Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Membantu Kekaisaran Lain


__ADS_3

“Tidak ada tanda-tanda gerbang monster utama akan terbuka,” lapor Oliver kepada Scarlesia.


“Ini aneh sekali. Apa segel gerbangnya tidak ada yang rusak?” tanya Scarlesia.


“Tidak, aku sudah memastikannya sendiri,”


Scarlesia menghembuskan napas berat, dia tidak mengerti sama sekali akan hal ini. Kebetulan pada saat itu, Xeon juga baru pulang dari istana langit dan langsung menghampiri Scarlesia yang berada di ruang pertemuan.


“Ada apa ini? Kenapa tampangmu lesu sekali?” tanya Xeon.


“Xeon, apa penglihatan masa depanku itu benar-benar berfungsi? Gerbang monster utama tidak ada tanda-tanda akan terbuka,” kata Scarlesia dengan nada bicara yang lesu.


“Tidak ada yang lebih akurat selain penglihatan masa depanmu Sia. Kau harus percaya dengan masa depan yang kau lihat itu karena jika kau tidak mengantisipasinya, hal itu sungguh akan terjadi,” ujar Xeon.


“Kira-kira kapan peperangan itu akan terjadi?” sela Elios bertanya.


“Sekitar 1,5 bulan lagi,” jawab Scarlesia.


“Berarti itu bertepatan dengan perayaan kedewasaanmu? Kalau begitu tidak menutup kemungkinan perayaan kedewasaanmu akan ditunda sementara,” ucap Elios.


“Tidak masalah. Aku akan mengatakannya pada Ayah dan meminta agar perayaan kedewasaanku ditunda sampai masalah ini selesai,” balas Scarlesia semakin lesu.


Xeon menggeleng-gelengkan kepalanya seraya menghela napasnya, ia mengambil tempat duduk tepat di sebelah Andreas.


“Walaupun tidak ada tanda-tanda gerbang monster utama akan terbuka, kau tetap tidak boleh lengah. Apa kau lupa kalau dewa kegelapan bisa melakukan apapun sesuai kehendak hatinya? Membuka gerbang monster itu bukan hal yang sulit untuknya,” tutur Xeon.


Scarlesia menegakkan kepalanya begitu mendengar kata-kata Xeon, dia baru saja ingat kalau semua ini adalah rencana dewa kegelapan untuk melenyapkan manusia.


“YOSH! AKU KEMBALI BERSEMANGAT! AYO KITA SUSUN RENCANA UNTUK KE DEPANNYA,”


Di hari berikutnya, kabar mengenai Scarlesia yang mengatasi kekeringan daerah selatan menggunakan kekuatannya, menyebar ke seluruh kekaisaran. Sekali lagi Scarlesia mengukir prestasi baik di hadapan banyak orang,  reputasinya semakin melejit kian hari. Pada hari itu juga Scarlesia mendapat banyak surat dari kekaisaran lain untuk membantu kasus yang serupa pula.


“Kenapa kekeringan banyak melanda daerah di masing-masing kekaisaran?” gumamnya bertanya-tanya.


“Apa kau akan pergi membantu mereka mengatasi masalah ini?” tanya Andreas.


“Iya, aku harus pergi karena firasatku tidak baik soal kekeringan ini bila dibiarkan lama-lama,”

__ADS_1


“Untuk sekarang giliranku yang pergi denganmu,” ujar Andreas mengajukan dirinya untuk pergi menemani Scarlesia.


“Tidak! Aku yang akan menemani Sia,” sanggah Zenon.


“Tentu saja Sia harus pergi denganku,” ucap Elios.


Scarlesia menyentuh keningnya sambil menggeleng menyaksikan kerusuhan mereka yang selalu berebutan untuk pergi bersamanya.


“Kenapa kalian bersemangat sekali pergi denganku?”


“Karena aku mau melihat kekuatanmu untuk menangani masalah kekeringan,” jawab Zenon.


“Aku juga. Aku sangat iri mendengar Louis membanggakan soal kekuatanmu padaku,” timpal Elios.


Scarlesia langsung melirik tajam pada Louis yang hanya tertawa dengan wajahnya yang tak berdosa.


“Kali ini tolong ajak aku bersamamu Sia karena ada yang harus aku pastikan dari masalah kekeringan ini,” ucap Xeon.


“Baiklah baiklah, kalian semua akan ikut denganku. Jadi jangan ribut lagi, oke?”


Pada akhirnya Scarlesia membuat keputusan untuk pergi bersama mereka semuanya, mereka menggunakan portal sihir agar sampai lebih cepat di lokasi. Tujuan pertamanya adalah Kekaisaran Celosia, Oscar sudah menunggu kedatangan Scarlesia untuk membantu mengatasi masalah kekeringan di daerah bagian timur Kekaisaran Celosia.


