
“Yang Mulia, ada surat di tangan kirinya,” ujar salah satu ksatria memberikan sebuah kertas yang sudah remuk pada Scarlesia.
Scarlesia mengambil kertas tersebut lalu membuka lipatannya, ada beberapa kata yang tertulis di kertas itu.
“Selamat sudah menjadi kaisar.”
Itu adalah kata-kata yang tertulis di permukaan kertas putihnya, ditulis menggunakan tinta berwarna merah.
“Siapa yang mengirim ini?”
Kemudian Zenon merebut kertas itu dari tangan Scarlesia, mereka melihatnya bersama-sama.
“Sepertinya ada orang yang berani mengusik Sia,” ucap Elios diangguki oleh yang lain.
“Yang Mulia, harap segera menjauh dari mayat itu. Biar kami yang menangani masalah ini, silakan anda lanjutkan kembali pestanya,” ujar ketua ksatria penjaga.
Saat Scarlesia hendak berbalik menuju aula pesta, tiba-tiba saja setengah atap aula dihancurkan oleh seseorang.
“KYAAAAKKK!”
Para tamu undangan nyaris saja terkena puing-puing reruntuhan dari atap aula yang rusak itu, untungnya Oliver dengan sigap memasang sihir perlindungan pada mereka. Dari atas atap aula, muncul seorang pria berpakaian serba hitam. Kedatangannya membawa aura tidak biasa bahkan auranya itu menekan semua orang. Xeon beserta pria lainnya langsung memasang badan mereka sebagai tameng di hadapan Scarlesia.
“Halo gadis cantik, sudah lama kita tidak bertemu,” sapanya melambaikan tangan seraya tersenyum menyeramkan.
“Kenapa kau bisa ada di sini?! Apa maumu? Bukannya perang akhir akan terjadi? Lalu apa urusanmu kemari?” cecar Xeon, ia sangat waspada dengan pria itu.
“Ahh Xeon, kau masih saja sama seperti dulu. Aku kemari hanya menyapa Sia sebelum kita bertemu di medan perang,” balasnya.
“Hei Xeon, jangan bilang pria ini….”
“Ya, dia adalah Leroux sang dewa kegelapan!”
Deg!
__ADS_1
Suasana semakin mencekam seketika Xeon mengungkap identitas pria yang kini berada di hadapan mereka. Tekanan dari Leroux tampaknya membuat mereka merasa gemetar sesaat, namun mereka tetap harus waspada agar dia tidak melukai Scarlesia.
“Apa-apaan tatapan kalian itu? Aku kemari hanya datang untuk menyapa Sia saja. Aku ingin bertanya, apa kau suka dengan hadiah yang aku kirimkan?”
Scarlesia tersentak, dia sekarang tahu kalau mayat yang ada di balkon tadi adalah ulah Leroux. Dia tidak menduga sama sekali kalau dia akan bertemu dengan Leroux di pesta kekaisaran malam ini. Scarlesia berusaha untuk tetap tenang, walau sekujur badannya berkata sebaliknya, ia mengakui bahwa kekuatan Leroux saat ini berada jauh di atasnya.
“Jadi, itu adalah ulahmu? Terima kasih atas hadiahnya tapi aku tidak butuh hadiah darimu,” tegas Scarlesia.
“Sombong sekali kau, ya aku tidak berharap banyak dari kau karena kau memang sejak dulu sangat keras kepala,” jawab Leroux.
Tekanan yang dikeluarkan oleh Leroux serta hawa kedatangannya membuat para tamu undangan serasa tercekik. Aura kegelapannya terlalu kuat bila dihadapkan dengan manusia biasa, ini akan menjadi racun tersendiri bagi mereka. Scarlesia mengedarkan pandangannya, ia mengkhawatirkan kondisi para tamu undangan saat ini.
“Pergi kau dari sini! Kau hanya bisa menyakiti orang lain. Kita akan bertemu di medan perang, bukankah itu cukup? Sekarang pergi kau!” usir Scarlesia meninggikan suaranya.
Leroux menyunggingkan bibirnya, kemudian ia menjentikkan jemarinya satu kali hingga membuat Xeon dengan yang lain terlempar jauh dari Scarlesia. Leroux perlahan turun dan mendekati Scarlesia yang terus melangkah mundur supaya tetap menjauh darinya.
“Akhh kekuatannya berada jauh di atas kita, bagaimana ini? Sepertinya dia ingin menyakiti Sia,” ucap Elios berupaya untuk bengkit kembali dari jatuhnya.
