Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Scarlesia Telah Pulang


__ADS_3

“NAH SAYANGKU SEKARANG CEPAT HANCURKAN MEREKA!” perintah Cyrill.


Scarlesia tidak melawan perintah Cyrill, dia mengeluarkan pedangnya, dengan gesit Scarlesia menerjang ke arah Xeon sambil menodongkan pedangnya.


“SIA, SADARLAH! INI KAMI! KAU TIDAK BOLEH MENURUTI PERINTAHNYA. SADARLAH SIA!” seru Oliver.


Scarlesia menyunggingkan senyumnya, kemudian dia memutar arah tubuhnya menghadap Cyrill. Gerakannya sangat cepat sehingga tidak ada satu pun mata yang bisa mengikuti gerakannya, namun secara tiba-tiba saja dada Cyrill ditebas oleh Scarlesia.


“AARRGGHHHH! KAU… APA YANG KAU LAKUKAN? KENAPA KAU MALAH MENEBASKU? SEHARUSNYA KAU MENEBAS MEREKA,” teriak Cyrill kesakitan.


“Pffftt hahaha kau lucu sekali,” tawa Scarlesia. “Apakah kau berpikir aku akan menuruti perintahmu?”


“K-kenapa? B-bukannya kau berada di bawah kendali cincin itu?” gagap Cyrill melotot tak percaya.


“Cincin ini maksudmu? Aku tidak akan pernah terpengaruh oleh cincin jelek seperti ini!”Scarlesia membuka cincinnya lalu melemparnya ke bawah.


“Lalu kenapa kau tampak terpengaruh oleh cincinnya?”


“Aku hanya berpura-pura agar kau bisa membawaku keluar dari kastil jelekmu itu! Aku tidak akan kalah hanya karena kau menggunakan cincin pengendalian,” tegas Scarlesia.


“Haha jadi Sia hanya berpura-pura,” ucap Louis.


Mereka tersenyum lega setelah mengetahui bahwa Scarlesia tidak benar-benar dikendalikan oleh Cyrill. Tidak ada yang bisa menebaknya sebab akting Scarlesia sungguh tampak sempurna, tidak akan ada orang yang menyadarinya kalau dia sedang akting. Lalu Scarlesia turun menghampiri mereka semua, dia tersenyum sambil melambaikan tangannya.


“Hai aku pulang,” ujar Scarlesia melebarkan senyumnya.


“Sia….”


Carlen dan Aldert langsung memeluk Scarlesia, mereka sangat bersyukur adiknya kembali dalam keadaan baik-baik saja.


“Kami sangat mengkhawatirkanmu, syukurlah kau pulang dengan selamat. Syukurlah,” ucap Aldert.


“Maaf karena aku sudah membuat kalian khawatir,”


Scarlesia menepuk pelan punggung kedua saudaranya itu, selesai mereka memeluk Scarlesia kini giliran Archie yang memeluknya. Archie sampai menangis lantaran selama satu minggu penuh dia mengupayakan berbagai hal agar mendapatkan lokasi keberadaan Scarlesia, akan tetapi tidak ada yang berhasil segala upayanya tersebut.

__ADS_1


“Jangan menangis lagi, kakak sudah pulang. Sungguh, jangan khawatirkan masalah apapun itu ya karena aku baik-baik saja,” tutur Scarlesia mengelus puncak kepala Archie.


“Apa jantungmu tidak sakit lagi Sia? Bukannya ketika kau berada di dekat Cyrill jantungmu akan sakit?” sela Elios.


“Iya, apa sekarang sudah tidak merasa sakit lagi?” timpal Andreas ikut bertanya.


“Tidak, sekarang sudah tidak sakit lagi,” lalu Scarlesia menoleh ke arah Cyrill dengan perasaan penuh gejolak amarah. “Sekarang kutukan yang kau berikan padaku sudah hilang, kau tidak akan bisa mengendalikan aku lagi!” ucap Scarlesia dengan lantang.


Kedua mata Cyrill membulat sempurna, setelah sekian lama kutukannya terpasang di dalam jiwa Scarlesia dan kini kutukan itu tidak lagi bersarang di tubuhnya. Kesempatan dan peluang yang dia ciptakan sesempurna mungkin sirna seketika, dia kehilangan Scarlesia sepenuhnya.


“Tidak… tidak… AKU TIDAK AKAN PERNAH MERELAKANMU ATAU PUN MEMBIARKANMU MENINGGALKANKU! KAU ITU MILIKKU! SAMPAI KAPANPUN ITU KAU TETAP MILIKKU!” kukuh Cyrill berteriak.


Akibat tebasan pedang Scarlesia, tubuhnya melemah karena tebasannya sangat dalam dan membuat Cyrill nyaris kehilangan kesadarannya.


“AKU BUKAN MILIKMU SIALAN! AKU TIDAK PERNAH SUDI MENJADI MILIKMU APALAGI SAMPAI MENIKAH DENGANMU! AKU MEMBENCI PRIA KURANG AJAR DAN TIDAK PUNYA RASA KASIHAN SEPERTIMU! AKU MEMBENCIMU BAIK DULU ATAU PUN SEKARANG!” ungkap Scarlesia mengatakannya dengan jelas dan volume suara tinggi, dadanya kembang kempis gara-gara teriakan itu.