“Yang Mulia, masalah kekeringan Kekaisaran Celosia sudah selesai saya tangani. Saya pamit undur diri karena saya masih harus mengunjungi dan membantu kekaisaran lainnya,” pamit Scarlesia membungkukkan tubuhnya di hadapan Oscar.


“Ehh tunggu dulu,” cegat Oscar.


“Ada apa lagi Yang Mulia?”


“Nona sudah sering menyelamatkan Kekaisaran Celosia, tidak adakah yang bisa aku lakukan untuk membalas budimu?” tanya Oscar.


Scarlesia tersadar bahwa dia juga harus mengatakan kepada Oscar tentang penglihatan masa depannya karena yang menjadi korbannya tidak hanya Kekaisaran Roosevelt saja bahkan monster-monster itu juga menyerang kekaisaran lainnya.


“Ada satu hal yang harus anda lakukan untuk saya Yang Mulia,”


“Apa itu? Katakan saja,”


Lalu Scarlesia memberitahukan semuanya pada Oscar tanpa terkecuali, dia minta tolong kepada Oscar untuk memperkuat ksatria dan penyihir Kekaisaran Celosia untuk menghadapi kenyataan terburuk nantinya.

__ADS_1


“Begitu ya? Jadi kau memintaku untuk melatih para ksatria dan juga penyihir untuk menghadapi peperangan tersebut?”


“Iya Yang Mulia. Mungkin ini terdengar konyol tapi saya sungguh bisa melihat masa depan, saya tidak akan menyuruh Yang Mulia untuk mempercayai saya. Saya hanya….”


“Baiklah,” potong Oscar menyetujuinya.


“Ehh? Jadi anda mempercayai saya?”


“Iya, aku percaya jika itu kamu yang mengatakannya. Aku akan segera memberitahu para bawahanku, tapi sebagai gantinya maukah kau berkencan denganku?”


Scarlesia terhening mendengar ajakan kencan Oscar untuknya.


“HUH? KAU PUNYA MAKSUD LAIN TERNYATA! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU KENCAN DENGAN SIA!” bentak Zenon marah.


“BENAR! AKU JUGA TIDAK AKAN MEMBIARKANNYA,” Andreas juga ikut-ikutan marah pada Oscar.


“Sudah kalian berdua! Jangan memicu pertengkaran di sini,” tegur Scarlesia.


Mereka berdua terdiam seketika ditegur oleh Scarlesia, Oscar tampaknya kaget saat Zenon dan Andreas membentaknya secara terang-terangan.


“Maaf Yang Mulia, saya tidak bisa memenuhi permintaan anda untuk berkencan dengan saya karena saya milik mereka. Jika anda ingin kencan dengan saya, silahkan meminta izin kepada mereka,” tolak Scarlesia lembut.


Oscar melirik ke belakang Scarlesia, tatapan tajam dari pria-pria tersebut membuat Oscar bergidik takut dan memilih untuk mengurungkan niatnya mengajak Scarlesia kencan dengannya.


“Ahh kalau begitu tidak usah saja. Lupakan soal ajakan kencanku tadi,” kata Oscar tertawa kikuk.


Setelah itu, Scarlesia pun pergi ke kekaisaran lainnya dan melakukan hal yang sama berulang kali, kekuatannya yang luar biasa sangat dikagumi oleh semua orang. Kemudian terakhir, dia pergi ke Kekaisaran Evariste, kedatangannya juga disambut hangat oleh pangeran kedua, Lucas Evariste. Tanpa berlama-lama, Scarlesia meminta untuk diantarkan langsung ke daerah yang akan dia tangani masalah kekeringannya.


“Ahh ini terlalu parah,” gumam Scarlesia melihat kondisi daerahnya lebih parah dari yang sebelumnya.


“Ya, ini adalah kekeringan yang paling parah dihadapi oleh Kekaisaran Evariste. Aku juga tidak tahu kenapa tapi aku merasa bahwa ini bukan kekeringan biasa,” ucap Lucas menjawab gumamam Scarlesia.


“Bagaimana mereka bisa bertahan menghadapi kekeringan ini? Saya akan mengakhiri kekeringan ini segera,”


Scarlesia pergi ke tempat yang lebih lapang, ia mengeluarkan kekuatannya untuk mengatasi masalah kekeringan yang sangat parah ini dan dalam sekejap hujan turun, segalanya kembali seperti semula bahkan daerah ini menjadi lebih baik dari sebelumnya.


Sebagai ucapan terima kasih, Lucas mengajak Scarlesia dan yang lainnya untuk ke istana karena dia ingin menjamunya. Scarlesia setuju memenuhi undangan dari Lucas, ia pun pergi ke istana kekaisaran. Ketika mereka hendak berjalan ke ruang perjamuan, tiba-tiba seorang wanita tua berlari ke arah Scarlesia lalu menarik tangannya.

__ADS_1


“ANABELA!”


__ADS_2