“Jadi, ini kekuatan dewa kegelapan? Haha aku akui kekuatannya jauh lebih hebat dari kita,” kata Louis.
“Aku tidak bisa bergerak!” ujar Zenon.
“Dia hampir dekat dengan Sia. Tidak adakah di antara kalian yang bisa bergerak?”
Panik dan semakin panik, sedangkan Scarlesia masih mencoba untuk menjauh dan menghindari Leroux agar tidak disentuh olehnya.
“Menjauhlah! Jangan dekat-dekat denganku!” bentak Scarlesia.
“Bagaimana ya? Tubuhku secara tidak sadar ingin mendekat padamu. Jangan menghindar lagi!”
Leroux menarik tangan Scarlesia lalu ia merengkuh pinggangnya, wajah mereka berjarak sangat dekat sekarang.
“Lepaskan aku sialan!” marah Scarlesia meronta minta dilepaskan.
__ADS_1
“Lepaskan? Tidak bisa. Kau tidak boleh lepas dariku begitu saja, aku ingin menikmati wajah cantikmu sebentar.”
Scarlesia semakin jengkel, ia ingin minta tolong kepada Xeon tapi nampaknya mereka juga sedang mengalami kesulitan tersendiri akibat Leroux mengunci tubuh mereka agar tidak dapat bergerak. Kemudian Scarlesia menjentikkan jarinya lalu beberapa pedang bermunculan dan melaju ke arah Leroux. Akan tetapi, belum sempat pedang-pedang itu menyentuh kulitnya ia langsung melenyapkannya dengan kekuatannya.
“Kau mencoba untuk menyerangku? Naif sekali. Harusnya kau sadar dengan kekuatanmu yang sekarang, kau tidak akan bisa menang dariku. Kasihan sekali kau tidak bisa berbuat apa-apa dan pria-priamu juga tidak dapat menolongmu.” Leroux semakin mempererat rengkuhan tangannya di pinggang mungil Scarlesia.
“Apa yang kau inginkan sekarang?” tanya Scarlesia.
“Yang aku inginkan? Aku menginginkanmu. Apa kau bersedia memberikan tubuhmu padaku?”
“Jangan harap! Aku tidak akan menyerahkan diriku padamu walaupun aku mati sekali pun, kau tidak akan pernah mendapatkanku!”
Leroux menyeringai, perlahan jemarinya bergerak menggelitik wajah Scarlesia lalu mulai menyentuh lehernya.
“Wajah cantik seperti ini rasanya sayang jika aku sia-siakan begitu saja. Kau mestinya menyetujui tawaranku, apabila kau bergabung bersamaku untuk menguasai alam semesta ini maka kau akan aku jadikan sebagai permaisuriku? Bagaimana? Tawaran yang bagus bukan?”
“MENJIJIKKAN!”
Scarlesia mendorong paksa tubuh Leroux untuk menjauh darinya, ia akhirnya berhasil lepas dari Leroux. Ekspresinya menunjukkan betapa jijiknya ia kepada Leroux kini, hal itu membuat Leroux sebal.
“Ekspresimu itu membuat aku kesal, berani sekali kau menatapku menggunakan tatapan menjijikkan itu.”
Scarlesia melangkah mundur, ia mengeluarkan busur sucinya yang sudah ia ubah menjadi pedang. Dia bersiap untuk segera melayangkan serangan terhadap Leroux, dengan segala perasaan murka dan marah ia menerjangnya meski ia tahu bahwa ia tidak akan menang melawannya sekarang.
“HIYAAAAA!!”
Serangan dari pedangnya mudah dipatahkan oleh Leroux, ia mencoba serangan lainnya tapi hasilnya sama saja. Leroux dengan gampang menepis segala jenis serangan yang dilayangkan oleh Scarlesia padanya.
“Jangan buang tenagamu untuk melawanku. Aku kan sudah katakan, kau yang sekarang tidak akan bisa menandingin kekuatanku.” Leroux tersenyum meremehkan Scarlesia, ia mengubah aura hitamnya menjadi sebuah benang tipis nan panjang lalu ia membelitkan benangnya di sekeliling pinggang Scarlesia dan ia tarik hingga tubuh Scarlesia berada di pelukannya kembali.
“LEPASKAN AKU!” teriak Scarlesia emosi.
“Kau tidak akan aku lepaskan dan aku tidak akan pergi sebelum aku menyaksikan langsung wajahmu yang kesakitan.”
__ADS_1
“AAAKKHHHH!!”