Rrttt srakkk


Scarlesia menarik pedangnya kemudian dia memotong gaun putih yang dikenakannya hingga jelas memperlihatkan kaki jenjangnya serta pahanya yang putih mulus.


“Sia, mundurlah dan biarkan aku yang mengurus Cyrill. Aku punya urusan yang belum selesai dengannya,” suruh Xeon.


Scarlesia mundur ke belakang, dia tidak berani membantah perintah Xeon karena suasana hati Xeon benar-benar buruk. Kemungkinan terparahnya adalah Xeon akan mengamuk dan mengacak-acak istana menggunakan kekuatannya.


“Xeon, jangan sampai hancurkan istananya. Kasihan para pekerja membereskannya nanti,” pesan Scarlesia.


“Ya, kau tidak perlu khawatir soal itu,”


Setelah itu, Xeon naik ke atas langit untuk berdiri sejajar dengan Cyrill. Tampaknya Cyrill sendiri akan menerima tantangan Xeon untuk melawannya. Darah yang bercecer keluar dari tubuhnya akhirnya berhasil ia hentikan untuk sesaat.


“Kali ini akan aku pastikan kau mati di tanganku!” kata Xeon.


“Aku tidak akan kalah darimu,”


Kekuatan mereka saling bentrok di udara, akibat bentrokan kekuatannya alhasil menciptakan hembusan angin yang kencang. Untung saja Oliver dengan sigap sudah membuat pembatas untuk melindungi semua orang yang ada di sekitar sana. Mereka bentrok cukup lama di udara, hingga pada finalnya Xeon berhasil menghempaskan Cyrill ke permukaan tanah. Tepat sebelum Cyrill bangkit, Xeon mengikat Cyrill menggunakan benang merahnya sehingga membuat Cyrill tidak bisa bergerak bebas.

__ADS_1


“MATI KAU!”


Detik-detik Xeon akan memberikan serangan terakhirnya, Zin si siluman ular entah datang darimana langsung menggagalkan rencana Xeon. Dia membawa kabur Cyrill masuk ke dalam sebuah portal hitam, tidak sempat Xeon menghentikannya namun mereka sudah menghilang dari pandangannya.


“Cih sialan! Lagi-lagi aku gagal!” umpat Xeon berdecak kesal.


“SUDAH TIDAK APA-APA XEON, SEKARANG TURUNLAH!” seru Scarlesia.


Xeon menghembuskan napasnya, dia merilekskan sejenak dirinya dari amarah yang memberatkannya. Untuk saat ini, yang terpenting Scarlesia selamat tanpa ada luka atau goresan di kulitnya. Jika itu sampai ada maka dia tidak tahu seberapa besar emosinya yang akan dikeluarkannya.


“OKE, TUNGGU DI SANA. AKU AKAN TURUN,” sahut Xeon.


Seusainya, Scarlesia diajak masuk oleh mereka ke istana. Di sana banyak orang yang sudah menanti Scarlesia termasuk Edward, Jessie, Qirani, dan Feodor. Mereka berlari seketika mendengar Scarlesia sudah pulang. Erin dan Hana tidak henti-hentinya menangis, sedangkan Kitty berpacu ke istana untuk memastikan kepulangan Scarlesia.


Kala itu juga Edward memerintahkan para ksatria untuk mengumumkan bahwa Scarlesia sudah ditemukan dalam keadaan selamat. Tidak lupa juga mereka mengumumkan ke kekaisaran lain untuk menghentikan pencarian sekarang juga. Scarlesia bingung karena mereka terlalu heboh, setelah dia cerna kembali ternyata rakyat Evariste hingga kekaisaran lain pun ikut mencarinya.


“Ayah mana? Dari tadi aku tidak melihat Ayah,” tanya Scarlesia, sedari tadi pandangannya mencari-cari keberadaan Eldrick yang tak kunjung dia temukan.


“Yang Mulia, sebenarnya….”


“Ayah sekarang sedang istirahat,” potong Aldert.


“Istirahat? Apakah Ayah seminggu ini tidak ada istirahat?”


Aldert dan Carlen saling beradu pandang, mereka sebenarnya tidak ingin menceritakannya pada Scarlesia tapi mau tidak mau mereka harus memberitahunya.


“Ya, Ayah seminggu ini tidak tidur bahkan tidak makan sama sekali demi mencarimu kemana-mana,” jawab Carlen.


“Huh? Tidak tidur sama sekali? Kak, sekarang bawa aku ke tempat Ayah,” pinta Scarlesia.


Mereka tidak bisa melarang Scarlesia, langsung saja mereka antarkan Scarlesia ke kamar Eldrick beristirahat. Di sana Eldrick terbaring di atas tempat tidur, Eldrick tidak nyaman dalam tidurnya dan terlihat sangat gelisah. Scarlesia bergegas mengecek tubuh Eldrick dan ternyata benar, badannya sangat panas.


“Ayah sedang demam,” ucap Scarlesia.


“Demam?”

__ADS_1


Aldert ikut memeriksa suhu badan Eldrick dengan menempelkan telapak tangannya ke kening sang Ayah.


“Ayah beneran demam,”


__ADS_2