Lalu Elios memperlihatkan kepada mereka Naria, mereka terkejut saat melihat Naria ada bersama mereka.


“Naria! Kenapa pengkhianat ini ada bersama kalian?” tanya Hedwig kembali.


“Dia sudah mengacau saat pesta pernikahan di istana kekaisaran, dia bahkan berniat untuk membunuh Sia. Aku ingin Ayah memberi hukuman karena kesalahannya di masa lalu,” jelas Elios.


“Sebagai pengkhianatan yang sudah dia lakukan, aku akan menaruhnya di ruang penyiksaan,” ucap Hedwig.


“APA? RUANG PENYIKSAAN? AKU TIDAK MAU! TOLONG JANGAN KIRIM AKU KE SANA!” ronta Naria.


“Baik, terima kasih Ayah,”

__ADS_1


“Ruang penyiksaan itu apa? Di sini juga ada ruang penyiksaan?” tanya Scarlesia bebisik penasaran pada Elios.


“Ruang penyiksaan itu adalah ruang yang memang khusus dibuat untuk para pengkhianat. Mereka akan ditempat di ruang yang kecil dan sempit serta mereka akan disiksa sampai mati di sana,” terang Elios.


“Oh bagus! Aku sangat suka,” kata Scarlesia mengacungkan jempolnya.


Beberapa penjaga membawa Naria menuju ruang penyiksaan, Naria tidak bisa melakukan apa-apa karena kekuatannya ditekan oleh Scarlesia. Setelah itu, kerajaan mengadakan pesta kecil-kecilan untuk menyambut kedatangan Scarlesia. Mereka mengadakan pesta hingga tengah malam sehingga malam itu Scarlesia harus menginap di sana.


“Sia, malam ini kamu akan tidur di sini,” ujar Elios membawa Scarlesia ke sebuah kamar yang sangat mewah.


“Wahh sungguh aku boleh tidur di sini? Bukannya ini terlalu mewah untukku?” tanya Scarlesia takjub.


“Tidak, ini memang khusus disediakan untukmu,”


Scarlesia mencoba duduk di atas tempat tidurnya dan itu sangatlah nyaman, ketika mereka sedang asik berdua di dalam kamar tiba-tiba saja ada seseorang yang mengunci pintu kamarnya.


“Hei siapa yang mengunci pintunya? Cepat buka! Aku mau keluar,” ucap Elios menggedor-gedor pintunya tapi tidak ada yang meresponnya.


“Aahh aku tahu. Ini pasti ulah Ibuku,” tebak Elios dalam hati.


“Kenapa? Apa ada seseorang yang mengunci pintunya?”


Elios berbalik saat Scarlesia bertanya padanya perihal pintu yang terkunci.


“Ya, aku rasa begitu. Aku ingin keluar tapi….”


“Ya sudah kamu tidur di sini saja,” suruh Scarlesia.


“Aku tidak apa-apa tidur di sini?”


“Tidak masalah. Hanya tidur saja kan? Tidak melakukan hal yang lain,” balas Scarlesia merebahkan tubuhnya.


Elios mengalihkan pandangannya dari Scarlesia, jantungnya berdebar kencang, dia hampir tidak bisa menahan dirinya sendiri.


“Sadarlah Elios! Sia tidak ingat masa lalunya. Aku tidak mungkin bisa melakukan apa-apa,” batin Elios menyadarkan dirinya.


Scarlesia kembali berdiri untuk membuka aksesoris rambutnya, hampir saja dia melupakannya dan membawa aksesorisnya tidur.


“Ayo cepat kemarilah. Apa kau tidak mau tidur?” panggil Scarlesia menyuruhnya untuk segera berbaring.


Saat Scarlesia hendak naik ke tempat tidur, Elios yang sedang menuju ke ranjang tiba-tiba saja kakinya tersandung oleh karpet. Elios terjatuh ke atas tempat tidur dan menghimpit Scarlesia, kini posisi Elios berada di atas tubuh Scarlesia.


“Aduh Elios, kamu….”


Wajah mereka dekat sekali, kulit mereka saling bersentuhan satu sama lain, suara deru napas bisa saling mereka dengarkan. Scarlesia tidak meneruskan kalimatnya karena wajah Elios membuatnya merasa tidak aman sekarang.

__ADS_1


“Ahh kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini?”


__ADS_2